
setelah xinyu menemui Yun er di paviliun bulan, mereka melepaskan apa yg menjadi sesuatu yg slalu mengganjal di hati mereka tentang perasaan satu sama lain, namun saat mereka berpelukan sebuah langkah kaki terdengar jelas, menuju ke arah mereka sehingga mereka melepaskan pelukan itu,, terdapat banyak sosok yg telah mengepung mereka, namun saat mereka melihat sosok itu adalah xinyu mereka seketika keringat dingin,,
" itu itu pemimpin organisasi black dragon " ucap pasukan paviliun bulan, gemetar bahkan para sesepuh sekalipun hanya bisa menarik diri tanpa bertindak
" ternyata anda pemimpin black dragon, maaf karena telah mengganggu " ucap salah satu tetua hormat mendengar itu xinyu tersenyum seraya berkata
" tetua tidak perlu begitu sopan saya yg salah datang tanpa meminta ijin, untuk menemui Yun er " saat kata kata itu terjatuh tiba tiba sosok wanita paruh baya muncul berjalan dengan anggun itu adalah Yun Yun pemimpin paviliun bulan suci
" salam pada pemimpin " ucap semua orang, xinyu yg melihat Yun Yun langsung menangkupkan kedua tangan nya memberikan hormat, yg di balas dengan senyuman
" tuan muda xinyu pemimpin dari black dragon, ternyata anda telah mengenal Yun er ya " ucap Yun Yun mendengar itu xinyu mengangguk seraya berkata
" maaf karena mengganggu waktu kalian semua, "
"itu tidak menggangu hanya saja kami merasakan kekuatan yg cukup luar biasa, dan kami hanya takut itu dari aliansi hitam " ucap Yun Yun .
" terimakasih atas pengertian pemimpin paviliun ," ucap xinyu dengan rasa terimakasih karena paviliun bulan tidak menganggap nya ancaman
"lupakan lah tuan muda bisa datang kemari kapan saja, walau bagai mana pun kami berhutang budi kepada Anda karena waktu itu " ucap Yun Yun dengan ramah.
xinyu yg mendengar itu menggelengkan kepalanya seraya berkata " itu bukan kebaikan, hanya saja bila kami tidak bisa membongkar kedok wanita itu mungkin tiga paviliun akan bergabung melawan ku, dan itu akan cukup merepotkan "
Yun Yun mengangguk ketika mendengarkan perkataan xinyu dan berkata " ya itu pasti karena hubungan kami cukup baik, kalo begitu kenapa anda tidak masuk kedalam dan meminum teh bersama kami "
" Terima kasih atas tawaran nya, namun aku sedang terburu buru untuk pergi kesebuah tempat, " jawab xinyu dengan hormat
" baik lah kalo begitu " jawab Yun Yun di samping xinyu Yun er terdiam ketika xinyu akan segera pergi, merasakan ke enganan namun dengan karakter nya yg dingin iya berusaha tetap tenang, namun xinyu yg merasakan persaan Yun er iya pun kembali berkta.
" pemimpin paviliun, kalo anda mengijinkan aku ingin mengajak Yun er pergi ke suatu tempat, "
mendengar itu Yun Yun sangat terkejut merasakan kebingungan, begitu pun Yun er yg bercampur aduk dalam hatinya ada rasa bahagia dan ada juga perasaan tidak percaya, di tambah dia tidak yakin akan di restui untuk pergi,
__ADS_1
di sisi lain Yun Yun yg mendengar itu sangat terkejut, namun iya tidak langsung memutuskan sesuatu begitu cepat, karena dia tahu jls yg meminta nya adalah xinyu, namun saat iya merasakan kebingungan , seorang tetua membuka mulutnya untuk berkata
"pemimpin, biar kan nona muda pergi, walau bagai pun mereka sudah saling mengenal dan aku rasa mereka memiliki hubungan yg cukup baik, di tambah lagi, bila nona tinggal di sini saya takut aliansi hitam akan datang kemari "
mendengar itu Yun Yun menganguk dan mengalihkan pandangan nya kepda xinyu, " baik lah aku akan mengijinkan nya pergi, namun aku harap gadis kecil ku kembali dengan baik baik saja "
" terimakasih pemimpin paviliun anda bisa yakin itu " ucap xinyu dengan , serius, di sisi lain Yun Yun yg mendapatkan restu, menunjukkan rasa Terima kasih kepada ibu kandung nya itu, walau. secara waktu Yun er tidak di besar kan oleh Yun Yun, karena sebuah alesan, tetap saja hubungan darah tidak bisa di pisah kan,,
" ibu terimakasih atas restu mu " ucap Yun er mendengar itu Yun Yun tersenyum hangat, dan sedikit mengangguk seraya berkata " gadis kecil pergi lah, "
setalah mendapatkan restu Yun ner dan xinyu akhirnya pergi menuju tempat yg sudah di tetap kan untuk mencari bahan bahan pembuat cairan pembentukan tulang
singkat waktu xinyu dan Yun er pergi bersama, menuju sebuah tempat yg telah di beritahukan oleh she xen, mereka terbang menggunkan hewan terbang, namun saat mereka sudah berada di tempat yg cukup jauh dari paviliun bulan suci satu sosok tersenyum jahat memandang mereka dari arah yg agak jauh seraya bergumam pelan
" akhirnya aku menemukan mu "
namun walau pun begitu xinyu dengan kekuatan mental tahap lima mampu merasakan keberadaan sosok yg memandangi nya , jelas sosok itu cukup kuat sampai mampu membuat xinyu mengerutkan kening nya, Yun er yg berada di samping nya menyadari hal itu dan berkata
mendengar kata kata itu xinyu menarik keterkejutan nya dan berusaha menutupi apa yg iya ketahui
" tidak, ada aku hanya bingat ketiga sodara ku semoga mereka baik baik saja " ucap xinyu mengalihkan pembicaraan Yun er yg mendengar itu menjawab
" ya aku harap begitu, namun kamu bisa yakin ketiga sodara mu adalah tiga iblis jenius yg mempunyai gelar raja "
xinyu yg mendengar jawaban itu menganggukkan kepalanya, namun dalam hatinya bergumam " siapa orang yg mengikuti ku kekuatan nya cukup besar "
@makam kuno primordial @
singkat waktu xinyu dan Yun er sampai di sebuah tempat yg cukup rimbun tanpak sepi dan berkabut, di sana terdapat jalan masuk kedalam sebuah hutan yg menuju makan kuno primordial
" apa ini tempat yg kamu tuju " ucap Yun er bertanya mendengar itu xinyu mengangukan kepalanya seraya berkata
__ADS_1
" ya ini adalah tempat menuju ke makam kuno primordial, kita harus tetap waspada "
mendengar itu Yun er menganguk setuju, mereka pun memutuskan berjalan kaki memasuki hutan yg menuju makam kuno itu, namu saat mereka berjalan banyak monster yg berlarian ketika merasakan kehadiran mereka, jelas mereka mampu merasakan tekanan dari kekuatan mental xinyu, itu jelas di lakukan dengan sengaja oleh xinyu agar tidak membuang waktu .... namun saat mereka semakin dalam memasuki kedalaman hutan yg menuju makan kuno , terdengar sebuah Raungan besar
" aarrrreuuuuu"
Yun er yg mendengar itu terhenti dan berkata " xin apa itu tanpak nya suara itu cukup mengandung kekuatan besar "
" ya aku rasa itu monster level 8 , " ucap xinyu menjawab pertanyaan Yun er namun saat kata kata nya terjatuh, tanah tiba tiba bergetar , saat sebuah langkah kaki yg besar terdengar, xinyu dan Yun er waspada saat merasakan itu dan menatap tajam ke arah suara langkah kaki itu sampai akhir muncul sosok raksasa yg berwujud baruang cakar besi level delapan.. yg langsung menyerang mereka.
melihat itu xinyu memerintah kan Yun er untuk mundur dan dia akan menghadapi nya sendirian
"Yun er mundur lah aku akan melawan nya " ucap xinyu sambil melesat ke depan langsung menahan serangan beruang cakar besi
" trakkkk"
suara besi beradu terdengar keras saat pedang xinyu bertubrukan langsung dengan cakar besi milik monster itu, xinyu yg terkejut melihat pedang nya di tahan oleh monster itu sedikit mengerutkan kening nya seraya bergunam dalam hatinya
"'monster ini mempunyai sesuatu yg menarik, "
saat ucapan itu terjatuh xinyu tersenyum kecil jelas dia akan memperoleh manfaat yg cukup bagus
"arrrrrrr"
monster beruang cakar besi itu meraung keras langsung mengayunkan cakar nya, yg di selimuti kekuatan yg besar, namun xinyu masih tenang dan menghindari nya dengan mudah, dalam beberapa serangan xinyu masih menghindari nya tanpa melawan, sampai saat nya xinyu menghentikan kaki nya, di ikuti gelombang misterius, itu adalah kekuatan mental milik xinyu, yg berhasil membuat beruang cakar besi terkena ilusi, ,xinyu tanpa lama lama langsung menjulurkan tangan nya kedepan lalu mencengkram nya, itu di ikuti ledakan besar, dengan matinya monster beruang cakar besi , menjadi kabut darah, yg tersisa hanya sebuah tulang roh yg menggantung di udara kosong,
" ini tulang roh cakar besi, akan cocok untuk menempa tulang roh milik ku " ucap xinyu ketika mengambil tulang roh itu
" apa kamu baik baik saja " ucap Yun er menghampiri xinyu, mendengar itu, xinyu menoleh dan mengangguk dengan senyuman di bibir nya,
singkat waktu mereka pun melanjutkan perjalanan, untuk memasuki makam kuno primordial ..
__ADS_1