DI CINTAI JIN TAMPAN

DI CINTAI JIN TAMPAN
Gosip


__ADS_3

Setelah bersalaman, Bram pun mengajak ibunya untuk pulang.


"Ibu, katanya minta jemput tapi kok malah ngenalin aku ke owner toko kue itu," gerutu Bram seraya membukakan pintu mobil.


"Katanya kamu naksir sama dia, dia baik kok dan Ibu suka."


"Tapi dia dingin banget, Bu. Susah dideketin!" kata Bram yang sekarang sudah duduk di bangku kemudi.


"Itu mah kamunya aja yang nggak bisa pedekate, tapi kamu suka kan jadi bisa kenalan sama dia?"


"Hmm, tapi Ibu jangan sering-sering ya datang ke toko itu."


"Loh kenapa? Namanya pedekate ya pepet terus!"


"Enggak, Bu. Takut dikira maksa," ucap Bram menjelaskan.


_____


Karena hari sudah malam, Hana pun memilih untuk pulang dari toko.


"Hana!" seru Gading yang masih berada di atas motor gedenya.

__ADS_1


Hana yang baru saja keluar dari toko itu melihat kearahnya. "Kak Gading? Kapan datang? Hana rindu sama Kaka!" ucap Hana seraya berjalan mendekat kearah Gading.


"Baru aja, gue juga kangen sama adik gue yang kyut ini," ucap Gading seraya mencubit pipi Hana yang sekarang sudah berada di samping motornya.


"Aauuu!" pekik Hana.


Setelah itu Hana langsung membonceng motor Gading dan Gading mengantarkan Hana ke rumah yang masih disewanya.


"Maaf, Kak, udah malam Hana nggak bisa ajak kakak masuk," ucap Hana seraya turun dari motor.


"Iya nggak papa, kan bisa lain waktu, btw gue cuma tiga hari di Jakarta," ujar Gading.


"Loh, kok cepat sekali?"


"Oh, selamat Kak!" ucap Hana seraya tersenyum.


"Nah, kalau lo kapan mau kenalin calon lo ke gue?"


"Entah, Kak. Belum ada calon,"


"Ya udah, lagian kan lo juga masih bocil," kata Gading, setelah itu Gading pun pamit pada Hana tidak lupa Gading juga pamit dengan Tomo yang berada di gendongan Hana.

__ADS_1


________


Keesokan harinya, di rumah Bram, ibunya sedang membeli sayur di gerobak keliling dan bertemu dengan ibu-ibu yang lainnya, lalu ada salah satu yang menanyakan apa hubungan Bram dan Hana si pemilik toko kue langganannya.


"Oh, anak saya naksir sama pemilik toko kue itu, tapi nggak berani bilang jadi saya sebagai ibu yang baik maju terdepan donk," jawab ibu Bram.


"Hati-hati loh jeng, katanya siapapun cowok yang dekat-dekat sama Hana itu nggak bakal berumur panjang, pasti mati mendadak," ucap si ibu yang kepo tersebut.


"Eh, jangan ngomong sembarangan ya jeng, itu buktinya anak saya masih baik-baik saja!" jawab ibu Bram tak terima.


"Yang penting kan saya sudah ibu gaakan sebagai tetangga yang baik toh, Bu?"


"Sudah-sudah, nanti yang ada bisa berantem," kata salah satu si ibu yang melerai.


Sedangkan masih ada lagi ibu yang merasa kepo dan mengajak bergosip itu ada yang menimpali nya ucapan si ibu yang kepo.


"Jangan-jangan si pemilik itu pakai pesugihan, terus tumbalnya itu cowok yang deket sama dia, iihh serem, jadi takut saya mau beli kue di sana lagi," ucap si ibu. Sedangkan ibu Bram hanya diam saja, mendengarkan dua orang itu bergosip.


"Aduh, kalian ini, jangan bilang begitu kalau enggak ada bukti!" ucap si ibu yang berdiri di samping ibu Bram.


"Nah bener ini, jadi orang itu harus selalu berfikir positif, jangan negatif terus!" timpal ibu Bram.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya ada pertanyaan benar atau tidak, tetapi ibu Bram ingin berfikir positif saja, kalau soal umur kan siapa yang tau, terlihat baik, polos dan tidak neko-neko kok pakai pesugihan, begitulah pikir ibu Bram.


Bersambung.


__ADS_2