
"Baiklah tuan, saya akan memikirkan nya."
Tidak beberapa lama sampai di rumah
Bu Yani ternyata sudah menunggu. Melihat Bu Yani Ajarin terlihat sangat takut.
"Apa maksud nya ini?" tanya Bu Yani sambil menunjuk kan satu surat.
Ajarin dan Bagas sangat kaget kenapa surat nikah sirih mereka ada di tangan ibu nya.
"Jelas kan Bagas!"
"Mah kita bicarakan ini dengan tenang, aku akan menjelaskan nya. Mamah jangan emosi."
"Bagas!"
Bu Yani terlihat sangat marah.
"Iyah mah aku sudah menikah dengan Ajarin, Bu Yani menghela nafas sambil memegang dada nya menatap Bagas dan Ajarin.
"Ini karena perempuan ini menggoda kamu kan? Bagaimana bisa kamu menikah diam-diam seperti ini?"
"Ini tidak kesalahan Ajarin mah, ini kesalahan ku."
Bagas menjelaskan semua nya membuat mamah nya hanya bisa menghela nafas.
Bu Yani tiba-tiba lemas dan di bawa ke dalam kamar.
Bagas mengikuti nya dan meminta Ajarin langsung untuk istirahat.
"Ada apa dengan kamu nak? Kenapa kamu begini?" tanya Mamah nya.
"Maafin aku mah."
"Kamu menikahi Ajarin hanya karena ingin memiliki anak?"
Bagas mengangguk.
Tiba-tiba mamah nya menampar pipi Bagas.
"Bagaimana bisa kamu sangat jahat kepada Ajarin menikahinya hanya mau mengandung anak mu!"
Bagas terdiam. "Awal nya seperti itu Mah, namun sekarang aku menyadari perasaan ku kepada Ajarin. Aku mencintai nya."
Bu Yani langsung terdiam.
"Apa maksud kamu?"
"Maafin aku mah, aku tau mamah akan marah dengan tindakan ku."
"Kamu mencintai Ajarin sejak kapan? bagaimana dengan Cindy?"
"Aku tidak tau kapan rasa ini ada, namun aku merasakan kenyamanan ketika bersama Ajarin mah."
"Jadi kamu sudah melupakan mantan istri kamu?"
Bagas mengangguk.
"Bagus deh kalau begitu, seger nikahi Ajarin secara resmi."
Bagas menatap mamah nya kaget.
"Apa maksud mamah?"
"Mamah sudah dari awal mau menjodohkan kamu dengan Ajarin, Mamah yakin kalau Ajarin perempuan yang baik dan sangat cocok dengan kamu, Mamah juga menyadari sifat kamu yang sangat berbeda kepada nya."
Bagas mendengar itu jadi sangat malu.
"Jadi mamah tidak Marah?"
"Sebenarnya mamah marah karena kamu menghianati istri kamu, namun mamah tau apa alasan nya kamu seperti ini."
Bagas langsung memeluk Mamah nya.
"Terimakasih banyak mah."
"Anak yang di kandungan Ajarin adalah anak kamu, itu arti nya itu cucu mamah juga?"
"Iyah mah, hadiah untuk Mamah."
Bu Yani sangat senang sekali.
"Tuan bagaimana dengan Ibu?" tanya Ajarin setelah Bagas ke kamar.
__ADS_1
"Huff apa sampai sekarang kamu belum bisa mengubah panggilan kamu?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan Tuan, bagaimana dengan Ibu?"
"Sudah jangan di pikir kan, kamu istirahat saja."
Ajarin menghela nafas panjang.
Namun tiba-tiba dia mual.
Keesokan harinya Ajarin menyiapkan sarapan di dapur namun Dia mual-mual dan pusing.
"Kamu istirahat saja, biar Mamah yang menyiapkan nya," ucap Bu Yani.
Ajarin kaget kenapa Bu Yani menyebut Mamah.
"Saya masih bisa kok Bu."
"Heh jangan panggil ibu, saya adalah mertua kamu dan kamu menantu saya, sekarang panggil mamah."
Ajarin kebingungan sementara yang lain mendengar itu hanya senyum-senyum saja.
"Mamah minta maaf yah karena sebelumnya kata-kata mamah sangat kasar sama kamu."
"Justru aku yang minta maaf Bu."
"Kamu tidak salah, suami kamu yang salah karena berbohong. Mamah mau kamu menikah secara resmi dengan anak saya."
"Tapi Bu."
"Saya tidak membenci kamu ataupun marah, saya hanya kecewa kamu mengandung dan berfikir itu anak orang lain karena saya ingin kamu menikah dengan anak saya namun saya tidak berani mengatakan nya."
Ajarin terdiam, dia seperti mimpi.
"Mau aja non Ajarin, Kapan lagi non Ajarin akan mendapatkan mertua yang baik dan cantik." ucap teman-teman nya.
Ajarin tersenyum. "Humm aku akan memikirkan nya Bu, terimakasih banyak sudah mau menerima saya."
"Berterimakasih lah kepada anak yang dalam perut kamu, karena dia pembawa kebahagiaan untuk kamu mau pun untuk saya dan Bagas."
Ajarin tersenyum sambil mengangguk.
Semua pelayan terlihat sangat senang.
Bu Yani melihat Ajarin menunggu di depan pintu.
"Akbar kita tidur saja yok." Bu Yani mengajak Akbar ke kamar.
Tidak beberapa lama mobil Bagas datang.
"Tuan dari mana saja? Kenapa baru pulang?" tanya Ajarin.
Bagas tersenyum dia memeluk pinggang Ajarin.
"Saya lembur hari ini karena banyak pekerjaan di luar. Kamu kenapa belum tidur?"
"Saya menunggu Tuan."
Bagas tersenyum dia mencium bibir Ajarin tampa sadar kalau semua orang masih ada di sana.
Mereka kaget melihat itu namun mereka juga senang.
"Aaaa!!! Aku sangat iri kepada Ajarin yang bisa merasakan Bibir merah tuan Bagas."
"Tuan jangan lakukan ini di tempat seperti ini."
"Kenapa? kamu takut? Kamu adalah istri saya, apa salah nya saya mencium istri saya?"
"Aku malu kalau ibu melihat nya.
Melihat wajah Ajarin yang sangat malu dia tersenyum.
Ajarin menyiapkan pakaian ganti untuk Bagas yang baru saja selesai mandi.
"Apa hari ini kamu masih mual-mual?"
Ajarin mengangguk.
"Ternyata hamil tidak seenak apa yang saya pikirkan, ini sangat menyiksa saya."
"Ssttt!! Jangan berbicara seperti itu, kamu tau saya menunggu hal ini terjadi sudah cukup lama, teman-teman yang seumuran saya sudah memiliki anak dia dan tiga namun saya sama sekali belum ada, jaga lah dengan baik."
Ajarin tersenyum, "Kenapa kamu tersenyum?"
__ADS_1
"Tuan selalu saja memasang wajah serius..Aku hanya mengatakan itu bukan bermaksud untuk tidak menjaga anak ini."
Bagas tersenyum.
Keesokan harinya..
"Kenapa mamah membawa kami kesini?" tanya Bagas ke rumah Mamah dan Papah nya dulu.
"Kamu tau kan kalau tempat ini adalah saksi kisah papah sama mamah dulu. Mamah mau kalian mengingat tentang rumah ini."
Bagas dan Ajarin mengangguk.
"Ambil lah ini."
Bagas kaget karena di berikan cincin.
"Apa ini mah."
"Ini adalah cincin pernikahan mamah sama papah, menikah lah kalian berdua dan membangun rumah tangga yang harmonis dan membesarkan anak bersama."
Bagas tersenyum dia langsung memeluk mamah nya.
"baiklah mah."
Tidak beberapa lama Bagas dan Ajarin menyebarkan surat undangan pernikahan mereka membuat seluruh media gambar dan berita terdengar kepada Cindy yang ternyata di hianati oleh kekasihnya.
Dan berita juga terdengar ke orang tua tiri Ajarin. Namun saat mendengar berita itu tiba-tiba polisi datang menjemput nya atas penipuan dan juga narkoba.
"Yeii aku punya kakak ipar yang ganteng dan juga kaya." ucap Akbar.
Bagas mendengar itu tertawa. "Kamu juga ganteng."
"Nanti kalau Om sudah menikah dengan mbak Ajarin aku ikut kan?"
Ajarin tersenyum dia. memegang tangan Akbar.
"Kamu dan juga Ibu akan ikut tinggal bersama kami, kemana saja kami kalian pasti ikut," ucap Ajarin.
Mendengar itu Bu Yani sangat terharu, dia dulu sangat di benci oleh menantu nya namun sekarang menantu nya sangat menghargai dan menyegani dia.
Pernikahan berlangsung Bagas sangat terharu melihat Ajarin memakai baju pengantin yang di pilih oleh nya sendiri.
Beberapa bulan kemudian...
Usia kandungan Ajarin kini sudah sembilan bulan. Pagi tadi Ajarin kesakitan dan segera di larikan ke rumah sakit.
Bagas yang sedang di luar langsung meninggalkan pekerjaan nya dan ke rumah sakit.
"Farel sebentar lagi saya akan menjadi Ayah, saya akan memiliki anak," sepanjang jalan Bagas sangat bersemangat sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai dia melihat istrinya yang kesakitan.
Mereka semua nya sangat tegang menunggu anak itu lahir.
Berjam-jam di ruangan persalinan akhirnya suara bayi terdengar.
Semua yang di luar mengucapkan selamat. Ternyata hampir semua pelayan ikut menunggu Ajarin melahirkan.
Melihat anak yang sangat tampan mirip dengan Bagas Bu Yani sangat senang.
"Terimakasih sayang." Bagas mencium istri nya yang sudah sangat lemas.
kelahiran Putra pertama Bagas berhasil membuat Cindy menyesali masa lalu nya.
Dia melihat Bagas dan istri nya sangat bahagia.
"Mas.." panggil Ajarin di saat sudah sadar dan Putra nya sudah di samping nya.
Bagas yang tidak bisa meninggalkan mereka berdua di sana.
"Iyah kenapa?"
"Bisa kan aku tidak melakukan perjanjian kita setelah anak ini lahir? Aku tidak sanggup."
Bagas menggeleng kan kepala nya.
"Lupakan semua itu, sekarang kita harus hidup bersama karena saya sangat mencintai kamu."
Ajarin tersenyum.
Mereka Hidup bahagia bersama dan kini Ajarin sudah tidak memikirkan untuk lanjut kuliah dia lebih fokus kepada anak, adik dan suami nya di bantu oleh mertua nya yang sangat sayang kepada nya.
~***Tamat***~
__ADS_1