Di Antara CEO Arogan

Di Antara CEO Arogan
meninggal kan rumah kenangan


__ADS_3

7 Hari Kemudian


Hari ini acara 7 hari meninggal nya papa Elis, tamu tamu telah pamit untuk pulang setelah datang dan memberikan doa kepada almarhum papa Elis.


Elis dan mama nya benar benar bersyukur karena mempunyai keluarga dan teman yang perhatian terhadap mereka.


Di saat seperti ini dukungan dari orang terdekat memank di butuhkan.


Malam ini mereka berhasil melewati duka bersama sama, saling menguatkan.


Pagi Hari


tok tok tok...


Elis membuka pintu melihat siapa yang datang.


"Permisi, apa benar ini rumah Bapak Hendy?" tanya seorang pria ber jas rapi.


"i..iya pak, dengan siapa saya berbicara" tanya Elis dengan gugup


"boleh saya bertemu dengan istri Pak Hendy"


"Silahkan masuk pak"


Mama keluar dari kamar dengan bingung melihat ada seorang pria berpakaian rapi duduk di ruang tamu.


"Perkenalkan saya Joni, sebelum nya saya turut berduka cita atas meninggal nya Pak Hendy" ucap pria itu


"Tapi maaf saya harus menyerah kan ini.

__ADS_1


ini surat pengadilan mengenai penyitaan rumah beserta semua aset pak Hendy.


"Dalam waktu 3 hari rumah harus sudah di kosongkan"


Mama langsung terkulai pingsan mendengar perkataan pria asing itu.


MAAAAA.... teriak Elis kaget melihat mama pingsan.


"PERGI KAMU....


PERGIIIII....... " jerit Elis mengusir pria asing tersebut.


"Maaf, saya hanya menyampaikan pesan.


permisi saya pamit"


Elis menangis melihat mama nya terkulai tak berdaya seperti ini


"Elis.." suara lirih mama Elis memanggil


"ya ma, mama haus? Elis ambilkan minum ya ma" ucap Elis sambil beranjak ke dapur mengambil air untuk mama nya


"pelan pelan ma" kata Elis sambil membantu mama nya untuk duduk.


"Lis, kita harus bagaimana? papa sudah tidak ada. Rumah kita satu satu nya pun juga harus di sita


kita mau tinggal dimana?"


Tiba tiba Nathan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Mama, kamu adalah mertua ku.


Aku akan menjaga mama dan Elis dengan baik, mama ga usah khawatir.


ayo kita pulang kerumah kita" ucap Nathan sambil menggenggam tangan mama dan Elis


Mama menatap Elis yang cuma bisa terdiam menunduk mendengar perkataan Nathan


maaf kan aku Brandon, aku terpaksa harus melakukan pernikahan ini dengan Nathan, demi mama ku.


Mama masih terdiam menunggu jawaban dari Elis.


"Ayo ma, kita bereskan barang barang kita. kita pindah ke rumah Nathan, mama gak usah khawatir lagi tentang masalah ini." tukas Elis sambil menggandeng mama nya masuk kedalam kamar.


Elis menatap sekeliling rumah yang akan dia tinggalkan. Tanpa sadar air mata nya jatuh, dia mengusap dengan kasar.


Nathan melihat semua nya tapi dia hanya terdiam.


Selamat tinggal rumah masa kecil ku.


selamat tinggal semua kenangan ku.


fiuhh, aku pasti bisa melewati semua nya.


Aku harus kuat.


Elis dan mama nya terpana melihat rumah yang sangat besar dan luas seperti istana.


"Selamat siang tuan dan nyonya" ucap seorang pria paruh baya sambil menunduk kan kepala nya menyambut kedatangan Nathan dan Elis serta mama nya

__ADS_1


"George, tunjukkan kamar untuk calon mertua ku" pinta Nathan ke Goerge kepala rumah tangga di rumah megah ini


__ADS_2