Cintailah Aku Pangeran

Cintailah Aku Pangeran
Episode 2 : Perjodohan Yang Terpaksa


__ADS_3

Keluarga Kekaisaran sudah berada di kediaman Grand Duke Louis. Namanya Stella ialah seorang gadis yang akan di jodohkan pada putra bungsunya pangeran Dellvin. kakak perempuan pangeran mencoba menggenggam tangan sang adik yang gemetaran karena tidak terima akan perjodohan paksa ini. takut emosi kemarahan adiknya membludak sang kakak mencoba menenangkannya dan berharap adiknya ikhlas menerima perjodohan pernikahan politik ini.


Stella gadis cantik nan anggun yang berstatus sebagai anak perempuan satu-satunya Grand Duke Louis dari ketiga kakak laki-lakinya. Stella menuruni tangga dengan sangat hati-hati dan menghampiri keluarga Kekaisaran yang akan menjadi keluarganya setelah menikah dengan pangeran dellvin.


Stella memberi salam pada yang mulia Kaisar dan Permaisuri selaku orang tua pangeran Dellvin. Sambil memberi salam Stella tersenyum manis menyambut keluarga Kekaisaran serta Pangeran Dellvin yang akan menjadi suaminya kelak.


Senyum manis yang Stella miliki memancarkan aura yang sangat serasi dengan wajah dan kulit putihnya serta kecantikannya itu terbilang sangat sempurna di mata orang lain.


Keluarga Kekaisaran sangat menyukai Stella terutama sang Permaisuri ia sangat tersentuh dengan kecantikan dan Keanggunan pada diri Stella.


terkecuali, Pangeran Dellvin yang akan menjadi suami Stella.


melihat Stella tersenyum manis Pangeran Dellvin hanya menatapnya dengan dingin dan datar ke arah calon istrinya yang seolah-olah tidak menyukai kehadirannya.


"sungguh, putri Grand Duke Louis terlihat sangat cantik sekali seperti rumor yang beredar di Ibu Kota" ucap yang mulia Permaisuri kerajaan Winston selaku Ibunda Pangeran Dellvin.


"terima kasih, yang mulia Permaisuri" ucapnya sambil tersenyum ramah


"duduklah Stella, mulai sekarang yang mulia Kaisar dan Permaisuri akan menjadi mertuamu dan wanita yang ada di sebelah suamimu itu. adalah putri Lucyana, kakak perempuan dari pangeran Dellvin yang akan menjadi kakak iparmu kelak, nak" ucap nyonya Grand Dukes louis selaku ibunda Stella.


Stella De Louis, itulah nama lengkapnya.


gadis anggun nan cantik yang sangat menyukai anak kecil,memiliki tutur kata yang lemah lembut dan sangat ramah pada semua orang baik sesama bangsawan maupun rakyat jelata,memiliki rambut berwarna perak yang terurai panjang dan sangat berkilauan.


karena kecantikannya serta warna kulitnya yang putih sebening salju Stella kerap kali di juluki gadis tercantik di Ibu kota Kerajaan Winston.

__ADS_1


bahkan karena Stella terlalu banyak kelebihan nya para bangsawan yang hendak melamarnya sempat minder dan tidak berani mendekatinya. terlebih lagi dia adalah putri tunggal Grand Duke Louis yang sangat terhormat.


Sejak kecil Stella tidak dekat dengan para putra bangsawan lain selain pangeran Dellvin teman masa kecilnya dan ketiga kakak laki-lakinya.


tetapi semuanya berubah setelah dewasa. pangeran Dellvin yang Stella kagumi sejak kecil malah menghindar darinya tanpa tau penyebabnya.


Stella dan Pangeran Dellvin duduk di sebuah ruangan sambil meminum teh bersama. keheningan mulai menyelimuti di antara kedua insan tersebut.


Stella, mencoba mengajak bicara pangeran Dellvin agar keheningan tersebut bisa diatasi akan tetapi ia tidak sanggup menatap ke arah pangeran dan malah menundukkan kepala.


di ruangan tersebut Pangeran Dellvin memandang dingin Stella dengan tatapan tajam seolah-olah sangat membencinya hingga membuat Stella sangat gemetaran.


"hei, jangan harap setelah pernikahan gue bakal cinta sama elo, jujur saja gue menerima perjodohan ini dengan sangat terpaksa! kalau bukan karena permintaan yang mulia Kaisar dan ibu Permaisuri. Gue nggak bakal mau nikah sama elo." ucap jelas Pangeran Dellvin yang sudah kesal dan marah karena perjodohan di antara mereka.


Saat mendengar ucapan kasar calon suaminya hati Stella terasa teriris-iris dan perasaanya bagai hancur lebur diterpa badai. Tetapi ia berusaha tersenyum ikhlas sebab tidak ingin memperlihatkan sosok lemahnya akibat rasa sakit dan kecewa yang ia terima dari seseorang yang di cintainya.


"setelah menikah kita buat berkas perjanjian pernikahan. isi perjanjian nya setelah menikah di antara kita berdua tidak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing dan juga yang paling penting tidak ada bersentuhan secara fisik selama pernikahan!" sambung pangeran Dellvin dengan santainya membahas perjanjian pernikahan yang menyakiti hati Stella.


Dan pangeran Dellvin menganggap seolah-olah pernikahan di antara mereka berdua adalah sesuatu yang tidak penting.


Mendengar perjanjian pernikahan yang di luar nalar itu. Stella hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya tanpa bisa berbuat apa-apa.


Pangeran Dellvin mulai kesal melihat tingkah laku Stella karena tidak merespon ucapannya yang seakan-akan tidak peduli dengan perjanjian pernikahan itu.


Pangeran Dellvin berpikir jika Stella mengacuhkannya hingga membuat amarahnya memuncak.

__ADS_1


lantas, karena amarahnya yang diluar kendali tiba-tiba pangeran Dellvin mencengkram wajah Stella hingga membuat stella kesakitan dan wajahnya memerah sambil berkata.


"lo sebenarnya setuju atau nggak sih dengan perjanjian yang gue buat? Kalau nggak setuju sama perjanjiannya.gue akan bilang pada yang mulia Kaisar dan Permaisuri untuk batalkan pernikahan nya, toh dasarnya gue nggak cinta sama elo ngapain di terusin. Kenapa juga elo nggak jawab ,dasar bisu!" tegas pangeran Dellvin yang marah dan mengucapkan kata-kata kasar pada Stella.


Setelah melampiaskan kemarahannya pada Stella. Pangeran Dellvin lantas langsung berdiri dan akan meninggalkan ruangan itu. Pangeran Dellvin juga mengancam Stella dan berniat untuk membatalkan perjodohan pernikahan tersebut. Namun, Stella yang melihat pangeran Dellvin akan meninggalkan ruangan tersebut secepat mungkin menahannya agar tidak membatalkan pernikahan tersebut.


Karena bagaimanapun juga Stella harus mempertahankan pernikahan yang di rencanakan yang mulia Kaisar dan Permaisuri. agar tidak mempermalukan nama keluarganya karena membatalkan pernikahan ini.


"maafkan saya Pangeran atas kelancangan yang saya perbuat, saya sangat menyetujui perjanjian pernikahan itu" ucap Stella seraya menahan pangeran Dellvin yang akan pergi dari ruangan itu.


"okelah, kalau elo sudah menyetujui perjanjiannya, Setelah upacara pernikahan elo harus langsung mendatangani berkas perjanjian yang telah di sepakati dan juga setelah tanda tangan nggak ada alasan untuk mengingkari perjanjiannya!" tegas Pangeran Dellvin.


Setelah menyetujui perjanjian pernikahan tersebut. Pangeran Dellvin Tetap meninggalkan stella di ruangan itu dan segera pulang ke kediamanya.


Stella mencoba menenangkan dirinya yang gemetaran sambil meminum teh


akhirnya Stella menjadi lebih lega karena pangeran Dellvin dan keluarga Kekaisaran telah pulang ke kediamannya.


setelah melihat perubahan sikap pada Pangeran Dellvin yang tidak sama seperti dulu yang ia kenal.


Stella bahkan tidak sanggup membayangkan masa depan pernikahannya dengan pangeran Dellvin.


meskipun begitu Stella juga tidak bisa menyerah begitu saja dan akan mencari tau penyebab perubahan sikap pangeran Dellvin kepadanya. Walaupun pada akhirnya ia harus menahan rasa sakit selama pernikahan karna perlakuan pangeran Dellvin kepadanya.


...----------------...

__ADS_1


apa yang terjadi pada Stella selanjutnya ? Agar tidak penasaran yuk baca bab Berikutnya.......


__ADS_2