
...~ Happy reading ~...
Setelah kejadian makam malam itu setiap Naira bertemu reyhan mereka saling menghindar dengan hati yang dongkol.
" Bisa-bisanya mama jodohin gue sama cowok kayak gitu udah sok ganteng, suka gonta-ganti cewek lagi." gumam naira setelah melihat reyhan yang bertemu ceweknya.
Naira berjalan menuju kelas tanpa bersemangat karena kepikiran soal ucapan mamanya yang mau menjodohkan dengan musuh bebuyutan dia.
" Kenapa wajah elo kusut amat bu." Tanya silvi yang duduk disebelah naira.
" Ehmm gapapa mungkin kurang istirahat aja semalam begadang lihat drakor." bohong naira.
Bel masuk pun berbunyi semua murid mengikuti pelajaran hanya nairalah yang tidak bersemangat. Pikiran naira melayang memikirkan tentang perjodohan antara dirinya dan Reyhan. Sampai akhirnya jam istirahat tiba.
" Yank dari tadi gue perhatiin elo melamun terus nggak semangat sekolah nggak kayak biasanya, emang ada masalah?" Tanya digo pacar naira.
" Eh enggak kok dig cuma kurang istirahat gara-gara semalam gue begadang biasalah nonton drakor kesukaan gue." elak Naira
" Kebiasaan deh. Oh ya ra nanti jalan yuk udah lama kita nggak jalan berdua." Ajak digo kepada Naira.
" Oke." Naira pun menyetujui ajakan digo biar dia bisa melupakan persoalan tentang perjodohan antara dia dan Reyhan.
.
__ADS_1
.
.
Dirumah
" Pa kira-kira kapan kita melangsungkan acara lamaran naira dengan reyhan." Tanya mama bella kepada papa dito.
" Gimana kalau minggu depan ma? tapi kamu diskusikan dulu sama rosa biar bagaimanapun kamu harus berunding dulu sama dia." Saran papa dito dengan bijak.
" Iya pa. Aduuh nggak sabar punya menantu pa terus punya cucu." Mama naira membanyangkan segera punya cucu dari Naira.
" Kamu itu pikirannya cucu mulu Naira masih sekolah tunggu lulus dulu lah ma biar nggak ganggu sekolahnya." Ucap papa dito.
" Kan bentar lagu juga lulus pa. Cuma kurang beberapa bulan saja kok sekolahnya."
.
.
.
Di mall
__ADS_1
Saat naira jalan dengan digo tanpa sengaja dia bertemu dengan reyhan jalan dengan cewek yang berbeda saat disekolah tadi pagi.
" Dasar Playboy cap kingkong sukanya gonta-ganti pacar. Gimana nasib gue nanti saat nikah dengan dia, bisa-bisa tiap hari makan hati mulu. Pokoknya gue harus bicara sama papa mama untuk batalin acara perjodohan itu." gumam naira dalam hati.
" Elo kenapa yank sakit?" tanya dito kepada naira karena khawatir melihat naira dari pagi suka melamun terus.
" Eh gapapa kok dig. Yaudah yuk kita have fun kan kita udah lama nggak jalan." Jawab Naira sambil menggandeng tangan digo sambil meyakinkan bahwa dia baik-baik saja.
" Yaudah yuk kita nonton dulu apa mau games dulu nih." Tanya digo sambil membalas gandengan tangan Naira tanpa rasa curiga.
" Nonton dulu yuk habis itu makan laper." rengek naira sambil memegangi perutnya.
" Siap tuan putri." Ucap digo sambil tertawa riang.
Mereka berdua pun nonton bioskop romantis, makan dan main games. Mereka berdua bersenang-senang sambil tertawa bahagia. Naira melupakan sejenak permasalahan perjodohan itu. Hinga akhirnya waktu sudah sore mereka memutuskan untuk pulang.
Naira pulang diantar digo dengan naik mobil kesayangannya. sesampai dirumah naira Digo pamit pulang.
" Gue pulang dulu ya yank. Elo langsung istirahat gih biar nggak capek." Pamit digo sambil mengacak rambut naira.
" Hati-hati dijalan jangan ngebut ya. Kalau sampai rumah hubungi gue biar nggak khawatir." Perhatian naira yang setiap kali pamit pulang dan itu yang membuat hati digo senang selalu diperhatikan oleh naira pacar kesayangannya.
" Oke sayang." Digo pun melakukan mobilnya sambil menekan tombol klakson mobilnya.
__ADS_1
Naira nunggu sampai mobil digo sudah tidak terlihat lagi.
" Andai digo yang mau dijodohin sama gue pasti langsung gue setuju." gumam naira dalam hati sambil menghela nafas berat.