Cool Bad Boy's

Cool Bad Boy's
[Bagian Empat]


__ADS_3

Happy Reading Readers♡


Sinar matahari mulai menerobos masuk melalui celah celah jendela Belva. Namun Belva masih tetap berada pada posisi tidurnya itu.


"Bell bangun,sudah jam setengah lima ayo bangun sholat subuh dulu" teriak mamanya dari arah bawah.


"Iya maa bentar, lima menit lagi" jawab Belva malas.


"Ga ada bentar-bentaran,habisini nak Devan jemput kamu ke sini" teriak mamanya lagi.


Mendengar nama Devan,entah dorongan dari mana tiba-tiba ia langsung membelakkan matanya dan segera sholat subuh.


Setelah sholat ia langsung melaksanan ritualnya di kamar mandi.


Tak lama ia pun keluar dari kamar mandi dan sudah mengenakan baju putih abu-abunya itu. Tidak seperti kebanyakan perempuan lain, ia kalau mandi hanya sekitar lima sampai sepuluh menit.


Jika pergi sekolah, Belva hanya memoles tipis wajahnya menggunakan bedak dan lip tint. Karna Belva dari dulu memang tidak suka berlama lama dalam hal berdandan. Hari ini rambutnya di uraikan begitu saja.


"Bell ayo sarapan sinii, nak Devannya sudah datang"


"Iya ma, Belva ke bawah sekarang" teriak Belva sambil berjalan kebawah bermalas-malasan karna mendengar nama Devan. Cowok ter aneh yang pernah ia temui.


"Ayo sana duduk di sebelah nak Devan"


"Nggak deh ma,Belva duduk di sofa aja" Devan yang mendengarnya hanya dapat mengerutkan dahinya bingung.


Setelah sarapan pagi, akhirnya Devan dan Belva berangkat menuju Sekolah Lesmana.


"Pegangan" teriak Devan yang sedang fokus menyetir. Belva yang mendengarnya hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Jangan salain gue kalo lo jatoh" ucap Devan tak peduli.


"Ok fi--" ucapan Belva terpotong karna Devan ngerem mendadak


Sreettt...


Pada saat itu juga Belva tak sengaja memeluk Devan dari belakang dengan erat.


Tanpa di sadari Devan menyunggingkan senyumnya karna posisinya sekarang sangat dekat dengan Belva.


"Khem" deheman Devan mampu menbuat Belva salah tingkah.


"Eh lo pasti modus kan ngerem mendadak biar gue meluk elo, ngaku lo" maki Belva.


"Gr lo, gue ngerem mendadak karna ada kucing lewat noh liat" jawab Devan dengan santai dan membuat Belva malu akan perkataannya tadi.


"Tetep aja sapa suruh lo ngerem mendadak kaya gitu" omel Belva di sela sela perjalanan.


"Terserah" Devan yang kesal dengan omelan Belva langsung saja melajukan motornya dengan kencang.


"Woy lo mau mati ya!" omel Belva.


Devan yang mendengarnya hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Devv jangan kenceng kenceng dongg gue takut nihh!" teriak Belva sembari memeluk Devan dengan erat.


Devan yang merasa bersalah atas ulahnya pun langsung memelankan laju motornya.


"Sorry gue gatau".

__ADS_1


"Serah lo deh!" ketus Belva yang masi memeluk Devan dengan erat.


Tak dirasa keduanya sudah memasuki halaman sekolah.


Keduanya pun turun dan memasuki kelas bersama.


"Ngapain lo ngikutin gue? Mau modus lo yak?" tanya Belva dengan nada tinggi.


"Lo lupa? Kita satu kelas. Gausa gr jadi orang!" ketus Devan yang langsung meninggalkan Belva ke kelas.


'Sebel sebel sebel' batin Belva.


Sesampainya di dalam kelas Belva di sambut dengan berbagai pertanyaan dari Ocha.


"Belvaaaa, lo jadian sana Devan? Kalo enggak kenapa lo barengan sama dia? Peluk-peluk lagi" tanya Ochat tak sabaran.


Belva yang mendengarnya hanya dapat menghembuskan nafasnya kasar.


"Kalo nanya satu satu napa si!" ketus Belva yang geram akan tingkah sahabatnya yang satu ini.


"Yee lagian kan gue kepo, sama sahabat sendiri masa ga boleh kepo" jelas Ocha dengan nada memelas.


"Yaudah iya gue jelasin pertama gue ga pernah sudi pacaran sama cowok aneh kaya dia"


"kedua gue bareng karna gue tetanggaan sama dia dan" ucap Belva menggantungkan kata dan.


"Dan apa?" tanya Ocha penasaran.


"Wait wait lo tetanggaan sama si Devan? OMG gue harus mampir kerumah lo nanti"


"Lo mau denger lagi gak?" ucap Belva memotong pembicaraan Ocha.


"Mau lah" jawab Ocha memohon.


Gimana tidak, udah tetanggaan, nyokap Devan sahabat mamanya, dan Belva menganggap itu semua menyebalkan.


"Yaampun bell itu namanya mah lampu ijo buat lo, udah lah gebet aja tu Devan" saran Ocha yang membuat Belva mendelik tiba tiba.


"Ogah gue pacaran sama spesies cowok aneh kaya dia, mending gue jomblo aja seumur hidup"


"Gimana kalau kita buat perjanjian aja bel" ucap Ocha sambil menampilkan wajah smiriknya.


"Apa tuh?" tanya Belva penasaran.


"Kalau sampe lo pacaran sama si Devan yang lo anggep cowok aneh, lo harus beliin gue ALBUM BTS sama LIGHSTICK nya juga?" ucap Ocha sambil menekankan kalimat album bts dan lighstick.


"Dill" mereka berdua pun berjabat tangan sebagai tanda kalau Belva mangiyakan tawaran tersebut.


"Perhatian-perhatian..." teriak Herman (Ketua kelas).


"Jam pertama sampai istirahat kita free karna guru-guru ada rapat mendadak di sekolah lain" teriak Herman semangat.


"Yesssssss" teriak para murid yang membuat kelas gaduh.


"Sippp, kantin kuyy" ajak Ocha,Belva pun menganggukkan kepala.


Sesampainya di kantin


"Pesen apa lo Bel, biar gue yang pesenin" tawar Ocha.

__ADS_1


"Gue mie pangsit sama es teh aja Cha" Ocha pun menganggukkan kepala antusias.


"Lah Cha cepet banget? Makanannya mana?". "Nanti di bawain sama standnya". Belva yang mendengarnya hanya manggut-manggut mengiyakan.


Mama is calling..


"Cha bentar ya nyokap gue nelfon".


"Ya angkat aja" jawab Ocha mengiyakan.


"Halo ma? Ada apa?"


"Nanti kamu pulang sama nak Devan ya!"


"Duh ma Belva bisa sendiri, Belva kan bukan anak kecil yang harus di antar jemput sana sini".


"Belvaa!!". Seru mamanya sambil menaikkan nada bicara.


"Iya ma iya Belva nanti pulang sama si cowo tengil itu". Ujar Belva sambil memasang muka datar.


"Devan namanya Belvaa".


"Hm" gumamnya sambil memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Pada saat Belva kembali makanan pun sudah datang.


"Lah Bel, muka lo kok kusut gitu?" tanya Ocha khawatir.


"Ini loh nyokap gue, masa gue di suru pulang bareng cowo tengil itu" ucapnya tak terima.


"Cowo tengil?"


"Si Devin Devan apalah itu namanya gue ga peduli, intinya gue males balik sama dia"


"Lah kesempatan emas ini Bel, pulang sama cogannya Lesmana, masa lo gamau"


"Dih cogan apaan, orang sikapnya nyebelin gitu" ucap Belva sambil memutar kedua bola matanya.


"Udah gausa bahas itu, mending kita makan aja" Tawar Ocha yang di angguki Belva.


Setelah selesai makan keduanya pun memasuki kelas dan berencana untuk menonton Boy Band korea.


Saat Belva baru mendaratkan bokongnya di atas kursi, ada cekalan tangan kekar yang membuatnya menoleh.


"Lepas!" teriak Belva yang tak terima tangannya di pegang.


"Ntar pulang bareng gue, gada penolakan ini perintah dari mama lo!" seru Devan tak kalah tegasnya dengan Belva.


"Tanpa lo bilang gue juga tau!" ucap Belva memasang muka datar.


"Oh" jawab Devan singkat dan langsung pergi meninggalkan Belva.


"Tuh kan lo liat sendiri, tu cowo emang nyebelin Cha"


"Emm iya sii,tapi dia itu sikapnya manis banget anjay, sampe sampe nawari lo pulang bareng"


"Halah manis dari hongkong".


Ocha langsung mengangkat tangannya membentuk V sambil tertawa.

__ADS_1


"Hehe peace" rengek Ocha.


-To Be Continued-


__ADS_2