
Ramai sekali. Di setiap sudut tempat terasa ramai dan menyesakkan.
Aku meneruskan perjalanan ku menuju tempat yang cukup jauh dari keramaian, hingga akhirnya aku sampai di sebuah taman. Sepertinya ini adalah taman belakang Academy.
Setelah diperhatikan baik-baik, tak ada satupun murid yang berada di sini. Mungkin karena letaknya yang cukup jauh dan memutar kebelakang, jadi tak banyak orang yang datang. Padahal jika dilihat-lihat, taman ini tidak kalah dengan taman lain yang ada di Academy.
Sebenarnya, terdapat 3 taman di Academy of Avior.
Taman pertama, ada di samping kanan Academy. Taman ini cukup mewah. Terdapat air mancur kecil dan disekitar taman dipenuhi oleh berbagai macam bunga. Kemudian dihalaman samping kiri. Taman disana ditumbuhi oleh berbagai tanaman herbal. Terakhir, taman dihalaman belakang Academy. Taman ini lebih banyak ditumbuhi pepohonan hijau dan rindang.
Hm, kurasa mulai sekarang aku akan lebih sering datang kesini, suasananya sejuk dan menenangkan. Tapi yang lebih utama, taman ini tidak ramai.
Aku duduk di satu-satunya bangku yang tersedia dibawah pohon rindang dan menikmati angin yang berhembus. Aku memejamkan mataku menikmati suasana yang tenang ini.
Sampai sebuah suara terdengar dan memecah ketenangan ku.
"Minggir."
Aku mengernyitkan dahi ku, mendengar suara perempuan yang tiba-tiba sudah berada di hadapanku. Nada bicaranya dingin dan memerintah. Auranya pun dingin dan mengintimidasi.
Perempuan itu masih berdiri di hadapanku dan menatapku datar.
"....Siapa?"
Dia tidak menjawab pertanyaan ku dan malah menarik tanganku agar bangkit.
"Ini bangku milikku, menyingkir lah," ujarnya memerintah.
Aku menarik kembali tanganku. "Kau.. Tidak menjawab pertanyaan ku. Lagipula sudah pasti bangku ini milik Academy, bukan milikmu."
"Kau tidak tahu siapa aku?" tanya nya.
Aku menatapnya lama. "Kalau aku tahu, aku tidak perlu bertanya padamu."
Sungguh orang yang aneh. Aku bangun dan berjalan pergi. Aku tidak ingin berdebat saat ini.
Saat hendak pergi, perempuan ini tiba-tiba menarik pergelangan tanganku dan menahan pergerakan ku. "Jangan pernah kemari lagi atau kau akan rasakan akibatnya!" teriaknya di depanku.
"Kau mengancam ku?"
Dia menyeringai. "Heh!.. Menurutmu?"
Aku menghempaskan tangannya dariku. Namun perempuan ini lagi-lagi menarik tanganku dan hampir terpeleset jatuh jika saja aku tidak menahan tubuhnya.
"Hei! Kau gila ya?" teriaknya marah.
"Apa kau murid baru?" lanjutnya.
"Apa aku harus menjawab pertanyaanmu?"
Tanpa mempedulikan responnya, aku segera berjalan pergi.
Setelah kepergian Raizel, perempuan tadi cemberut. Ini kali pertama dia bertemu seseorang yang begitu berani, padahal sejak tadi dia sudah mengeluarkan aura yang begitu mematikan.
Raizel sangat berbeda dengan orang-orang yang selama ini dia temui, yang bahkan tidak bisa berkutik jika dia mengeluarkan aura nya.
__ADS_1
"Hmp."
•••••
Saat hendak memasuki asrama, ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang.
Aku berbalik dan reflek menyerang, namun serangan ku ditepis oleh seseorang.
"Noran."
Ternyata yang menepuk pundakku adalah Noran. "Haha.. Saudaraku aku sangat merindukanmu," ujar Noran sambil menepuk punggungku dengan keras.
"Aku baru saja ingin mencari mu. Tapi kau tidak memberitahuku kemana harus mencari mu, Noran."
Noran tertawa kencang. "Hahaha, kau banyak berubah ya? Bukankah kau sangat kecil dulu. Padahal baru setahun kita tidak bertemu,"
"Hm, benarkah? Bukankah dulu kau lebih tinggi dariku. Padahal sudah setahun kita tidak bertemu, tapi kau tidak banyak berubah ya?"
"Ugh.., kau harus berhati-hati saat berjalan ditengah malam Rai, mulutmu akan membuatmu dalam masalah."
"Hm, aku tahu."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita lanjutkan mengobrol sambil berkeliling. Aku yakin kau belum mengetahui banyak tempat disini," tawar Noran sambil merangkul bahuku.
Aku mengangguk. Banyak tempat juga yang belum aku kunjungi.
Sambil berjalan, Noran mulai menjelaskan tempat-tempat yang ada di Academy. Kami mengelilingi hampir seluruh Academy dan berakhir di ruang makan. Karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, kami memutuskan untuk makan malam sebentar.
Karena di asrama tidak disediakan dapur, kami makan di ruang makan Academy yang bersebelahan dengan kantin. Ruang makan dibuka setiap saat, namun makanan hanya disediakan saat jam makan tertentu. Jika kita lapar saat jam makan belum tiba, maka kita harus membelinya di kantin.
Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, kami berdua tidak berbicara saat sedang makan. Kami akhirnya menyelesaikan makan kami dan mulai mengobrol sebentar, Noran berkata bahwa dia akan datang mengunjungi ku jika ada waktu luang.
••••••
Ujian seleksi pun akhirnya tiba. Pukul 07.00 seluruh calon murid baru sudah berada di aula untuk pemilihan kelas yang akan ditentukan dengan cara di undi. Kami akan maju satu-persatu dan mengambil sebuah kertas kecil yang telah dipersiapkan di dalam sebuah kotak kaca.
Di dalam kertas tersebut akan ada nama kelas yang akan kami tempati nantinya.
Para murid pun mulai maju satu-persatu dari tempat duduk paling depan. Saat tiba giliran ku, aku mengambil kertas kecil itu dengan cepat. Saat ku buka, ternyata aku mendapat kelas C-1.
"Wah, Raizel kita sekelas rupanya," ungkap Luce yang duduk di sampingku.
Aku hanya mengangguk untuk menanggapi nya.
Setelah setiap murid mendapatkan kelasnya masing-masing. Kami pun diarahkan menuju kelas. Terdapat 5 kelas saat ini untuk para murid baru. Dari C-1 hingga C-5. Setiap kelas terisi oleh 30 orang.
Tak berselang lama setelah kami memasuki kelas, seorang Master yang akan menjadi wali kelas kami pun tiba.
"Selamat pagi, namaku Nick Gerald. Kalian bisa memanggilku Master Nick. Aku akan menjadi wali kelas untuk kelas C-1, dan aku juga yang akan mengetes kalian untuk seleksi hari ini."
Master Nick terdiam sesaat dan menatap kami datar.
"Aku tidak akan banyak basa-basi. Silahkan maju dari murid paling belakang. Perkenalkan nama, elemen, dan sihir yang dapat kalian kuasai. Kemudian tunjukkan seberapa baik kalian mengendalikan elemen tersebut padaku. Maka aku akan memutuskan kalian pantas atau tidak untuk berada di kelas ini," ujarnya dengan nada yang sangat datar.
Murid pertama maju dan menunjukkan elemen nya berupa elemen air dan telekinesis yang ia kuasai. Dia lolos dan mendapat pin Academy. Yang artinya dia telah resmi menjadi murid Academy.
__ADS_1
Murid lain mulai maju satu-persatu dan menunjukkan kemampuannya masing-masing.
Hingga tiba saatnya giliran ku. Aku berdiri dari kursi, berjalan ke depan kelas dan memperkenalkan diriku.
"Raizel Kaiser. Elemen api dan air. Sihir teleportasi dan healing."
Aku mengeluarkan elemen ku dan membuat bola api ditangan kanan ku lalu bola air ditangan kiri ku. Bola api dan air ditangan ku sangat seimbang dan sempurna.
Master Nick dan beberapa murid nampak terkagum dengan keahlian ku. Setelah itu, aku mulai merapal mantra untuk berteleportasi dari depan kelas kebelakang kelas, setelah itu kembali lagi ke depan kelas.
Terakhir, aku menggores lenganku dan menyembuhkan nya dengan cepat menggunakan sihir healing.
Tepukan tangan terdengar.
"Luar biasa Raizel, kau sangat berbakat. Kau bisa mengendalikan energi mana milikmu dengan sangat baik, sehingga elemen yang kau keluarkan sangat stabil. Sihir mu juga sangat baik. Kau lulus," ungkap Master Nick dengan suara datar.
Sedikit informasi, para penyihir memiliki energi mana ditubuh mereka sejak lahir, yang akan digunakan untuk mengeluarkan elemen maupun sihir.
Tingkat energi mana penyihir akan mempengaruhi seberapa kuat mereka. Seberapa kuat elemen yang dikeluarkan, atau seberapa tinggi tingkat sihir yang dikeluarkan, akan sangat mempengaruhi seberapa banyak energi mana yang akan terkuras.
Dan memiliki elemen ganda adalah hal yang termasuk langka. Sihir teleportasi dan sihir healing termasuk sihir tingkat menengah, karena itulah Master Nick berkata kalau aku berbakat.
"Terima kasih, Master."
Master Nick memberi ku pin Academy. Ujian seleksi pun berlanjut.
Kali ini giliran Luce yang maju kedepan.
"Namaku Lucius Harivein. Elemen air dan sihir recovery."
Luce menunjukkan kemampuan elemen nya, kemudian dia menunjukkan sihirnya. Sihir recovery adalah sihir yang dapat mengembalikan sebuah benda mati yang telah hancur atau rusak kembali seperti sediakala.
Luce mengambil vas bunga yang berada di atas meja Master Nick dan membantingnya hingga pecah berkeping-keping. Kemudian dia mulai merapal mantra dan vas bunga tersebut kembali seperti sediakala.
Luce juga lulus tahap seleksi.
"selamat," ucapku pada Luce yang saat ini sudah duduk di sampingku.
"Haha, aku gugup sekali tadi. Selamat untukmu juga Rai."
Ujian seleksi kelas C-1 berakhir dengan 8 orang dinyatakan tidak lulus dan 22 orang lulus.
Kelas dibubarkan dan akan dilanjutkan keesokan harinya saat semua murid telah terdaftar sepenuhnya.
...----------------...
Note:
Sebelum memasuki Academy sihir dan elemen, anak-anak di Academy Avior akan belajar di Academy ilmu pengetahuan biasa. Umumnya sejak umur 12-17 tahun. Disana mereka akan belajar tentang ilmu pengetahuan umum dan tata Krama umum yang diperlukan untuk profesi pada umumnya.
Academy ini tersebar luas di seluruh penjuru Kekaisaran, jadi tidak perlu tinggal di asrama.
Lalu untuk sihir dan elemen. Sebelum masuk Academy, anak-anak biasanya akan diajarkan oleh guru privat yang disewa, ataupun anggota keluarga langsung.
Intinya sebelum masuk Academy, mereka setidaknya harus bisa mengendalikan energi mana serta mengendalikan elemen dasar mereka.
__ADS_1
Selain penyihir, ada juga kaum non-penyihir yang terlahir tanpa mana di Kekaisaran Avior . Sebagian besar adalah rakyat biasa.