
Seminggu telah berlalu sejak kejadian itu. tanggal pernikahan Pangeran Dellvin dan Stella semakin dekat. tinggal menunggu beberapa hari saja pernikahannya dengan Pangeran Dellvin. semua pelayan di kediaman Pangeran Dellvin dan Stella sangat sibuk karena mulai mempersiapkan hari pernikahan itu.
hari yang di tunggu-tunggu pun datang. hari ini adalah hari pernikahan hari Pernikahan Pangeran Dellvin dan Stella. hari ini juga merupakan hari yang sangat dinantikan oleh semua orang terlebih lagi untuk keluarga Kekaisaran dan keluarga Grand Duke Louis. karena putra dan putri mereka telah menjalin ikatan pernikahan.
bagi sebagian orang hari pernikahan adalah hari yang sangat bersejarah dan membahagiakan. karena pada hari itu kita bersumpah untuk saling memiliki dan mencintai pasangan yang akan menemani sepanjang hidupnya. pernikahan biasanya di artikan dengan dua insan yang saling mencintai dan percaya lalu menjalin ikatan kasih bersama.
terlebih lagi jika kedua insan tersebut telah saling memiliki dan mencintai sejak awal saat akan menjalin pernikahan. mungkin saja pernikahan yang di jalani akan sangat harmonis.
terkecuali, jika hari pernikahan itu memang hari yang tidak kita inginkan sejak awal. karena pasangan hidup yang akan menemani kita bukan seseorang yang kita inginkan. apalagi jika anatara kedua insan yang hendak menikah tidak memiliki rasa cinta. pernikahan tersebutlah yang kadang bisa saja menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan dalam kehidupan pernikahan.
seperti halnya pernikahan politik yang akan dilalui Pangeran Dellvin dan Stella. dalam hidupnya Stella selalu berharap bahwa dirinya hanya akan menikah satu kali seumur hidupnya dengan seseorang yang di cintainya.
dan benar saja hari ini Stella akan menikah dengan seseorang yang paling di cintainya sejak dulu. akan tetapi, cinta yang di miliki Stella hanyalah cinta sepihak yang tidak berbalas dan meskipun begitu Stella tetap ingin menikah dengan orang yang di cintainya.
walaupun dia tidak tau pada akhirnya pernikahan itu akan membawa dirinya menuju kebahagiaan atau sebaliknya akan menjadi sesuatu yang menyakitkan dalam hidupnya.
mempelai pengantin pria dan pengantin wanita mengucapkan janji pernikahan yang di saksikan oleh semua keluarga dan tamu undangan.
setelah mengucap janji pernikahan, Pangeran Dellvin mencium bibir Stella yang sudah berstatus sebagai istrinya.
semua kalangan bangsawan turut hadir dalam pernikahan tersebut. Stella sangat ramah menyapa para tamu yang telah hadir ke pernikahannya.
Stella sangat bahagia karena telah resmi menikah dengan Pangeran Dellvin. Stella tersenyum manis ke arah suaminya. namun, Pangeran Dellvin sangat enggan membalas senyum istrinya. ia hanya membalas dengan tatapan dingin lalu memalingkan wajahnya.
yang mulia Baginda Kaisar dan Permaisuri sangat bahagia menyaksikan pernikahan putra bungsunya dengan Stella. yang mulia Baginda Kaisar dan Permaisuri bahkan memberikan istana Devos sebagai hadiah pernikahan untuk menyambut pernikahan mereka.
__ADS_1
acara pernikahan telah usai, Stella menuju ke kediaman barunya di istana Devos bersama Pangeran Dellvin.
barang-barang Stella dan Pangeran Dellvin di bawa ke kamar pengantin oleh para pelayan.
setelah semua barang telah di rapikan dan Stella telah mengganti gaun penggantinya. Stella duduk sendirian di sofa kamar pengantin, sambil meminum teh ia mencoba beristirahat karena kelelahan menyapa banyaknya para tamu undangan yang datang ke pernikahannya.
baru saja istirahat duduk di sofa itu. tiba-tiba Pangeran Dellvin datang dan mendorong pintu kamar pengantin dengan sangat keras.
gedubrakkkk...........
Stella sangat terkejut mendengar benturan suara pintu kamar. Pangeran Dellvin menghampiri Stella yang tengah duduk di sofa lalu melempar beberapa lembar kertas ke arahnya.
lembaran-lembaran kertas itu adalah berkas perjanjian pernikahan yang di buat oleh pangeran Dellvin. karena sudah setuju dengan perjanjian pernikahan yang di buat Pangeran Dellvin Stella harus menandatangani berkas perjanjian pernikahan tersebut.
" ini semua berkas perjanjian nya. jangan basa-basi lagi cepetan tanda tangan! cuma tanda tangan aja lama banget sih, gue itu udah muak liat muka elo!" ucap kasar Pangeran Dellvin hingga membuat Stella ketakutan.
" oke, loh udah paham kan sama perjanjiannya. pertama nggak ada sentuhan fisik di antara kita, kedua kita akan tetap tidur di kamar yang sama tapi elo harus tidur di sofa dan gue tidur di ranjang, ketiga saat gue tidur elo jangan berani-berani sentuh tubuh gue." ucap Pangean Dellvin dengan kasarnya menjelaskan perjanjian pernikahan tersebut dan langsung keluar dari kamar itu meninggalkan Stella sendirian.
setelah keluar dari kamar pengantin. Pangeran Dellvin langsung menuju ke ruang kerjanya dan tidak sengaja ia berpapasan dengan kepala pelayan.
kepala pelayan langsung memberi tahu Pangeran Dellvin jika ada seorang tamu wanita yang datang berkunjung dan ingin bertemu dengannya atas nama nona Rosiana.
mendengar nama Rosiana tanpa pikir panjang pangeran Dellvin langsung bergegas menuju ruang tamu tempat kekasihnya itu menunggu. saat melihat kekasihnya lantas langsung memeluk dan beberapa kali mencium bibir kekasihnya dengan penuh nafsu.
Stella sendirian di kamar, ia sangat sedih melihat sikap Pangeran Dellvin padanya semakin kasar. untuk menghilangkan kesedihannya Stella berencana untuk berjalan-jalan sebentar di lorong istana.
__ADS_1
saat berjalan di lorong istana Stella melihat ada ruangan yang pintunya sedikit terbuka. karena penasaran dengan ruangan itu Stella mencoba masuk ke ruangan itu. dan tanpa di sengaja Stella melihat suaminya sedang berpelukan dan berciuman mesra dengan wanita lain di ruangan tersebut.
Stella langsung berlari ke kamarnya. ia tidak pernah menyangka jika malam pernikahannya adalah malam dirinya melihat suaminya berselingkuh dengan wanita lain. terlebih lagi hatinya menjadi semakin sakit saat mengetahui wanita itu adalah wanita yang sama saat Stella melihat Pangeran Dellvin di toko perhiasan bersama seorang wanita.
Stella menangis tersedu-sedu di dalam kamar. ia juga menutup pintu kamarnya dengan sangat rapat agar tidak ada seorangpun yang mendengar tangisannya.
kaki Stella kian melemah lalu ia terduduk di sofa. air matanya tak terbendung lagi, bercucuran membasahi seluruh wajah cantiknya.
"kenapa rasanya sakit sekali? kenapa aku harus mencintai seseorang yang bahkan tidak mencintaiku? apa salahku mengapa ini semua sangat menyakitkan?" ucap Stella sambil menangis lirih di dalam kamarnya.
tiba-tiba.......
Stella mendengar suara langkah kaki yang menuju ke kamarnya. karena tidak ingin orang lain tahu dirinya telah menangis Stella lantas langsung berpura-pura tertidur di kursi sofa.
seseorang itu adalah Pangeran Dellvin. setelah bertemu kekasihnya Pangeran Dellvin langsung bergegas ke kamar dan tertidur pulas di atas ranjang tanpa memperdulikan perasaan istrinya yang tidur di sofa.
melihat suaminya yang tertidur pulas, kemudian Stella menyelimuti suaminya dengan perlahan agar tidak kedinginan saat tidur. walaupun pangeran Dellvin telah menyakitinya beberapa kali tetapi Stella tetap tulus mencintai suaminya itu.
"apa kau lupa padaku pangeran? sewaktu kecil dulu kau pernah berjanji akan selalu menjagaku dan tidak akan pernah menyakitiku sekalipun. secepat itukah kau berubah dan melupakan semua kenangan tentang kita? padahal, dulu aku selalu berpikir jika kau adalah seseorang yang paling peduli dan baik kepadaku selain keluargaku." ucap lirih Stella sambil memandangi Pangeran Dellvin.
Stella tidak pernah menyangka seseorang yang paling ia cintai dan percayai sejak dulu berubah begitu saja.
jika seseorang yang kita percayai saja bisa berkhianat lantas apa gunanya kepercayaan.
lalu apakah masih ada sedikit rasa cinta. jika, cinta tulus yang kita berikan selalu saja di sia-siakan.
__ADS_1
...----------------...