Destined Love

Destined Love
BAB 4


__ADS_3

"Kak lagi ngapain sih lu dari tadi mantengin laptop terus enggak bosen apa" kata adiknya yang bernama fahmi itu sambil mengigit sepotong rotinya dan duduk di sebelah Dahlia


"Kepo mau tau aja urusan orang dewasa"Dahlia menoleh sebentar ke adik laki lakinya dan melanjutkan membuat storynya


"Aku udah gede juga kali ka"karena kesal Fahmi melahal sepotong roti itu dengan sangat cepat


"Ada apasih kalian tuh bertengkar aja"ibunda mereka pun datang dan duduk di dekat mereka


"Mah ka Dahlia lagi jatuh cinta loh"bergurau sedikit sambil melirik ke arah Dahlia dan Dahlia pun melemparkan bantal kecil ke badan adiknya


"Sok tau lu bocah"sembari melemparkan bantal kecil ke badan adiknya


"Apa benar yang di katakan adik kamu? ko engga pernah di bawa ke rumah sih ka" ibundanya pun mulai kepo dan menatap mata Dahlia


"E-engga ko" Dahlia menjawab dengan terbata batanya karena dia tidak mau menceritakan sosok pria yang ia sukai dan merasa terganggu Dahlia pergi ke atas kamarnya


"Tuh kan kabur berarti benar"kata Fahmi yang sembari dengan ketawa recehnya itu


"Heuhh"dari tangga Dahlia ingin melemparkan laptopnya tapi tidak jadi karena itu laptop berharganya


"Kenapa enggak di terusin lempar laptopnya?" Fahmi pun tertawa lagi, dengan muka kesalnya akhirnya Dahlia langsung pergi ke kamarnya


"Kamu tuh yah demen banget bikin kakakmu emosi"kata sang ibundanya sembari tertawa kecil dan Fahmi hanya membalas cengiran di bibirnya itu


***


"Mah aku berangkat dulu yah" sambil mencium pipi kanan sang ibundanya dan berjalan menuju pintu keluar rumah


"Sarapan dulu!" kata ibundanya yang setengan berteriak


" Nanti aja di sekolah" jawab Dahlia yang sudah ada di atas motornya dan langsung melaju kesekolah


"Kakak udah berangkat mah?" tanya Fahmi yang sembari makan roti di meja makan


"Iyah tuh buru buru, kamu masih nyantai aja enggak ke sekolah?" tanya ibundanya yang sembari melihat jam yang ada di tangannya


karena keasikan makan roti Fahmi pun telat pergi ke sekolah


"Udah jam" belum selesai mengucapkan pukul jam nya Fahmi langsung salim ke ibundanya dan langsung lari keluar rumah "Hati hati jangan lari!" setengah berteriak


***


"Eh lu tau engga sekarang mau ada pembeljaran di luar sekolah tau" kata Jenifer yang berbisik ke telinga Dahlia


"Ah masa? lu tau dari mana?" jawab Dahlia yang tidak percaya


"Tau dari ka Iqbal" kata Jenifer sembari mengunyah permen karetnya


"Lu habis ketemu dia?" muka Dahlia langsung mendadak marah, kesal rasanya ingin meledak


"Dari chat pas semalem"jawab Jenifer sembari buka isi chatan dia sama Iqbal pas saat semalam, Dahlia pun tersedak karena mendengar itu, Jenifer langsung khwatir "Lu kenapa?" langsung melihat ke arah Dahlia


"Lu dapet no ka Iqbal dari mana?"Dahlia mulai cemburu dan penasaran


"Dari ka Aldi heheh" kata Jenifer yang sembari tertawa kecil di bibirnya itu


""Ihhh ka Aldi nyebelin banget sih..kan mereka jadi chatan pas semalam!!!"" bergumam kesal di dalam hatinya


"Coba liat gua chatannya" Dahlia langsung merebut handpone nya Jenifer


Isi chatan...


Jenifer: malam ka


Ka Iqbal: malam, ini siapa yah?


Jenifer: ini aku ka Jenifer hehe, kakak lagi ngapain?


Ka Iqbal: lagi baca buku dek, kamu belum tidur dek?


Jenifer: engga bisa tidur ka hehe


Ka Iqbal: lah kenapa, besok mau ada pembelajaran di luar sekolah kita mau meneliti gitu dek


Jenifer: benarkah? terus kk yang ngajarin?


Ka Iqbal: ihah dek dan ada gurunya juga ko, udah sekarang kamu tidur gih


Jenifer: oke ka, g.night ka😊


Ka Iqbal: 😊

__ADS_1


Setelah membaca isi chat itu Dahlia langsung merasa sakit hati ada rasa cemburu juga dan langsung memberikan handpone itu kepada Jenifer, semuanya sudah pada berkumpul dan segera melakukan kegiatan di luar sekolah dan langsung berangkat ke penelitian, saat di dalam bus Iqbal kebetulan 1bus sama mereka dan dari tadi Iqbal melihat wajah Dahlia yang kecut jutek itu saat Iqbal melihat Dahlia dan sebaliknya Dahlia langsung membuangkan mukanya ke arah jendela bus disitu Iqbal mulai bertanya tanya di dalam hatinya apakah Dahlia marah kepadanya? namum kenapa Ia marah? Iqbal tidak tahu sama sekali kenapa sifat Dahlia mulai aneh seperti itu, saat sudah sampai di lokasi dari tadi Iqbal melihat Dahlia yang dengan sedikit pendiam dari pada sebelumnya dan Iqbal mulai mendekati Dahlia dan Jenifer namun lagi lagi Jenifer lah yang mulai bertanya kepada Iqbal


"Ka ini namanya pohon apa?" Jenifer mulai bertanya ke pada Iqbal dan membuat Dahlia semakin kesal akhirnya Dahlia memutuskan untuk pergi dari mereka "Mau kemana lu?" Jenifer bertanya kepada Dahlia


"kesono bentar" Dahlia hanya mengucapkan ala kadarnya saja dan langsung pergi meninggalkan Jenifer dan Iqbal, namun Iqbal merasa heran akan sikap Dahlia dan melamun sebentar


"Ka!" Jenifer membuyarkan yang ada di dalam pikiran Iqbal dan Iqbal langsung mengajarkan Jenifer


Setelah beberapa menit istirahat semuanya pada makan dan minum dan Dahlia sedang duduk di bangku lalu Aldi menghampiri Dahlia


"Sendirian aja?" kata Aldi yang duduk di samping Dahlia


"Hem iyah ka" Dahlia menjawab dengan sangat datarnya tidak menoleh wajah Aldi, tiba tiba Iqbal pun dateng "Ngapain lu kesini?" tanya Aldi ke Iqbal


"Gua mau bicara sama yang ada di sebalah lu" kata Iqbal yang matanya tertuju ke Dahlia


""Ngapain sih dia mau bicara sama gua"" Dahlia bergumam di dalam hatinya


"Ouh okeh deh gua pergi dulu" Aldi langsung meninggalkan mereka


"Kamu kenapa? dari tadi cuek jutek bahkan enggan melihat aku?" tanya Iqbal ke Dahlia


""Hah...sejak kapan dia ngomongnya aku kamu?"" bergumam di dalam hatinya


"Gapapa ka" Dahlia enggan melihat wajah Iqbal


"Jangan bohong kamu" kata Iqbal yang menoleh ke Dahlia namun Dahlia hanya menjawab gapapa terus, dan tiba tiba hujan pun turun begitu derasnya, Iqbal langsung menarik tangan Dahlia agar ikut dengannya berteduh di gardu dan Dahliapun reflex melihat tangannya di genggam oleh Iqbal "Ayo hujan nya nanti makin deras" kata Iqbal yang mulai cemas takut Dahlia sakit karena hujan yang begitu mulai deras dan Dahlia mengikuti Iqbal, sesampainya di gardu Iqbal melihat Dahlia yang kedinginan dan Iqbal memberikan almamaternya ke Dahlia karena tidak begitu basah, Dahlia pun kaget yang tiba tiba Iqbal memakaikan almetnya kepunggung Dahlia dan tangannya Dahlia menyentuh tangan Iqbal, akhirnya mereka sambil bertatapan mata.


***


dari kejauhan Jenifer dan Aldi melihat Dahlia dengan Iqbal


"Kenapa kamu cemburu?" tanya Aldu ke Jenifer


"Enggga" Jenifer masih mengelaknya walau hatinya penuh dengan amarah


"Gimana kita bikin rencana gar mereka berjauhan?" Aldi menawarkan rencana busuk nya ke Jenifer


"Caranya?" Jenifer pun penasaran dan melakukan rencana busuk nya dengan Aldi


***


"Makasih" kata Dahlia dan mereka melepaskan tangannya, dari samping Iqbal melihat muka Dahlia yang pucat karena ia khawatir ia bertanya ke Dahlia


"Ha engga ko"jawab Dahlia


"Tapi wajah kamu pucat begitu" Iqbal mulai cemas akan keadaan Dahlia


""KRIUKKKK.."" perut Dahlia berbunyi karena lapar


"Belum makan?"tanya Iqbal lagi namun Dahlia hanya menjawab dengan cengirannya itu, dan hujan pun mulai reda "Ayo makan dulu dari pada demo tuh perut" Iqbal mengajak Dahlia ke kedai makan


"Demo demo emang lagi kampanye apa" Dahlia dengan reflex nya memukul pelan lengan Iqbal


"Aww" mengelus tangannya yang bekas di pukul Dahlia


"Gitu aja sakit" kata Dahlia yang melihat Iqbal


"Udah ayo"menarik tangan Dahlia namun suara yang ada di perut Dahlia muncul lagi dan Iqbal tertawa "tuh kan Pada demo" kata Iqbal yang sembari tertawa kecil


"Ihhhh" Dahlia mulai kesal lagi dan mengikuti tanggannya di tarik Iqbal


***


"Syalalalalala,eummm harum nya kue bolu bikinan chef Runi hehe"kata ibundanya Dahlia yang sembari mengeluarkan bolu nya dari oven, karena masakan bolunya begitu wangi dan wenak paman jack tidak sengaja lewat depan rumahnya dan mencium aroma bolunya dan langsung mengetuk pintu rumah Dahlia


""TOK..TOK...TOK.."" suara ketukan pintu


"Siapa sih ganggu orang lagi seneng aja" dan langsung menghampiri suara dari luar pintunya


""CLEK...""


"Ada apa yah pak?" ibunda Dahlia langsung bertanya ke pada paman jack


"Saya mencuim aroma aroma yang tidak biasa" sambil mengendus endus


"Aroma terapy?" jawab ibunda Dahlia


"Bukan bukan" Kata pama jack


"Aroma nya wangi?" tanya nya lagi

__ADS_1


"Yah bisa jadi bisa jadi" kata paman jack dengan candaannya itu


"Aha pasti parfum" kata ibunda Dahlia


"Bukan bukan" kata paman jack lagi


"Aromanya enak? kaya kue" kata ibundanya lagi


"Dikit lagi Dikit lagi" paman jack mulai senang


"Kue Bolu!!" kata ibundanya Dahlia


"Yahhh anda selamat!" kata paman jack


"Wihh dapet apaantuh" tanya ibunda Dahlia lagi


"Gakdapet apa apasih hehe" paman jack mulai tertawa kecil


"Heuh dasar" ibunda Dahlia mulai agak kesal


"Apa saya boleh masuk untuk mencicipi bolunya?"kata paman jack


"Yayaya silahkan silahkan" ibunda Dahlia mempersilahkan paman jack untuk masuk, paman jack mencicipi bolu bikinan ibunda Dahlia


"Gimana enak?" kata ibunda Dahlia


"Beuhhh boleh saya bungkus?" sambil melahap santapan bolu nya


" Hahah silahkan silahkan kebetulan saya bikin beberapa loyang"jawab ibunda Dahlia lagi


"Yaudah kalo gitu saya bawa ini saja yah, makasih atas hidangan nya dan gratisannya" kata paman jack dan langsung pergi dari rumah Dahlia


***


"Gimana udah kenyang belum?" tanya Iqbal ke Dahlia


"Udah ko ka pake banget malah"Dahlia tertawa kecil


"Nah kamu belum jawab pertannyaan aku yang tadi" kata Iqbal yang sembari mengangkat sebelah alisnya dan menatap muka Dahlia, Dahlia langsung diem "Hey kenapa diem?" tanya Iqbal lagi


"Gapapa, ouh iyah nanti anak anak yg lain pada cariin kita" kata Dahlia yang mengalihkan pembicaraan


"Jangan alihkan pembicaraan saat aku sedang berbicara" kata Iqbal yang sembari melihat wajah Dahlia dengan raut muka yang agak marah dan membuang mukanya


""Cih galak sekali nih orang mana maksa lagi sikapnya gak karuan banget sih tadi baik sekarang galak"" kata Dahlia yamg bergumam di dalam hatinya


"Iya maaf" terpaksa Dahlia meminta maaf


"Kenapa minta maaf?" tanya Iqbal yang menoleh ke Dahlia


""Kan gua udah berbuat salah masa minta maaf pake di tanya segala"" bergumam lagi di dalam hatinya


Dahlia hanya tersenyum paksa


"Pak jadi berapa pak ketoprak 2" kata Dahlia yang bertanya ke amang ketoprak


"20 ribu mbak" jawab amang ketoprak


"Nih pak" Iqbal langsung menyodorkan uang itu ke bapak nya dan bapaknya pun langsung mengambil uangnya dan Iqbal berjalan menuju anak anak, Dahlia pun merasa aneh melihat sikap Iqbal kenapa jadi dingin gitu, Dahlia langsung menyusul Iqbal


"Ka!" Panggil Dahlia namun Iqbal pura pura tidak mendengarkannya "Kakak marah sama aku?!" tanya Dahlia yang agak teriak


""Hah dasar kupingnya budek apa tuli tuh cowo kenapa tidak dengar dan seharusnya kan aku yang marah bukannya dia!" Dahlia bergumam kesal di dalam hatinya


Dahlia langsung menghalang Iqbal jalan


"Kenapa kakak diem saja?" tanya Dahlia


"Kenapa? kamu juga diem aja kan engga jawab pertanyaan saya"kata Iqbal yang sembari tidak melihat wajah Dahlia


""Ya tuhan aku harus jawab apa gak mungkin dong aku jawab kalo aku cemburu dia chatan sama Jenifer ahh sangat tidak mungkin!"" bergumam di dalam hatinya


Karena Dahlia diem saja Iqbal lanjut berjalan menuju temen temennya dan Dahlia hanya diem mematung ditempatnya


Bersambung.....


Hello Gaessss semoga kalian bisa terhibur dengan cerita ini yah🤗


heumm kira kira Jenifer bakal melakukan apa yah terhadap Dahlia???


penasaran?? yuk jangan sampai ketinggalan cerita DESTINED LOVE😄

__ADS_1


yang lagi menjalankan Ibadah puasa semoga lancar terus yah puasanya🤗 selamat menunaikan ibadah puasa teman teman🤗🤗❤❤❤


__ADS_2