
Om-Mirza memarkirkan mobilnya dihalaman depan,Virhan pun turun diikuti Om-Mirza,Om-Mirza pun mendekat ke arah Sisi.
"Eh Om mau ngapain"tanya Virhan seakan takut bila Om Mirza melakukan sesuatu yang tidak senonoh
"Om mau gendong Sisi inikan udah nyampe rumah"jawabnya tenang
"Om gak perlu gendong Sisi,biar gua aja yang gendong,Om-Mirza masukin mobil aja ke garasi"Ucap Virhan,Virhan pun segera mengangkat tubuh Sisi ala Bridle Style,yang ia rasa tubuh Sisi itu tidak berat namun juga tidak seringan yang ia bayangkan.
Sementara itu Om-Mirza lekas masuk kembali kedalam Mobil dan menstater,tidak lama ia pun memasukan mobilnya ke Garasi.
※※※※
Tengah Malam saat semua orang sedang tidur termasuk Om-Mirza,ia sedang merehatkan badannya di atas kasur empuk,tanpa sepengetahuan Om-Mirza,Virhan berjalan ke arah Kamar Sisi,rasanya bila ia tidak memeluk Sisi saat tidur ia seakan ada yang kurang,mungkin memeluk Sisi sembari tidur adalah kebiasaan barunya,saat sampai di kamar Sisi.
Virhan membuka pintu kamar dengan pelan seakan-akan takut ia ketahuan(ya memang takut,kalau gak takut kenapa mesti tengah malam)dengan perlahan Virhan mendekati ranjang,melihat Sisi yang sedang tertidur dengan pulasnya,ia kemudian semakin mendekat me arah wajah Sisi dan
Plepp Virhan menempelkan bibirnya di Bibir Sisi,ia hanya menempelkan bibirnya ke bibir Sisi karna takut jika ia menciumnya Sisi menjadi terbangun dan Virhan yang disalahkan karna menggangu istirahat orang,ia kemudian naik keranjang dan dipeluknya tubuh Sisi mengecup kening Sisi sekilas dan berucap pelan
"Good Night my angel"ucap nya dengan nada suara yang pelan,Virhan pun akhirnya ikut terlelap.
※※※※
Mentari telah menampakan wujudnya,Pagi ini Sisi sangat bersemangat karna ia akan di tes untuk apakah ia bisa masuk ke Sekolah SMA atau tidak,Sementara Virhan sudah berangkat sekolah dari 1 jam yang lalu.
"Si,udah belum ayo kita berangkat,takutnya nanti udah keburu siang"teriak Om-Mirza yang suaranya menggema di setiap ruangan
"iya Om"Teriak Sisi yang berasal dari kamarnya,tak berselang lama Sisi pun keluar menggunakan Celana panjang hitam dan baju putih tampak sangat Cantik dan elegan bila dipakai oleh Sisi.
"ayo Om,Sisi udah siap"Ucap Sisi,mereka pun berjalan menuju ke arah Mobil yang sudah diparkirkan oleh Om-Mirza tadi,mereka memasuki Mobil tersebut,dengan Om-Mirza yang menyetir sementara Sisi di sebelahnya.
__ADS_1
Setelah cukup lama mengendarai Mobil,mungkin sekitar 45 menitan mereka sampai di sebuah gedung yang bertingkat tiga,mereka pun berhenti di tempat parkiran,setelah serasa memarkirkan Mobil,Sisi dan Om-Mirza pun turun dari mobil,mereka berjalan ke arah pintu masuk dengan Om-Mirza berjalan di depan sementara Sisi hanya mengikuti saja.
Saat mereka sampai di ruangan yang bertuliskan Prof.Hadi,mereka berhenti disana dan Om-Mirza dengan segera mengetuk pintu.
"tuk,tuk,tuk"suara pintu di ketuk
"masuk"ucap suara seorang pria yang sangat bagus
Om-Mirza pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut diikuti Sisi di belakang,saat masuk baru terlihatlah seorang pria yang mungkin seumuran dengan Om-Mirza sedang duduk sambil menulis sesuatu di buku Agendanya.
"Ekhemmm"deheman Om-Mirza membuat pria itu menoleh ke arahnya
"Mirza,loe beneran Mirza kan"tanya pria tersebut memastikan
"iya ini gua Mirza,ah elo mah baru juga gak ketemu setahun udah lupa aja sama wajah gua"ucapnya pada pria tadi
"Eh loe ama siapa ke sini"tanya pria tadi penasaran karna Mirza membawa seorang gadis bersamanya
"Sisil prisila,biasa di panggil Sisi
"Randy Naufal,panggil aja Randy
"iya Om-Randy"ucap Sisi
"jangan Om dong kakak aja Saya tidak setua Mirza kok"ucap Randy
"Oh,baiklah kalau begitu"ucap Sisi
Setelah usai dengan perkenalan Sisi dan Om-Mirza yang notabenenya tamu itupun langsung disuruh untuk duduk di sofa di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"jadi ada apa nih kalian datang ke sini?"ucap Randy to the point,karna ia sama kaya Mirza gak suka basa-basi
"Oke,kita mulai,sebenernya gua datang kesini tuh buat minta bantuan dari lo,lo kan punya Sekolah tuh,Sekolah yang ditempati ama ponakan gue itu,nah gue mau lo masukin Sisi ke sekolah itu,tapi gak punya surat pengantar,Sisi sama orang tuanya kecelakaan dan yang selamat cuma Sisi,bisa kan lo bantu gua"ucap Om-Mirza panjang kali lebar.
"Ya gue bisa aja sih,tapi Sisi harus tes IQ,lo tau sendiri kan sekolah Bokap gua yang sekarang milik gua itu bergengsi Internasional,jadi bagaimana lo setuju,tapi kalau IQ nya rendah maaf-maaf deh ya"tanya Randy memastikan
"Oke gue setuju,gue tau kok Sisi itu anaknya Cerdas"ucap Om-Mirza yakin,setelah itu ia meminta kepada Mirza dan Sisi untuk mengikutinya,mereka pun hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh Randy,ia membawa Mirza dan Sisi ke ruang pengetesan IQ,disana terdapat ruang yang entah apa dan bagaimana bentuknya.
Sisi pun disuruh masuk oleh Randy sementara Mirza hanya menunggu,ia menunggu untuk waktu yang lumayan lama,dari luar ia hanya mendengar pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh Randy dan di jawab oleh Sisi.
Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya Randy dan Sisi keluar,Sisi keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tidak senang,sementara raut wajah Randy serasa terkejut dan tak percaya.
"kenapa Si,kok mukanya di tekuk gitu"tanya Om-Mirza penasaran
"itu tadi Sisi salah jawab dua pertanyaan,padahal kan Sisi udah berusaha untuk tidak salah jawab pertanyaannya tapi masih aja salah"ucapnya Sedih
"Apaan kamu ituh Si masa salah dua pertanyaan aja kamu mau nangis,kamu itu ber IQ 200 Si,tapi apa kamu malah sedih aneh deh orang kan harusnya senang ini malah sedih,ni ya om kasih tahu Mirza aja gak setinggi kamu loh IQ nya tapi dia tetep merasa bangga "ucap Randy menjelaskan kepada Sisi
"beneran Ran,Sisi IQ nya 200,gak nyangka gue kira bakal lebih rendah dari Virhan eh,ternyata kamu lebih tinggi"ucap Om-Mirza yang berhasil membuat Sisi berhenti menangis dan mendongak kearah Om-Mirza dan dengan cepat menanyakan tentang Virhan
"Emangnya IQ Virhan berapa Om"tanya Sisi penasaran
"195"jawab Om-Mirza yang langsung membuat raut wajah Sisi berubah
"Yey,aku lebih tinggi dari Virhan IQ nya nanti pamer ah"ucap Sisi yang membuat dua pria dihadapannya itu menggeleng-gelengkan kepala mereka,soalnya mereka sekarang tau mengapa Sisi salah dua pertanyaan kayak mau nangis,ternyata mau buat pamer ke Virhan.
※※※※
udah dulu ya ceritanya sampai disini dulu **Assalamualaikum.
__ADS_1
Aku juga mau ngingetin kalian kalo kalian itu jangan jangan sampe lupa untuk nge like terus klik favorit dan jangan lupa buat Vote aku untuk dukung Author ini punya penghasilan,Kuota Author menipis ok jangan lupa ya.........
Bye-Bye Readers ku,sampai jumpa lagi besok dadahhhh**......