Cool Bad Boy's

Cool Bad Boy's
[Bagian Tiga]


__ADS_3

Jangan lupa like and komen ya!!


Setelah selesai packing,dengan segera Belva turun ke bawah untuk menemui mamanya. Namun saat ia ingin keluar, langkahnya terhenti karena teriakan abangnya.


"Woy bel" panggil Satria yang sedang berada di ambang pintu.


"Apasih lo" ketus Belva.


"Dih sombong lu,giliran ada maunya aja baik baik in gue."


"Udah ceramahnya?" tanya Belva sambil memasang muka datar.


"Udah sana lo minggir,gue mau ke bawah nemuin mama!" ketus Belva.


"Jadi dari tadi gue ngomong,lo nganggepnya gue ceramah gitu?!" Belva yang mendengar ocehan abangnya pun langsung melengos pergi.


"Lah pergia dia" ujar Satria kesal.


---


"Ma kita mau berangkat jam berapa nih?" tanya Belva sambil memainkan ponselnya itu.


"Tunggu abang kamu lagi BAB katanya".


"Orang kaya gitu gausah di tungguin ma." ujar Belva yang sengaja meninggikan suaranya.


"Heh bel gue denger ya!" teriak Satria dari kamar mandi.


"Oh" jawab belva singkat.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berangkat menuju ke rumah barunya itu.


"Ma kita mau tinggal di perumahan mana si?" tanya Belva.


"Udah kamu ikut aja gausa banyak nanya." ujar mamanya


Sesampainya di depan rumah yang megah dan mewah, mereka pun langsung mengeluarkan barang-barang dan menuju rumah itu.


Sesampainya di dalam rumah.


"Yaudah bel gih kamu ke atas siap-siap" Belva yang mendengarnya langsung mengerutkan dahinya.


"Lah ma kita kan baru aja sampe emangnya mau kemana lagi?" tanya Belva bingung.


"Kita di undang makan malam sama sahabat mama, orang yang mama ceritain tadi itu loh bel" Belva yang mendengarnya pun hanya ber oh ria.


"Bang Satria ikut ma?" tanya Belva lagi.


"Enggak katanya mau ngerjain tugas sekolah, yaudah gih cepetan siap siap sahabat mama udah nunggu katanya"

__ADS_1


Belva hanya mengganti pakaiannya menggunakan dress selutut berwarna putih. Dan membiarkan rambutnya terurai


Setelah itu Belva dan mamanya segera bergegas menuju cafe yang sudah di share lock oleh sahabatnya itu.


Sesampainya di sana Belva dan mamanya menunggu di meja nomor 7.


"Eh Dahlia" sapa Rosa.


"Eh Rosa,loh kok sendiri katanya sama anak kamu yang cowok itu."


"Iya lagi di toilet katanya." Dahlia hanya menganggukkan kepalanya paham.


"Belva ya?" sapa Rosa.


"Ah iya tan" sapanya sambil mencium punggung tangan Rosa.


Setelah mencium punggung tangan Rosa,Belva mengambil ponselnya kembali dan memainkannya.


"Eh ma maaf ya Devan lama"


"iya gapapa nih kenalin namanya tante Dahlia"


Devan pun segera mencium punggung tangan Dahlia dengan sopan.


"Bel udah napa main hpnya itu kenalin namanya nak Devan."


"Elo?" tanya Belva tak percaya.


"Lah kalian udah saling kenal?" tanya Rosa.


"Dia temen sekelas aku ma" jawab Devan dingin dan datar.


"Yaudah ayo kita pesan makanan!" ucap Rosa.


Setelah makanan datang Belva dan semuanya segera menyantap makanan yang sudah dipesan.


"Emm Dev kan tante sama mama kamu bakal keluar kota nih, karna tiba tiba ada acara mendadak, gimana kalau kamu nanti yang jagain Belva sampai kami datang?"


Belva yang asik dengan makanannya pun langsung tersedak.


"Uhuk..uhuk"


"kalo makan tuh ati ati" cibir Devan, dan dengan sigap mengambilkan segelas minuman.


"Kan ada Bang Satria mah" Ujar Belva tak terima.


"Abang kamu katanya mau liburan sama temen-temennya".


"Emang abang berapa lama liburannya?" tanya Belva

__ADS_1


"Dua mingguan."


"Lama amat" cibir Belva kesal.


"Kalau tante berangkat keluar kotanya berapa lama?" tanya Devan dengan nada santai.


"Tante berangkatnya besok, kira kira dua mingguan juga."


"Lah, ko gitu sih?" lirih Belva.


"Kan ada nak Devan."


"Hallah palingan gue di biarin gitu aja sama si cowo rese' itu" batinnya.


"Yaudah Ros aku sama Belva pamit dulu ya, udah malem soalnya." Ujar Dahlia yang di angguki oleh Rosa.


"Ma kalo mama keluar kota Belva bisa jaga diri kok, gausa pake di jagain segala sama si Devan Devan itu" rengeknya sambil memasang muka memelas.


"Udah ya mama ga mau denger lagi, pokoknya kamu harus di jagain sama Devan, titik atau uang jajan kamu mama potong dua bulan" Ancam Dahlia. Belva yang mendengarnya pun hanya dapat mengiyakan saja, kalau uang jajannya di potong kan berabe.


"Daripada uang jajan gue dipotong gapapa deh di jagain sama si cowo rese' itu" gumamnya sambil berjakan ke arah mobil BMW.


Sesampainya di rumah Belva langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur dan mengambil laptopnya untuk melihat film horor.


Tok.. Tok.. Tok..


Saat Belva hendak membuka laptopnya, tiba tiba ia terganggu dengan suara ketukkan pintu. Yang berasal dari pintu kamarnya.


"Dek, gue pinjem laptop lo dong buat tugas. Laptop gue kumat lagi nih" Teriak Satria dari luar pintu.


Belva yang mendengarnya hanya mengedikkan bahunya acuh, toh pintunya ga di kunci.


"Woy dek budeg ya lo" teriak abangnya lagi.


Akhirnya Belva membukakan pintu untuk abangnya itu.


"Lo tuh ya bang, gue tu lagi asik mau liat film horor juga, lo nya malah berisik kaya emak emak minta sumbangan." Cibir Belva


"Apa lo bilang?! Gue di samain kaya emak emak minta sumbangan, gue ganteng kaya gini di bilang kaya emak emak" cibir Satria tak mau kalah.


"Jadi pinjem laptop gak lo!" ketus Belva.


"Ya jadilah sini in laptop lu!"


"Tu ambil sendiri,punya kaki punya tangan juga masi nyuru nyuru gue" cibir Belva.


Setelah Satria keluar dari kamarnya,Belva langsung membanting pintu kesal dan segera beranjak ke kasur untuk tidur.


Semoga suka ya.. Dan jangan lupa like and coment****!!

__ADS_1


__ADS_2