
Setelah melewati malam yang panjang pagi hari telah tiba. sinar matahari seperti memancar di celah-celah jendela kamar Stella bangun tidur dan badanya terasa sakit dan pegal-pegal karena belum terbiasa tidur di kursi sofa. Stella tidak melihat pangeran Dellvin di ranjang tempat tidur, ia pikir Pangeran Dellvin telah bangun lebih awal dan bersarapan di lantai bawah. Stella langsung bersiap mandi, berganti baju dan berdandan di bantu oleh para pelayan.
ia juga mulai beradaptasi di tempat tinggal barunya, lingkungan baru dan suasana baru di istana Devos. istana Devos adalah istana yang di anugrah kan yang mulia Baginda Kaisar dan Permaisuri demi menyambut dan merayakan berlangsungnya pernikahan itu.
Stella menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang makan untuk sarapan bersama suaminya. saat di ruang makan ia melihat suaminya yang sudah makan duluan tanpa menunggu dirinya. suaminya makan dengan tenang tana berkata satu kata pun hanya terdiam menikmati makanannya. melihat kehadiran istrinya Pangeran Dellvin lantas langsung berhenti makan dan meninggalkan ruang makan tanpa memperdulikan istrinya yang ingin makan bersama.
"makanya sudah selesai?" tanya Stella dengan lembut.
"sudah" ucap dingin Pangeran Dellvin
"Anda tidak ingin bersarapan bersama saya?" Tanya Stella
"gue males makan sama elo! elo itu merusak suasana aja, gue jadi nggak berselera deh" ketus Pangeran Dellvin.
Pangeran Dellvin langsung pergi tanpa berkata-kata lagi meninggalkan ruang makan itu. melihat perlakuan suaminya yang semena-mena padanya membuat luka di hati Stella semakin mendalam, Stella hanya pasrah tanpa bisa ber buat apa-apa.
setelah selesai makan Stella berjalan-jalan di taman bunga istana Devos. saat sedang mengamati sekitar ia lalu melihat suaminya keluar dari gerbang istana. suaminya pergi dengan menunggangi kuda sendiri tanpa membawa seorang pun pengawal.
meskipun bukan kunjungan resmi dan tidak tau suaminya akan pergi kemana karena terlihat buru-buru. Stella menaruh curiga pada suaminya ia sangat takut jika suaminya akan bertemu kembali dengan wanita selingkuhannya.
dalam berkas perjanjian pernikahan yang Stella tanda tangani Pangeran Dellvin mungkin melarang Stella untuk mengusik kehidupan pribadinya dan tidak berhak menaruh curiga padanya. namun, ia sangat khawatir pada suaminya dirinya takut jika Pangeran Dellvin hanya akan di manfaatkan oleh wanita itu. terlebih lagi Stella juga sangat penasaran dan ingin tahu siapa sebenarnya wanita itu.
jika pada akhirnya Pangeran Dellvin dan wanita itu benar-benar ingin saling mencintai dan ingin hidup bersama. Stella berniat pergi dari kehidupannya dan menyerah mempertahankan cintanya dengan Pangeran Dellvin.
karena bagaimana pun juga jika orang yang di cintainya bahagia dirinya akan ikut merasakan bahagia walaupun harus menahan rasa sakit yang amat mendalam.
__ADS_1
Pangeran Dellvin menunggangi kudanya menuju ke arah hutan. benar saja, di dalam hutan yang gelap dan sepi terdapat sebuah danau tersembunyi yang sangat indah di dalamnya.
danau itu sangat tersembunyi dan belum di ketahui banyak orang. danau tersebut adalah danau yang dulu di gunakan Pangeran Dellvin dan Stella untuk bermain bersama. danau itu juga menyimpan berbagai kenangan masa kecil Pangeran Dellvin dengan Stella.
Bahkan, ketika masih kecil danau tersebut sering di jadikan tempat rahasia Pangeran Dellvin dan Stella untuk saling bertemu tanpa sepengetahuan orang lain.
begitu romantisnya berbagai kenangan di danau itu antara Pangeran Dellvin dengan Stella. tapi tidak dengan sekarang setelah dewasa Pangeran Dellvin telah berubah dan melupakan semua kenangan nya dengan Stella semenjak mengenal Rosiana.
benar saja sekarang danau itu telah berganti menjadi tempat pertemuan rahasia Pangeran Dellvin bersama kekasih gelapnya Rosiana.
di tepi danau yang indah Rosiana telah menunggu Pangeran Dellvin. melihat kekasihnya yang telah menunggu Pangeran Dellvin lantas langsung turun dari kudanya dan memeluk erat Rosiana. tak lupa juga mengecup dahi sang kekasih.
"sayang, aku selalu merindukan kamu!" ucap Rosiana sambil berpura-pura tersenyum manis pada Pangeran Dellvin.
"Sayang, hari ini kamu sangat tampan!"
"Oh, benarkah? bukanya aku memang selalu tampan?"
"Baiklah, kamu memang seseorang yang paling tampan di dunia ini."
dalam hati dan perasaan Rosiana ia tidak pernah sekalipun benar-benar tulus mencintai Pangeran Dellvin. ia menjalin hubungan dengan Pangeran Dellvin karena memiliki maksud tertentu.
Pertemuan Pangeran Dellvin dengan Rosiana semuanya adalah rencana Rosiana untuk memanfaatkan Pangeran Dellvin. ini semua terjadi beberapa tahun lalu, saat itu keluarga Rosiana yang bergelar Viscount mengalami kerugian besar karena investasi yang di lakukan keluarganya mengalami kegagalan total. dan akibatnya, keluarga Rosiana terlilit banyak hutang dan mengalami krisis ekonomi besar-besaran.
Rosiana hanyalah seorang gadis bangsawan muda yang tidak tau urusan bisnis maupun ekonomi keluarganya. seperti halnya gadis bangsawan lain saat keluarganya masih kaya yang ia tahu hanya berbelanja dan menghadiri acara pesta. saat terjadi krisis pada keluarganya ia juga tidak bisa membantu banyak hal untuk keluarganya.
__ADS_1
sejak kondisi keluarganya akan runtuh, Rosiana tidak punya pilihan lain selain menargetkan dan menggoda beberapa bangsawan kaya yang ia kira bisa membantu krisis keluarganya. di antara para bangsawan itu Pangeran Dellvin termasuk ke dalam targetnya.
meskipun telah beranjak dewasa Pangeran Dellvin hanyalah seorang pemuda yang lugu dan polos dalam soal percintaan. sejak kecil ia hanya menyukai dan dekat dengan Stella seorang.
walaupun usianya yang baru beranjak dewasa pangeran Dellvin sangat jenius dalam berbisnis dan juga memiliki bakat membuat strategi perang yang sangat baik.
ia juga di kenal dengan pemuda terkaya di Ibu Kota. meskipun ucapan yang sering kali Pangeran Dellvin lontarkan begitu blak-blakan dan tanpa pandang bulu pada lawan bicaranya. sehingga banyak orang yang kesal bahkan sampai ada yang membencinya.
tapi berkat kemahiran dalam ucapannya yang tidak pandang bulu itulah yang membuat bisnisnya semakin berkembang pesat dan mengalami kemajuan.
karena Pangeran Dellvin terkenal sangat kaya raya dari Pangeran lainya. Rosiana berusaha keras menargetkan Pangeran dellvin agar bisa memanfaatkan kekayaanya dan dapat membantu dirinya untuk melunasi hutang keluarganya yang sudah semakin menggunung.
Pangeran Dellvin yang lugu dan polos gampang sekali di goda Rosiana. karena belum berpengalaman dalam percintaan, hanya dengan di goda beberapa ciuman dan pelukan saja telah membuat Pangeran Dellvin menjadi sangat patuh dan penurut adanya.
tentu saja hal itu sangat menguntungkan bagi Rosiana. karena telah terjerat cinta manis Rosiana, Pangeran Dellvin bahkan rela menuruti semua permintaanya dan bersedia membantu Rosiana untuk melunasi hutang keluarganya. dan tentu saja itu semua tanpa sepengetahuan yang mulia Baginda Kaisar dan Permaisuri.
walaupun Rosiana mengetahui Pangeran Dellvin telah menikahi Stella. ia masih ingin memanfaatkan kekayaan Pangeran Dellvin sampai ia benar-benar puas.
tak hanya menjalin hubungan dengan Pangeran Dellvin saja, ia juga menjalin hubungan asmara dengan beberapa pria bangsawan lainya.
...----------------...
Makasih para Reader yang telah membaca karya ini. Doakan autor yh agar sehat selalu dan update bab-bab berikutnya terima kasih yang telah membaca novel ini........
See you next time.....
__ADS_1