Darkside Of Pahlawan

Darkside Of Pahlawan
Sang Vigilante


__ADS_3

Entah apa yang telah diperintahkan oleh Kapolres, AKP Wardana balik badan berjalan menuju mobilnya, di depan pintu mobil ia memanggil dan memberi instruksi kepada bawahannya.


" Siap Laksanakan, pak! " jawab personel polisi itu.


Segera ia memberi isyarat taktis kepada seluruh personel untuk membuka barikade. Para Personel segera membuka kepungan mereka, mengambil posisi siaga di bagian kanan dan kiri gerbang BRS.


" Sialan, kuat sekali pengaruh Boss Prakoso, begundal kampung itu kini seperti Boss mafia saja, huhh " gerutu AKP Wardana dalam hati sambil menutup pintu mobilnya.


" cepat! bawa masuk uangnya kita cabut " perintah prakoso kepada perampok lain.


Setelah ketiga orang perampok memasukkan tas yang mereka bawa kedalam mobil, prakoso menyerahkan dua tas yang ditentengnya untuk dimasukkan.


"cepat masuk semua,, cepat!" ujar prakoso sambil mengawasi kondisi dan memerhatikan para polisi yang sudah membukakan jalan untuk mereka.


***Mandala POV***


"Ada apa ini? kenapa mereka tidak ditangkap????" gumamku dalam hati.


Para perampok malah mulai masuk kedalam mobil van hitam itu. Kenapa malah polisi membuka kepungan mereka dan memberi jalan? kenapa ? apakah ada kong-kalikong perampok itu dengan kepolisian? apakah perampok yang tadi bicara dengan pimpinan polisi tadi?. aku tahu perampok itu,, ya betul.. badan jangkung dan tato naga itu..


apa betul.. atau ada sandera atau ancaman lain.. kudengar tadi dia mengancam Sarikarto bakal hancur.. tapi mereka kriminal.. harusnya ditangkap.. sialan..


"Aargh" aku mengeluarkan emosiku sambil memukul tembok pagar Bank.


" klontang .. prang " ternyata ada tumpukan kaleng di sampingku terpukul dan jatuh ke trotoar.

__ADS_1


Waduh bahaya bisa-bisa ada yang tahu posisiku..


***Dari depan BRS***


" Apa itu ?? " prakoso kaget mendengar ada benda jatuh.


segera ia pasang Gogel yang ia ikatkan diatas kepalanya. Prakoso menekan tombol di samping gogle untuk menyalakan night vision. ia tengok sumber suara benda jatuh dipojok pagar bank.


" Lhoh kurang ajar, ada warga sipil disitu" ujar prakoso kaget.


" Kalian jalan dulu! aku harus bereskan satu curut yang melihat kita". perintah prakoso.


Dan mobil van itu pun tancap gas keluar gerbang menuju jalan pahlawan dan belok ke kiri untuk keluar dari pusat kota Sarikarto.


Ia menekan tombol pada alat di samping pahanya.. dan beberapa lampu indikator Led menyala. ternyata exoskeleton! alat berupa rangka-luar penambah kekuatan yang dipasang di kakinya. Luar biasa teknologi yang ia kenakan bahkan Tentara Republik Javanesia belum menggunakan teknologi exoskeleton suit. hanya negara adidaya seperti Amerika, Rusia dan Jerman yang sudah menggunakan teknologi ini.


"zzzzzzt.... '' terdengar suara mesin yg sedang mengisi tenaga.


sementara itu,


Segera setelah Mobil Perampok melaju keluar Bank,, 4 mobil barakuda mengejar 30 detik berselang memberi mereka waktu untuk jalan duluan.


berbelok ke kiri di jalan Pattimura menuju arah barat diikuti 4 mobil barakuda dengan sirine yang nyaring. mobil pemadam bersiap masuk untuk memadamkan bagian belakang gedung BRS yang terbakar dan masih mengepulkan asap.


Saat adegan mirip kejar-kejaran berlangsung di jalan Pattimura mobil van itu tiba- tiba disorot lampu dari atas..

__ADS_1


ternyata Helikopter SNN, Sarikarto News Network, Chanel Berita Media Televisi nomor wahid di sarikarto. Berita yang tayang di SNN selalu diamini dan otomatis menjadi fakta bagi warga Sarikarto. Nampaknya SNN tahu mana yang boleh diliput dan mana yang Rakyat Sarikarto tidak boleh tahu.


"zzt..." mesin exoskeleton Prakoso berhenti mendengung, berganti suara semacam motor kecil melakukan konfigurasi mengencang dan mengendurkan beberapa bagian untuk menyesuaikan postur Prakoso. ia menatap dalam-dalam mangsanya yg terlihat jelas menggunakan gogel nightvission nya.


*** Mandala POV ***


Mereka semua sudah pergi, tapi kenapa satu orang itu tidak pergi?. Ada cahaya merah menyala keluar dari tutup matanya, sial ... dia menatapku dia memakai kacamata inframerah, dia menghadap kearahku. aku harus lari.


segera aku ber balik badan dan berlari sekuat tenaga..


tiba-tiba ...


" Krakkk !!!! " suara benda keras pecah terdengar di belakangku.


Tanpa berhenti berlari aku menoleh, ternyata perampok itu..!!! bagaimana bisa??


dia sudah berdiri di atas pagar beton yang retak mengeluarkan debu dan tercecer pecahannya di bawah pagar beton. Sepertinya dia melompat dengan sekali lompatan dari depan pintu masuk Bank keatas Pagar yang berjarak 10 meter lebih, bagaimana mungkin??? kulihat dia memandang ku dan mengambil ancang-ancang untuk lompatan berikutnya.


" Jangan lari kau curut got! " teriak perampok itu.


" Sialan bagaimana ini, apa aku akan mati disini " aku mengeluh dalam hati.


Bagai dikejar monster, sekuat tenaga aku berlari, benar-benar nyawaku taruhannya. jika sampai aku tidak bisa lolos dari perampok ini, apa yang akan terjadi ...


to be continued ...

__ADS_1


__ADS_2