
Thysa semakin malu.. Akhirnya Thysa pergi keluar rumah.. Al menyusul Thysa
Al
Sayang kenapa? Ada masalah?
Thysa
Ga ad apa-apa kok mas, Thysa pengen keluar aja.
πΆπΆπΆ hp Thysa berdering
...Panji Calling...
π² Sa,loe kemana aja? Jadi ga ni kepuncak anak-anak pada nungguin
π± Sorry sorry ji gue lupa,tadi lagi ada sedikit masalah dirumah. Gue ikut ji. Ntar gue nyusul kalian duluan aja.
π² Ok Sa, kita-kita duluan ya,loe ga apa-apa sendiri
π± Gue ga apa-apa,udah biasa kok ji
π² Ok, hati-hati bro.. Kita-kita berangkat dulu
Thysa mematikan telepon. Thysa beranjak pergi ke kamar,Thysa membereskan beberapa keperluan nya.
"oke dech udah beres tinggal otw" Thysa menganti pakaiannya
Thysa turun ke bawah.Thysa melihat Al marah. Thysa tersenyum dan menghampiri Al.
Thysa
Mas ga mau ikut Thysa nih? "bujuk Thysa"
Al
Dikira ga ingat lagi "Al memalingkan wajahnya"
Thysa
Sorry deh mas,yuk pergi.. Yakin mau melepas Thysa sendiri "goda Thysa"
Al
Ga, mas ikut temenin mas kerumah ambil baju dulu
Thysa
Oke,yuk kita pamit ke kak Hakim dan kak Aric
Thysa meminta ijin ke Hakim dan Aric,mereka memberikan ijin asalkan Thysa ga pergi sendiri.. Thysa memberitahukan Al juga ikut.
Akhirnya Thsya dan Al pergi menuju rumah Al
__ADS_1
Al pun bersiap-siap tak lama Al sudah siap dan mereka pergi kepuncak. Faiz dan Aditya ditinggal karena mereka memiliki urusan yang tidak dapat ditinggalkan.
π£οΈπ£οΈπ£οΈπ£οΈ
Sepanjang perjalanan Al memegang tangan Thysa.. Mereka mengobrol sampai akhirnya mereka sampai dipuncak.
Thysa dan Al turun berbarengan karena Al beralaskan takut tersesat.. Padahal itu alasan Al supaya Thysa tidak jauh-jauh darinya.
Panji, Heru dan temen-temen mereka menoleh kearah Thysa. Mereka terkejut saat Al pergi ikut
Heru
Lho Sa,gue pikir loe sendiri ternyata bawa bodyguard "ledek Heru"
Panji
Iya nih Sa,loe ga asik. kita ga bisa godain loe lagi deh "Panji melirik Angga"
Angga memperhatikan Al,Al membalas tatapan Angga. Al tau Angga mempunyai rasa terhadap Thysa. Sekali liat Al tau Angga sangat menyayangi Thysa. Thysa seperti biasa karena Thysa menganggap Angga sebagai teman.
Prinsip Thysa temen ga boleh jadi pacar. Karena ikatan teman lebih erat dari pacar.
Semua temen Thysa menghargai keputusan Thysa. Karena Thysa lebih memilih teman dari pancaran.
Angga berusaha tersenyum walaupun hatinya sedih. Angga tidak mau Thysa menjauhi nya karena perasaan nya ini.
Thysa
Oh ya guys, kenalin ni pacar gue "Thsya memperkenalkan Al kepada teman-teman nya.
Al
Thysa paham kalau Al cemburu.
Thysa tersenyum lebar dan mencium pipi Al
Thysa
Bukan pacar lebih tepatnya tunangan
Al
Lebih tepatnya lagi suami "Al kembali membenarkan ucapan Thysa"
Thysa melihat tingkah laku Al hanya tersenyum..
Raut wajah Angga semakin kelihatan kecewa. Dengan cepat Angga masuk kedalam,Heru memperhatikan Angga. Heru ikut masuk kedalam
Heru menepuk pundak Angga
Heru
Udah bro ikhlas aja,loe tau Thysa ngangap loe temen baiknya,loe bisa jaga dia dengan cara loe.
__ADS_1
Angga
Ok ru,gue ngerti cuma gue hancur tapi mungkin ini lebih baik buat gue dan Thysa
Heru mengangguk kepala.
Diluar Thysa dan yang lain sibuk membagi kan kamar mereka masing-masing. Karena kamar habis terpaksa Thysa sekamar dengan Al
Panji
Ga apa-apa Sa,salah loe sendiri juga kenapa ga kasi kabar Al ikut. Lagipula loe berdua bakal jadi pasangan. Berlatih aja dulu "ledek Panji"
Thysa
Resek loe ji..
Thysa membawa tas nya kekamar tapi tasnya diambil Al akhirnya Thysa merangkul Al menuju kamar mereka.
Sampai dikamar Thysa kagum dengan pemandangan yang indah..
Thysa
Tumben si Panji pinter milihin kamar buat kita..
Al meletakkan tas mereka dan mendekati Thysa, memeluk Thysa dengan erat. Al mencium pundak Thysa. Akhirnya Al membalikkan tubuh Thysa,Al melihat wajah Thysa kemudian Al mencium bibir Thysa.. Cium mereka semakin dalam. Entah sejak kapan Thysa dan Al berbaring di atas tempat tidur.. Tangan Al berusaha melepaskan baju Thysa,Thysa hanya diam menikmati kemesaran ini, akhirnya mereka berdua tidak memakai sehelai benang pun.
Tangan Al berjalan kemana-mana menikmati setiap keindahan setiap inchi cipta tuhan yang satu ini..
Thysa menikmati suasana dikamar. Entah apa yang merasuki pikiran Thysa dan Al.
Thysa dengan mudah menyerahkan apa yang sangat berharga didiri Thysa kepada Al.
Suasana dikamar semakin panas saat Al berusaha memberikan kenikmatan yang lebih untuk Thysa
Al berhenti sejenak dan berbisik keThysa
Al
Maaf sayang,ini sedikit sakit
Thysa menggangukkan kepala nya..
Al mencium bibir Thysa lebih dalam.. tangan nya bermain dengan dua gunung Thysa.
Saat Al sudah sedikit puas bermain diatas Al menurut kan kebagian bawah. Al membuka kaki Thysa,Al berusaha memasukkan adik kecilnya ke adik kecil Thysa. Dengan susah payah akhirnya adik kecil Al memasuki adik nya Thysa...
Thysa
Mas,sakit
Thysa menetaskan air matanya menahan sakit.
Al
__ADS_1
Sebentar sayang,mas pelan-pelan kok.. Sebentar ya sayang
Sakit yang d rasakan Thysa sekarang beralih kesensasi yang luar biasa. Entah berapa kali mereka menikmati nya. Sampai akhirnya mereka berdua tertidur pulas.