COLOR OF FRIENDSHIP :friends is better than lovers

COLOR OF FRIENDSHIP :friends is better than lovers
BAGIAN 6


__ADS_3

Sebelum cerita ini dimulai.Author mau minta maaf atas ketelatan untuk update


Mohon dimaklumi author kemarin lagi sibuk buat ujian akhir semester dan ga ada waktu buat nge update


Sekali lagi mohon maaf atas ketikdak nyamanannya.


*COLOR* *OF* *FRIENDSHIP*


"Ehhhh....."ujar mereka berlima melihat gerbang yang akan segera ditutup.Mereka pun langsung berjalan,namun sudah terlambat,pintu gerbang sekolah sudah ditutup oleh pak satpam itu.


"Pak tolong buka dong,pak"ujar Elen sambil megertakan pintu gerbang.


"Ya allah,pak kami belum aja telat sepuluh menit."sambut Key.


"Tidak bisa.Telat ya telat."bentak si pak satpam itu.


"Yaelah."demus Elen.


Elen dan Key terus saja berusaha membujuk si pak satpam itu,sedangkan Shaoqi,Alvin dan Aza hanya bisa menyimak tingkah laku kedua temannya itu.


Melihat rayuan antara Key dan Elen tak kunjung berhasil,Shaoqi pun bosan dan melangkah menuju mereka berdua sambil memikirkan sebuah ide.


Saat dia telah menemukan ide,ia langsung melirik ke arah Aza dan Alvin sambil senyum sedikit.


"Ada apa?"tanya mereka berdua.


Shaoqi langsung mendekat ke dekat pak satpam itu.


"Pak,biarlah kami masuk."mohon Shaoqi dengan nada memelas.


Seketika keempat temannya terkejut melihat eksprrsi Shaoqi yang memelas tersebut.


"Maaf nak,kalian dah telat."jawab si satpam dengan halus.


"Pak disini ad ketua osis lo."sambil menunjuk kearah Aza."Dia sekarang ada rapat,jadi sekarang dia sedang terburu buru."


"Baiklah tapi hanya ketua osis saja,kalian bisa pergi ato pulang."

__ADS_1


Elen,Aza dan Alvin ternganga mendengar rencana Shaoqi yang tidak berhasil.


"Itu ga ngebantu goblok."ujar Elen.


"Lu cuma bisa ngebantu Aza,bego


"Emang bego."alvin juga ikut menghujat.


Shaoqi hanya bisa tersenyum mendengar celotehan temannya itu.


"Ketua osis saja yg masuk."membukakan gerbang."Kalian perg......"


Belum saja si satpam itu menyelesaikan kalimatnya mereka berlima menyelonong masuk sambil berlari dan mengucapkan terima kasih pda si satpam.


"Hei kalian,dasar anak nakal."


Mereka berlari untuk menghindari kejaran dari si satpam itu.Dan saat sampai ditangga mereka berhenti sejenak untuk mengambil nafas.


"Hahahahha,ternyata lo pinter juga."ujar Elen sambil ketawa.


Shaoqi hanya terdiam dan tersenyum.Tetapi dalam hatinya berkata lain 'Bangsul punya temen ga punya rasa bersalah dah bilang gw bego'


Didalam kelas pak guru bahasa inggris sedang mengajar,sembari mengabsen siswa siswa didalam kelas.


"Ini yang 5 orang kemana?"tanyanya."Apakah tidak masuk karna sakit,izin ato jalan jalan.


"Ga tau pak."jawab murid yang lain.


"Klo begitu bapak tarohkan mereka al...."perkataan terpotong.


Bakkkkkkk


Elen membuka pintu dengan sangat kuat,sehingga membuat semua orang yang ada didalam kelas tersebut terkejut.


"Maaf kami telat."ujar mereka bersamaan sambil menundukan kepalanya


Mereka pun langsung menuju ketempat duduk.

__ADS_1


"Ehhh kalian."ujar si guru itu.


mereka menoleh.


"Udah tau telat,datang malah ngejut ngejutin,masih mau duduk."


mereka terdiam


"Ambil bangku dan keluar"sambil menunjuk kearah pintu.


mereka hanya bisa terdiam menuruti perkataam si guru itu.


"Dan jangan lupa,bangku ditaruh diatas kepala."


Mereka langsung terespon dengan kata kata yang tadi


"Lah pak kejam."kata Shaoqi.


"Teganya dirimu teganya teganya."Ucapnya si Elen


"Semvlak lu malah nyanyi."Ujar Key.


tanpa basa basi sipak guru itu langsung berkata"Sekarang kalian out."


Mereka hanya bisa pasrah menerima keadaan dan keluar menaruh bangku diatas kepala mereka.Dan hal itu harus mereka lakukan sampai jam pelajaran tersebut habis.


"Argh,semuanya salah lu Oqi."ujar Elen sambil menghela nafasnya.


"Apakah salahku."jawabnya dengan nada yang sangat kecil.


Saat itu,tidak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka berlima.Hanya berfokus pada tangan yang mukai bergetar tanda pegal karna sudah lama menopang bangku diatas kepala mereka.


Setiap siswa siswa yang lain lewat,selalu melirik kearah mereka dengan senyuman atau sambil ketawa.


Dan juga ada yang sampai mengatakan kepada mereka sabar itu ujian.


Mereka hanya bisa mengabaikan mereka dan hanya bisa menunggu kapan pelajaran itu selesai.

__ADS_1


__ADS_2