
...~ Happy reading ~...
Malam hari pun tiba naira memakai baju sesuai perintah mamanya dan dia makeup dengn natural tapi terlihat sangat cantik dan anggun. Naira menuruni anak tangga berjalan menuju mamanya.
" Sayang kamu cantik banget." Puji mama bella kepada naira.
" Dari dulu kan emang udah cantik ma." jawab Naira dengan percaya diri.
" Tapi malam ini kamu terlihat lebih cantik sayang."
" Sebenarnya ngapain sih ma naira disuruh dandan gini segala." Tanya naira dengan penasaran.
" Kita makan malam bersama sahabat mama sayang. Ya udah yuk berangkat nanti ditunggangin sama tante rosa." Mama bella merangkul pundak naira dan mengajak berangkat.
Mereka pun berangkat ke cafe sakura. Didalam mobil Naira mempunyai firasat yang tidak enak.
Sekitar 20 menit akhirnya mereka tiba di cafe sakura.
" Maaf ya ros kami terlambat." Mama bella cipika cipiki dengan sahabatnya.
" Gapapa kok bel santai aja. Silahkan duduk dulu" Suruh mama rosa.
__ADS_1
" Oh ya ros kenalin ini anak aku Naira." Mama bella mengenalkan naira kepada sahabatnya.
" Naira tante, om." Naira salim kepada tante Rosa dan om beni.
" Wah anak kamu cantik banget bel. Udah gede ya sekarang Tambah cantik lagi. Terakhir aku lihat dia waktu masih SD." Ucap mama rosa.
" Oh ya anak kamu mana ros?" tanya mama bella kepada mama rosa.
" Iya bentar lagi datang tadi izin ke toilet sebentar katanya. Itu dia anaknya panjang umur baru diomongin nongol." mama rosa menunjuk arah anaknya yang berjalan kearahnya.
" Rey kenalin ini om dito dan tante bella."
Naira yang semula menunduk kini mendongak melihat seseorang yang namanya mirip dengan musuh di sekolahnya.
" Elo." Ucap Naira dan Reyhan berbarengan.
" Loh kalian sudah saling kenal." tanya mana rosa kepada naira dan reyhan.
" Enggak." Sahutnya dengan kompak.
" Wah wah kalian kompak sekali jangan-jangan kalian ini jodoh." Goda mama bella.
__ADS_1
" Ogah banget jodoh sama dia. Mama apaan sih doain Naira jodoh sama cowok kayak dia." jawab naira dengan sinis.
" Emang gue mau jodoh sama elo. Gue juga ogah kali." Rayhan tak mau kalah karena ditolak naira.
" Eh kalian nggak boleh gitu orang kalian bentar lagi juga nikah." mama rosapun angkat bicara mendengar perdebatan anaknya dengan anak sahabatnya.
" Mama apaan sih orang Reyhan masih sekolah juga belum kuliah ma Reyhan nggak mau nikah sekarang apalagi nikah sama cewek bar-bar kayak dia." Elak reyhan.
" Sembarangan aja ngatain gue bar-bar. Dasar cowok nyebelin." Dengan wajah penuh emosi.
" Sudah-sudah kita makan aja dulu nanti dilanjut lagi ngobrolnya." lerai mama rosa.
" Rey nggak nafsuh makan ma lihat muka cewek bar-bar." Sambil melirik kearah Naira.
" Yaudah kalau nggak nafsuh silahkan pergi." Usir Naira dengan santainya.
" Naira nggak boleh gitu nak." ucap mama bella sambil menggelengkan kepalanya.
Makan malam pun berjalan dengan lancar meski ada perdebatan diantara dua anak manusia itu. Meskipun mereka berdua berdebat tapi tidak akan merubah rencana mama bella dan mama rosa untuk saling menjodohkan kedua anaknya itu. Karena mereka yakin lambat Laun mereka akan saling mencintai atau mungkin disebut bucin istilah anak zaman sekarang.
Mama bella masih melanjutkan obrolan tentang rencana perjodohan antara reyhan dan Naira, papa dito dengan papa beni bicara tentang bisnis, sedangkan naira dan reyhan hanya diam dan saling pandang dengan tatapan sinis.
__ADS_1