Di PHP In

Di PHP In
25


__ADS_3

"Selamat pagi ",sapaku kepada kedua orang temanku yaitu Serena dan Wenti.Dengan posisi mulutku masih mengunyah permen karet itu.


"Pagi ,tumben kamu rajin Li," ledek Serena pada ku .Aku tau itu sebuah ejekkan dari Serena dan no comentlah.


"Ada masalah lagi Li? " ,tanya Wenti tau akan perubahan wajahku kali ini.Sejenak berhenti mengetik sibuk dengan layar tab nya .Aku hanya menggumam dan memilih membuka layar hpku.Sementara Serena sudah sibuk membuka buku pr nya menyalin contekkan dari tugasku.


"Jadi kamu kenapa sih Li ? " tanya Wenti pas pulang dari sekolah ketika menaiki motor miliknya.Aku menarik napas dan menghembuskan nya dalam-dalam sudah siap untuk membuka bicara.


"Kemaren aku pas -passan sama si mantan gandengan sama pacarnya".


"Hem,pantasan kesal dirimu tidak ketulungan sampai sekarang .Itulah rupannya penyebabnya ",kata Wenti mencoba memahami dan mengerti.


Dari berangkat sekolah sampai mau pulang pun wajah ku memang cemberut.Meskipun selama belajar bisa fokus tetapi wajah sama nada suaraku memang tidak baik-baik saja alias bad moodyan.


"Ya kamu udah tau sekarang kan Wenti ,kenapa aku begitu kesal ", ucapku lagi.


"Karena Kak Martin".


Aku membayangkan si mantan pengen nyemir saja wajah cowok itu dengan semiran sepatu.Biar jelek deh.


"Waktu kita ketemu di mall sengaja itu si cowok manasin aku .Tau nggak dia mesraan sekali dengan pacar baru nya .Hati siapa yang nggak panas coba."


"Terus kamu jealous kayak gini.Berarti kamu belum bisa move on dari dirinya lho Li",ujar Wenti mengingatkan ku lagi.Aku sedikit mengosongkan wajah ku ke depan dan membisikkan ke telinga cewek itu ,padahal dia lagi fokus nyetir motornya itu.


"Hem,panas aja hatiku di spesialin banget cewek itu".

__ADS_1


Wenti menghela nafasnya ,sekarang giliran cewek itu yang terlihat kesal rupanya.


"Bagian mana sih yang membuat dirimu kesal sih Li,Sadar Li dia orang masa lalu kamu alias sudah jadi mantan.Jadi lupakan",ujar Wenti sedikit geram .


"Masa dia merayuku kembali sepergi ceweknya ke toilet,menguntit siku ku",jelas ku mengingat hal yang terjadi kemaren.


"Usil mantan mu Li.Alias kegatalan gagal move on juga seperti dirimu",ejek Wenti tertawa terbahak-bahak.Aku hanya mengangkat bahuku dengan ragu dan binggung akan sifat si Martin.Setelah sampai di depan rumahku ,Wenti pun pamit pergi.


"Nggak masuk dulu Wen? ".


"Lain kali aja Li,aku pulang duluan ya.Sampai jumpa di sekolah besok."


Cewek itu berlalu menghilang di hadapan ku.Aku melangkah kaki menuju teras rumah terlihat lah Nyak sedang sibuk beres-beres rumah.


Aku menyalami punggung wanita yang telah melahirkan itu dengan senyuman bahagia.


"Makan ya Li,Nyak sudah masak enak lho".


"Beres Nyak,Aku masuk kedalam dulu Nyak."


Nyak membalas nya dengan anggukkan dan mengiyakan .Aku langkah kan kaki menuju ke kamarku .


...****************...


Aku nggak habis pikir dengan mantan pacarku itu.Beraninya dia mdngodaku kembali yang jelas dia sudah berpunya.Kenangan bersama Kak Martin menjalar dari ingatan ku kembali.Dulunya awal kenal aku sering tersipu malu,senang,suka salting kalau di godain.Hal-hal konyol dan usil Kak Martin bikin diriku senang-senang saja,bikin ketawa tapi bikin benci alias kesal.Terkadang juga ngangenin juga.

__ADS_1


Semenjak putus memang aku tidak berharap lagi untuk bertemu dirinya lagi .Entah kenapa saat tidak ada ikatan dengan dirinya lagi.Tuhan seolah -olah sengaja untuk membuat ku ketemu dirinya,Susah sekali rasa nya untuk menghindar dari hadapannya.


Kadang memang banyak momen bahagia yang dirindukan di saat bersama dia dulunya.Kenangan indah itu sekarang sudah berganti dengan emosi dan rasa kekecewaan yang begitu mendalam.


Bisa di bayangkan bagaimana waktu itu aku galau nya patah hati dari cowok itu.Makanya aku berusaha mengumpulkan usaha ku untuk menghindar dari cowok itu ,nyanyi lagu galau ,makan nggak ngontrol,abis itu sering nyibukkan diri ,belajar mulu have fun mulu,Untung ada Serena dan Wenti yang nemanin diriku ini.


Sepanjang perjalanan pulang ku dari plaza.Aku melirik dari dalam taxi ada motor yang mengikuti ku dari belakang .Serasa tidak asing lagi ,akan sosok cowok itu.Siapa lagi kalau bukan si mantan.Aku menyuruh si driver mempercepat mobilnya biar cepat sampai di depan rumahku.


Dan benar saja setelah aku turun dari taxi, Kak Martin membuntuti aku sampai rumahku.Aku masuk cepat ke dalam rumah .Setelah sampai di kamarku ku dengar suara motor cowok itu sudah pergi.


Aku tidak habis pikir dengan mantanku itu ,seperti tidak ada kerjaan aja kepo dengan kehidupan lagi.Buat apa coba?


Aku membuka sepatu ku dan memilih merebahkan tubuh ku di kasur.Ku buka ponsel ku dan kini mataku berselayar mengotak atik ponsel berselancar di media sosial ku kali ini.Tapi sejenak aku merasa jenuh.Merasa tidak ada yang menarik akan isi dalamnya.


Dan kini aku mendonwload game candy crush .Buat permainan baruku kali ini.


Aku membuka laci lemari ku,dari mata ku tertuju ke kotak merah itu.Yah,itulah hadiah pemberian dari mantan ku .Perlahan isinya terlihat,ya sebuah gelang dan aku baru ingat saat pertama kali cowok itu memakaikan ke tanganku.


"Cantik kan sayang ?", tanya Kak Martin pada ku waktu itu.Aku mengangguk senang dan bahagia sekali rasanya dapat pemberian gelang apa lagi kami couple an .


"Terimakasih kak,Aku suka lho", bisikku ke telinga nya membuat cowok merasa senang .Dan dia menci** jidatku yang jenong ini.Jujur waktu itu aku merasa tersipu malu di buatnya.Aku jadi salting sekali .


"Syukurlah kalau kamu suka ".


Sejak saat itu aku selalu menyimpan barang pemberian dengan baik.Karena suatu masalah hari itu makanya gelang couple ini ku simpan ke kotaknya kembali .Berharap suatu saat nanti bisa menghapus bayangan cowok itu dari ingatan ku tapi nyata nya sekarang gelang ini kembali mengingatkan ku pada dirinya.Entahlah apa mungkin dia adalah cinta pertamaku yang baru pertama kali mencintai orang.Karena rasa sakit kehilangan orang yang di cintai itu baru dalam hidupku.Atau kah mungkin aku belum bisa memberikan sedikit waktu untuk berduka untuk garis waktu kesedihan.Apa benar juga yang di katakan dua orang temanku itu juga karena aku terlalu sering stalking akunnya.Akankah diriku ini belum memiliki penutupan akan luka ini.Belum menerima kenyataan kalau hubungan kita benar-benar belum berakhir bak semestinya itu.Terkadang aku juga merasa memiliki rasa bersalah yang besar terhadap dirinya .Padahal itu belum sepenuhnya itu benar juga

__ADS_1


__ADS_2