
KEKAISARAN AVIOR.
Kekaisaran yang terbesar dan terkuat, serta kekaisaran yang paling terkenal akan kemakmuran dan kesejahteraan penduduknya. Terletak di utara Benua Orion dan dipimpin oleh seorang Kaisar yang kejam tetapi sangat adil dan bijaksana. Kaisar Arthur De Castillo Avior.
Sang Kaisar memiliki seorang Permaisuri seorang Putra Mahkota tunggal yang nantinya akan menjadi pewaris Tahta.
Kekaisaran avior terbagi dalam empat kerajaan utama. Yaitu, kerajaan Utara, bacaan Timur, kerajaan Selatan, dan kerajaan Barat.
Sedangkan, wilayah kekaisaran bagian timur laut, Tenggara, Barat Daya, dan barat laut dipimpin oleh para bangsawan yang berkuasa di daerah tersebut, di bawah pimpinan kerajaan.
Istana kekaisaran dan ibukota kekaisaran, yaitu ibukota Araeth, berada di tengah keempat dan menjadi pusat dalam menjalankan pemerintahan.
Meskipun keempat kerajaan menjadi bagian dari kekaisaran Avior, namun keempat kerajaan tetap memiliki rajanya masing-masing dan alur pemerintahan yang tidak sepenuhnya diketahui oleh kekaisaran.
Keempat kerajaan juga selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dan terkuat dari kerajaan lain. Tak jarang, beberapa kerajaan saling berselisih, bahkan ada yang sampai berperang.
Namun untungnya, Sang Kaisar selalu berhasil menyelesaikan masalah tersebut. Hingga kedamaian di kekaisaran Avior bisa selalu terjaga seperti saat ini.
••••••••
Kerajaan Selatan, Kekaisaran Avior.
Raizel POV
"..Rai..,Raai..."
"Raizel?!"
Tok, tok, tok.
Aku mengerjapkan mataku perlahan saat mendengar suara seseorang, seorang wanita.
'Siapa.....?ah... benar, itu adalah Ibunda.'
Aku berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya. "Ada apa Ibunda?, apakah sudah terjadi sesuatu?."
Mendengar jawabanku ibunda menghela nafas panjang sambil memegang kepalanya.
"Haaa...., apakah kau bertanya karena kau tidak tahu?, coba lihatlah jam berapa sekarang? Hari ini kau harus melakukan perjalanan ke Academy, Rai."
Aku mengarahkan pandanganku pada jam di dinding dan sedikit terkejut saat melihat pada angka yang ditunjuk jarum jam saat ini. Pukul 6.30 pagi dan 30 menit lagi aku sudah harus siap untuk memulai perjalanan menuju Academy.
"Ah... Ternyata sudah jam segini, maaf Bunda aku tidak menyadarinya tadi."
__ADS_1
Bunda menggelengkan kepala. " Haaa..., sebentar lagi kau akan tinggal di Asrama. Kau harus terbiasa dengan waktu. Bunda hanya mengetes mu tadi, apakah kau bisa mengingatnya atau tidak, dan sekarang Bunda tahu jawabannya, sekarang pergilah mandi dan cepat sarapan." kata Bunda padaku.
Aku mengangguk dan berjalan kearah kamar mandi. Hanya perlu waktu sekitar 10 menit bagiku untuk membersihkan diri.
Aku berpakaian dengan tergesa-gesa. Dan memastikan aku mengikat tali sepatuku dengan benar.
Aku mengecek kembali isi dari dua tas besar yang akan kubawa ke Academy nanti. Bagus, sudah lengkap semua.
Aku membereskan kamarku sebentar sebelum berjalan kearah meja makan. Sesampainya di meja makan, aku melihat Bunda yang sedang menata sarapan di atas meja.
"Pagi Bunda.."
"Pagi Rai, sekarang cepat duduk dan makanlah. Sebentar lagi tuan Marquess akan datang untuk menjemputmu."
"Hmm.."
Aku akan memperkenalkan diriku sebentar. Namaku adalah Raizel Kaiser. Tapi orang-orang terdekatku biasanya memanggilku Rai.
Aku duduk di seberang Bunda dan mulai memakan makanan yang tersedia di atas meja. Seperti biasa, masakan Bunda selalu enak. Kami makan dalam keheningan. Tak membutuhkan waktu lama, kami pun selesai.
Setelah selesai meneguk segelas air, Bunda memanggilku dan menatapku dengan intens.
"Rai, kau ingatkan yang selalu Bunda ceritakan padamu, tentang keluarga kita, tentang asal-usul mu, dan tentang identitas mu yang sebenarnya?"
Bunda menggenggam tanganku erat. "Bunda percayakan segalanya padamu, nak."
Aku mengangguk menenangkan Bunda. "Bunda tenang saja, serahkan semuanya padaku."
Tepat setelah aku mengatakan hal tersebut, terdengar suara ketukan di pintu.
Tok, tok, tok.
Aku berjalan dan membuka pintu rumahku. Ternyata Paman Norman sudah datang.
"Paman."
Paman Norman tersenyum lebar padaku.
"Rai, kau sudah siap?"
"Tentu saja Paman. Aku baru saja selesai sarapan."
Bunda menyusul kami kedepan dan membakan tas ku.
__ADS_1
"Tuan Marquess, saya ucapkan terimakasih atas semua bantuan yang selama ini sudah anda berikan pada kami. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan anda,"ucap sambil tersenyum lembut.
"Tidak usah merasa berhutang budi, Elea. Kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Jadi sesama keluarga bukankah harus saling membantu ?"
Bunda tersenyum. "Anda benar, tuan. Tapi tetap saja, terima kasih."
Paman Norman mengangguk dan menepuk pundak ku pelan.
"Baiklah, ayo kita berangkat Rai. Kau tidak mau terlambat di hari pertamamu bukan?"
"Baik Paman."
Aku menghampiri Bunda dan memeluk Bunda. "Bunda, terima kasih atas perjuangan Bunda selama ini. Rai sangat menyayangi Bunda. Jagalah kesehatan dan tidak usah bekerja dengan berlebihan. Aku pasti akan merindukan Ibunda."
Bunda menangis di bahuku sambil mengusap kepalaku. "Bunda juga sangat menyayangimu, Raizel. Jagalah dirimu baik-baik saat di Academy nanti. Tumbuhlah menjadi pemuda yang kuat dan cerdas. Bunda akan selalu merindukanmu, dan apapun yang terjadi Bunda akan selalu bangga padamu. Sampai bertemu lagi, nak."
Bunda merapikan rambutku dan memelukku erat untuk terakhir kalinya. "Tuan Marquess, saya titipkan Raizel pada anda. Semoga kalian berdua selamat sampai tujuan."
"Tenang saja Elea. Akan ku pastikan Rai sampai di Academy dengan aman."
Akhirnya setelah mengucapkan perpisahan dengan Bunda, aku berjalan kearah kereta kuda dan masuk kedalam bersama Paman Norman. Aku membuka gorden pada jendela kereta dan melambaikan tanganku pada Bunda.
Bunda juga melambaikan tangannya padaku dan mengusap air matanya.
Kereta kuda akhirnya berangkat dan mulai menembus jalanan Desa yang telah dipadati oleh penduduk sekitar. Perjalanan untuk sampai di Academy akan membutuhkan waktu sekitar 3 setengah hari.
Haah.. Perjalanannya cukup membosankan. Untunglah aku membawa cukup banyak buku. Setidaknya dengan membaca buku. Tidak akan terlalu membosankan.
••••••
Academy of Avior, adalah Academy terbesar dan termewah di kekaisaran Avior. Academy ini dikelola langsung oleh kekaisaran, dan letaknya berada di ibukota Araeth.
Academy of Avior terbagi menjadi 3 sistem pendidikan. Yaitu, pendidikan militer untuk para ksatria, pendidikan penyihir, dan pendidikan penyihir petarung. Sekedar informasi, aku akan mendaftar pada pendidikan penyihir petarung.
Academy ini merupakan Academy yang terbuka untuk umum. Keluarga Kerajaan, kalangan bangsawan, dan para rakyat biasa, mereka semua memiliki kesempatan untuk menjadi murid Academy of Avior.
Namun untuk memasuki Academy ini tidaklah mudah. Terdapat tahap penyeleksian yang sangat ketat untuk para calon murid.
Tahap seleksi biasanya berupa sebuah tes untuk melihat sejauh apa kemampuan kami dalam mengendalikan energi mana, elemen dasar, kemampuan fisik serta sihir kami.
Jika lolos seleksi, sudah dipastikan kami akan langsung menjadi murid di Academy of Avior. Namun jika tidak lolos, mungkin bisa mencoba lagi tahun depan.
Para lulusan murid Academy of Avior dipastikan akan menjadi seorang ksatria atau penyihir yang hebat dan biasanya akan langsung direkrut untuk bekerja di kerajaan atau bahkan di Kekaisaran.
__ADS_1
...----------------...