DALAM PELUKAN SENJA

DALAM PELUKAN SENJA
BAGIAN 3 - TITIK AWAL


__ADS_3

Malam itu dengan cuaca yang cukup bagus di langit Seoul, Yoona keluar dengan diam diam dari rumahnya. Yoona sangat tertutup malam itu. Eun-ji seorang pelayan setia Yoona selalu menolong Yoona untuk kabur dari kurungan keluarga Chanu.


Yoona menikmati indahnya kota Seoul dimalam itu, dia terus memperhatikan sekelilingnya. Tiba dirinya di depan sebuah toko buku yang pernah dia singgahi bersama Suho, Yoona berdiri tepat di depan pintu toko buku itu mengenang masa-masa indah dirinya berasama Suho.


tiba-tiba.....


.


.


.


Pintu di depan Yoona terbuka, seorang lelaki tinggi dengan bahu yang gagah berdiri tepat dihadapan Yoona. Kedua matanya mentapa Yoona. pandangan mereka saling bertemu satu sama lain. Wajah Yoona memerah. Senyuman mulai tumbuh dari wajah cantiknya itu.


" Su...su...Suho apa yang kau lakukan disini? "


" Yoona? " Suho lari ke arah Yoona segera dia memeluk Yoona dengan tubuh kekarnya. Yoona membalas peluknya.


" Yoona, Akhirnya aku bertemu denganmu disini. Aku sangat berharap ini bukan mimpi. " Ujar Suho sambil melepas pelukannya dan memegang kedua pipi Yoona seakan penuh harapan.


" Tidak, ini bukan mimpi ini kenyataan. " Ujar Yoona sambil tersenyum manis.


" Yoona, tunggu disini sebentar. Jangan kemana-mana pokonya tunggu disini yaaa. "


Suho kemudian berlali meninggalkan Yoona sendiri disana. Yoona kebingungan sebenarnya apa yang dilakukan Suho, Tidak lama beberapa menit kemudian Suho datang dengan beberapa makanan di tangannya.


" Ini, Roti keju kesukaanmu aku juga membeli americano. Dulu kau sangat menyukainya. " Ujar Suho sambil memberikan Roti dan American.


" Kau masih mengingatnya? Waaaaah sulit dipercaya aku fikir kau sudah lupa hahaha. "


" Yoona, Maaf soal tadi. Sebenarnya...."


" Suho, Ayo lupakan masalah tadi aku tidak ingin mengungkitnya biarkan kejadiannya berlalu begitu saja. Yang penting kita sudah baik-baik saja sekarang. "


Yoona memotong perkataan Suho dengan Cepat seakan dirinya tidak ingin mengingat sedikitpun apa yang terjadi padanya dan Suho pagi ini. Pandangan Mereka saling bertemu harapan kembali bersama muncul dari keduanya. Suho memegang tangan wanita didepannya, dengan tegas dia mengecup kening Yoona.


" Aku sangat merindukanmu, Kau tahu saat kau berada di Jerman aku sangat ingin pergi menemuimu kesana. Aku fikir aku benar-benar tidak bisa melupakan hubungan kita. "


Ucapan Suho benar-benar menyentuh Yoona, Yoona kemudian balik mengecup bibir Suho, membuat Suho tediam terkejut dan tidak tau apa yang harus dia lakukan. Matanya melihat kearah Yoona seakan perempuan di depannya adalah miliknya.


" Aku tahu, Aku terlalu cantik untuk kau lupakan. hahahaha sudahlah Apa kau mau jalan-jalan sebentar? Aku masih memiliki waktu jika kau tidak keberatan. " Ujar Yoona pada Suho yang terdiam menatapnya.


" Lagi-lagi kau mengecup bibirku, Apa kau ingin aku sekap di rumahku? Kau tidak khawatir aku lepas kendali? " Suho menggoda Yoona yang mengecup bibirnya begitu Saja.


" Kalau begitu lakukanlah, aku akan senang jika yang menculiku adalah kau. Bahkah saat kau melepaskanku sepertinya aku akan memborgol diriku sendiri agar tetap bersamamu. "

__ADS_1


" Apa? Ah dasar gila, mana bisa aku begitu jangankan memborgolmu membuatmu marah saja sudah membuatku khawatir. Apa kau mau kerumahku malam ini ? "


" Tidak, aku lebih suka diam beridiri di depan toko buku ini. Kau tahu semenjak kau memutuskanku aku sering datang kesini hanya untuk berdiri disini, Rasanya seperti aku akan bertemu denganmu seperti hari ini. "


" Mau berapa lama berdiri disini? " Tanya Suho


" Kau tahu kenapa aku kuliah? Seperti yang dibicarakan orang-orang aku adalah istri yang di sembunyikan. Keberadaanku sangat tidak berarti aku dipaksa untuk Kuliah agar bisa menyesuaikan dengan mereka. Aku fikir hidup dengan mereka akan membuatku lebih tenang. "


" Sudahlah, dari pada sibuk mengeluh lebih baik berjalan-jalan saja dulu bersamaku. " Ujar Suho sambil menarik tangan Yoona.


Mereka berdua pergi jalan-jalan sambil bergandengan tangan selayaknya pacaran. Mereka saling menikmati langit Seoul berdua, Kenangan mereka terulang kembali membuat keduanya memancarkan kebahagiaan.


Saat sedang menikmati kebersamaan mereka, Tiba-tiba Handphone Yoona berdering. Alarm terlihat muncul di layar hp milik Yoona.


" Apa itu? Kau memasang alarm jam segini? " Tanya Suho


Dengan tiba-tiba Yoona mencium bibir Suho membuat Suho terdiam kaget.


" Aku harus pulang, maaf " Ujar Yoona


" Baiklah-baiklah Temui aku di halte besok pagi pukul tujuh, jangan lupa. "


Yoona terburu-buru lari bergegas pulang karena tidak ingin terdahului oleh suaminya Jung Chanu. Kebahagiaan terpancar dari wajahnya, Yoona seakan baru menemukan sesuatu yang hilang dalam hidupnya


Sesampainya di Rumah Yoona bergegas mengganti pakaiannya, dia tidak ingin suaminya mengetahui kepergiannya. Setelah berganti pakaiannya Yoona turun ke lantai bawah, tepatnya ke kamar Eun-ji. Dia berdiri di depan pintu kamar Eun-ji


Yoona mengetuk pintu kamar Eun-ji


" Eun-ji.....Eun-ji apa kau sudah tidur? " Tanya Yoona dari balik pintu memastikan pelayan setianya belum tidur


" Eun-ji yaaaaa, Apa kau sudah tidur "


Klik .......


Tiba tiba pintu terbuka, Yoona terdiam dengan muka terkejutnya. Chanu tiba-tiba pulang. Keringat mulai membasahi seluruh tubuhnya.


" Yoona, apa yang kau lakukan disana ? " Tanya Chanu kebingungan


" Sayang, ah kau pulan. Aku membangunkan Eun-ji karena..... Karenaaa "


Eun-ji yang mendengar percakapan Yoona dan Chanu dari bilik kamarnya bergegas keluar untuk menolong Yoona.


" Ah tuan, Kau sudah pulang. Nona tunggu sebentar aku akan mengganti sprai kasurmu jika kau tidak merasa nyaman "


Eun-ji berbohong dan mengalihkan pembicaraan untuk melindungi Yoona dari Suaminya yang bengis dan tegas.

__ADS_1


" Ah, maksudku itu aku membangunkan Eun-ji untuk mengganti Sprai ku aku merasa tidak nyaman dengan sprai baru. " Yoona


" Kalau begitu besok saja gantinya, Yoona ikut aku ayo tidur di kamar lain. Aku ingin suasana baru. Aku lupa bilang padamu besok pergilah ganti semua pakaianmu beli yang baru aku sedikit jenuh dengan penampilanmu jangan lupa juga beli beberapa produk perawatan kulit kau istriku jadi jaga penampilanmu meski di rumah. "


Setelah selesai bicara Chanu pergi meninggalkan Yoona dan Eun-ji dengan dingin.


" Eun-ji Thanks ya, sorry aku selalu melibatkanmu dalam masalah. "


" Kau pasti sangat menderita memiliki seuami ketus dan pengatur seperti dia, Apa kau baik-baik saja dia mengejek penampilanmu. "


" Jangan khawatir aku sudah terbiasa, Sudahlah aku mau pergi menemuinya sebelum dia ngamuk ga jelas lagi hehehehe. "


* In kamar *


Chanu adalah seorang yang gampang berbubah mood dengan cepat begitupun malam ini. Padahal sebelumnya Chanu ketus pada Yoona. Namun, tiba - tiba menjadi seorang yang lembut dan pengertian.


" Sayang, Maafkan aku tadi "


" Tidak apa-apa aku mengerti kau lelah itulah sebabnya kau sangat sensitif. Apa kau mau minum anggur ? "


Chanu yang sedang duduk di kasur tiba-tiba menarik tangan Yoona. Chanu membuat Yoona duduk dalam dekapannya. Satu persatu kancing baju Yoona di buka oleh Chanu. Bibirnya mulai mencium bagian belakang telingan cantik Yoona.


Yoona hanya bisa terdiam dan menerima kenyataan bahwa orang pemarah itu adalah suaminya.


" Sayang, Bolehkah aku memintanya malam ini? "


" hmm, apapun yang bisa membuatmu senang "


" Tak apa lakukanlah dengan perlahan. Kau tahu apa yang paling aku suka darimu ? Aroma tubuhmu aku benar benar menyukai aroma tubuhmu. Sulit bagiki jauh darimu. "


Chanu terus menggoda Yoona dengan kata-kata lembutnya. Tangan berototnya mulai meraba bagian paha kaki Yoona. Malam itu mereka menghabiskan malam bersama setelah lama tidak melakukannya. Berbulan-bulan Chanu hanya bisa menahan nafsunya karena Yoona dijerman. Itulah sebabnya malam ini Chanu benar - benar tidak bisa menghentikannya.


.


.


.


.


.


Mon maaf kalo Typo ❤️


jangan lupa tinggalkan jejak 👍

__ADS_1


__ADS_2