Dewa Iblis Yang Menyamar

Dewa Iblis Yang Menyamar
Chapter 35 - Sebuah Ungkapan Manis


__ADS_3

Ketika sampai di kerajaan, zake disambut oleh istri²nya. zake merasa senang karena disambut, namun perasaan tersebut tidak bertahan lama. karena para istrinya sadar akan kehadiran Mizu, kemudian zake diusir dan tidak diperbolehkan untuk menaiki kereta kuda. para istrinya hanya memperbolehkan Mizu untuk ikut bersama mereka, sedangkan zake. dirinya di suruh untuk berjalan kaki.


saat ini mereka sedang menuju mansion tempat mereka tinggal setelah menikah.


beberapa saat kemudian zake akhirnya mengetahui alasan para istrinya marah kepadanya


"apakah ini berkaitan dengan kehadiran Mizu?" gumam zake


zake yang menyadari hal tersebut kemudian bergegas menuju para istrinya, dan zake merasa bahwa dirinya perlu menjelaskan siapa Mizu sebenarnya.


"nee, bisakah kalian membiarkan ku untuk naik kereta kuda bersama kalian? akan aku jelaskan mengenai ini!!" ucap zake dengan wajah yang memohon.


"TIDAKK!! kau tidak diperbolehkan untuk naik bersama kami, sadarilah kesalahanmu itu!!" balas Olivia dengan amarah.


"YA LEBIH BAIK KAU BERJALAN KAKI SAJA!!" ucap Rowel dengan penuh amarah


mendengar perkataan mereka berdua tersebut zake malah tersungkur ketanah, dan memohon kepada mereka untuk memafkannya.


namun permintaan maaf tersebut tidak dibalas oleh mereka berlima, mereka hanya mengatakan untuk berjalan kaki saja.


didalam kereta kuda, Luna, Nanno, Olivia, Kanna dan Rowel bertanya mengenai siapa dirinya, dan mengapa dirinya bisa bersama zake.


dalam posisi tersebut Mizu kebingungan untuk menjawab apa, namun dirinya memberanikan diri dan mengatakan bahwa dirinya menyukai Zake.


"sebenarnya aku menyukai zake, namun aku tahu bahwa zake sudah memiliki kalian berlima. tapi aku tidak ingin menyerah dengan perasaanku ini!!" ucap Mizu.


"tunggu sebentar, sebelum mengungkapkan perasaanmu itu tolong beritahu kita terlebih dahulu mengenai siapa dirimu dan mengapa kmu bisa digendong oleh zake!" balas Luna dengan wajah kebingungan.


mendengar hal itu, akhirnya mizu mengatakan bahwa dirinya adalah teman masa kecil zake, sedari kecil dirinya sudah menyukai zake. namun karena dirinya adalah seorang gadis yang pemalu dan kutu buku, akhirnya dirinya tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya terhadap zake.

__ADS_1


oleh karena itu ketika dirinya mendapatkan kesempatan untuk ikut bersama zake menuju kerajaan Lacos, dirinya berniat untuk mengungkapkan perasaanya tersebut.


"imutnyyaaa" ucap Olivia dan Luna


setelah itu mereka berlima mulai berbisik satu sama lain untuk merencanakan sesuatu dan membantu mizu mengungkapkan perasaannya tersebut tanpa sepengetahuan Zake, mizu yang melihat mereka hanya bisa terdiam dan mencoba untuk tetap terkendali, sedangkan hatinya benar² tidak terkendali.


setelah sampai di mansion mereka berlima kemudian bergegas menuju ruang khusus untuk para wanita sambil menarik tangan mizu dengan erat.


zake yang melihat mereka hanya bisa tersenyum pahit, karena dirinya benar-benar tidak dianggap.


"Nasib-nasib, begitu lelah menjadi seorang suami yang bahkan tidak dianggap oleh para Istrinya. yah namanya juga kehidupan, ketika Sudah berkeluarga suami lah yang pada akhirnya akan takut kepada istrinya" ucap zake dengan keluh kesahnya.


beberapa jam kemudian didalam kamarnya ketika zake kembali dari kamar mandi, zake melihat secarik kertas diatas meja yang berisikan.


"Aku menunggumu di atas bukit dibawah pohon sakura pada malam hari pukul 19:00"


"sepertinya dirinya sudah melancarkan serangan terlebih dahulu sebelum diriku" gumam zake.


setelah memakai pakaian zake kemudian mampir terlebih dahulu ke toko perhiasan untuk membeli sebuah cincin dengan lambang hati ditengahnya.


tepat pada pukul 19:00 zake akhirnya sampai ditempat yang dimaksud, dan disitu dirinya melihat seorng gadis yang berpakaian gaun pengantin.


zake yang melihat gadis tersebut hanya bisa terdiam dan terpana akan pesona yang dia tebarkan, seorang gadis yang berambut pendek dengan sebuah kacamata yang dirinya pakai dan seikat bunga mawar yang ia pegang.


"zake? oyy zakee!!" teriak mizu.


"oohh iya, iya ada apa mizu??" balas zake.


dalam hal ini zake benar-benar Terlihat sedang terpaku kepada aura kecantikan yang mizu keluarkan.

__ADS_1


"hmm jadi ada apa kamu menyuruhku untuk datang kesini? dan mengapa kamu mengenakan gaun pengantin di malam hari?" ucap zake dengan wajah pura² tidak tahunya.


"nee zake, aku ingin mengatakan sesuatu dengan serius kepadamu, jadi bisakah kamu mendengarnya dengan serius juga?" balas mizu dengan wajah merah merona.


"baiklah, jadi apa yang ingin kamu katakan?" ucap zake.


"zake, aku sebenarnya menyukaimu dari dulu. oleh karena itu tolong nikahi aku seperti para istrimu itu!!" ucap Mizu.


"baiklah, aku akan menikahimu juga. oleh karena itu bisaka kalian yang bersembunyi dengan sihir invisible untuk melepaskan sihir kalian itu!!" balas zake dengan mengeluarkan sihirnya.


"hehehe, akhirnya kita berlima ketahuan jugaa" ucap kanna


"Sudah kubilang untuk menguatkan sihirnya dengan sihirkuu!!" ucap Rowel


"maafkan aku zakeee" ucap Nanno


"yah baiklah, akan kumaafkan kalian berlima" balas zake


"karena disini sudah ada saksi maka aku" harus beraksi juga" ucap zake.


kemudian zake mulai menurunkan kaki kanannya dalam posisi untuk melamar dan zake mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.


"mizu, maukah kamu menikah denganku?" ucap zake sambil membuka kotak kecil tersebut.


"ya, tolong nikahi aku zakeee!!" teriak mizu.


kemudian mereka berdua berciuman dihadapan para istri zake, dan mereka akhirnya berpelukan bersama.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2