Dark And Light Emperor

Dark And Light Emperor
UJIAN SELEKSI


__ADS_3

Kami beruntung, tersisa waktu semenit sebelum pidato penyambutan dimulai. Aku dan Luce mencari tempat duduk yang kosong. Setelah duduk, kami baru bisa bernafas lega.


Tak lama kemudian, kepala Academy pun memasuki aula diikuti para Master dan Madam lainnya. Seluruh murid yang ada di aula segera fokus dan menghentikan pembicaraan mereka.


"Selamat datang ku ucapkan kepada seluruh calon murid baru Academy of Avior. Saya adalah kepala Academy. Kalian bisa memanggilku Grand Master Harold. Kuharap kalian bisa mempelajari banyak hal di Academy ini. Kami juga akan berusa untuk mendidik kalian agar bisa menjadi penyihir petarung yang hebat dan......"


(Skip)


Itulah segelintir pidato yang kudengar dari kepala Academy. Pidato dilanjutkan oleh wakil kepala Academy.


"Perkenalkan, Nama saya Celine Flostrea. Kalian bisa memanggilku Grand Madam Celine. Saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem seleksi pembelajaran di Academy ini."


" Pertama-tama, kalian akan dibagi ke dalam beberapa kelas kemudian diuji satu-persatu untuk penyeleksian dasar. Penyeleksian tersebut adalah tes fisik serta tes untuk menilai seberapa baik kalian mengendalikan energi mana, elemen dasar, dan sihir kalian."


"Jika pengendalian elemen dasar dan sihir kalian memenuhi kriteria kami, kalian akan lulus tahap seleksi. Sedangkan jika pengendalian elemen dasar kalian cukup baik, tetapi tidak begitu mahir dalam sihir, kalian akan tetap lulus seleksi dengan kelas tambahan di akhir pekan. Namun, jika kalian tidak bisa memenuhi kedua syarat diatas kalian akan langsung di diskualifikasi. Apa kalian mengerti?"


"Mengerti, Grand Madam!"


"Ketika lulus tahap seleksi, kalian akan mendapat pin resmi dan terdaftar sepenuhnya menjadi murid Academy dengan status Level-C. Di Level-C, kami akan memperkuat fisik kalian serta mengajarkan cara mengendalikan energi mana dengan lebih efisien, cara menguasai sihir dengan mudah, dan cara meningkatkan pengendalian elemen kalian."


"Kemudian setelah lulus Level-C, kalian akan lanjut di tahap Level-B. Di Level ini akan diadakan ujian untuk menemukan partner, dan diajarkan cara mengendalikan elemen dan sihir tingkat menengah hingga akhir."


"Kemudian yang terakhir Level-A. Di Level ini kalian akan lebih sering mendapatkan tugas dan misi lapangan. Kalian akan dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas lapangan tersebut dengan baik."


"Jika berhasil melewati seluruh ujian dan tahapan level dengan baik, kalian akan lulus sebagai penyihir Level-A atau bahkan Level-S. Jika kalian gagal menyelesaikan tahap ujian Level-A, maka akan dinyatakan lulus sebagai penyihir Level-B. Sampai disini penjelasannya l, apakah ada yang ingin ditanyakan?"


Aku mengangkat tanganku.


"Ya, silahkan tuan."


"Apakah akan ada ujian setiap kita menaiki level yang baru?"


"Pertanyaan yang bagus. Jawabannya, tentu ada. Tepatnya setiap 6 bulan sekali, akan diadakan ujian kenaikan level. Ujian itu berupa pertarungan murid antar kelas yang akan ditentukan dengan cara undian. Dengan cara itulah kami bisa sejauh mana kemampuan kalian berkembang."


"Bagaimana jika gagal?" tanya ku lagi.

__ADS_1


"Kalian harus tinggal kelas, dan akan mengulang di ujian berikutnya. Tapi kalian harus ingat, kami hanya akan memberi kalian 1 kali kesempatan untuk mengulang di setiap kenaikan level. Jika tetap gagal, kalian akan langsung dikeluarkan."


"Oh dan juga, khusus untuk Level-A terdapat 2 tahapan level yang berbeda, yaitu junior dan senior. Jika berhasil menyelesaikan kedua tahapan dengan baik, kalian bisa mengikuti ujian kelulusan. Ujian kelulusan hanya akan dilaksanakan sekali. Jika gagal, kami tidak akan memberi kalian kesempatan kedua dan kalian akan lulus sebagai penyihir Level-B."


Aku mengangguk. "Baik, terima kasih penjelasannya, Grand Madam."


"Apa ada yang ingin bertanya lagi?"


Seorang lelaki yang duduk tak jauh dariku mengangkat tangannya. "Kapan ujian akan seleksi diadakan?" tanya lelaki tersebut.


Grand Madam tersenyum misterius. "Ujian akan dilaksanakan besok pukul 08.00 pagi. Hari ini kalian bebas untuk beristirahat atau sekedar berkeliling Academy. Jadi nikmati waktu kalian dan persiapkan diri kalian untuk besok. Terima kasih."


Akhirnya acara penyambutan murid selesai. Aku sudah berdiri dan hendak pergi, namun suara Luce yang memanggilku membuat langkahku terhenti.


"Raizeeel!!"


"Hm?"


"Tunggu aku, jalanmu cepat sekali."


Luce berlari menghampiriku dan merangkul bahuku. Aku melirik kearah tangannya yang merangkul bahuku.


"Tidak juga."


"Baiklah!.. Kalau begitu aku bisa merangkul mu?"


"Hm, tentu."


Bukannya tidak nyaman, hanya saja aku tidak terbiasa. Karena tinggal di desa terpencil dulu, hanya Noran lah satu-satunya teman yang kumiliki. Jadi agak sulit bagiku untuk beradaptasi dengan orang baru, terlebih melihat wajahnya itu.., ugh, orang yang tidak tahu mungkin akan berfikir bahwa dia adalah seorang perempuan.


Tak lama kemudian, kami sampai di ruang administrasi dan mengambil barang-barang kami untuk dibawa ke asrama. Setelah itu kami berjalan menuju asrama gedung 1-C dan menaiki tangga untuk sampai di lantai 3.


Kami akhirnya sampai. Luce membuka pintu ruangan dan masuk lebih dulu.


"Wah, ruangannya tidak seburuk yang kupikirkan," ujar Luce senang.

__ADS_1


Saat pertama kali memasuki ruangan, kami disambut oleh sebuah ruang tamu kecil. Terdapat sebuah sofa panjang, meja, rak buku, meja belajar, dan perlengkapan lainnya. Terdapat dua kamar tidur di ruangan ini. Kamar pertama berada di bagian kanan, sedangkan kamar kedua di bagian kiri.


Aku berjalan menuju kamar bagian kiri, karena aku lebih dekat dengan kamar tersebut.


Begitu aku membuka kamar, terdapat sebuah ranjang dengan ukuran mini, sebuah lemari pakaian dan toilet kecil di ujung kamar. Hm, kamarnya sederhana dan nyaman.


Yah kurasa aku akan betah disini. Aku melihat kearah jam dinding, pukul 01.00 siang. Aku memutuskan untuk mandi sejenak karena perjalanan panjang tadi membuatku berkeringat. Setelah selesai mandi, aku merebahkan diriku di ranjang.


Akan kutemui Noran setelah tidur sebentar. Semoga tak ada yang menggang--


"Raizeeel!!"


Ah, aku lupa kalau aku tidak sendiri.


"Raizel, ayo kita jalan-jalan keliling Academy!!" ujar Luce bersemangat.


"Aku mengantuk, kau pergi sendiri saja," jawabku lesu.


"Apa kau tidak penasaran dengan asrama perempuan? Hei!"


"Mungkin kau bahkan bisa bertemu jodohmu disana, Raizeeel..."


"Raizel kau tidur?" Luce membalik tubuhku, aku pun langsung menutup mataku.


"Haah.., mau bagaimana lagi..."


Setelah mendengar suara pintu tertutup aku membuka mataku.


"Maaf Luce, sampai bertemu sore nanti."


••••••


Aku menguap sebentar. Kulihat jam di dinding telah menunjuk angka empat. Itu berarti aku tertidur selama tiga jam. Aku bangun dari tidurku dan membasuh wajahku.


Aku keluar dari kamar dan tak menemukan Luce di manapun. Mungkin dia masih jalan-jalan keliling Academy.

__ADS_1


Aku memutuskan untuk berjalan-jalan keluar dan menghirup udara segar sejenak. Aku turun ke lantai satu dan melihat banyak murid yang berlalu lalang.


...----------------...


__ADS_2