Dejavu Romantis

Dejavu Romantis
bab 4 kedekatan


__ADS_3

disebuah ruangan Presdir Zyourich Grup sedang terjadi ketegangan antara tuan muda dan kekasihnya. Cleona ingin Redy keluar dari ruangan namun tuan muda Zunu tidak membolehkan.


'' Zunu kenapa mereka melarangku datang kemari ?''


'' saya tidak tahu. itu pasti karena perintah redy''


orang yang sedang dibicarakan hanya berdiri diam menatap ke depan.


'' Zunu aku minta maaf atas kejadian malam itu. aku benar-benar menyesal. aku sangat gegabah. seharusnya saya tidak melakukan hal itu. Dan saya juga minta maaf karena sudah bicara kasar pada kedua orang tuamu. percayalah itu semua aku lakukan karena aku ingin segera menikah denganmu ''


menangis tersedu-sedu sambil melangkah mendekati tuan muda. berharap mendapatkan pelukan dari kekasihnya. namun tuan muda justru membalikkan badannya ke arah jendela.


''setelah kejadian malam kamu kemana? kenapa kamu meninggalkanku?''


''saya pergi ke cafe untuk menenangkan diri.''


jika saya berbohong pasti Zunu sudah tahu lebih dulu. karena dia tidak mungkin membiarkan ku begitu saja. dia pasti menyuruh orang untuk mengawasiku. ini pasti kerjaan sekretaris sialan itu.


Cleona bergumam dalam hati sambil melirik tajam ke arah Redy. tentu saja sekretaris Redy bisa membaca pesan yang tersirat dari tatapan mata itu.


'' Zunu maafkan aku '' menunjukkan wajah melasnya


'' pulanglah banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini ''


''bisakah nanti malam kita bertemu?''


'' saya sangat sibuk ''


Redy mendekati Cleona


''maaf tuan muda saat ini sedang banyak pekerjaan. jadi tidak bisa diganggu. silahkan anda keluar nona''


''awas kamu Redy. jika saya sudah menikah dengan Zunu aku pastikan kamu akan didepak dari sisi Zunu '' berbicara lirih


''saya akan menunggu saat-saat itu nona''

__ADS_1


Cleona pergi dari ruang Presdir.


''Redy kita kerumah sakit sekarang''


''baik tuan muda ''


bukannya tuan muda tadi bilang nanti malam yah. kenapa sekarang?


Redy yang semakin bingung dengan tuan mudanya saat ini. tidak membiarkan pikiran liarnya kemana-mana.


saat mereka keluar dari gedung kantor Zyourich Grup ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua.


''katanya sibuk dikantor ternyata kamu pergi. begini cara kamu menghindari ku sekarang? pantas saja Waktu orang tuamu merendahkanku kamu hanya diam tidak membelaku sama sekali. ternyata ini semua rencana mu Zunu. lihat saja kamu saat ini sedang berhadapan dengan siapa. saya bukanlah wanita lemah seperti yang kamu bayangkan Zunu ''


Cleona mengikuti mobil tuan muda Zunu. ternyata mobilnya menuju ke sebuah rumah sakit. mereka berdua menemui seorang pasien wanita.


siapa yang Zunu temui? ada hubungan apa antara mereka ? jangan-jangan Zunu memang sudah melupakanku. itu tidak mungkin.


Cleona sedari tadi hanya bisa penasaran karena dia hanya dapat informasi bahwa pasien di dalam ruang tersebut adalah seorang wanita korban kecelakaan.


Cleona mencoba mengingat sesuatu. apakah mungkin yang didalam ruangan adalah seseorang yang dia tabrak dimalam itu. ternyata Zunu hanya iba dengan wanita itu. hubungan mereka hanya karena Zunu ingin bertanggungjawab tidak lebih dari itu.


setelah Cleona mendapat informasi dan dia mulai menerka-nerka hubungan Zunu dan wanita itu. Cleona segera pulang sebelum Zunu dan sekretaris Redy melihatnya.


''saya tidak sempat melihat wajahnya''


Cleona berbicara sendiri dalam mobilnya.


Sedangkan disebuah ruangan rumah sakit, tuan muda Zunu duduk disebelah Amber.


'' bagaimana kondisi kamu?''


'' ya seperti yang tuan lihat''


'' apa kamu sudah makan ''

__ADS_1


amber menggelengkan kepala. karena tuan muda melihat ada seporsi makanan yang masih utuh seperti belum tersentuh.


'' boleh saya suapi kamu?''


'' Tidak usah tuan ''


terlambat, tuan muda sudah mendekat dan menyentuh sendok berisi makanan


''buka mulutmu''


''tapi...''


''buka mulutmu''


akhirnya Amber membuka mulutnya dan mau disuapin tuan muda.


'' anda tidak perlu melakukan hal ini tuan muda. saya bisa melakukannya sendiri. ''


'' kamu itu masih jadi pasien, jadi menurutlah agar cepat sembuh dan saya tidak harus membuang waktu untuk menengokmu terus''


'' tuan kan tidak usah menengokku tiap hari''


'' tapi jika kamu sembuh dan pergi dari sini begitu saja bagaimana?''


'' maksud tuan saya kabur gitu?''


'' iya''


'' tuan sayakan korban kecelakaan, seharusnya orang yang menabrak sayalah yang harus bertanggungjawab. Masa saya yang dirawat, saya juga yang harus membayar?'' amber memajukan kedua bibirnya membuat tuan muda zunu gemas melihatnya.


'' setidaknya saat kamu sembuh dan keluar dari rumah sakit ini kamu berterimakasih pada dokter dan perawat yang sudah menyembuhkanmu.''


'' iya iya tuan muda saya tidak akan kabur. Lagian kalau kabur juga pasti gampang dicari''


Lihat saja sekretaris pribadi tuan muda yang tampangnya saja sudah bikin ciut nyali. Berpikir kaburpun saya tidak berani.

__ADS_1


Tuan muda


__ADS_2