
Setelah acara pertemuan perjodohan tersebut Stella berencana mengajak kakaknya untuk pergi jalan-jalan ke ibu kota untuk berbelanja beberapa keperluannya. Stella juga ingin melupakan sikap Pangeran Dellvin yang kasar padanya saat pertemuan minum teh.
setelah pulang ke kediamannya Pangeran Dellvin langsung berganti baju dan pergi ke taman bunga di Ibu Kota untuk menemui seseorang. pangeran pergi ke taman itu tanpa sepengetahuan Baginda Kaisar dan Ibu Permaisuri karena ia ingin menemui kekasih gelapnya.
"ihhh gimana sih Pangeran Dellvin. lama banget udah nungguin dari tadi juga" ucap seorang gadis bangsawan yang tengah duduk santai di taman bunga Ibu Kota.
saat sedang menunggu Pangeran Dellvin yang tak kunjung datang. tiba-tiba dirinya mendengar suara langkah kaki yang mulai mendekatinya dan saat akan menoleh ke belakang gadis itu sangat terkejut. benar saja seseorang tiba-tiba telah memeluk dirinya dari belakang sambil tersenyum bahagia.
gadis bangsawan itu bernama Rosiana ia adalah kekasih gelap Pangeran Dellvin. meskipun ia seorang gadis bangsawan keluarganya hanyalah bergelar Viscount. ia hanyalah seorang gadis bangsawan miskin. karena keluarganya yang hampir runtuh dan terlilit hutang ia memanfaatkan kekayaan Pangeran Dellvin dengan alasan pangeran mencintainya.
mengetahui keadaan keluarganya yang tidak stabil Rosiana berpura-pura mencintai Pangeran Dellvin untuk menguras hartanya. begitu Pangeran Dellvin tidak tau jika dirinya hanya di memanfaatkan oleh Rosiana. karena Pangeran pikir gadis itu benar-benar mencintai dirinya. hal tersebutlah juga yang telah merubah sikap Pangeran Dellvin terhadap Stella sampai-sampai Pangeran Dellvin sangat patuh dan menuruti perkataan gadis itu.
walaupun baginda Kaisar dan Permaisuri sempat tau hubungan Pangeran Dellvin dengan Rosiana. namun, baginda kaisar dan Permaisuri tidak merestuinya dan melarang Pangeran Dellvin untuk menemui Rosiana. karena perihal mengenai latar belakang gadis itu berasal dari keluarga Viscount miskin yang hampir runtuh. juga tidak cocok menjadi pendamping Pangeran karena memiliki kepribadian yang buruk dan egois.
"Pangeranku sayang! ihh kaget tau lama banget sih datangnya, capek tau nungguin kamu seorang." ucap rosiana dengan manjanya pada Pangeran Dellvin.
" maafin aku ya sayangku. aku janji nggak bakal di ulangi lagi deh" sahut pangeran dellvin dengan lembutnya pada kekasihnya.
" oh iyh, ada satu hal lagi kamu jangan sampai jatuh cinta sama gadis yang bakal lamu nikahi itu. awas aja kalau sampai jatuh cinta!" tegas gadis itu memperingkatkan Pangeran Dellvin agar tidak jatuh cinta pada calon istrinya.
" kamu nggak usah khawatir sayangku, aku kan hanya cinta pada kamu seorang. aku tidak ingin kehilangan fasilitas yang di berikan Baginda Kaisar dan Permaisuri. makanya aku terima pernikahan gila itu."
__ADS_1
" baiklah, aku percaya ucapan kamu tapi jadi kan beli perhiasan sama gaun baru buat aku? sebelum aku ngambek lagi nih"
" tentu jadi dong, apa sih yang nggak buat kamu." jawab Pangeran Dellvin sambil mengelus rambut gadis itu.
mereka berdua akhirnya memutuskan pergi untuk membeli gaun dan perhiasan di toko elit yang terletak di tengah-tengah Ibu Kota.
harga gaun dan perhiasan di Ibu Kota memang terbilang sangat mahal karena barang-barang yang diperjualbelikan memiliki kualitas dan didesain langsung oleh desainer terkenal di Ibu Kota.
Pangeran Dellvin mengajak Rosiana ke sebuah toko perhiasan untuk membeli beberapa perhiasan yang di sukai kekasihnya. mereka berdua tengah asik memilih perhiasan yang akan di belinya dengan sangat teliti di toko tersebut.
hari itu Stella sedang berjalan-jalan dengan Kakaknya di Ibu Kota dan hendak membeli Perhiasan. namun, sapa sangka saat akan membeli perhiasan di sebuah toko Stella dari kejauhan tidak sengaja melihat calon suaminya yaitu Pangeran Dellvin sedang membeli perhiasan bersama seorang gadis cantik di toko perhiasan tersebut.
gadis yang tidak di ketahui asal usulnya itu terlihat sangat dekat dengan Pangeran Dellvin. terlebih lagi Pangeran Dellvin terlihat menyukai gadis itu karena sempat tersenyum bahagia saat menatap wajah gadis itu.
" ada apa adikku sayang? kenapa tiba-tiba berhenti? apa ada sesuatu yang kamu pikirkan? katanya mau beli perhiasan?" ucap kakak Stella.
tanpa menjawab sepatah kata pun pertanyaan kakaknya. Stella, lantas langsung menarik tangan kakaknya dan mengalihkan perhatian. agar kakak laki-lakinya itu tidak melihat Pangeran Dellvin yang sedang membeli perhiasan bersama gadis lain di toko perhiasan yang hendak ia dan kakaknya kunjungi.
Stella bahkan berpura-pura lapar untuk mengalihkan perhatian kakaknya dari toko perhiasan.
"kak, aku sangat lapar." rengek Stella untuk mengalihkan perhatian kakak laki-lakinya.
__ADS_1
" iyh, tapi makanya nanti dulu setelah beli perhiasan. kan mumpung toko perhiasan nya udah dekat" ucap kakaknya dengan lembut pada Stella.
" ihhh, kakak ini bagaimana sih. adik kesayanganmu ini sudah lapar banget loh" rengeknya lagi
karena tidak ingin melihat adik kesayangannya yang terus merengek ingin minta makan. kakaknya Stella pun akhirnya luluh dan menyetujui permintaan adik kesayangannya itu.
kakaknya membawa Stella ke sebuah restoran mewah terdekat. karena panik dan takut melihat adiknya kesakitan menahan rasa lapar.
saat sedang makan di restoran tersebut. Stella terus saja melamun memikirkan kejadian tadi saat Pangeran Dellvin bersama gadis lain.
karena melamun dan tidak fokus. Stella, sampai-sampai tidak sadar jika makanan yang ada di depannya hampir saja terjatuh ke lantai karena tidak sengaja tersenggol tangannya. bahkan makanan yang Stella pesan belum di makan satu gigit pun.
melihat dan memperhatikan tingkah laku adiknya yang tidak seperti biasanya. lantas kakaknya Stella langsung menegurnya.
" katanya lapar? tapi kenapa makanannya belum di makan juga? kamu nggak enak badan? atau ada sesuatu yang kamu pikirkan?" ucap kakaknya menegur Stella dengan lembut.
"ehh, maaf kak Stella hanya sedikit lelah. kakak tidak usah khawatir Stella baik-baik aja kok" ujar Stella
" baiklah, kalau begitu setelah makan kita langsung pulang yh, kakak nggak mau kamu terlalu kelelahan. kakak liat wajah kamu cukup pucat kalau pingsan di jalan bagaimana? nanti kakak tambah khawatir."
melihat kakaknya yang sangat perhatian pada dirinya. membuat Stella merasa bersalah karena telah membohongi kakaknya dan tidak mengatakan secara jujur apa yang telah terjadi padanya.
__ADS_1
...----------------...
Bagaimana cerita kelanjutannya agar kamu tidak penasaran yuk gass baca bab berikutnya yh semangat terus bacanya terima kasih.........