
Rey tidak tahu lagi bagaimana caranya menghentikan aksi konyol Ken dan teman-temannya padanya. Bahkan tak ada seorangpun murid di sana yang membelanya, ketika Rey mendapatkan aksi perundungan
Rey pernah melaporkan hal tersebut pada salah satu guru di sana. Akan tetapi Ia sama sekali tak di dengar. Para guru menganggap remeh aksi Ken, menurut mereka itu hanya lelucon antar siswa.
Orang tua? mereka juga sangat tidak bisa Rey andalkan. Memiliki Ayah dan Ibu pebisnis membuat Rey merasa sangat di asingkan. Rey tidak pernah mendapatkan perhatian, meskipun Ia tahu jika kedua orangtuanya sangat menyayangi dirinya. Namun, itu sama sekali tidak cukup. Rey memang memiliki segalanya, tapi tidak dengan kenyamanan keluarga.
Byur...
Di sebuah saluran irigasi, Ken dan teman-temannya lagi-lagi membuat Rey terintimidasi.
"Dasar cul*un," pekik Ken puas.
Sungguh ini sangat menyakitkan, seluruh tubuh Rey di penuhi air. Ia tak bisa melawan, karna jika hal itu Rey lakukan, maka Rey akan di pukuli habis-habisan.
Tubuh Rey menggigil, kepalanya terasa sedikit pusing. Ia merasa dunia ini terlalu kejam. Rey tidak tahu harus berlindung pada siapa, pada kenyataannya semua orang benar-benar mengabaikannya.
"Apa kau baru saja terjatuh?" Alisa bertanya sambil menyodorkan sebuah mantel kepada Rey.
Malu, itulah perasaan yang kini Rey rasakan. Rey merasa jika dirinya selalu berpenampilan buruk setiap kali akan bertemu dengan Alisa.
"Cepat, kenakan mantelku, Kau bisa saja sakit kedinginan."
Kenapa setiap kali melihatnya, Rey selalu menjadi tidak karuan. Kecantikan Alisa sangat memabukkan.
"Apakah ini yang dinamakan cinta?" Rey membatin tanpa mengalihkan sorot matanya dari wajah Alisa.
__ADS_1
Rey Ingat betul, jika beberapa waktu lalu Ken sempat memanggil Alisa dengan sebutan Sayang. Itu artinya hubungan Ken dan Alisa juga terbilang spesial.
"U... untuk apa kau membantuku?" tanya Rey gugup.
"Aku hanya kebetulan lewat," sahut Alisa spontan.
Jujur perkataan Ken masih terngiang-ngiang di dalam isi kepala Alisa. Gadis itu sedikit memiliki rasa takut. Bagaimana jika Rey tiba-tiba menyentuh boko*nya atau dadanya dan pelec*ehan lainnya yang pernah Ken ceritakan.
"Te... terimakasih," senyum Rey terukir sempurna di wajahnya yang di penuhi jerawat dan berkacamata.
"Jika Kau mau, Aku bisa meminjamkan mantel itu untukmu. Tapi kembalikan besok, karena itu adalah hadiah dari Ayahku."
"Hadiah?" Rey membatin, "Aku bahkan tidak pernah mendapatkan sebuah hadiah dari Ayahku." imbuh Rey berkaca-kaca.
Pesona Alisa terlalu kuat membuat hati Rey berdebar. Rey merasa sangat tidak karuan. Pria itu menyentuh dadanya sesaat.
"Aku... sepertinya Aku sakit? Dadaku terasa sesak," Rey meringis sambil memeluk erat mantel yang Alisa berikan.
Aroma tubuh Alisa seolah menempel di sana. Rey merasa jika Alisa masih berada di dekatnya meskipun gadis itu sudah berlalu dari hadapannya.
Setelah kembali kerumah, Rey mengurung diri di dalam kamarnya. Pria itu dengan piawai memainkan media internetnya, Rey menuliskan di kolom pencarian cara menyenangkan hati wanita.
Ya, Rey akui. Rey telah tertarik pada Alisa sejak pandangan pertama. Rey tidak bisa sedetikpun untuk menghempas gadis itu dari dalam ingatannya.
"Bu... bunga?" Rey membaca salah satu forum informasi yang mengharuskan seorang laki-laki memberikan wanitanya sebuah bunga.
__ADS_1
Haruskah hal itu Rey lakukan? Ia benar-benar awam dalam masalah percintaan. Ibaratnya, Ia hanya seorang pemuda yang baru mengenal seorang lawan jenisnya.
Dalam pusat pencarian yang ia dapatkan, tidak hanya bunga dan coklat. Rey juga di berikan suatu contoh tindakan yang mungkin bisa membuat gadis incarannya terpesona. Salah satunya dengan memamerkan bentuk tubuh dan juga memberikan sebuah ciu*man.
"Apa Aku bisa?" Rey bergumam, tak berhenti di sana. jarinya kembali bergerak memasukan kata kunci di kolom pencarian. "Bagaimana caranya berci*uman." tulis Rey di dalamnya.
Deg... Rey tertegun, sejenak Ia kesulitan untuk menelan saliva. Bagaimana tidak? Bukan hanya adegan ciu*man yang di tampilkan. Tapi juga sebuah Video lain yang lebih liar. Rey mengklik salah satu film di dalamnya, dan benar saja. Video tersebut memang menampilkan bagaimana sepasang insan sedang berciu*man. Namun, Lebih dari itu di dalamnya juga memperlihatkan sepasang manusia yang kina mulai saling menanggalkan pakaiannya.
Di negara Rey, hal ini memang tidak terlalu keras dilarang. Dengan mudah Ia bisa mengakses situs dewasa di luar dugaannya.
"Haruskah aku melakukan hal itu pada Alisa?" Pandangan Rey tak teralihkan. Tubuhnya mulai terasa sangat tidak nyaman. "Si*al, kenapa aku ere*ksi," imbuh Rey.
Bagian sensitif milik Rey mulai merang*sang apa penglihatan dan isi dalam kepala yang sedang Rey pikirkan. Ia justru membayangkan jika adegan tersebut sedang dirinya lakukan bersama Alisa.
"Mmm..." Rey mengerang, Ia membuka rel sleting celananya tanpa mengalihkan pandangan. Tangannya bergerak sesuai dengan instingnya, Rey mengelus miliknya perlahan sambil mempertajam pikiran dan tatapan. "A*hhh, Alisa..." rintihnya berandai.
Bukan kali pertama Rey melakukannya. Namun, ucapan Ken dan teman-temannya sungguh tidak benar. Rey memang sudah mengenal se*x. Tapi Ia tidak pernah menyentuh wanita, atau bahkan melecehkannya.
Rey semakin menggila begitu menyaksikan bagaimana seorang pria mengh*isap pay*udara si wanita. Dalam otaknya, Itu adalah Rey. Segalanya Rey lakukan bersama Alisa sesuai adegan di dalamnya.
"Uhmmm," Rey mencoba menahan diri begitu Ia akan sampai pada puncak kenik*matan. Rey bertahan, Ia masih ingin merasakan bagaimana sensasi ini berlangsung.
Astaga, Alisa benar-benar sudah membuat Rey menggila. Kali pertama Rey jatuh cinta, Pria itu langsung tersesat kedalam situs dewasa.
BERIKAN DUKUNGAN DENGAN CARA LIKE KOMEN DAN SHARE YA GUYS... AGAR AUTHOR RAJIN DAN SEMANGAT UNTUK UPDATE TERUS...
__ADS_1