
" kok malah ngobrol disini? "Tanya bapak yang menyusul kami didalam kamar.
" lha memang kenapa pak?"tanyaku.
"Kamu itu gimana nduk, temui dulu suamimu diluar sana. Dia kan mau pulang".
" O. ya pak ".jawabku malas.
Bapak cuma bisa geleng -geleng kepala.
Ditempat ku biasanya setelah ijab qobul pengantin laki- laki pulang ke rumah. Setelah agak siang baru datang kembali dengan iring-iringan sambil membawa seserahan.
"Mas, sudah mau pulang? " tanyaku
"Ya.Mas pulang dulu ya dek. " katanya
"ya, hati-hati ".jawabku basa basi
Suamiku pulang. Dan entah apa yang kurasa sekarang. Entah rasa bahagia atau sebuah kepasrahan. Sungguh begitu sulit hanya sekedar menggambarkan suasana hati.
Dan siang harinya, acara pernikahan atau resepsi kata anak sekarang digelar. Cukup meriah acaranya walaupun aku cuma dikampung kecil, bahkan pernikahanku kala itu termasuk yang paling meriah dengan mendatangkan seorang ulama kenamaan di daerah asal ku.
Sore harinya, saat pengiring pengantin sudah pulang aku pun melayani suamiku.memberi dia makan malam,makan malam dengan arti sebenarnya.
"Nduk ! " teriak mak
"kesini bentar nduk "
"Ada apa mak".Jawabku mendekat
" Liat ini, inikan kalung yang baru tadi siang kamu pakai, dari suamimu. "
"lho, iya ya mak. kok bisa dibawa mak, tadi kan aku pakai mak. " tanyaku dengan sedikit keheranan.
"ini saja bu lek kar yang menemukan "
__ADS_1
"Ditemukan di mana mak, aku kok tidak merasakan, pas kalungku terjatuh. "
"Apa nduk...? " sela bu lek kar yang datang dari belakang setelah bantu beberes di belakang.
"ini lho bu lek, kok kalung ku ada di bu lek tadi" jawabku sambil penasaran.
"Iya tadi, pas aku menyapu lantai, aku menemukan kalungmu. ".
" Kamu itu mbok tolong sedikit berhati-hati masak seserahan dari suami, baru dipakai sebentar sudah dihilangkan. Mudah-mudahan itu bukan pertanda buruk saja"Ujar bu lek kar panjang lebar.
"Apaan sih bu lek mitos itu ah" jawabku sedikit sewot
"Anak ini dibilangin orang tua , dasar ih " Sembur mak sambil menjitak kepalaku
"Au sakittttt mak".Jawabku kesal
"Udah ah mak, bu lek aku mau kembali ke kamar".
" Baik-baikin itu anak orang", Sahut mak
Kamar sederhana yang sekarang menjadi Kamar pengantin, dan tentu saja jauh dari kesan indah juga romantis.
"Sudah selesai mas makannya" tanyaku pada suamiku.
"Sudah dek" jawabnya singkat
"Kenapa sih mas, tidak makan di luar saja, kenapa musti makan dikamar".Tanyaku
" Malu dek. "
"ckkkk alasan.... " Dengus ku. Dan dia tersenyum samar. Ganteng sih, apalagi dengan sedikit senyum itu menambah rupawan wajah tampannya. Ah...... tak mungkin juga aku langsung terpesona kan dengan suamiku.
"Dek,,,,,, " dia menepuk pelan pundak ku
"Eh, ya ada apa mas".jawabku sambil tergagap , malu juga ketahuan memperhatikan dia.
__ADS_1
" sholat jamaah yuk".
"Disini? " Tanyaku
"Ya tidak lah, ke Masjid yuk. Tadi kan baru saja selesai adzan. " Ajaknya
"baiklah, Ayo! "
Akhirnya kami pun sholat di masjid yang jaraknya sekitar 20 meter dari rumah. Tentu saja dengan berjalan kaki.
Dan sholat isya' pun kami lakukan di masjid.
"Mas, mau makan? "tawar ku ketika pulang dari masjid
" Tidak, aku masih kenyang, baru tadi sore makan, masak makan lagi. "Jawabnya dengan terkekeh.
" Oke, sebentar aku ambilkan cemilan. "
"ini mas ".
" iya, makasih "
"mau menonton televisi? '
"tidak, di teras sini saja adem".jawabnya
Kami lanjutkan dengan berdiam diri, aku juga tidak tahu bahkan harus memulai dari mana untuk mengobrol. Sungguh sangat canggung suasana saat ini.
" Ayo masuk dek, sudah dingin disini. "
" Ayo. "jawabku
" Mas,,,,,,,, "panggilku lirih. Setelah kami berbaring
" Ya dek,,,,,,,"jawabnya sambil memegang tanganku".
__ADS_1
"Setelah ini, mari kita BERCERAI "