
Jangan lupa like and coment!!
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya makanan yang di pesan Karin dan Ocha sudah datang. Dengan segera mereka menyantap makanan sampai habis. Setelah mereka makan,mereka memutuskan untuk menuju kelas. Pada saat melewati lapangan tiba-tiba.
Brukk..
Bola basket pun mengenai kepala Belva, Belva pun merasa bahwa kepalanya pusing. Pandangannya pun mulai kabur.
"Belvaaaaaa" teriak para sahabatnya itu, karena melihat Belva yang sudah tersungkur lemas di atas aspal.
Orang yang tidak sengaja melempar bola basket ke arah Belva itu adalah Devan.
"Dev kena cewe tuh,gimana sih lo" omel Dhafian.
"Apasi gue ga sengaja juga" ketus Devan dengan nada dinginnya itu.
"Woy Devan tanggung jawab lo" teriak para sahabat Belva.
Devan yang mulai risih pun dengan segera melangkahkan kakinya ke arah Belva dan kawan kawan.
"Alah palingan pura-pura pingsan" ujar Devan datar.
"Enak aja,tadi lo ngelemparnya keras banget" celetuk Ocha.
Devan yang tidak ingin ribet, langsung saja menggendong Belva ala al bridal style. Dan melangkahkan kakinya menuju ke UKS.
Banyak cibiran-cibiran yang dapat di dengar oleh Devan,namun Devan hanya bersikap acuh seolah olah tidak peduli dengan apa yang di ucapkan oleh siswa Lesmana.
Sesampainya di UKS,dengan segera Devan meletakkan Belva di atas ranjang UKS.
Tak lama setelah itu mata Belva pun terbuka secara perlahan. Pertama kali objek yang di lihat Belva adalah sosok laki laki yang tengah duduk di samping ranjang yang sedang ia tiduri.
"Lo siapa?" Devan yang mendengarnya pun langsung menoleh ke arah Belva.
"Devan" jawabnya dengan muka datar
"siapa yang bawa gue kesini?" tanya Belva, sembari memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.
"Gue!"
"Oh gitu makasih ya udah nolongin gue" ujar Belva tulus.
"gue nolong lo karna gue yang buat lo pingsan,kalo bukan karna gue, ogah banget gue bawa lo kesini. Buang buang waktu!" jelasnya dengan nada ketus tetapi masih terdengar dingin.
Belva yang mendengar penjelasan Devan pun hanya dapat menunduk dan tidak berani merespon perkataan Devan.
"Belvaaa loo ga papa kan" teriak teman temannya heboh.
"iya gue gapapa btw dari kapan kalian di sini?"
"baru aja" jawab Karin mewakili Ocha,Nisa,dan Amel.
"Yaudah yuk Bel, gue anter deh kerumah lo, sekalian kita kita mau main di rumah lo" tawar para teman temannya itu.
__ADS_1
"Duh gimana ya soalnya gue habisini mau packing packing barang soalnya ntaran gue mau pindah rumah,sorry ya guys" kata Belva yang merasa sedikit tidak enak.
"Oh gitu yaudah gapapa,tapi lo nanti mau pulang sama siapa?" tanya Karin
"Ummm" Belva pun berpikir sejenak.
"Gue anter" keempat sahabat Belva pun membelakkan matanya terkejut. Siapa sih yang ga terkejut seorang Devan,yang memiliki sikap dingin pada semua perempuan kecuali ibunya,mendadak perhatian dengan murid baru.
"E-um ta-tapi"
"ga ada penolakan gue yang buat lo kaya gini, jadi gue yang harus tanggung jawab semuanya"
Keempat teman Belva pun tercengang melihat Devan berbicara panjang lebar dengan perempuan,apalagi perempuan yang baru di kenalnya.
Devan pernah sih tidak sengaja membuat pingsan salah satu siswi Lesmana,tetapi dia tidak mau membawanya menuju UKS dan malah memberikan uang pada salah satu sahabatnya. Dan sekarang Belva,dia adalah perempuan yang sangat beruntung karna bisa di gendong Devan menuju UKS dan bisa menaiki motor kesayangan milik Devan itu.
"Kalian kenapa si ko bengong gitu?" tanya Belva dengan wajah polos dan lugunya itu,karna dia kan murid baru di sekolah sini jadi ia rada bingung apa yang menyebabkan sahabatnya itu tercengang mendengar ucapan yang di lontarkan Devan baru saja.
"Eh enggak kok gapapa" jawab para temannya kompak.
"Buru sebelum gue berubah pikiran" tegas Devan sambil memandang Belva dengan tatapan tajam dan dingin.
"E-eh iya iya ga sabaran amat nih anak" celetuk Belva dengan memanyunkan bibirnya.
'Lucu' batin Devan yang melihat aksi Belva saat memanyunkan bibirnya itu.
'Apasi lo Dev, gak boleh gemes' batinnya lagi.
"Yaudah gue pulang dulu ya.." teriak Belva dengan langkah cepat agar langkahnya bisa sejajar dengan langkah milik Devan.
"Naik" ujar Devan memecahkan keheningan.
"Motor lo tinggi, gimana gue naiknya?" eluh Belva sambil memandangi motor Devan.
Devan yang mendengar perkataan Belva pun hanya dapat menghembuskan nafasnya kasar.
Akhirnya Devan menyodorkan pundaknya supaya Belva bisa berpegangan dan segera naik di atas motornya.
Ditengah tengah perjalanan tiba tiba Devan memberhentikan motornya di depan Caffe Highligt. Disana banyak remaja-remaja yang kelihatnnya seumuran dengan Belva dan Devan.
"Ko kesini?" Belva mengerutkan dahinya bingung kenapa dia ada di depan Caffe.
"Menurut lo?" jawab Devan sinis.
"Tapi siapa yang mau makan?" tanyanya lagi dengan muka polos dan imutnya itu.
"Ya elo sama gue lah,masa iya gue kesini buat minta sumbangan" Belva yang mendengar penjelasan Devan hanya dapat mengangguk mengiyakan.
Mereka berdua memasuki Caffe dan memilih meja yang dekat dengan jendela.
Banyak pasang mata yang menatap Devan dan Belva dengan kagum. Terutama Devan, ia menerima segala pujian di dalam sana.
Wah mbaknya cantik masnya ganteng cocok banget deh..
__ADS_1
Wahh gue mimpi apa semalem? Bisa ketemu cogan!!
Wah yang perempuannya cantik bangett
Dan masi banyak lagi pujian-pujian yang bisa mereka dengar.
"Pesen apa lo?"
"Samain aja yang penting gue kenyang."
"Mbak pesen Chocolate vanila nya dua, pastanya dua sama jus alpukatnya dua" ujar Devan sambil memandangi buku menu.
"Di tunggu dua puluh menit ya mas,mbak" ujar pelayan dengan sopan.
"Oh, iya" jawab keduanya dengan kompak.
Dua puluh menit kemudian...
Akhirnya makanan yang ditungu tunggu oleh keduanya pun datang. Tanpa basa basi, Devan dan Belva segera menyantap pesanannya selagi masih hangat.
Setelah selesai makan keduanya memilih pergi untuk mengantarkan Belva ke rumahnya.
"Rumah lo dimana?" tanya Devan memecah keheningan.
"Oh perumahan anggrek nomor 5A" Devan yang mendengarnya hanya dapat mengangguk dan kembali fokus menyetir lagi.
Sesampainya di depan rumah Belva, ia dan Devan melihat ada truk kecil yang berisi barang barang milik keluarga Belva walaupun belum semuanya.
"Udah sampe,btw lo mau pindah kemana?" tanya Devan bingung.
"Gue juga gatau tuh, makasih ya udah traktir gue makan sama anterin gue sampe ru--" perkataan Belva terpotong karna melihat Devan yang sudah pergi, padahal ia belum selesai bicara.
'Ishh, belum aja gue selesai bicara main pergi aja..' batinnya, 'Eh tapi apa urusannya sama Gue. Bodo lah' batinnya sambil berjalan memasuki rumahnya supaya segera beres-beres.
"Assalamualaikum mah, anak mama yang cantik jelita bagai bidadari kecemplung selokan udah dateng!! Ralat bidadari dari kayangan maksutnya" teriaknya sambil mencari dimana keberadaan mamanya itu.
"Ma kita mau pindah kemana sih? Kenapa harus pindah coba." Gerutu Belva kesal.
"Ya karna jarak kantor papa kamu sama rumah kita jauh banget sayang,mangkannya deh papa kamu mutusin pindah rumah lagi" jelas Dahlia (Mama Belva) panjang lebar.
"Yah padahal baru aja kemarin kita pindah masa udah pindah lagi" eluh Belva
"Udah lagian di sana kamu ada temennya kok,jadi kita pindah di deket rumahnya sahabat mama,nah dia itu punya anak laki lakiyang seumuran sama kamu jadi kamu ada temennya deh"
"Oo gitu,anak sahabat mama sekolah di mana?"
"Pokok dia sekolah di sekolahan milik papanya,kalau nggak salah di SMA INTERNATIONAL BAKTI LESMANA" jelas mamanya lagi.
'Hah! Tadi di sekolah kayanya ada yang ngaku ngaku jadi pemilik sekolah itu, tapi siapa ya namanya lupa gue?' batin Belva.
"Hey kok malah bengong sih,ayo di beresin barang-barang yang mau kamu bawa,bentar lagi kita berangkat loh"
"E-eh a-ah iya ma" Belva pun langsung berlari keatas menuju kamarnya.
__ADS_1
Jangan lupa like comentt lohh!!