
keesokan pagi nya
Elis terbangun merasakan berat di tubuhnya melihat tangan Nathan memeluk diri nya.
Elis menatap langit langit kamar, menangis dalam diam
sekarang aku sudah menjadi milik Nathan seutuhnya, aku sudah ga pantas untuk memikirkan Brandon.
Nathan merasakan Elis yang sudah bangun, membuka mata nya melihat Elis yang sedang melamun sambil meneteskan air mata.
emosi Nathan seakan siap meledak, melihat Elis yang seperti itu
Brengsek, begitu benci nya kamu sama aku.
sampai menangis seperti itu.
sabar aku harus sabar, aku akan membuat kamu membalas cintaku Elis.
akan aku buat kamu melupakan laki laki itu.
Nathan langsung bangun menuju kamar mandi.
Elis kaget melihat Nathan yang tiba tiba seperti itu, buru buru menghapus air mata nya
gawat apa Nathan melihat aku menangis ya. Ya Tuhan pasti dia bakal marah besar sama aku
mudah mudahan dia tidak melihat air mata aku.
Elis pun ikut bangun merapikan ranjang nya, melihat noda merah di atas tempat tidur. Merona malu wajah nya melihat itu.
__ADS_1
buru buru mengangkat alas tempat tidur nya berniat untuk mencuci sendiri.
"kamu lagi apa?" tanya Nathan merasa aneh Melihat Elis berusaha untuk menarik sprei ranjang nya
"Biarkan saja Elis, nanti pelayan yang akan mencuci nya"
"tapi aku malu Nathan" jawab Elis
"apa yang buat kamu malu sayang? serahkan ke pelayan itu sudah tugas mereka.
Kemari duduk sebelah aku" panggil Nathan
"Elis, kita sudah suami istri aku tidak suka melihat istri ku masih memikirkan pria lain. Kamu tau aku bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan orang orang yang mengganggu milik ku. kamu paham Elis?"
Elis pucat pasi mendengar peringatan Nathan
ternyata dia melihat aku menangis
Nathan keluar kamar dengan wajah datar dan dingin meninggal kan Elis dalam kamar sendirian
Elis menangis tanpa suara setelah Nathan keluar dari kamar.
Brandon aku kangen kamu, kangen banget. tapi aku sudah jadi milik Nathan.
maafkan aku Brandon tidak menepati janji kita. maafkan aku
Nathan memejamkan mata nya di dalam mobil. hati nya merasakan sakit hati karena Elis ternyata memang terpaksa menikah dengan nya
"Robin, sudah kamu urus perusahaan Brandon?" tanya Nathan dengan nada dingin
__ADS_1
"sudah tuan. sekarang ini Brandon sedang sibuk untuk menyelamatkan perusahaan nya."
Bagus, Nathan untuk sementara tidak akan bisa mengganggu Elis.
hmmmm.... apa seharusnya aku hancurkan saja perusahaan nya.
Perusahaan PT Brawijaya
Nathan masuk kedalam gedung mewah bertingkat 22 lantai tempat dimana perusahaan nya beroperasi dengan sukses dibawah kepemimpinan Nathan yang bertangan dingin
Karyawan yg melihat Nathan dan Robin menundukkan kepala nya sambil menyapa selamat pagi.
Nathan dan Robin tetap dengan wajah dingin melewati mereka semua tanpa membalas sapaan
Jeny sekretaris pribadi Nathan melihat bos nya sudah tiba segera berdiri menyambut kedatangan Nathan sambil membawa berkas berkas yang harus ditandatangani Nathan.
"Ini pak dokumen, yang harus ditandatangani." ucap Jeny menyerah kan semua berkas berkas dokumen.
Jeny segera keluar dari ruangan Nathan setelah tugas nya selesai.
Nathan memandang keluar jendela, melihat pemandangan pusat kota dari lantai 22.
"Robin, menurut mu apa aku perlu menghancurkan Brandon?"
"Maaf tuan, menurut saya jangan
Saya takut nyonya akan sedih kalo tau kita yang telah menghancurkan perusahaan teman nya"
fiuhh Elis, demi kamu aku akan bersabar sementara ini.
__ADS_1
tapi kalo kamu terus terusan memikirkan Brandon, akan aku hancurkan