
Di dalam aula, terlihat beberapa orang sedang bingung, mereka adalah ketua rumah obat, leluhur, ketua pasukan bayangan dan para tetua.
Mereka berempat sedang menyiapkan sebuah tumbuhan tumbuhan obat yang di perlukan oleh tuanya atau pemilik aura naga.
Mereka bingung, di karenakan mereka melupakan sesuatu yang sangat penting dalam ritual tadi.
Mereka berempat melupakan sebuah jurus dan pusaka yang kegunaanya, agar tidak di perbudak oleh pemilik aura naga.
Bahan obat yang di perlukan telah siap.
Tetua... Kirimkan bahan obat ini, ke maneger cabang rumah obat dan berikan ke orang yang mintanya...!! Ujar ketua rumah obat dengan ekspresi ragu dn bingung.
Y... Baik ketua, akan tetapi sebelum aku mengirimnya, bolehkah aku bertanya satu pertanyaan...? Tanya tetua yang berada di sana.
Y... Tentu saja, apa itu...? Tanya balik ketua rumah obat yang mulai penasaran dengan pertanyaan tetua itu.
Anu... Ketua... Kalau boleh tau, tetua sao ada di mana, Kenapa selama ini dia tidak pernah keliatan....? Tanya tetua itu dengan ekspresi serius.
Ha...
Memang sepertinya kita tidak bisa menyembunyikannya ... Y leluhur...!! Ujar ketua rumah obat sambil melihat ke arah leluhur.
Y... Sepertinya betul...!! Jawab leluhur sambil menggelengkan kepala.
Apa itu tuan leluhur....? Tanya tetua itu.
Begini sebenarya Tetua sao sedang melakukan sebuah latihan tertutup, latihan ini di perlukan untuk menyembuhkan organ tubuh yang mengalami luka dalam dan luar...!! Ujar ketua rumah obat yang mulai menjelaskan.
Ha..., kalau begitu ketua kenapa tidak mengajak kami...?? Tanya salah satu tetua itu
Ha..., Sebenarnya pelatihan ini sangat susah dan bila tidak ada bakat maka jangan berharap untuk keluar...!! Ujar ketua rumah obat yang mulai menjelaskan dengan detail.
Ha...!! Terkejut.
Ketua... Bukankah pelatihan ini sama saja seperti mencari kematian sendiri...? Tanya tetua itu dengan ekspresi serius.
Y betul.. Ini memang merupakan latihan yang mencari kematian sendiri, akan tetapi keuntungannya akan lebih cepat kultivasinya dan cepet naik tingkat...!! Ucap ketua rumah obat yang mulai serius.
Eh..., kalian kalau mau coba latihanya, ayo siapa yang mau ikut...!! Ujar ketua Dengan sedikit bercanda
Ya elah ketua... Siapa ada yang mau, kalo cari kematian...!! Ucap tetua itu.
Y.. Kalau begitu, ketua, leluhur, aku mau undur diri dulu, mau mengantarkan tumbuhan obat ini...!! Ucap Tetua itu sambil berjalan pergi.
__ADS_1
Hm... Y.. Tentu saja..!! Ucap ketua rumah obat
Di sisi lain Yu saat itu masih takut dan khawatir karna, sudah 1 minggu tapi enggak ada sebuah telpon masuk atau apapun dari toko obat..., hal ini menyebabkan Yu tidak berani bertemu chen fang.
Aduh... mana kalian..!!! Ucap Yu sambil berjalan mondar mandir di dalam kamarnya.
Tak lama kemudian terdengar suara telpon masuk.
Kringggg.... Kring.... Kringg
Mendengar suara telpon yang masuk, Yu segera berjalan ke arah telpon itu dan mengangkatnya.
Halo.. Ini.. Siapa...? Tanya Yu yang membuka pembicaraan.
Owh... Ini... Saya maneger cabang toko obat...!! Ucap maneger cabang toko obat itu.
Owh... Y.. Tuan ada apa, apakah masalah bahan obatnya sudah ada....? Tanya Yu, yang mulai banyak pertanyaan yang tergiang di kepalanya
Sebentar... Satu satu dulu....!! Ucap maneger cabang toko obat itu.
Yu yang baru sadar dengan tingkah lakunya yang terlalu bersemangat, membuat dia melupakan tata krama dan sopan santunya.
Owh... Tuan, maaf saya terlalu bersemangat....!! Ucap yu dengan nada yang sedikit kecil.
Iya... Saya juga mau minta maaf, karna setelah seminggu saya baru datang, dan baru ada kabar...!! Ucap maneger cabang toko obat itu sambil meminta maaf.
Y... Enggak papa
Kalau begitu tuan, ada masalah apa sampai menelpon begini...?, tanya Yu.
Owh iy...., begini, jadi beberapa jam yang lalu, tokoh kami mendapatkan semua bahan obat yang kamu pesan....!!! Ucap maneger cabang toko obat itu yang memberikan kabar baik..
Benarkah....? Tanya Yu, yang mulai bersemangat
Y... Tentu..., mungkin sebaiknya kita melakukan pertemuan esok hari aja...!! Ucap maneger cabang toko obat itu yang memberikan sebuah saran.
Y... Tentu..., terus apa ada kabar lainya...? Tanya Yu yang mulai penasaran
Y... Ada kabar baik lainya....!! Ucap maneger cabang toko obat itu yang mulai gugup.
Apa itu....!! Tanya Yu dengan semangat
Jadi begini... Para Pemimpin pusat dari toko obat ini memutuskan untuk bertemu dengan, master yang menulis resepnya apa boleh...,? Tanya maneger cabang toko obat itu
__ADS_1
Hm... Kalau masalh itu, sebaiknya aku bertanya dahulu dengan master itu, dan aku juga tidak bisa memberikan kepastian jadi aku mohon maaf, akan tetapi pasti aku akan berusaha semaksimal mungkin..!! Ucap Yu dengan penuh keyakinan
Keesokan hari kemudian, di suatu tempat yang bernama tokoh obat, terlihatlah 2 orang sedang berbicara dengan asik satu sama lain..
Tuan... Kalau boleh tau, kenapa kita melakukan transaksinya di toko obat...?, tanya Yu
Bukankah jik mengirimnya secara online akan lebih cepat...? Ujar yu yang kembali meneruskan kata katanya
Hm memang itu bagus, akan tetapi kita tidak bisa menghindari apabila produknya tidak bisa sampai dengan selamat...!! Ucap maneger cabang toko obat itu yang mulai menjelaskan.
Owh...., jadi seperti itu..!! Ujar Yu yang baru tau.
Kalau begitu tuan... Bolehkah aku melihat barangnya...? Tanya Yu.
Y... Tentu, tunggu sebentar y...!! Ujar maneger cabang toko obat itu.
Pelayan...!! Ucap maneger cabang toko obat itu.
Tak lama kemudian, datanglah beberapa wanita cantik, dengan body yang bagus dan paras yang cantik.
Y... Tuan ada perlu apa...!! Tanya beberapa pelayan cantik itu.
Kalian semua.... Hiburlah tuan Yu ini selam aku pergi sebentar....!! Ucap maneger cabang toko obat itu yang mulai meninggalkan ruangan itu.
Baik tuan...!! Jawab pelayan cantik itu.
Eh.... Tuan tunggu sebentar...!! Ujar Yu yang mulai berlari ke arah maneger itu, akan tetapi pintu keburu ketutup.
Eh.. Tuan tunggu..
Pintu segera tertutup dan maneger cabang toko obat itu, pergi meninggalkan ruangan tadi dan berjalan ke arah ruanganya.
Heheh... Rasain lu...!! Ujar maneger cabang toko obat itu di dalam hati, sambil tertawa.
Ha...
Terlihat bahwa pemandangan dari toko obat itu sangat bagus dan udaranya masih sejuk.
Toko obat memiliki ukuran yang sangat panjang dan besar, sehingga ruangan yang memisahkan antara Tuan Yu dan ruangan maneger cabang toko obat itu agak jauh.
Selain terkenal dengan banyaknya bahan obat, rumah obat ini memiliki beberapa cabang lain, seperti pelelangan.
Pelelangan yang di dirikan oleh rumah obat, selalu menarik perhatian kaum atas atau para orang kaya, sehingga rumah obat bisa sebesar sekarang dengan bantuan beberapa cabang lainya itu.
__ADS_1