
Keesokan harinya Peter dan Brandon di bawa ke ruang pengadilan untuk melakukan persidangan karena kasus Brandon yang memukul salah satu petinggi desa Dwarf. Di sana juga sudah ada sang petinggi yang di pukul oleh Brandon dan hakim beserta dengan kepala desa yang sudah menunggu.
"Dengan ini pengadilan akan segera di mulai," ucap sang hakim.
"Seperti yang masyarakat ketahui, saat tuan Rein sedang menikmati Winenya di sebuah Bar, salah satu dari mereka menyerang tuan Rein. Perlakuan mereka tidak seharusnya di lakukan, perlakuan seperti ini sudah melanggar hukum di desa kita," ucap seseorang yang di bawa oleh tuan Rein.
"Sepertinya orang itu sudah di suap oleh tuan Rein, tapi memangnya luka sampai separah itu," batin Peter dengan melihat kondisi tuan Rein.
"Apakah benar seperti itu kejadiannya?", ucap sang hakim.
"Ya, tidak salah lagi dengan melihat luka yang ada tubuh tuan Rein," ucap seseorang itu.
"Tuan kepala desa, seperti yang anda dengar. Harap tuan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada mereka," ucap tuan Rein yang menghadap sang kepala desa dan menunjuk ke arah Peter dan Brandon.
Sang kepala desa hanya mendengarkan penjelasan dari tuan Rein tanpa berkomentar apapun.
"Apakah ada sanggahan dari kalian berdua," ucap sang hakim.
"Tuan, kejadian yang ada di Bar tidak seperti yang dia katakan, saya memukul karena tuan saya di hina oleh tuan Rein," ucap Brandon.
"Apakah itu benar tuan Rein?", ucap sang hakim.
"Saya memang sedikit menghina mereka karena tidak mempunyai uang tapi mereka membeli Wine beberapa botol, tapi dia memukulku sampai aku seperti ini," ucap tuan Rein.
"Tunggu sebentar, aku tidak pernah melihat kalian berdua selama ini. Apakah kalian utusan dari negara Month Blue atau Fall Star?", ucap sang kepala desa.
"Kami memang baru pertama kali ke desa ini, tapi kami bukan utusan dari negera Month Blue ataupun Fall Star. Kami ke desa ini hanya ingin memesan beberapa senjata kepada salah satu ahli Blacksmith yang ada di desa ini," ucap Peter.
"Pantas saja kalian tidak tahu peraturan di desa ini. Karena kalian tidak mengetahui peraturan di sini, maka aku akan putuskan kalian tidak boleh menginjakkan kaki di desa ini selama tiga tahun," ucap sang kepala desa.
"Sekali lagi aku umumkan keputusan kepala desa untuk memberikan hukuman kepada mereka dengan tidak menginjakkan kaki di desa ini selama tiga tahun dan dengan ini persidangan selesai," ucap sang hakim.
"Terima kasih kepala desa atas keputusannya," ucap Peter dengan menundukkan kepala. Di dalam batinnya Peter berkata," Walaupun hukuman ini termasuk hukuman yang sangat berat bagi kami, tapi kami bersyukur tidak membayar denda ataupun di suruh kerja paksa."
Setelah selesai persidangan Peter dan Brandon di antar ke depan pintu masuk ke desa. Di sana sudah ada Ricky dan Krono yang sudah menunggunya di depan pintu masuk ke desa.
"Kenapa kalian ada di sini?", ucap Peter
__ADS_1
"Kami menunggu kalian, kami sudah menduga bahwa kalian akan di usir dari desa ini makanya kami menunggu di sini. Sebelumnya kami minta maaf kepada kamu," ucap Ricky
"Kenapa kalian meminta maaf kepadaku?", ucap Peter
"Kami tidak bisa menemukan seorang ahli Blacksmith yang bersedia ikut bersama kalian, tapi kami punya seorang teman yang tinggal di hutan dekat dari desa ini. Kemampuannya tidak jauh berbeda denganku, dia juga mempunyai dua saudara yang juga ahli dalam membuat kerajinan," ucap Ricky.
"Terima kasih sudah membantuku untuk mencarikan seseorang yang akan aku bawa ke desa, aku jadi tidak enak sudah merepotkan kalian untuk mencarikan seseorang," ucap Peter yang akan pergi meninggalkan desa bersama Brandon.
Peter meninggalkan desa bersama Brandon dan memanggil Undead Wolf yang masih ada di hutan. Mereka pergi ke hutan untuk mencari seseorang yang di katakan oleh Ricky untuk mengajaknya ikut bersama mereka ke desa.
Mereka menemukan sebuah rumah yang besar di tengah hutan dan mereka menghampiri rumah itu. Sesampainya di sana mereka tidak menemukan seseorang di sana.
"Kalian ingin mencari siapa?", suara seseorang di belakang Peter dan Brandon.
Seseorang membuat mereka terkejut dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba.
"Kami ingin mencari seorang ahli Blacksmith yang di katakan oleh Ricky, apakah kamu tahu di mana rumahnya?", ucap Peter
"Rumah yang kalian cari ada di hadapan kalian. Tidak ada rumah lain yang ada di hutan ini selain rumah ini. Kenapa kamu kenal dengan Ricky? Apakah kalian berteman?", tanya seseorang itu.
"Kalau masalahnya seperti itu, aku tidak bisa memutuskan, hanya saudara tertua yang bisa memutuskannya. Saudara tertua ada di dalam sedang membuat senjata, ikuti aku untuk kalian bisa menemuinya," ucap seseorang itu.
Mereka mengikuti seseorang itu masuk ke dalam rumah untuk menemui saudara tertuanya. Di dalam rumahnya penuh dengan senjata-senjata yang sangat bagus dan ada juga baju zirah serta perlengkapan lainnya.
"Kakak ada yang ingin bertemu denganmu," ucap seseorang itu.
"Mau apa mereka ke sini?", ucap seseorang yang sedang membuat senjata.
"Mereka ingin mengajak kakak untuk pergi bersama mereka ke desanya, jika kakak tidak mau mereka ingin memesan beberapa senjata," ucap seseorang itu.
"Siapa mereka? Yang ingin memesan banyak senjata," ucap seorang pembuat senjata.
"Aku tidak tahu kakak. Katanya mereka ke sini, karena di beritahu oleh Ricky," ucap seseorang itu.
Seorang pembuat senjata langsung pergi menemui Peter dan Brandon.
"Apakah kamu teman Ricky?", ucap Peter
__ADS_1
"Ya, aku memang teman Ricky. Namaku Billy dan dia Rich, ada satu lagi saudaraku yaitu Ashep yang sedang mencari bahan-bahan untuk membuat senjata. Tadi kata Rich, kalian ingin mencari seseorang yang bisa ikut bersama kalian dan mengajarkan pembuatan senjata, apakah itu benar?", ucap Billy.
"Iya, kami memang masih mencari seorang ahli Blacksmith yang bisa ikut bersama kami pergi ke desa, tapi jika tidak bisa kami ingin memesan beberapa senjata. Jika kalian bisa, kami akan memberikan kalian yang kami bisa lakukan," Peter membenarkan perkataan Billy bahwa dia masih mencari seorang ahli Blacksmith untuk ikut bersamanya.
"Baiklah kami akan ikut bersama kalian ke desa, tapi kita harus menunggu saudaraku yang sedang mencari bahan-bahan untuk membuat senjata," ucap Billy yang mengulurkan tangannya.
"Baiklah setelah saudaramu kembali kita langsung berangkat ke desa dan bersiaplah untuk di buat bekerja keras," ucap Peter dengan menggenggam tangan Billy.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Peter, Brandon dan Billy beserta saudaranya berangkat ke desa. Mereka menunggangi Undead Wolf untuk pergi ke desa.
Di perjalanan mereka menemukan sepuluh anak Phantom Wolf yang sedang meraung kepada induknya yang sudah mati. Di tubuh induk Phantom Wolf memiliki banyak sekali bekas cakaran, sepertinya induknya bertarung untuk melindungi anak-anaknya sampai dia mati.
"Berhenti!", ucap Peter yang menghentikan perjalanan.
"Kenapa berhenti tuan?", tanya Brandon.
"Kalian dengar tidak? Ada raungan anak monster," jawab Peter.
"Iya kami mendengarnya, suara raungannya seperti anak Phantom Wolf. Kenapa mereka meraung dengan terus menerus?", ucap Billy.
"Ayo kita ikuti sumber suaranya dan kita lihat dari kejauhan," ucap Peter yang mengajak untuk mencari sumber suara.
Tidak jauh dari tempat mereka berhenti, mereka melihat sepuluh anak Phantom Wolf yang meraung ke induknya yang sedang berbaring. Mereka menghampiri anak Phantom Wolf dan induknya, karena dari tadi mereka tidak melihat induknya merespon anak-anaknya. Setelah mendekat mereka terkejut di tubuh induknya banyak sekali bekas cakaran dan sudah tidak bernapas lagi.
"Tuan, ada banyak bekas cakaran, sepertinya dia melindungi anak-anaknya dari serangan monster yang memburu anak-anaknya dan dia bertarung sampai seperti itu," ucap Brandon.
"Aku juga berpikir seperti itu, tapi aku merasa kasihan sama anak-anaknya yang di tinggal mati saat masih kecil, apakah aku bisa membawa mereka pulang?", ucap Peter.
"Aku hanya ikut keputusan anda tuan," ucap Brandon.
"Kami juga ikut," ucap tiga bersaudara.
"Baiklah kalau kalian ikut keputusanku, maka aku akan membawa mereka pulang ke desa. Sebelum itu kita harus menguburkan mayat induk Phantom Wolf terlebih dahulu," Peter mengajak mereka untuk menguburkan mayat induk Phantom Wolf.
Setelah menguburkan mayat induk Phantom Wolf, Peter dan yang lainnya langsung pergi ke desa serta membawa sepuluh anak Phantom Wolf. Dalam perjalanan pulang mereka tidak menemukan yang aneh di sepanjang perjalanan.
Saat kembali ke desa Peter di buat terkejut kembali dengan keadaan desa yang semakin ramai di penuhi dengan beberapa ras monster dan bangunan yang baru.
__ADS_1