
perjalanan dari rumah sakit menuju rumah Amber dirasa sangat jauh. ingin rasanya cepat sampai sehingga apa yang sedang disembunyikan oleh Amber tidak diketahui oleh tuan muda Zunu.
namun terlambat, tuan muda Zunu sudah merebut kertas yang disembunyikan Amber. dia mengambil dengan cara memeluk Amber. tuan muda membacanya.
'' JANGAN PERNAH LAGI DEKATI ZUNU ATAU KAMU SUDAH BOSAN HIDUP ''
'' dari siapa ini ?''
'' saya tidak tahu tuan ''
'' katakan '' tuan muda Zunu terlihat sangat marah. dari nada suara yang meninggi dan tatapan mata yang begitu tajam.
mobil yang dikendarai sekretaris Redy kini sudah menepi dan berhenti. tuan muda meremas kertas dengan penuh amarah, dilemparkan ke arah Redy.
'' saya benar-benar tidak tahu tuan ''
'' jangan pernah menyembunyikan apapun dari saya ''
amber terlihat begitu ketakutan, dia berusaha menyembunyikan perasaannya.
'' sungguh tuan muda saya benar-benar tidak tahu itu dari siapa '' menunduk dan memegang lututnya
'' sejak kapan kamu mendapatkan teror seperti ini ?''
amber diam tak menjawab. dia tidak ingin jika tuan muda tahu dan terlibat.
''katakan Amber ''
'' saya tidak ingin tuan terlibat dalam masalah ini ''
'' bagaimana mungkin saya tidak terlibat? jelas-jelas tertulis nama saya di kertas itu ''
amber terdiam dia merasa sangat bersalah dalam posisinya saat ini. dia bingung mau melakukan apa. bicarapun pasti dianggap salah oleh tuan muda Zunu.
'' Redy ''
'' ya tuan muda ''
'' bereskan semua ini. ''
'' baik tuan muda ''
bagaimana ini caranya meredakan amarah tuan muda Zunu. sepertinya kali ini marahnya tak terkendali.
tuh kan lagi-lagi melibatkan sekretaris Redy untuk menyelesaikan masalahku. kalau seperti ini bisa panjang urusannya. saya tidak mau jika nanti ada aturan yang harus saya jalani lagi. ini sih namanya nambah masalah.
huft......
Amber menghela nafas panjang.
keesokan harinya di jam pagi. waktu semua orang sibuk dengan aktivitasnya, rumah Amber diributkan dengan kedatangan dua orang pria bertubuh kekar. mereka mengenakan setelan jas dan berkacamata.
__ADS_1
dari penampilannya saja sudah membuat Amber dan cery ketakutan.
'' siapa kalian ? pagi-pagi sudah mengganggu orang saja. sana pergi ''
kedua pria itu tak bergeming malah tetap berdiri membelakangi pintu rumah.
'' ada keperluan apa kalian datang kemari?''
'' kami hanya disuruh nona''
'' bilang sama orang yang sudah menyuruh kalian. kami tidak takut dengan teror tuanmu itu. jadi lebih baik kalian pergi. ''
'' kami justru kemari untuk melindungi anda nona ''
'' apa ? yang benar saja? jadi siapa yang menyuruh kalian sebenarnya ?''
'' kami suruhan tuan Redy ''
oh jadi sebenarnya dia yang sudah menyuruh kedua orang ini untuk berjaga-jaga.
'' ya sudah tapi hanya untuk hari ini saja. besok kalian tidak usah berjaga di depan rumahku ''
'' saya hanya mengikuti perintah tuan Redy nona ''
'' tapi ini rumah saya. kalau kalian mau jaga-jaga tuh depan gerbang saja sana'' Amber menunjukkan wajah sinisnya pada para pengawal itu. menutup pintu dan berlalu.
kedua pengawal menggerutu,
''galak bener. apa nggak salah kita jaga di rumah ini? lihat saja pemilik rumahnya berani sekali ngadepi kita. kaya ngga ada takut-takutnya . padahal orang lihat tampang kita saja sudah takut''
'' apa kita salah masuk rumah? lihat saja rumah ini seperti rumah yang penghuninya tidak mungkin kenal dengan tuan muda Zunu''
'' coba hubungi tuan Redy kembali. barangkali dia salah alamat ''
'' kalau kita yang salah alamat bisa mati''
'' tapi kalau kita tanya lagi nanti pasti kena semprot ''
'' benar juga. serba salah kita. lebih baik kita tunggu disini saja ''
huft...... kedua pengawal sudah dibuat pusing oleh majikannya sendiri.
siang harinya Amber mulai beraktivitas keluar rumah. dia ingin membeli keperluan sehari-hari.
'' anda mau kemana nona ?''
'' bukan urusan kalian ''
'' maaf nona, kami ditugaskan untuk mengawal anda ''
Amber berhenti berjalan, karena sudah diikuti oleh kedua orang dibelakangnya. berhenti dan membalik badan.
__ADS_1
'' bilang Sama tuanmu, saya tidak mau diikuti oleh siapapun. saya sudah lelah dengan semua aturan yang dibuat oleh tuan muda kalian. dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. sekarang ditambah lagi dengan kahadiran kalian. dunia ini terasa sempit ''
kedua pengawal tidak menggubris omongan Amber. mereka menganggap itu seperti angin lalu.
hal ini terus terjadi lagi dan lagi. kehidupan Amber seakan-akan tidak bisa lepas dari tuan muda Zunu, sudah terikat kuat.
suatu hari Amber keluar rumah secara diam-diam. tanpa sepengetahuan dari pengawal, Aryan pergi ke minimarket tempat dia bekerja. dari pagi hari dia bisa menjalankan semua pekerjaannya namun sesuatu terjadi pada siang hari.
saat amber sedang beristirahat duduk di bawah gazebo. meluruskan kakinya dan menikmati segelas es Boba rasa cappucino. tiba-tiba datang seorang wanita cantik. begitu anggun dan elegan. mengenakan topi dan kacamata hitam semakin menunjang penampilannya.
wanita itu duduk persis didepan Amber. sedang dia tidak mengenali siapa wanita cantik ini.
'' saya mau bicara dengan mu''
'' maaf anda ini siapa ? ''
'' kita tidak usah basa-basi. langsung ke intinya saja. ''
amber mendengarkan dengan sangat cermat.
'' saya melarang kamu untuk mendekati apalagi berusaha untuk menjalin hubungan dengan Zunu. dia adalah kekasihku. Zunu sudah melamarku''
amber terperanjat mendengar penjelasan wanita yang ada dihadapannya.
siapa sebenarnya wanita ini? Itu yang ada di benak Amber. Gadis ini juga memperhatikan wajahnya. Dia meraba pipi, jidat, mata dan menatap tubuh dari atas sampai bawah. Amber terkejut, ternyata mereka mirip.
'' kenapa kamu lihat-lihat?''
'' ngga nona''
'' pasti kamu memperhatikan wajah kita yang mirip bukan? Kamu tahu, Zunu mendekatimu karena wajahmu mirip denganku. Kamu adalah korban kecelakaan yang pernah dilakukan oleh Zunu. Karena wajah kita mirip sehingga dia iba padamu. Jadi jangan pernah berharap lebih. ''
'' saya tidak pernah berharap apapun padanya nona. Karena saya tahu diri siapa saya''
'' bagus kalau begitu. Jadi setelah ini saya tidak perlu lagi untuk menebar teror padamu bukan?''
''Oh jadi kamu yang sudah menerorku selama ini?''
'' iya kenapa? Kaget??''
brak....
cleona menggebrak meja dihadapannya, lalu dengan gerak reflek amber menyiram cleona dengan segelas minumannya. Cleona marah dan menampar Amber. Lalu pergi dari hadapan Amber.
Tidak diduga ada sebuah kamera yang merekam percakapan mereka sejak awal. pria itu tersenyum lalu segera mengirim bukti pesan video tersebut pada nomor seseorang.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung.....
terimaksih sudah membaca....