
"George, tunjukkan kamar untuk calon mertua ku" pinta Nathan ke Goerge kepala rumah tangga di rumah megah ini
"Silahkan nyonya saya antar"
"terima kasih George" ucap mama.
"Elis, ayo aku tunjukkan kamar mu" ucap Nathan
Elis berjalan mengikuti Nathan, menuju kamar nya.
Dan terpana melihat luas dan kemewahan isi kamar nya.
Oh, Tuhan kamar nya sebesar rumah ku
Nathan tiba tiba menghampiri dan memeluk Elis berbisik di telinga nya
"sekarang kamu gak boleh merasakan kesedihan lagi"
Elis terdiam hanya mampu memejamkan mata nya mencoba merasakan kenyamanan hati yang diberikan Nathan dalam pelukan nya.
1 Bulan kemudian
Elis memandang keluar jendela kamar nya, hari ini adalah hari pernikahannya dengan Nathan
hanya perayaan sederhana karena menghormati almarhum papa Elis yang baru meninggal
Dalam keluarga Elis ada kepercayaan tradisi setelah orang tua meninggal harus segera menikah sebelum 100 hari dari pemakaman atau mereka harus menunggu selama 3 tahun
__ADS_1
mama memeluk Elis sambil meneteskan air mata nya.
"mama bahagia kamu akhir nya menikah dengan Nathan, semoga kamu selalu berbahagia dengan Nathan"
"iya ma, Elis akan selalu bahagia selama mama bahagia" balas Elis sambil tersenyum sedih dalam pelukan mama nya
Malam hari didalam kamar Nathan
Elis duduk menghapus riasan di wajah nya dengan tatapan kosong.
Hatinya menjerit meratapi Brandon. Rasa rindu nya terasa pahit di hati Elis
tanpa sadar air mata nya menetes membasahi pipi nya.
Nathan membuka pintu kamar, mengepalkan tangan nya sampai memutih buku jari nya Karena menahan amarah melihat Elis menangis di malam pernikahan mereka.
tanpa berkata apa apa Nathan masuk kedalam kamar mandi melewati Elis dengan wajah menahan marah
Nathan keluar dari kamar mandi melihat Elis sudah diatas ranjang berpura pura tidur.
Nathan merebahkan badan nya di sebelah Elis
menciumi lengan Elis dengan kecupan kecupan yang lembut.
Elis yang berpura pura tidur membelakangi Nathan menjadi pucat pasi wajah nya menerima perlakuan Nathan.
tangan Nathan membelai tubuh Elis, dengan perlahan Nathan meremas lembut dada Elis sambil mencium leher Elis.
kemudian membalik kan badan Elis untuk menghadap ke arah nya.
Elis tetap memejamkan mata nya merasa kan keanehan yang dirasa kan tubuh nya.
__ADS_1
Nathan ******* bibir Elis tangan nya pun membuka baju Elis, Elis masih tetap gak berani membuka mata nya tapi dia juga ga mampu untuk memberontak.
Tubuh nya merasakan hasrat untuk mendapatkan pemenuhan
perlahan Elis mulai membalas ciuman Nathan.
Nathan tersenyum merasakan Elis mulai terbawa dengan rangsangan yang dia berikan
Nathan perlahan mulai menempatkan diri nya di atas Elis, menekan ke pusat inti Elis dengan perlahan.
Elis menjerit kesakitan
"Nathan, sakit"
"tahan sayang" ucap Nathan sambil tetap membelai tubuh Elis dan mencium nya
"agghhhhh" Elis berteriak saat merasakan perih yang luar biasa
Nathan terdiam untuk membiasakan tubuh Elis menerima diri nya
sebelum akhirnya mulai bergerak diatas Elis, untuk mencapai kenikmatan bersama.
Setelah semua nya selesai, Nathan memeluk Elis dengan penuh kasih sayang.
"Sekarang kamu sudah milik ku seutuh nya" ucap Nathan dalam hati sambil tersenyum bahagia.
keesokan pagi nya
Elis terbangun merasakan berat di tubuhnya melihat tangan Nathan memeluk diri nya.
Elis menatap langit langit kamar, menangis dalam diam
__ADS_1
sekarang aku sudah menjadi milik Nathan seutuhnya, aku sudah ga pantas untuk memikirkan Brandon