
"Kakak kamu kemana?" tanya ibunda Dahlia
"Dari tadi masih di kamar mah paling main sama laptopnya" jawab Fahmi yang sembari main game PS
"Masa sih?, belum makan loh dia, coba ke kamarnya sono" menyuruh Fahmi agar ke kamar Dahlia
"Iyah baik" Fahmi pun langsung pergi ke kamar Dahlia
""TOK....TOK...TOK..."" suara pintu
"Siapa?" tanya Dahlia
"Adikmu tercwintah" jawab Fahmi dengan bahasa alaynya
"Jijik ngomongnya sampe kaya gitu"Dahlia masih belum membukakan pintu kamarnya
"Dih engga di suruh masuk pan!" kata Fahmi yang agak teriak dari luar kamar Dahlia
"Masuk aja kali dek, orang engga di kunci ko"Jawab Dahlia
""CLEK...""
"Lagi ngapain lu ka?" tanya Fahmi yang sembari kepo
"Biasa lagi boring yah gambar gambar gini" menunjukan hasil gambar Dahlia
"Wah bagus banget tuh, kenapa engga ikutan lomba aja?" tanya Fahmi yang sembari duduk di atas kasur Dahlia
"Males ah engga minat" kata Dahlia yang melihat ke arah Fahmi dan langsung membuang mukanya
*""Cih..sok sok engga minat kalo dapet duit kan lumayan""*kata Fahmi yang sambil membayangkan punya studio melukis dan ramai orang yang berkunjung serta membeli lukisan kakak nya
"Fahmi! lu kenapa sih bengong gitu kesambet baru tau rasa lu" kata Dahlia yang sembari mendekati ke arah muka Fahmi
"Iyah aku kesambet" jawab Fahmi yang sambil matanya melihat ke atas
"Ha! kesambet setan apaanlu"Jawab Dahlia
"Kesambet cinta dia" kata Fahmi yang sembari senyum senyum
"Yey dasar bocah bucin" kata Dahlia yang sembari melemparkan bantal ke pundak kiri Fahmi dan Fahmi tertawa Dahli pun ikut tertawa
"Ayo makan"ajak Fahmi
"Bawain" minta Dahlia dengan nada manjanya
"Efek jomblo gini nih minta di bawain sama adiknya, makanya punya pacar dong" kata Fahmi yang ngeledek
"Gaya lu mentang mentang lu udah punya pacar" Dahlia pun melemparkan bantalnya lagi ke arah Fahmi
"Weis iyah dong lagian gua kan ganteng gitu loh" jawab Fahmi yang sembari memainkan kerah baju nya
"Hoekkk"Dahlia mengepresikan wajah orang yang sedang muntah
" Ah iri aja lu sama gua, udah ayo makan Mblo..."kata Fahmi yang sambil menarik tangan Dahlia
" Dasar adik laknat kau"Dahlia ingin melemparkan bantalnya namun Fahmi mengisyaratkan tunggu sebentar
"Ett tunggu dulu" kata Fahmi
"Kenapa?" tanya Dahlia yang masih megang bantalnya
"Tutup mata dulu" kata Fahmi dan Dahlia pun memejamkan matanya "jangan lupa makan yah mblo..." kata Fahmi yang sembari lari ke bawah dan Dahlia membuka matanya
" Dasar adik nyebelin kau!!" kata Dahlia yang sembari teriak dari dalam kamarnya dan bernada kesal
***
"Masa iyah Dahlia suka sama ka Iqbal? kalo iyah gua engga terima Dahlia jadian sama ka Iqbal" kata Jenifer dengan nada kesalnya "Gua harus bikin ka Iqbal jadi benci sama Dahlia!"katanya lagi yang sembari mengepalkan tangannya
***
__ADS_1
" Kenapa sih kamu engga mau jujur alasan marah sama aku bahkan pertanyaan aku aja kamu pura pura lupa, apa kamu cemburu?atau apa? tapi kenapa juga gua kesal dan cuek sama dia pasti itu bikin hati dia terluka" kata Iqbal yang sembari memandangkan foto Dahlia yang ada di dalam galeri ponsel Iqbal dan Iqbal terlelap tidur sambil menaruh ponselnya di dekat dia
***
"Jenifer" panggil Dahlia yang menuju depan gerbang
*""Mau apalagi sih dia manggil gua! bikin kesel aja!"*gumam Jenifer di dalam hatinya
"Iyah" jawab Jenifer yang pura pura baik di depan Dahlia
"Bareng kekelasnya hehe" kata Dahlia yang sambil tertawa kecil
"Lu gak bawa motor?" tanya Jenifer yang pensaran
"Engga"jawab Dahlia
"Tumben"kata jenifer
Dahlia mencari sosok yang ia cari karena belum kelihatan batang hidungnya
"Cari siapa lu?" tanya Jenifer yang sambil melihat aneh sikap Dahlia
"Hah engga ko"jawab Dahlia yang sembari tersenyum
""Mana sih kak Iqbal giliran di cari kaga ada tapi giliran engga di cari muncul kaya jin tomang!" geram Dahlia di dalam hatinya
***
"Bro kenapa lu dari tadi ngeliat ke arah kelas atas mulu" tanya temen Iqbal
"enggapapa" jawab Iqbal dengan singkat, Aldi mendengar percakapan Iqbal dengan temannya dan Aldi merasa kesal
""Pasti dia lagi cari Dahlia di situ!"" geramnya sambil mengepalkan tangan
***
"Engga pulang?" tanya jenifer ke Dahlia
"Duluan aja"jawab Dahlia dan Jenifer langsung meninggalkannya, Dahlia langsung menemukan sosok yang ia cari, Dahliapun langsung pergi ke bawah menemui Iqbal "Kak"panggil Dahlia dan Iqbal langsung menoleh ke sumber suara itu, Iqbal rasanya gembira sekali bisa melihat wajah Dahlia
"Apasih kak gaje banget dah"kata Dahlia sambil mengepresikan muka kekesalannya itu "Kak aku mau ngomong sama kakak tapi jangan disini" kata Dahlia yang sembari melihat temen temen Iqbal
"Okey" jawab Iqbal yang pura-pura cuek kepada Dahlia, Iqbal langsung pergi bersama Dahlia
"Kak aku mau ngomong"kata Dahlia
"Iyah ngomong apa?" jawab Iqbal
"Aku mau minta maaf yang soal kejadian kemaren, gara gara aku gk jujur ke kakak eh kakak malah marah sama aku"kata Dahlia yang sambil menyesal
"Aku juga minta maaf yah engga seharusnya cuek sama kamu"kata Iqbal dengan senyuman manis di pipinya
""Ouh ya tuhan kenapa hati gua engga karuan gini sih liat senyuman ka Iqbal" tanpa sadar Dahlia terus saja memandangi Iqbal karena tidak kuat dengan senyumannya itu
"Hai"Iqbal menyadarkan Dahlia dari begongnya
"Ha iyah ka"Dahlia langsung kaget dan salah tingkah engga karuan, Iqbal pun tertawa melihat ekspresi Dahlia yang lucu itu namun Dahlia merasa malu dan ada merah merona di pipinya, tiba tiba perut Dahlia berbunyi karena laper
*""KRIUKKKK..."*suara perut Dahlia dan dengan sptontan Dahlia langsung megang perutnya sendiri
"Kenapa? laper?" tanya Iqbal namun Dahlia hanya tersenyum seperti anak kecil yang ingin di kasih makan "Yaudah ayo ikut" ajak Iqbal
"Kemana ka?" tanya Dahlia
"Udah ikut aja ayo" Iqbal menarik tangan Dahlia dan mereka berboncengan berdua di atas motor
***
"Gua duluan"kata Aldi yang berjalan cepat menuju parkiran motor
"Tumben, engga mau nongkrong dulu!"teriak teman Aldi yang sambil duduk di pos sekolah, Aldi langsung menancapkan gas motornya, di pinggir jalan Aldi berhenti dan menelepon Jenifer
__ADS_1
***
"Siapa sih baru geh mau nyantai"Jenifer bergegas mengambil telepon nya dan mengangkat telepon dari ka Aldi
Di telepon
Jenifer: Hallo kak ada apa?
Aldi: Nanti jam 3 sore ketemuan di taman
Jenifer: Ha ngapain ka?
Aldi: Udah jangan banyak tanya
Jenifer: Hemmm iyah ka
Aldi memutuskan telepon nya dan langsung menancapkan gas motornya lagi
"Ih ngapain sih ngajak ketemuan jam 3 sore udah tau masih ngantuk" kata Jenifer yang tidak bersemangat dan melanjutkan tidurnya
***
"Enak engga?" kata Iqbal yang bertanya ke Dahlia
"Eumm enak banget ka baksonya" jawab Dahlia yang penuh semangat
"Iyahlah ini bakso langganan aku dari dulu, yah enggak paman"kata Iqbal lagi yang sembari menengok ke arah amang bakso
"Yo jelas toh"jawab amang bakso, Dahlia mencoba menahan tawanya mendengar kata amang baksonya
"Kenapa?" tanya Iqbal yang melihat wajah Dahlia
"Engga itu bapaknya lucu banget bilang Ya jelas to, mana medok lagi bahasanya" Kata Dahlia yang menahan tawanya
"Dia emang gitu asik orangnya" kata Iqbal yang tertawa kecil
"Iyahlah aku gitu loh" jawab amang tukang baksonya "Udah paman mau ke belakang dulu yah" segera meninggalkan Dahlia dan Iqbal
"Ka" Dahlia belum selesai berbicaranya Iqbal mulai menatap muka Dahlia dengan dekat dan mengusap saus yang ada di bibir Dahlia namun saat wajah mereka berdekatan mereka saling menatap mata dan detak jantung Dahlia tidak karuan sampai dia menelan ludah sangking groginya tiba tiba paman dateng membuyarkan tatapan mereka berdua
"Hayo pada ngapain" kata amang bakso, Dahlia dan Iqbal pun kaget
" Ha engga pak orang engga ngapa ngapain ko" kata Dahlia yang gugup
" Kalian pacaran yah" kata amang bakso lagi sambil menatap muka Dahlia dan Iqbal
"Ih siapa juga yang pacaran" kata Dahlia yang agak kesal namun Iqbal hanya tersenyum melihat tingkah Dahlia
"Walah bohong" kata amang bakso lagi
"Kita engga pacaran kan kak yah" kata Dahlia yang tersenyum paksa ke Iqbal agar Iqbal menjawab bahwa mereka engga pacaran
"Hmm yah" kata Iqbal dengan santainya
"Tuh kan pak denger sendiri kan kita tuh engga pacaran" kata Dahlia yang masih ngotot ke amang baksonya
*""Iyah kita engga pacaran tapi kamu calon masa depanku kelak dan calon ibu dari anak anak ku kelak""*Iqbal bergumam di dalam hatinya
"Yowes aku lanjut bikin bakso lagi" kata amang baksonya
"Kesel banget sih malah di introgasi kayak gitu" Dahlia ngedumel pelan, Iqbal masih aja teesenyum melihat sikap Dahlia
***
"Ada apa ka? kenapa suruh aku kesini?" tanya Jenifer yang sudah ada di taman
"Kita mulai rencana agar bisa memisahkan Dahlia dan Iqbal" jawab Aldi yang sembari mengepalkan kedua tangannya.
Bersambung.......
Terimakasih sudah setia membaca novelku ini🤗 dan semoga kalian suka sama ceritanya😘
__ADS_1
jangan lupa di like yah🤗
Thank you❤❤❤