
...~ Happy reading ~...
" Nairaaaa" Teriak wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu kepada putri semata wayangnya.
" Haduuhh apaan sih ma teriak-teriak bikin kuping naira jadi budek aja.
" Kamu tuh ya anak gadis udah pagi masih molor aja. Buruan bangun nanti kamu terlambat ke sekolah." menarik bantal yang digunakan untuk menutup telinganya.
" Iya.. iya naira bangun, mama keluar dulu naira mau mandi." Dengan wajah masih ngantuknya.
" Enggak, mama nggak percaya kamu bakalan langsung mandi palingan nanti kamu tidur lagi. Ayoo buruan mama tungguin disini." Sambil mendorong anaknya menuju kamar mandi.
Setelah naira masuk kamar mandi akhirnya mama bella memutuskan untuk turun kebawah menemui suaminya di meja makan.
" Tiap pagi dibikin anak kamu emosi terus pah. Kapan coba dia bisa mandiri. Masak tiap pagi mama disuruh ngomel-ngomel terus bisa bisa mama cepat kriputan." Omel mama bella.
" Kan dia anak kamu juga mah, kamu yang mengndung dan melahirkan." Papa Dito yang tidak mau kalah.
__ADS_1
" Tapi kan kamu yang nanam bibitnya." Mama bella menyangkal ucapan papa Dito.
" Iya... iya anak kita berdua kan kita bikinnya berdua mah. Udah jangan cemberut dong nanti cepat kriputan loh." Goda papa Dito.
Setelah menunggu hinggan 30 menit akhirnya naira turun dan mengikuti sarapan dengan kedua orang tuanya.
" Selamat pagi pah, mah anak kalian sudah cantik jelita bak model papan atas." Sapa naira dengan percaya dirinya.
" Tapi sayang kalau tidur kayak kebo." Sahut mama bella.
" Sudah sudah ayok sarapan nanti kamu keburu telat sekolahnya, papa juga mau kekantor ada meeting pagi ini."
Sesampainya disekolah Naira turun dari mobil salim dengan takzim dan cipika cipiki dengan papa dito itulah kebiasaan setiap hari. Naira menuju kelas berjalan tanpa melihat kedepan dan akhirnya
Bruukk
" Auh.. sakit. Lo kalau jalan pakai mata dong sakit kan pantat gue." keluh naira
__ADS_1
" Eh disini elo ya yang nabrak gue. Elo tuh kalau jalan hadap kedepan. Dan dimana-mana jalan itu pakai kaki bego." sahut laki laki yang seusia dengan Naira.
" Eh elo ngatain gue bego. Elo itu yang bego enak aja. Nggak mau minta maaf malah ngatain orang bego. Emang situ pinter." Dengan wajah emosi pergi meninggalkan laki laki tersebut.
Sampai akhirnya tiba dikelas dengan wajah yang penuh emosi. Sambil mulutnya menggerutu.
" Elo kenapa pagi pagi kayak mau makan orang saja." Tanya silvi sahabat Naira.
" Gimana nggak emosi coba pagi pagi ditabrak orang sinting eh dia malah ngatain gue bego lagi." Jawab Naira dengan nada emosi.
" Siapa sih ra yang elo maksud." kepo Silvi.
" Tuh anak IPA 2 yang sok kegantengan." Ucap naira dengan nada sewot.
" Maksud elo reyhan yang ganteng itu. Wahh gue juga mau kali Ra kalau ditabrak cogan." sahut sela sahabat Naira satunya.
" Mata lo minus apa gimana sih orang kaya gitu dibilang ganteng. Hallo ganteng dari mananya coba. Heran gue sama kalian gak bisa bedain orang ganteng sama orang sinting. Gantengan juga cowok gue."
__ADS_1
" Udah udah nggak usah berdebat sebentar lagi bel masuk." Sambil berjalan menuju bangkunya.
Bel masuk telah berbunyi. Semua siswa siswi mengikuti mata pelajaran dengan khidmat. Tanpa terkecuali.