
"baiklah terserah" ucap jimin sembari meraih batu lalu di lemparkan kearah danau
"baiklah daripada anda tertawa lagi mending saya panggil ahjussi" ucap yn sembari memainkan handphonenya
Jimin melihat kearah yn sebentar lalu dia kembali melempar batu ke danau lagi
"kenapa?, jangan melihat saya seperti itu, nanti kamu terpesona" ucap Jimin yang menatap lurus kedepan, tetapi masih bisa melihat yn dari juru matanya
"apasih Geer banget" gumam yn julid
Jimin melihat yn lalu tersenyum sebentar lalu kembali melihat ke depan
"kamu tinggal bersama bibi kamu?" tanya Jimin yang di angguki oleh yn
"dengan paman dan adik dari bibi dan paman" ucap yn sembari meminum Coca cola nya
"emang kenapa tinggal bersama mereka?, bukankah wajar" ucap Jimin yang berbalik badan kearah yn lalu duduk sila
"kenapa ahjussi duduk begitu?" tanya yn yang melihat Jimin duduk seperti itu
"ceritakan lah, saya gak bakal cerita kesiapa-siapa, tapi kalo kamu gak mau yaudah" ucap Jimin
"maaf aku gak siap, karena kita belum kenal dan baru bertemu hari ini" ucap yn yang merasa tidak enak
"baiklah" jawab Jimin singkat lalu dia kembali duduk dengan benar
"kenapa ahjussi seperti pernah mengalami hal seperti ini, apakah ahjussi pernah?" tanya yn yang terlintas di benaknya sedari tadi
"tidak!" singkat Jimin
"lalu kenapa anda seolah-olah tahu dan pernah merasakan" ucap yn
"sepupuku juga begitu, dia tinggal di rumah bibinya dan pamannya, mereka membencinya, dan dia juga ingin mengakhiri hidupnya, tapi saya bawa dia kerumah saya" ucap Jimin yang di balas anggukan oleh yn
"perempuan atau laki-laki?" tanya yn to the point
"laki-laki, namanya JK, atau jungkook" ucap jimin
DRRRTTT DRRRTTT
"ini dari ponsel saya" ucap Jimin yang melihatkan ponselnya yang berdering kepada yn, karena yn yang nampak seperti sedang mencari keberadaan ponselnya
"ouh iya hehe" jawab yn cengengesan melihat ponsel jiminlah yang berdering, bukannya punya yn
__ADS_1
CALL ON 📞
"yeoboseyo?" ucap seseorang di sebrang sana
"ada masalah?" tanya Jimin to the point
"nyonya besar datang tuan, dan dia mau tuan pulang sekarang juga" ucap asisten Jimin yang terdengar panik
"baiklah, bilang sama nyonya saya akan segera pulang" ucap Jimin yang langsung mematikan panggilan nya
CALL OF 📞
"saya pulang Dulu, awas jangan bunuh diri" ucap Jimin sembari berdiri lalu berjalan meninggalkan yn sendiri di sana
"dia kenapa?" tanya yn kepada dirinya sendiri lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
kkkkrrrrggggg.....kkkkrrrrggggg!
"aishhh lapar lagi" grutu yn yang mendengar perutnya berbunyi
yn pun beranjak dari duduknya untuk pergi mencari tempat makan, tapi dia berpikir lalu dia pun memutuskan untuk mencari pekerjaan saja karena menurutnya perut tidak lah penting
yn sudah mencoba ke berbagai restoran dan tempat kerja paruh waktu lainnya, tetapi dia sudah di tolak beberapa kali oleh pemilik tempat itu
yn pun kembali masuk ke tempat makan yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri, lalu dia pun memesan tteokbboki saja karena dia sudah bawa minum dari rumah
yn memakan tteokbboki dengan lahap, lalu setelah selesai makan dia pun membayar dan berjalan keluar untuk pulang ke rumah bibinya
"yn pulang" ucap yn sembari membuka pintu rumah bibinya
"DARI MANA SAJA KAMU HAH!" bentak hee-min yang sudah berkacak pinggang di depan pintu
"yn dari sekolah bi" ucap yn yang terpaksa berbohong
"baiklah, CEPAT MASAK SAYA SUDAH LAPAR" bentak hee-min lagi yang langsung melenggang pergi menuju kamarnya
"aneh" gumam yn yang langsung pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian
setelah berganti pakaian yn pun memasak untuk bibi, paman, dan adik dari bibinya yang sangat pemalas, apa-apa selalu yn yang mengerjakan
yn mulai memasak lalu dia merapikan meja makan di tuang tamu dan menyajikan makanan itu, di letakkan piring-piring berisi makanan yang ia masak di meja
lalu yn pergi ke kamarnya untuk belajar, karena dia bolos sekolah hari ini, jadi dia harus belajar agar bisa di terima kuliah di universitas impiannya
__ADS_1
"apa aku hubungi aja ya, biar ada rekomendasi gitu buat kerja" ucap yn yang melihat kartu nama Jimin
"tapi gak dehh, dia kan CEO jadi mungkin dia sibuk" ucap yn lagi yang bingung
yn pun memutuskan untuk tidur karena sedari tadi dia belajar, lalu masak untuk bibi paman dan adik dari bibinya makan sampai dia tidak tahu kalau ini sudah malam
Keesokan harinya yn bangun pagi sekali untuk melakukan yang dia sering lakukan, yaitu mandi, berpakaian, masak untuk bibi paman dan adik dari bibinya, dan pergi sekolah
yn menunggu bus tiba, tetapi tiba-tiba saja ada mobil Lamborghini yang berhenti tepat di depan yn
yn yang tidak tahu hanya bisa melihat-lihat ke arah jalan berharap bus segera datang, karena dia harus ke sekolah
"apakah kamu mau ikut, atau hanya berdiri saja di sana menunggu bus yang sudah sedari tadi berangkat?" tanya seseorang yang berada di dalam mobil itu sembari mengeluarkan kepalanya di jendela mobil
"ahjussi!" panggil yn, entahlah yn mungkin menyukai Jimin
"naiklah, biar aku antar" ucap Jimin sembari memasukkan lagi kepalanya kedalam
"apakah aku merepotkan?" tanya yn yang membuka pintu mobil Jimin
"CK naiklah, atau kau akan di hukum karena telat berangkat" ucap Jimin yang membuat yn langsung masuk dan duduk
"tapi sekarang pasti sudah masuk, jadi tidak ada harapan lagi, tapi perasaan tadi aku udah bangun pagi-pagi sekali" ucap yn yang melihat Jimin sedang pokus ke jalanan
"ahjussi, menurutmu aku harus bekerja apa?" tanya yn yang kepikiran bahwa dia harus menanyakan itu
Jimin tidak bergeming dan hanya pokus ke jalanan saja membuat yn berdecak dan memalingkan wajahnya melihat keluar jendela
"dia sangat tidak asik" gumam yn yang masih dapat di dengar oleh Jimin, Jimin melihat kearah yn yang terlihat kesal, lalu tanpa dia sadari dia tersenyum melihat tingkah yn
beberapa menit kemudian akhirnya mobil Jimin berhenti di luar gerbang sekolah, karena yn yang memintanya turun di sana, Jimin pun menurutinya
"terimakasih banyak ahjussi" ucap yn sembari membungkuk hormat setelah turun dari mobil Jimin
"apakah sudah masuk?" tanya Jimin yang melihat gerbang sekolah sudah di tutup
"hu'uh, sepertinya sudah, tapi aku harus bertanggung jawab atas keberangkatan ku yang telat" ucap yn yang menghela nafas
Jimin melihat kearah yn laku dia pun keluar dari mobilnya dan menarik tas yn agar terseret oleh nya
"ahjussi, hentikan" ucap yn yang tidak bisa mengerem kakinya
"diamlah dan ikuti saja" titah Jimin dingin
__ADS_1
BERSAMBUNG....