
Tak lama pintu lift terbuka, terlihat Deretan ruangan yang melentang panjang dan terlihat sebuah pintu yang di atasnya terlihat urutan nomor, memang rumah sakit Zhou terlihat besar akan tetapi ada rumah sakit yang lebih besar dari rumah sakit zhou.
Contohnya Rumah sakit Xi, yang di pegang oleh keluarga Xi, rumah sakit itu lebih besar dan fasilitasnya lebih mewah selain itu para dokternya banyak yang berasal dari luar negeri..
..............
Chen fang berjalan ke luar lift dan tak lama kemudian terlihat tanda ruangan,400,401,402.
Ini dia ruanganya.! Ucap chen fang, chen fang pun segera mengetok pintu, dan ternyata tidak ada yang membuka, chen fang memegang Gagang pintu dan saat ia ingin membukanya.
Chen fang mengurungkan niatnya karna dia masuk tanpa membawa apa apa dan ini membuat dia tidak enak, chen fang berjalan di sekitar ruangan itu dan tak lama terlihat sebuah jendela yang terbuka.
Segera chen fang mendekati Jendela itu, dan melompat keluar.
Duar.! Suara hentakan kaki chen fang
Lantai yang di pijak chen fang terlihat pecah dan banyak yang retak, chen fang segera berlari dengan kencang dan tak lama dia sampai di sebuah mini market dan membeli sebuah bingkisan yang berisi buah.
Chen fang keluar dari mini market dan berlari kembali menuju rumah sakit, dengan kecepatan yang luar biasa.
Saat chen fang sampai di rumah sakit dia merasakan bahwa ada seorang yang di penuhi dengan niat membunuh, dan berjalan ke arah ruangan Dou ba.
Chen fang yang merasakan niat membunuh ini mendekati ruangan Dou ba merasa kesal dan marah, chen fang segera melompat dan sampai di Jendela dekat ruangan itu.
Chen fang segera berlari dan sampai di ruangan 402 atau ruangan Dou Ba, di sisi lain Sekelompok orang itu terkejut karna kedatangan chen fang.
Sekelompok orang itu sebelumnya sudah memastikan bahwa tidak ada orang yang akan datang lagi, akan tetapi chen fang datsng dan masuk ke ruangan itu.
Bos... Siapa pemuda itu, apa dia yang jadi sasaran kita kali ini...? Tanya anak buah yang berdiri di kanan bosnya.
Bukan, jawab Bosnya dengan ekspresi yang masih kaget.!, tapi sepertinya dia adalah orang yang berbahaya..! Ucap bos itu sembari memperingatkan anak buahnya.
__ADS_1
Ala bos, hanya seorang saja tidak usah takut, kalau perlu bunuh saja dia..! Ucap anak buahnya yang berdiri di kirinya.
Iy bos betul itu.! Ucap anak buahnya yang berdiri di belakangnya.
Ayo bos lanjut aja.! Ucap anak buahnya yang berdiri di belakangnya, sambil mendorong bosnya agar jalan.
Y, bos ayo.! Ucap anak buahnya yang berdiri di kirinya.
Di sisi lain bosnya itu masih ragu ragu untuk melanjutkan misinya, namun di sisi lain bila ia menunjukan karaguanya ini pasti para anak buahnya akan menganggap rendah dirinya.
Karna paksaan dari anak buahnya, bosnya pun melanjutkan misinya.
............
Di sisi lain chen fang telah masuk kamar Dou ba dan duduk di sampingnya , terlihat Dou ba berlilitkan plaster bawarna putih, dan terlihat seperti mumi.
Pfttttt.! Chen fang yang menahan ketawanya.
Betul kata suster itu, kau terluka cukup parah, Dou ba mulai hari ini aku akan melindungi mu, jadi bangunlah..! Ucap chen fang dengan suara sedih.
Ugh, ugh,.! Jari Dou ba yang mulai bergerak.
perlahan lahan Dou ba pun membuka matanya, dan ia melihat Chen fang yang sedang memegang tanganya.
Dou ba yang melihat chen fang, ingin Duduk akan tetapi, aduh Aduh..! Ucap Dou ba karna kesakitan.
Sudahlah berbaringlah dulu, aku akan menjaga mu, jadi cepat lah sembuh,! Ucap chen fang dengan suara sedih.
Chen fang menyeringai, ia sadar bahwa orang yang berdiri di luar ruangan ingin masuk.! Dou ba tunggu sebentar aku mau keluar sebentar.! Ucap chen fang dengan ekspresi senyum
Y, baiklah, akan ku tunggu.! Ucap Dou ba sambil tersenyum.
__ADS_1
Chen berbalik badan, dan senyum yang menghiasi wajahnya mulai hilang dan berubah menjadi menyeringai karna ia akan membunuh orang setelah sekian lama.
Klek,! Pintu terbuka.
Halo, paman paman, ada perlu apa di sini.! Dengan ekspresi senyum yang menandakan bahagia.! 4 orang itu kaget karna keluarnya seorang pemuda dari ruangan itu.
Hey bocah cepat minggir, bila kau tidak ingin mati.! Ucap bosnya itu dengan suara mengancan sambil menunjuk ke arah muka Chen fang.
Ho, ho, ho, kenapa terburu buru begitu,! Sambil memegang telunjuk bos itu dengan sekuat tenaga.
Crak, crak.! Suara tulang patah.
Akh, akh, ah, aduh, kesakitan.! Apa yang kau lakukan bocah, aduh.! Dengan ekspresi kesakitan dan terjatuh ke lantai.
Owh, kenapa paman, sambil memegang pundak bos itu,! Aduh arghhhhh, sakit sakit, chen fang melihat 2 orang yang berada di sampingnya yang tampak bingung.
Lalu ia pun segera mencekik 2 orang itu dan mengeluarkan Qinya dan 1 Jurus dari 36 jurus yang baru ia pelajari, "Jian De Xingcheng" Qi di tangan chen fang berubah membentuk sebuah pedang dan menebas tenggorokan 2 orang itu.
Di sisi lain 1 orang yang melihat chen fang membunuh temanya, merasa takut dan gemetar, ia segera berlari menuju lift , akan tetapi saat ia sudah dekat dengan lift.
Chen fang mengeluarkan sebuah Jurusnya yang lain " Jurus ke dua ' Zhanshou Jian '.
Qi mulai terbentuk di tangan chen dan berubah menjadi pedang, chen fang segera melempar pedang itu dan kepala orang yang lari itu sudah terpisah dari badanya.
Chen fang melihat ke arah bos orang orang itu dan bertanya,! Siapa yang menyuruh mu.? Tanya chen fang dengan ekspresi Dingin,!
Bos dari orang orang yang telah mati itu melihat ke arah chen fang, dia melihat ekspresi chen fang yang sudah sering membunuh dan menikmatinya.
Bos itu Gemetar dan badanya merasakan ada bahaya yang sangat besar mendekati dirinya.
Dia, adalah Tuan Yang Zhouge, kami di suruh untuk menyuntikan Racun ke infus Dou ba,! Ucapnya terbata bata.
__ADS_1
Cih, ternyata betul kataku, Jurus ke tiga" Huimie Zhi Huo " terlihat sebuah api muncul di tangan chen fang, dan chen fang segera melempar api itu ke arah 4 orang itu, dan 4 orang itu lenyap seketika.