
***
di cafe , kulihat ka alex sudah duduk di tempat biasa kita duduk. aku pun langsung menghampirinya penuh semangat .
" ka , maaf ya lama nunggu y." ucapku meminta maaf
" gak kok. duduk " jawabnya sambil menunjuk sopan bangku didepan ku.
" kamu mau minum apa? " tanyanya lagi
" aku ssperti biasa aja ka, swiss ovaltine. " jawabku sambil bercanda
" kaka apa kabar? kok gk pernah ngasih kabar ke aku?kaka sekarang jadinya kuliah dimana?gimana enak gak tempat kuliahnya?" tanyaku panjang kali lebar
ka alex pun hanya tersenyum melihatku yang menanyakan begitu banyak pertanyaan.
tapi entah mengapa hatiku sangat senang melihatnya tersenyum dan merasa semua pertanyaanku terjawabkan walau hanya dengan senyumnya.
" kaka baik. kaka sekarang kuliah di german. maafin kaka y zy. " ucapnya yang masih tersenyum.
" di german?" tanyaku kaget
" iya, kaka izin beberapa hari untuk ketemu kamu kasih penjelasan tentang ini. maaf y kamu jadi harus nunggu." ucapnya
" kenapa kaka gak langsung bilang di wa. aku sempat khawatir tentang kaka tau. kalau kaka kuliah di german berarti kita LDR an donk" tanyaku
ka alex pun menggeleng.
" maksud gelengan kaka? " tanyaku lagi
__ADS_1
" kaka mau ajak aku ke german?aku mau bangettt " tanyaku lagi bercanda
dia pun hanya tersenyum simpul.
" kaka mau kita putus" ucapnya
aku hanya terdiam mendengar ucapannya itu.
" kaka gak bisa lanjutin lagi hubungan kita. maaf kita sampai sini aja" ucapnya lagi melanjutkan.
" kenapa ka? " tanyaku dengan sedikit lirih
" kita saling jauh. kaka gak bisa ada disaat kamu butuh saat kamu sakit.bahkan saat kamu bahagia. itu sulit." ucapnya lagi
" tapikan kita masih bisa berbagi dengan komunikasi ka. walaupun jauh kota masih bisa berhubungan ka. kita bisa LDRan. aku gak masalah dengan itu" ucapku memastikan karena rasanya berat untuk putus.
" maaf kaka gak bisa walaupun harus LDran. itu terasa berat" jawabnya
" kaka tetap gak bisa. kita tetap hatus putus." ucapnya lagi
" kaka sudah ada yang lain ya? " tanyaku dengan air mata uang sudah mengalir.
" untuk saat ini belum ada. tapi suatu saat nanti pasti ada untuk penyemangat kaka disana." ucapnya lagi tanpa menghiraukan aku yang sudah menangis
" apa aku gak bisa jadi penyemangat kaka?" tanyaku lirih sambil mengusap air mata yang terus mengalir.
" kamu gak bisa ada disamping kaka disaat kaka butuh saat itu juga" ucapnya
" kita kan bisa vc ka? " ucapku lagi
__ADS_1
" vc aja gak cukup kaka butuh ketemu. kalau mau peluk. pasti sulit kalau kita ldr an. jadi lebih baik kita putus dan jalani hidup masing masing ya " ucapnya yang sudah berdiri hendak meninggalkan ku
" ka " panggil ku
" walau kita putus, apa aku masih boleh telpon atau wa kaka?" tanyaku yang masih berharap ada kesempatan untuk bersama.
" kaka gak yakin bisa cepat balas pesan atau angkat telpon kamu langsung. karena perbedaan waktu disana. tapi kaka akan berusaha bales pesan kamu." ucapnya yang sudah membalikkan badan
" ka " panggil ku lagi
" kenapa lagi? " tanyanya
" boleh kasih aku pelukan terakhir kaka?" pintaku lirih dengan pipi yang sudah basah dengan air mata
tanpa berkata ka alex pun menghampiriku yang sedang duduk dan menjongkokkan dirinya disampingku.
"sini" ucapnya sambil membentangkan tangannya untuk memelukku
aku pun mengubah posisi menghadapnya dan langsung memeluknya erat.
" jangan lupakan aku y ka. cari aku saat kaka kembali aku sayang banget sama kaka." ucapku yang sudah menangis banjir dipelukannya
" ini bukan pelukan terakhir hanya pelukan perpisahan. kamu rajin eajin belajarnya ya. semoga cepat dapat pengganti kaka" ucapnya yang kemudian mengecup pucuk kepala ku.
ka alex pun melepaskan pelukannya dari ku.
dan pergi berlalu keluar cafe meninggalkanku.
akupun hanya bisa menangis disaat itu juga.
__ADS_1
*maafkan typo yang bertebaran ya gaes..