
...~ Happy reading~...
Satu minggu berlalu acara lamaran Reyhan dan Naira telah tiba. Keluarga Reyhan mendatangi kediaman keluarga Naira. Hati Naira terasa cemas karena memikirkan bagaimana cara agar menggagalkan rencana pertunangan itu.
" Pokoknya gue harus gagalin pertunangan ini. Ayo Naira berfikir dong." Mondar-mandir sambil menggigit jari telunjuknya.
tok.. tok.. tok
suara ketukan pintu kamar membuat Naira menghela nafas panjang karen dia tidak bisa memikirkan cara menggagalkan rencana pertunangan itu.
" Naira kamu sudah siap apa belum sayang." tanya mama bella didepan kamar naira.
" iya ma masuk aja pintunya nggak dikunci. Ini juga Naira udah siap." jawabnya dengan wajah yang agak malas.
Ceklek
" Wah kamu cantik sekali sayang pasti nanti reyhan bakal terpesona melihat kamu." goda mama bella sambil senyum-senyum.
__ADS_1
" Ish... apaan sih ma males banget deh. Naira itu nggak minat sama sekali sama cowok tengil itu. Lagian ya ma kalau naira ada pilihan juga ogah banget tunangan sama dia." Jawab naira dengan wajah cemberut.
" Sudah-sudah ayo kita turun keluarga calon suami kamu sudah datang." ajaknya pada naira
Naira dan mama bella turun ke bawah menemui keluarga reyhan. Saat di tangga Reyhan memandang Naira sampai matanya tidak berkedip. Satu kata yang terucap dimulut reyhan yaitu " Cantik "
" Cantik kan calon istri kamu." Mama rosa menyadarkan anaknya dengan menyenggol lengan reyhan.
" Apaan cewek bar-bar gitu dibilang cantik." Elak reyhan sambil mengalihkan pandangannya.
" Tapi kok lihatnya sampai segitunya nggak kedip lagi." goda mama rosa sambil senyum-senyum.
" Ngaku aja deh rey orang mama lihat kamu sampai bengong gitu."
Reyhan tak menanggapi ucapan mamanya. Dia memilih menatap ke lain arah. Sedangkan papa beni menyampaikan maksud kedatangannya ke rumah. Reyhan sesekali melirik ke arah naira. Kini mereka makan bersama. Acara berjalan dengan lancar. Dan setelah selesai acara makan malam disertai tunangan tersebut keluarga reyhan pamit pulang.
***
__ADS_1
Ditempat lain digo yang tak lain kekasih dari Naira sedang asik nonton bioskop dengan seorang gadis. Disaat ada adegan romantis mereka digo mencium gadis tersebut. Karena tidak ada penolakan digo pun meraih tengkuk gadis tersebut dan **********.
" Love you baby kamu bebeda dengan naura yang tidak pernah bisa ku sentuh sama sekali." ucapnya pada selingkuhan digo.
" Kenapa tidak kamu putuskan saja dia dig?" Tanya selingkuhan digo.
" Tidak bisa baby karena sebuah kesepakatan harus pacaran dengan dia sampai lulus sekolah. Aku pemenang taruhan itu kalau aku pacaran sama dia sampai lulus nanti akan dapat sebuah motor sport dari anak-anak. Tapi tenang hanya kamu yang ada di hati aku." Ucapnya pada selingkuhannya.
" Okelah tapi awas saja sampai kamu jatuh cinta dengan dia." Ancam sisil yang tak lain selingkuhan dari digo.
" Tidak akan baby."
***
Naira dibuat uring-uringan akibat kelakuan digo yang dari tadi tidak angkat telpon dari naira.
" Digo kemana sih dari tadi ditelpon sampai 50 kali nggak di angkat. Awas aja loe digo besok bakal gue cuekin gara-gara nggak angkat telpon gue."
__ADS_1
Tak tau saja Naira, kekasihnya yang amat dicintai tengah memadu kasih dengan selingkuhannya. Entah rayuan apa yang diberi digo hingga naira begitu mencintai dia. Padahal dibalik itu semua dia hanya dibuat sebagai taruhan oleh kekasihnya tersebut agar bisa mendapatkan sebuah motor sport.
Keesokan harinya Naira berangkat sekolah dengan kondisi cemberut dan tidak bersemangat sama sekali pasalnya hingga saat ini digo tidak mengabari dia sama sekali.