Di PHP In

Di PHP In
21


__ADS_3

Sudah seminggu ini aku dengan pacarku diam-diaman saja.Berbagai masalah yang kami hadapi.Kadang bertengkar terkadang baik kan dan sekarang saling diam tidak ada bicara.


Hari ini aku terpaksa ikut Serena dan Wenti ke lapangan basket.Sebenarnya aku tidak mau juga sih untuk melihat muka pacarku itu .Tapi yang nama rindu tidak bisa di sembunyikan.


Aku melihat Martin sedang latihan basket.Dia melirikku berkali-kali.Aku mencoba tidak mengubrisnya dan mengalihkan mataku ke pandangan yang lain.


"Sumpah risih banget aku di dilihatin Kak Martin kayak gini," gerutuku dalam hati.


"Li,kamu di lihatin Kak Martin tu ! "


Wenti meng kode dengan cara menyenggol tangan ku .


"Hah ? biarin aja", ujarku tanpa melihat muka dia.


"Li,lia Kak Martin ke sini deh" .Serena berbisik dengan nada histeris.


"Sial ! ngapain sih Kak Martin kesini?" Aku begitu kesal jadinya.Aku melirik Martin dan benar saja dia sedang menuju ke arahku .


"Semoga aja dia cuma lewat,cuekin aja Li" kata ku dalam hati.


"Hei Li," sapa Martin tersenyum kepadaku.Aku membalas senyuman nya dengan terpaksa.


"Beliin minum dong Li kak Martin haus ni".


Aku memutar bola mataku.Apaan ini kemaren memilih mendiamkan aku .Sekarang mengajak bicara juga.Apa mau dia sih?.


"Udah deh Li.Beliin aja lah minum buat pangeran kesayangan kamu ini",ujar Serena dengan agak sensi sedikit.


"Ya udah iya".


Aku berjalan menelusuri jalan mau ke kantin.Tapi tiba-tiba saja banyak cewek yang berkerumunan menyodorkan minuman kepada dia.


Aku berdecak sambil tertawa sinis.Martin melihatku dengan dahi mengkerut.Aku memutar balik langkah menghampiri Kak Martin.


"Udah terima saja ,apa susahnya ini",sahutku mengambil botol minuman dari seorang cewek dan langsung memberikan ke tangannya.Sebenarnya dia bingung,namun mungkin aku yang kasih.Dia terima saja.


"Hargai usaha orang yang baik pada diri anda.Aku tinggal dulu",kataku lagi dengan tatapan datar meninggalkan dirinya.


Martin tersenyum tipis,aku tidak tau maksud senyumannya.Aku tidak peduli untuk saat ini .


"Gila dirimu Li.kenapa kamu bersikap cuek sama Kak Martin.Kalian bertengkar lagi ya"? kata Wenti histeris.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau hubungan kalian selama ini pura-pura saja.Alias sama-sama modus",terka Serena ikut menimpali.


"Aku bukan gila,dan aku masih waras.Lagian modus apa sih ?".


"Aduh Li,kamu bisa bedaiin sih mana yang modus sama yang tulus.Tapi kayaknya Kak Martin ngasih kamu modus deh",Serena menyindir kali ini..


"Antara modus sama tulus .Rumit juga hubungan kalian ya",komentar Wenti .


"Ya sekarang tidak jelas lah modus atau tulus ini.Aku memang sudah lama tertarik sama dia".


"Eh panjang umur tuh anak,baru saja di omongin datang lagi",celetuk Wenti melihat kehadiran Pacarku itu.


"Li..."


"Hmm.."


"Kamu cantik deh hari ini.Apalagi kalau cuekin kak Martin",kata nya mencoba merayuku biar aku melirik ke arahnya.


"Astaga! kenapa diam pake gombalan segala pikirku dalam hati.


"Apasih Kak Martin mangil-mangil mulu deh " ,kata ku mulai kesal juga.


"Belum selesai ngomong ,udah main potong aja Li".


Aku mencoba untuk sabar untuk saat ini.Menghadap sikap dia sekarang ke aku yang tidak menentu.


...****************...


Aku merebahkan diriku diatas kasur.Aku baru saja pulang dengan rasa capek hari ini.Dengan masalah pelajaran di sekolah dan di tambah lagi sifat aneh pacarku.Kadang banyak bicara dan terkadang juga diam seribu bahasa.


"Ada banyak masalah hari ini.Kepala ku puyeng mau amnesia aja "kata ku bicara sendiri.


Aku bangun dari rebahan itu dan segera duduk di kasur.Aku pergi ke kamar mandi buat membersihkan diri.Selesai mandi ,Si Wenti sudah menunggu kehadiran ku di atas kasur ku itu.Mungkin cewek itu datang ketika aku mandi tadi .


"Li,kamu kenapa sih jutek banget sama Kak Martin ?"tanya Wenti asyik membolak balik halaman novel bacaan favorit nya itu.


"Ya biasalah lagi badmood aja sama dia",kata ku singkat .


"Bukan gitu Li ,Kak Martin itu tipe cowok yang mudah akrab sama siapapun .Jangan jutek in terus pacarmu nanti dia cari cewek lain gimana? kasihan dirimu nanti merana"kata Wenti mengingatkan dan menasehatiku.


"Oke,tapi aku lagi mau ngelihat saja sampai dimana kesanggupan dia menjalani hubungan ini".

__ADS_1


"Ya ,terserah kamu aja Li.Kamu kan sudah besar,dan pandai berfikir ".


Wenti terlihat pasrah dengan jawaban ku kali ini.Tanpa bertanya dan ikut campur lagi dengan masalah kami.Dia melanjutkan membaca novel kembali.


......................


Aku mematikan ponselku dan bersiap-siap untuk tidur.Namun,tiba -tiba ponsel ku berdering.Kulihat di ponsel tertara nama Kak Martin.


Buru-buru aku menolak panggilan itu,lalu mematikan ponsel ku benaran sekarang.Kenapa aku panik banget sih? ada apa dengan ku ?


Aku menarik selimut dan memejamkan mata.


"Tidur Li besok sekolah !"


Tegas aku kembali lagi sama diri ku sendiri.


Pagi -pagi sekali aku terbangun dari tidur ku.Padahal hari ini hari minggu hari sekolah libur.Tapi karena ketukkan dari luar ,aku bangun .Dan di pintu ku lihat Babe memegang buket bunga di tangannya.


"Li ada perempuan seumuran yang datang kesini.Seperti nya pesanan kamu ya",sahut Babe seraya memberikan ke padaku.


"Terimakasih Babe".


Babe tersenyum lebar dan beranjak pergi ke luar.


Ku perhatikan buket bunga itu.Kumpulan bunga mawar berwarna putih dan merah muda.Ku hirup wanginya dan ku buka kartunya.


For special woman always


be my special woman.


•Your Martin Dzico•


What ? Kak Martin? aku mau langsung telpon dia.Dan benar saja.


"Hei Sayang kamu suka kan ?" aku tau itu warna bunga favoritmu .Hehe


Tanpa aku mau menjawab telpon dia ,mati begitu saj.mungkin karena masalah jaringan hilang dan timbul.


Kak Martin mengirimkan stiker tersenyum dengan mengedipkan sebelah mata.Aku balas dengan stiker lapar.Tidak nyambung kan .Biar dia sangka kalau aku lagi marah.Dan tidak mau bicara lagi sama dia.Biar dia rasa ini adalah akibat dia marah-marah sama aku selalu.


"Romantis banget Kak Martin kirim bunga buat kamu Li,sahut Serena tiba-tiba.Tenyata dari tadi tanpa sepengetahuanku dia sudah membaca kartunya.

__ADS_1


"Aah biasa aja kok Ren,ambil aja buat kamu.Mau aku buang",


"Jangan di buanglah Li ,kalau kamu lagi marah sama orang nya .Jangan lampiaskan ke bunga nya dong.kan kasihan bunga nya tidak bersalah sama sekali",sahut Serena kepada ku kali ini .


__ADS_2