Day To Story

Day To Story
_One_


__ADS_3

AnnasyaNfza


Lain kali aja, gue mau jemput bang Alvino di bandara


"Nasya bohong" kata Author


Cwok Laknat!


Ooo, ya udah gak papa. LOVE YOU:*


Read


"Huft, benar ngga ya pilihan gue," ucap Nasya masih bimbang. "Tapi, kenapa ya tadi aku masih deg degan chatan sama dia. Kan aku udah move on?" ucap Nasya ngomong sendiri.


"NASYA!! turun kita makan," kata ibunya.


SKIP DIRUANG MAKAN\=>


"Yah, baru pulang?" Tanya Nasya. "Baru aja tadi," jawab ayahnya yang bernama Bramani Carlos.


"Bang, loe kok udah pulang dari jepang?" Tanya Nasya penasaran. "lagi libur dek," kata Alvino dan Nasya hanya beroh ria.


"Shh ... diam makan dulu baru ngomong!" kata bundanya mengomel.


\*\*\*\*\*


Tok ... Tok ...


"Bang, Nasya masuk ya?" tanya Nasya. "iya, masuk aja gak dikunci," kata Alvino memperoleh Nasya.


"Bang, aku boleh cerita gak?" Tanya Nasya dan Alvino mengganguk. "Abang, masih ingat gak putra?" Tanya Nasya.


"iya, kenapa dek?" Tanya Alvino heran. "Dia, balik lagi bang." ucap Nasya. "Balik kemana?


" tanya Alvino abangnya.


"Dia pindah ke sekolah Nasya sekarang," kata Nasya cemas."Sabar, aja dek," kata Alvino dengan cemas karena takut adek kesayangannya sakit hati.


"Awas aja loe, Putra kalok sampai loe nyakitin adek gue. Gue yang bakal maju duluan!!" batin Alvino.


"Bang, aku kekamar dulu mau bobo ala princes," kata Nasya dengan cengir.


"Hilih, padahal kayak dugong mau beranak," kata Alvino mengejek dan Nasya mengerucutkan bibirnya.


"Ngga, usah dimaju majuin tuh mulut, udah jelek malah ditambahin jelek HAHAHA," kata Alvino.


"Punya abang laknat bisanya bikin orang kesel!" gumamnya.


\*\*\*\*\*


Nasya pun langsung segera membasuh buka dan mengosok giginya. Ia pun berbaring di tempat tidur kesayangannya dan terlelap dalam mimpinya yang indah.


Kringg ... Kring ... alarm berbunyi


Tok ... Tok ...


"Nasya bangun!! Nasya tau ini suara siapa. Ini suara Alvino. "Sya, bangun kalok ngga gue siram loe pakek air!"kata sambil memicingkan senyuman Alvino mengingatkan.


"Satu ... dua ... ti ..," kata Alvino belum selesai Nasya pun langsung ke kamar mandi.


\*\*\*\*\*


"Bun, aku berangkat dulu," kata Nasya. "Selesaikan dulu makanannya" ucap bundanya.


"Nanti aja bun, Nasya udah mau telat," kata Nasya sambil salim. "Bye bye bun" ucap Nasya.


Tok ...Tok ... Nasya pun membukakan pintu. "Na, bareng gue yuk" kata Putra. "Sya, siapa tadi?oh, Putra lama gak ketemu ya," kata bundanya.


"Tante, boleh tidak bareng ke sekolah sama Nasya" kata cowok itu. "Oh, iya bawa aja Nasya sekalian jagainnya," kata bundanya.


"Siyapp, tan" kata Putra sambil nyegir dan Nasya hanya bisa menghela napas panjang.


\*\*\*\*\*


"*Omgggg, Putra ganteng banget!"


"Ngga, nyesel gua sekolah disini*"

__ADS_1


"Putra, mau gak jadi cowok gue*"


"Baru sehari pindah udah banyak aja yang kenal dia," Nasya mendengus kecil. "loe, kenapa kok mendengus kecil? " tanya Putra heran.


"Gua, mau ke kelas dulu. Byee" kata Nasya pergi dari sana. "Na, bareng. Kita kan sekelas," kata Putra sambil mengejar Nasya.


"Ciee, berdua asyikkk tuh," kata Aqila meledek Nasya. "Apa sih, gua lagi males ngomong!" kata Nasya kesel.


"Na, nanti pulang bareng ya?" tanya Putra sambil mengikuti gerak-gerik Nasya. "Ogah, gua pulang sama loe," kata Nasya judes sambil jalan dengan cepat.


"Tadi kan tante bilang jagain kamu. Nanti bilang tante aja deh," kata Putra mengingatkan sambil nyengir. "iya iya, loe tuh dasar pengaduan," kata Nasya kesel.


"Qil, dimana Vela?" Tanya Nasya penasaran. "Tau tuh, tumben-tumbenan telat tuh anak," kata Aqila.


Tiba-tiba Vela datang dengan muka lesu.


"loe kenapa Vel?" Tanya Aqila cemas. "Gak papa, tadi ada masalah dikit doang," kata Vela dengan judes.


"Aelah loe, coba cerita ke kita. Kan kita sahabat," kata Aqila dan Vela hanya mendengus kecil. "Tadi gue kesiangan, terus gak ada yang ngater," kata Vela sambil ngos-ngosan.


"Gila, Jadi loe lari dari rumahmu kesini?" tanya Aqila histeris."Yaiyalah cebol masa gue terbang," ucap Vela gemas dengan satu sahabatnya itu.


Kringg .... Kring ... bel masuk berbunyi dengan nyaring.


"Kalian, mau pesan apa?" Tanya Vela. "Gue, mau nasi goreng sama es teh," kata Aqila menjawab makanan favoritnya.


"Gue, mau mie pangsit sama es jeruk," kata Nasya dan Vela menjempol tanganya.


Tiba-tiba Putra datang bareng teman temannya. "Boleh duduk disini ngga Na?" Tanya Putra dan Nasya hanya melotot.


"Ini makanan kalian," kata Vela udah balik sambil membawa makanan yang mereka pesan.


"Masih aja loe, Na suka mie pangsit sama es jeruk," kata Putra dan Nasya melihatnya dengan sinis.


"Hi, cantik kenalin nama gua Arkananta Husein Gabrio panggil aja Arka dan ini kembaran gue Mahardika Ivander Gabrio panggil aja Ivan," kata Arka kenalan sama Vela dan Ivan bergandeng tangan sama Aqila.


"Nama gue, Aqila Mashel Purnama dan disebelah gue Vela Rizkia" ucap Aqila memperkenalkan diri.


"Ganteng bat dah ingin rasanya ku berteriak," gumam Aqila menjerit dalam hati.


"Dan di sebelah gue, dia bernama Annasya Nafezza Carlos panggil dia Nasya teman sekelas waktu smp dan bentar lagi bakal jadi pacar gue. Ya gak?" tanya Putra dan Nasya pun langsung menginjak kaki Putra.


"Dimana, guru-guru kok gak ada?"Tanya Aqila. "Guru lagi rapat," jawab Vela dan Aqila hanya beroh ria.


"Kita bolos yuk, lewat gerbang belakang?" ajak Nasya dan mereka mengangukan kepala.


"Na, pulang bareng yuk?" ajak Putra sambil menarik tangan Nasya.


"Kalok ngga, gue nelpon bunda loe," ucap Putra memperingatkannya kembali dan Nasya hanya bisa mendengus kecil.


"Gue duluan ya, nanti dimarahin nyokap gue," kata Nasya sambil melirik dan mereka hanya beroh ria. "Bye bye, jagain teman gue ya jangan sampai lecet satu pun!" ucap Aqila sambil melotot.


"Siap nyonya pemarahan!" ucap Putra sambil lari. "Putra ... lu kayaknya minta di gibeng sama gue hah!" ucap Aqila sambil marah-marah.


"Sabar Qil ini disekolah lohh gue malu asli," ucap Vela biar Aqila tenang. "Gw hilaf," ucap Aqila sadar saat orang-orang melihat sinis.


\*\*\*\*\*


Tok ... Tok ...


"Bun, bukain pintunya," kata Nasya berusaha memanggil bundanya. Klak.. "Ehh, dek udah pulang?" Tanya Alvino menyambut kepulangan Nasya dengan berat hati sebenarnya.


"Iya bang, tadi guru rapat jadi murid-murid di pulangkan," kata Nasya menjelaskan. "Eh, loe Put lama gak ketemu," kata Alvino.


"Ya, bang," kata Putra dengan sopan. "Bang, gue duluan ya?" ucap Putra pamit dan Alvino hanya mengangguk.


"Dek, loe kok bisa pulang bareng Putra?" Tanya Alvino. "Bunda tuh, yang nyuruh jagain," kata Nasya dengan nada lemas.


"Utututu, ciannya adekku," ucap Alvino sambil berpelukan. "Bang, gimana kamu sama kak Tata?" Tanya Nasya dengan penasaran.


"Baik-baik aja kok," kata Alvino, Nasya hanya beroh ria. Tata itu pacarnya Alvino mereka udah pacaran sekitar 4 tahun lamanya.


Tingg ... Tingg ... ada notification line berbunyi


 


LINE

__ADS_1


 


VelaRzkia


Sya, gue kerumah loe ya nanti dimarahin nenek sihir?


AqilaMshel


Gue, juga ikut. Sekalian banyakin jajanan ya buat gue,


AnnasyaNfza


sekalian gue mau curhat mama.


AqilaMshel


Wokeh, asyikkkk banyak makanan,


Read


Aqila dan Vela pun langsung segera menuju kerumah Nasya. 


Tok ... Tok ...


"Nasya!! yuhuuuu apakah ada orang?" teriak Aqila dengan suara cemprengnya. "Sya, tuh ada teman mu?" tanya Alvino. Klakk ...


"Temannya Nasya ya?" Tanya Alvino dengan sopan. "Inikah yang dinamakan cinta pandangan pertama," ucap Aqila keceplosan.


"Iiya" kata Aqila terpukau melihat kakaknya Nasya yaitu Alvino. "Lo lucu kalo gugup," ucap Alvino. "Ingat bang udah punya pacar," ucap Nasya memperingatkan.


"Kalian udah datang. Ayoo ke kamar gue," kata Nasya. "Sya, tadi abang loe. Kok gue gak tau?" Tanya Aqila langsung menanyakan tentang Abangnya yaitu Alvino.


"Iya, kan loe gak nanya sama gue," kata Nasya heran. "Sumpahhhh!! ganteng banget abang loe. "Gue boleh nginap gak disini sekalian cuci mata "kata Aqila antusias.


"Ehh, lu Abang gw udah punya pacar ya," ucap Nasya memperingatkan Aqila. "Yaelah, sebelum jalur melingkung," ucap Aqila dengan santai.


"Pala kau jalur melingkung yang ada jalur kuning," ucap Vela. "Gue juga ikut nginap juga ya?" tanya Vela dengan datar. 


"Terserah, loe pada," kata Nasya heran dengan Aqila tergila-gila dengan abangnya yang laknat itu. "Gue, mau curhat," ucap Nasya dengan serius dan membuat mereka penasaran.


Tiba-tiba Tingg ... Tingg ... ada notification line.


LINE


Cwok Laknat!


Na, jalan yuk malam ini?


Nasya bingung mau jawab apa. "Ehh, kalian. Aku mau nanya nih Putra lagi ngajak gue jalan. Gimana nih?" kata Nasya khawatir.


"Bilang aja iya, tapi nanti bawain aku makan ya?" ucap Aqila sambil nyengir. "Makanan aja mulu loe" kata Vela. "Jalan aja sana," kata Aqila dan Vela.


AnnasyaNfza


Y


Cwok Laknat!


Dandan yang cantik ya. LOVE YOU


Read


"Cepetan sana ganti baju. Dandan yang cantik," kata Aqila dan Vela pun mengangguk.


\*\*\*\*\*


Tok ... Tok ...


"Nasya!! Itu ada Putra," kata Bundanya sambil berteriak. Nasya dan Putra pun pamit menuju ke SMA Bintang.


"kita mau kemana?" Tanya Nasya. "kita mau ke mall. Beliin hadiah buat adek sepupu gue," kata Putra dan Nasya hanya beroh ria.


"Bagusnya, beli apa ya buat cewek?" Tanya Putra bingung dengan pilihan perempuan. "Beli gelang aja kalok gak baju?" saran Nasya.


"Kita ke toko gelang aja," kata Putra mereka langsung ke toko gelang. "Mba, saya mau beli gelang yang ada permata berwarna merah," kata Putra sambil menunjuk arah yang ia inginkan.


"Berapa harganya mba?" kata putra. "Totalnya, satu juta lima ratus," kata mba kasirnya.

__ADS_1


"Saya bayar pakek kartu card," kata Putra sambil mengambil kartu cardnya dikantong. "Pakek hati saya juga gak papa kok mas," kata mba kasir genit.


__ADS_2