
Terheran-heran kuperhatikan, dengan langkah yang santai pimpinan personel tersebut berjalan mendekat ke mobil van hitam itu. Tanpa menunjukkan ekspresi takut, ataupun siaga mengantisipasi ancaman serangan.
Diluar gerbang BRS kulihat tim medis mengangkut petugas keamanan Bank yang tak bergerak di atas tandu, segera saja mereka bawa masuk ke dalam mobil Ambulan. tak jelas bagiku apakah Security Bank itu masih hidup atau tak terselamatkan.
*** dari pintu Lobby BRS ***
Di sudut gelap pagar beton Bank seorang pemuda memperhatikan adegan demi adegan yang membuatnya makin bertanya-tanya. Pemuda itu bernama Mandala seorang staff administrasi yang telah mengabdi 7 tahun di kantor Pemkot Sarikarto.
Berjibaku dengan file dan pengarsipan yang begitu banyak dan melelahkan namun dipandang sebelah mata, pegawai honorer yang berharap suatu saat bisa menjadi Pegawai Sipil Negara. Menjadi PSN memang diimpikan semua orang, alasan Mandala masih bertahan berjuang dalam kondisi yang berat. masih mengenakan kemeja kerjanya ditutup jaket kulit hitam ia terus mengawasi apa yang sedang terjadi.
AKP Suseno Wardana, Pimpinan Polisi yang sejak tadi diperhatikan Mandala menghentikan langkahnya disamping pintu kemudi mobil van hitam yang terparkir dengan mesin menyala. Tidak ada pergerakan dari dalam, jelas nampak ada pengemudi di dalamnya hanya diam disitu acuh terhadap semua polisi yang mengepungnya serta pimpinan polisi di samping mobil yang ia kendarai.
"huh, lagi-lagi bikin onar dasar tak tahu diuntung." Gumam AKP Wardana menahan emosi.
beberapa saat berselang keluar 4 orang berpakaian hitam mengenakan masker fullface dari dalam gedung BRS. Tiap orang menenteng tas besar nampak penuh dan berat sekali mereka jinjing. Langkah mereka terhenti saat menyadari begitu banyak polisi yang mengepung menutup akses keluar dari Bank Rakyat Sarikarto.
"Ndan war... ono opo iki .. aku mau lewat... pake acara kepung-kepungan segala" ujar salah satu perampok yang langsung mengenali pimpinan polisi di hadapannya.
Lukas Prakoso, sosok pimpinan kelompok preman yang dinaungi sindikat premanisme paling dominan di Sarikarto. Sosoknya sangat mudah dikenali, jangkung berkulit coklat gelap, rambutnya yang gondrong panjang sepundak dan tato bergambar ular kobra melilit di tangan kirinya. Sudah rahasia umum ia adalah orang berpengaruh di sindikat preman terbesar itu, tak heran Prakoso selalu lolos dari penangkapan pihak berwenang.
__ADS_1
"Dasar sampah, tindakan macam apa ini, kalian bakal habis sekarang.. ini sudah melanggar perjanjian paham kau Prakoso?" bentak AKP Wardana dengan suara lantang.
"oh.. tenang ndan,, kau kira aku tak tahu perjanjian itu!?" timpal Prakoso.
"lalu.. kenapa kalian membuat keonaran bahkan merampok BRS?" tanya AKP Wardana emosi.
"Tanya saja walikota mu itu.. sudah setor belum uang keamanan ke bos kami??" Prakoso menjawab dengan santai.
"itu urusan kalian dengan walikota, di sini kalian masuk wilayah hukum Polrestabes Sarikarto, dan kalian akan ku tangkap!" AKP wardana mengancam
"SEMUA BERSIAP.." perintah AKP Wardana
"SIAP PAK!!" Jawab seluruh personel polisi serentak.
"kamu serius mau menangkap kami? kamu berani bertanggung jawab jika Sarikarto bakal hancur karena tindakanmu ndan?" Gertak Prakoso mengulur waktu.
"Apa maksudmu prakoso?" AKP Wardana bertanya-tanya.
dan
"Zzzzzzzzt zzzzzt... zzzzzt..."
__ADS_1
Getaran telepon genggam kapten Wardana terdengar kencang.
segera ia periksa siapakah yang menghubungi disaat penting seperti ini.
"Kapolres Sarikarto?"... gumamnya pelan terkaget.
"Selamat malam pak, lapor kami sedang melakukan penyergapan perampok BRS pak.." Kapten berkomunikasi dengan Kapolres Sarikarto.
Selang beberapa saat
" tapi pak.." jawab AKP Wardana kemudian terdiam seperti mendengarkan perintah yang tidak disukainya.
"baik, pak.. siap laksanakan" jawab AKP wardana dengan intonasi agak datar, sembari menatap dalam mata Prakoso..
Senyum terkembang di bibir Prakoso..
dengan satu gerakan tangan AKP Wardana .. seluruh pasukan menurunkan bidikan Senjatanya.
dan..
"HAHAHAHAHAHAHA..., sudah kubilang ndan war.. woles aja lak wes.. biar tidak ada yang terluka" ujar Prakoso begitu sombongnya..
__ADS_1
Percakapan mereka terdengar oleh Mandala, entah apa yang yang difikirkannya, sedang dahinya mengernyit dalam...
*T**o be Continued* ...