
"Sorry, Van gue mau kita sahabat aja bukan lebih," ucap Vela menjawab pertanyaan Ivan dengan berat hati.
"Gak papa. Tapi, boleh kan gue tetap suka sama loe?" kata Ivan ragu dan Vela pun mengangguk.
"Sabar ya bro," kata Arka menyemangati kembarannya.Dan mereka memutar kan kembali pensil itu.
"Jangan kena gue, please" kata Aqila memohon dan yang kena adalah Kei."Truth atau Dare?" Tanya Vela penasaran.
"Gue mau Truth," kata Kei dengan santuy.
"Siapa, yang loe suka disini?" tanya Putra penasaran.
"Nasya," kata Kei singkat dan Nasya mendengar pun tidak percaya. Bahwa, sahabatnya menyukai dia.
Ada hati seseorang yang menangis. Tapi, tidak mungkin dia menangis di depan cowok yang dia sukai.
Hati putra tiba-tiba sesak saat mendengar Kei menjawab Nasya.
"Ciee, kayaknya ada yang panas nih," kata Aqila mengeledek Putra. "Apaan lo, ngeledek Putra. Dia tuh Cuman cinta sama gue" kata Rara dengan pede.
Tring ... Tringg ... bel pulang berbunyi.
"Na, loe pulang sama gue aja," kata Putra menawarkan diri.
"Gue, pulang bareng Kei aja," kata Nasya judes dan menolak mentah-mentah penawaran Putra.
"Bebeb Putra, loe pulang bareng gue aja. Daripada loe nawarin dia," kata Rara menatap sinis kearah Nasya.
"Pulang aja tuh sama cewek KEGATELAN," kata Nasya judes sambil menekankan kata "kegatelan".
Putra pun pergi dari sana dan Rara pun mengikuti Putra jalan menuju ke parkiran.
"Kei, gue ngga jadi sama loe. Bang Alvin udah dekat sini," kata Nasya berbohong kepada sahabatnya.
"Oh oke, gue duluannya," kata Kei dengan berat hati dan diberi anggukan dengan Nasya.
"Sya, kok loe ngga bareng Kei" kata Vela penasaran. "Gak papa, lagi males aja." kata Nasya singkat.
LINE
AnnasyaNfza
Bang jemput gue
Abang Kamvret
Iya, bentar
"Bang, nanti gue mau cerita ya di kamar loe," kata Nasya dan diberi anggukan.
"LOHA, NASYA UDAH PULANGG," kata Nasya berteriak sambil mencari bundanya.
"Sya, kenapa harus teriak?" tanya Alvino heran dengan tingkah adek kesayangannnya."Ehh, anak bunda udah pulang," kata Bundanya menyambut kedatangan Nasya.
\\\*
"Mau, cerita apa loe?" Tanya Alvino. "Abang tau, Kei sama Rara?" tanya Nasya memastikan dan Alvino mengganguk.
"Mereka pindah ke sekolah ku beberapa hari yang lalu," ucap Nasya dengan muka cemberut. "Trus, curhatnya apa?" Tanya Alvino penasaran.
"Kitakan ada main Truth or Dare dikelas. Trus, teman Nasya nanya ke Kei Siapa yang loe suka? Dia jawab Nasya," ucap Nasya menjelaskan cerita tadi disekolah nya.
"Oh, jadi lo bingung mau jawab apa?" tanya Alvino Peka, Nasya pun mengganguk.
"Ya, terserah lo dek. Ikuti kata hati loe," kata Alvino menyarankan Nasya.
\\\*
__ADS_1
Tringg ... Tring ... notification line masuk berbunyi.
LINE
KeithVencent
Loe, ngga usah mikir masalah tadi,
*Peka banget kayak Author:)
AnnasyaNfza
Iya
"Siapa yang ngga mikir. Kalo, loe suka sama gue," gumam Nasya
KeithVincent
Good Night
Read
Nasya pun mematikan handphonenya. Ia pun tertidur dengan lelap dalam mimpi.
Tring ... Tring ... alarm pun berbunyi
\\\*
"Hai yah, Bun. "Bun, dimana Bang Alvin?" kata Nasya mencari abangnya.
"Jalan bareng temannya," kata Bundanya, Nasya pun hanya beroh ria.
"Nasya berangkat dulu," Kata Nasya sambil salim kepada orang tuanya.
\\\*
"Sya, loe suka sama Kei kah?" Tanya Aqila penasaran.
"Ehh, Nana loe pasti nyari gue ya" kata Putra dengan pede dan Rara merangkul lengan Putra.
"Siapa juga yang nyariin loe," kata Putra judes.
"Qil, ayo ke kelas bete gue disini," kata Nasya.
"Dari mana kalian?" Tanya Vela.
"Dari kantin," kata Aqila menjelaskan dan Vela pun beroh ria.
Tingg ... Ting ... notification line berbunyi.
LINE
KeithVincent
Sya, gue izin hari ini
AnnasyaNfza
Hmm
KeithVincent
Makasih, Sya
__ADS_1
Read
"Anak-anak silahkan duduk semua," ucap ibu guru.
"Oh, iya ada yang tau Kei kenapa ngga masuk?" tanya Ibu guru.
"Kei sakit Bu," kata Nasya menjawab dan ibu guru mengangguk kecil.
"Anak-anak besok kita mengadakan kemah di hutan," kata ibu guru memberikan pemberitahuan.
\\\*
"Kok loe bisa tau Kei sakit?" tanya Vela penasaran. "Tadi dia chat gue," kata Nasya singkat dan Vela beroh ria.
"Nasya Nasya!! aja semua. Coba, aja Kei suka gue. Liat aja loe Sya. Loe ngga bakal aman mulai sekarang!" Kata Seseorang mengumpatin Nasya didalam hatinya.
Tringg ... Tring ... bel masuk pun berbunyi.
"Maaf, ya Sya gue duluan," kata Aqila dan Vela pamit barengan, Nasya pun mengganguk.
Tiba-tiba ada preman datang. "Eh, neng cantik. Kok pulang sendiri?" tanya Preman genit.
"Mau, ngapain kalian Hah!" kata Nasya jalan mundur-mundur untuk waspada jika preman itu mendekat ia bisa lari dari sana.
"Jangan galak atuh neng. Sayang cantiknya nanti luntur," kata Preman sambil jalan maju.
Ada seseorang yang melihat itu sambil tersenyum. "Ini belum seberapa Sya!" gumamnya.
"Eh, loe mau ngapain cewek gue?" tanya Putra sambil melindungi Nasya agar tetap di belakang Putra.
"Heh, loe tuh masih kecil. Ngga usah ikut campuran orang tua," kata Preman dan mereka pun langsung berkelahi.
"Sya, loe tenang aja," kata Putra sambil memeluk Nasya. "Gue antar loe pulang," kata Putra, Nasya pun mengganguk.
"Makasih ya, Put."kata Nasya mereka pun langsung menuju kerumah Nasya berada.
"Sya, loe kenapa?" Tanya Bundanya khawatir. "Tadi, Nasya diganggu preman tan," kata Putra menjelaskan.
"Makasih ya Putra. Udah nolongin Nasya," kata Bundanya Nasya.
"Saya, pamit tante," kata Putra dan diberi anggukan."Bun, besok ada kemah di hutan," ucap Nasya sambil menuju keruang tamu.
"Ya, udah. Siapin sana apa yang kamu butuhkan," kata Bundanya, Nasya pun mengganguk.
\\\*
"Huft ...," Nasya menghela napas panjang.
Tok ... Tok ...
"Sya," kata Alvino memanggil Nasya. "Masuk aja bang. Ngga dikunci," kata Nasya sambil memainkan handphonenya.
"Loe, kenapa dek. Kok loe bisa diganggu preman?" tanya Alvino khawatir.
"Tiba-tiba aja premannya datang. Trus Putra datang nolongin Nasya," kata Nasya menjelaskan.
"Bang, Nasya ngantuk," kata Nasya sambil merebahkan diri kekasurnya yang empuk itu.
"Good Night," kata Alvino sambil mengecup kening kening Nasya dengan lembut.
Tringg ... Tring ... alarm pun berbunyi.
"Sya, bangun ayo kita kemah," kata Aqila membangunkan Nasya."Iya bentar," kata Nasya dengan suara seraknya karena baru bangun tidur.
"Bun, Yah Nasya berangkat ya," kata Nasya pamit. "Hati-hati ya Sya," kata Bundanya memperingatkan agar Nasya lebih hati-hati dihutan.
"Bang aku berangkat," Kata Nasya sambil menuju keluar rumah, Alvino pun mengangguk.
.
.
__ADS_1
.
Dimana suaranyaaaaa yang menunggu chapter selanjutnya ay sadar pasti tidak ada wkwk. kalo ada jangan lupa comment dan like yaaaa pasti bakal cepat update kok.