
Setelah mereka masuk mereka sangat kagum dengan ruangan itu, di karenakan ruangan itu berisikan banyak buku yang tertata rapi, selain karna buku itu, ada satu buku yang terlihat, saat memasuk ruangan.
Ketua... Buku.. Itu.., Pasti buku tentang rune... Ayo ketua kita lihat...!!! Ujar tetua sao, yang mulai serakah.
Nanti...., Sebaiknya kita memperhatikan buku itu terlebih dahulu....!! Ujar ketua rumah obat yang mulai berhati hati dan waspada, karna merasakan ada bahaya.
Cih.... Bila kau tidak ingin mengambilnya maka, aku sendiri yang akan mengambilnya...!! Gerutuh tetua sao, yang mulai berjalan ke arah buku itu.
Hey... Tetua sao, kau mau kemana....? Tanya ketua rumah obat, yang melihat tetua sao berjalan ke arah buku itu.
He...., Kau pasti akan menyesal karna tidak mengikuti ku....!! Ucap tetua sao dalam hati, yang merasa dirinya paling benar.
Senyuman yang penuh makna pun mulai terlihat di wajah tetua sao, dia mempercepat langkahnya, dan tak lama kemudian akhirnya dia sampai.
Sedangkan di sisi lain.
ketua rumah obat, ingin menghentikan tetua sao, akan tetapi dirinya di halang leluhur untuk mengejar tetua sao.
Ayo leluhur..... Kita... Kejar... Dia....!!! Ujar ketua rumah obat, yang mulai khawatir.
Kini wajah ketua rumah obat, mulai panik dan khawatir karna Firasatnya buruk.
Tidak...., orang itu sangat serakah sebaiknya kita melihat dulu apa yang akan terjadi nanti...!! Ujar leluhur yang mulai penasaran dengan rencana tetua sao.
Hahahha.., kalian pasti akan menyesal nanti....!! Ujar tetua sao dalam hati, yang kini ingin mengambil buku itu, wajah tetua sao sangat senang.
Tetua sao pun memegang buku itu, dan tiba tiba, sebuah cahaya warna merah muncul dari buku itu.
Hal itu membuat tetua sao Terkejut, dan mengambil inisiatif untuk mundur.
Sedangkan di sisi lain, ketua rumah obat dan leluhur mulai penasaran dengan cahaya bewarna merah itu.
Hahaha....!!! Ujar tetua sao yang mulai serakah.
Ini pasti warisan para dewa.... Hari ini aku akan menjadi dewa baru.... Ini pasti akan terjadi... Hahaha....!!! Ucap tetua sao, dengan lantang dan keras.
Karna teriakan tersebut, ketua rumah obatdan leluhur mulai waspada.
Mereka merasakan ada bahaya yang akan datang, karna itu mereka mengeluarkan sedikit tenaga dalam, yang di gunakan untuk membuat pelindung tubuh.
Pelindung tubuh pun muncul bewarna kuning di depan mereka berdua, setelah membuat pekindung tubuh akhirnya mereka pun bisa sedikit menghela nafas.
Sedangkan di sisi lain.
Cahaya bewarna merah itu semakin lama semakin pekat, dan tak lama terdengar suara ledakan.
Duarrrr.
__ADS_1
Duarr
Apa itu...!!! Ujar leluhur yang mulai penasaran
tetua sao tidak mendengarkan suara ledakan itu, di karenakan dia sudah di kuasi oleh keserakahan.
Dan tiba tiba cahaya bewarna merah itu menyerang tetua sao,dan menyebabkan dia terpental jauh.
Apa itu leluhur....!! Tanya ketua rumah obat yang mulai melihat tetua sao terlempar jauh.
Aku tidak tau, tapi...!!! Ujar leluhur yang mulai ragu untuk menjawab pertanyaan ketua rumah obat.
Tapi apa leluhur...!! Tanya ketua rumah obat yang mulai penasaran dan khawatir.
Ketua rumah obat takut bila, cahaya bewarna merah itu akan menyerang dia dan leluhur.
Perasaan itu terus menggangu dirinya, dan tak lama, cahaya bewarna merah itu memancar ke langit langit
Sedangkan di sisi lain
Uhhk.... Apa itu tadi...?? Ujar tetua sao dalam hati.
Karna telah di kuasai oleh keserakahan, tetua sao telah melupakan apa tujuanya datang ke ruangan itu.
Dan tiba tiba, roh penjaga memasuki ruangan itu, roh penjaga memperhatikan cahaya bewarna merah itu.
Cahaya bewarna merah itu muncul, di akibatkan karna keserakahan seseorang, buku rune itu berasal dari dunia naga, jadi setiap orang yang memiliki pikiran buruk ia akan mendapatkan balasanya.
Karna tetua sao yang tidak peduli lagi dengan keadaan Sekitarnya, dia kembali berlari ke arah cahaya bewarna merah itu.
Tetua sao memegang kembali buku itu, dan menyebabkan dia kehilangan lenganya.
Arghhhhh.... Apa ini... Dasar buku sialan...!! Ujar tetua sao dalam hati, yang masih memegang tanganya.
Karna kejadian itu tetua sao mundur beberapa, dan terdengarlah suara getaran yang sangat kuat, dan angin yang behembuns sangat kuat.
Duar..
Wusssssh
Ada apa lagi ini leluhur...!! Tanya ketua rumah obat yang mulai penasaran.
Leluhur itu, tidak menjawab karna dia masih fokus ke arah suara itu berasal.
Sedangkan di sisi lain .
Roh penjaga yang melihat kejadian itu, tidak tinggal diam saja.
__ADS_1
Roh penjaga membuat sebuah pelindung yang sangat besar untuk melindungi leluhur dan ketua rumah obat.
Kejadian ini menarik perhatian ketua rumah obat, karna Terkejut ada sebuah penghalang yang melindungi dirinya.
Dan tiba tiba.
Duar... Duar.. Duar.
Buku terbuka dan muncul sebuah sosok yang melindungi buku itu.
Siapa kalian... Beraninya menggangu tidurku...!! Ucap sosok itu, dengan tekanan yang sangat kuat.
Roh penjaga tidak tinggal diam dia juga melepaskan sebuah tekanan.
Tekanan ini saling menyerang satu sama lain,
Tekanan ini berpusat di tempat tetua itu berada.
Tetua itu kesakitan di karenakan tekanan yang sangat kuat dan saling menyerang satu sama lain.
Hey... Teman bukankah... Kau penjaga tungku xian... Kenapa kau mengganguku... Untuk menghukum manusia ini...!!! Ucap sosok itu dengan nada yang keras.
Aku tidak menggangumu teman... Tapi saat ini ada sesuatu yang lebih penting... Dari menghukum manusia ini....!! Jawab roh penjaga dengan suara yang lantang.
Hal penting apa itu...!! Tanya sosok itu, karna penasaran dengan perkataan roh penjaga.
Ini...!! Ujar roh penjaga, sambil menyerakan sebuah kertas.
Kertas itu melayang dan tak lama sampai ke tangan sosok itu.
Karna roh penjaga itu yang mulai serius dengan kata katanya, membuat sosok itu tambah penasaran.
Setelah kertas itu sampai di tanganya.
Dia melihat kertas itu.. Dan sangat terkejut di karenakan isi kertas itu...
Sosok itu menurunkan tekanannya... Dan wajahnya mulai terlihat senang..
Hahaha.... Akhirnya ada juga seorang yang mempunyai aura naga murni...!! Ujar sosok itu dengan suara lantang.
Iy.. Betul ini, merupakan sebuah berkah...!! Jawab roh penjaga sambil tersenyum.
Hal ini membuat ketua rumah obat dan leluhur mulai penasaran.
Sedangkan di sisi lain tetua sao sangat kesakitan, di karenakan telah kehilangan satu tanganya dan kehilangan kultivasinya.
Tetua sao pun menyesali perbuatannya, karna keserakahan ini membuat dia menjadi sasaran dari tekanan itu.
__ADS_1
Tetua sao terlihat putus asa, dan mulai depresi karna perbuatannya tadi, dia membayangkan bagaimana jika terjadi pertarungan antar penjaga, dan membuat rumah obat menanggung akibatnya.