Di PHP In

Di PHP In
23


__ADS_3

Sabtu ,waktu nya jam pulang.Semua orang sudah berlarian pulang ,Sekarang tinggal saja Aku dengan cowok itu duduk saja di bangku nya .Dan sesuai dari pesan yang dikirimnya kepada ku,Dia mau bicara dengan ku .Aku pun menghampiri cowok itu dan duduk di bangku di sebelahnya .Dengan menghela nafas nya dan berbicara pelan.


"Li,aku kangen kamu ,maaf kan kalau aku lancang ". Suara cowok itu dengan pelan dan lembut seraya menatap ke arahku kali ini.Dan membuat ku kaget dan gugup ,dengan ucapan nya itu.Jujur aku juga kangen ,sudah lama dia tidak berbicara lagi sama ku.Sejak penolakan cinta nya itu ,dan aku sudah memiliki pawang sekarang yaitu Martin.Dari sejak itulah dia menghindar dariku .Aku tau dia berbuat seperti ,untuk menghindar rasa sakit hati.


"Di ,kamu tidak salah kok.Dan permintaan maaf kamu kali ini sudah untuk sekian kali nya bertumpuk di kamus hidupku",balasku lagi.


"Eh,ada banyak hal yang harus kita obrolkan Li,bolehkan meminta waktu kamu sedikit?".


"Okelah bicara saja", kata ku menunggu dia bercerita kali ini.


"Tapi sepertinya kita cari tempat ngobrolnya di tempat lain .Tempat sambil minum kopi dan pembicaraan kita biar enak".Dan hari ini aku bawa mobil kebetulan.Motorku masih di bengkel karena ada kecelakaan sedikit seminggu yang lalu ", jelas cowok itu baru bercerita kepadaku.Aku terkesiap mendengar perkataan cowok itu.


"Kamu tabrakan Di ?"


Aldi tersenyum manis mendengar pertanyaan ku.


"Cuma luka di lutut dan lengan aja kok.Jatuh dari motor itu tidak seberapa".


Aku memang tidak percaya ,pantas saja Aldi baru masuk sekolah kembali sekitar 3 hari ini.Dan ternyata dia mengalami kecelakaan yang sudah terlambat aku tau sekarang.Sebegitu tidak ada peduli nya aku sama cowok baik ini.


"Matamu merah Li? " ,tanya Aldi melihat ke arah mataku yang spontan saja sedih dan mau menangis dengan rasa khawatir.Aku mengangguk pelan.


"Mataku kecolok pulpen waktu belajar tadi..dan aku kembali menunduk .Aku memang tidak bisa bohong rasanya.


Aldi menunduk melihat sekali lagi ke mataku yang masih merah itu.


"Kok bisa ? masih sakit ? lain kali kamu harus hati-hati,Li.Untung ini nggak parah ,beneran nggak apa-apa kan?".


Aku menggeleng saja .

__ADS_1


"Sekarang sudah baik sedikit,Serena yang membantuku memakai obat tetes tadi ."


"Ya sudah ,kita berangkat yuk .nongkrong ke Caffe langanannku".


Di Caffe.


"Li ,kamu nggak lagi ada masalah kan sama cowokmu ? aku cuma minta waktu sedikit saja buat hari ini." tanya Aldi membuka bicaranya .Setelah kami menduduki kursi seraya menyeruput minuman kopi .


"Ya nama nya orang pacaran.Pasti lah palingan kita cekcok sedikit",sahut ku menggelengkan kepala secara kan aku tidak mungkin cerita masalah ku yang sedang ku hadapi.


"Ouh,katanya datar ada rasa kecewa ku dengar .Mungkin dia sudah berharap sekali aku harus menceritakan uneg-uneg yang ku pendam di kepalaku.


"Lia dengar aku ! perasaan aku sama kamu masih sama kayak yang dulu.Buat kamu Li,tapi sayang kamu lebih memilih cowok itu.Tenang saja,aku sudah mengikhlaskan kamu dengan orang lain.Karena aku tau titik terberat mencintai seseorang itu adalah merelakan dia bersama orang yang di cintai nya .Walaupun itu sebenarnya bukan aku "sahut Aldi lirih menatap jauh tanpa melirik ke arahku lagi.


Aku menghela napas panjang.Mata ku menunduk ke arah bawah.Tepat nya pandangan ku arah minuman ku sendiri.


Aldi kembali Menatapku seraya tertawa lepas.


Aku tahu dia menyimpan kekecewaan yang begitu mendalam soal perasaan nya yang tidak dapat ku balas.Itulah kenapa dia tertawa seolah - olah dia menghibur diri nya sendiri.Aku kembali diam tidak tau harus menjawab dengan balasan apa.Aku tidak bisa tertawa ,bahkan untuk tersenyum pun tidak.


Aldi meletakkan tangan nya di atas tangan ku dan mengusap nya pelan.


"Li apa yang telah terjadi sama kamu ? kamu yang biasanya ceria penuh tawa banyak bercerita kepada ku".


"Aku ..?


"Apakah kamu keberatan menemani ku ngobrol untuk hari ini? kalau iya ,aku minta maaf ya.".


Suaranya memohon maaf penuh harap terukir di wajah nya itu.

__ADS_1


"Di ,aku baik-baik saja kok.Dan tidak ada masalah sedikit pun untuk menemani kamu hari ini.Aku rasa untuk selanjutnya kamu jangan kayak gini lagi ya.Kan kamu tau aku sudah ada Kak Martin.Semoga kamu paham ya menjaga jarak dengan aku.


"Its okey ,kalau itu ya kamu mau.Maafkan gara-gara kenekatan aku ini .Kamu sendiri jadi risih di dekatku .


Aldi mencoba memahami semua itu terlihat sekali dari kerutan keningnya.Mungkin inilah sudah takdir dan jalan nya ,karena sekuat apa pun Aldi untuk bersama ku tapi rasanya sulit dan mustahil.


Aku menundukkan kepala ku kembali dengan air mata yang menetes pelan-pelan.Aku buru -buru mengusapnya sebelum di lihat oleh Aldi.Namun,cowok itu sudah terlanjur melihatnya.


"Tidurmu akhir-akhir ini kacau ya ? mata mu terlihat beda..


Aku kembali mengangguk karena tidak tahan rasanya menutupi apa yang ku alami .


"Ada banyak hal yang menganggu pikiran ku Di,"kata ku lirih.


"Itulah kamu banyak melamun hari ini.Tanpa bilang yang sebenar nya yang terjadi kepadaku.",


Aldi kembali menatap ku lekat - lekat.Dan aku tidak berani menatap ke mata nya dengan langsung kali ini.Hening dan sunyi tidak ada lagi Pembicaraan di antara kami.


Sebuah notifikasi WA muncul di dilayar hp nya,tak sengaja aku melihat sekilas nama 'Kanjeng Ratu ".


Dan itu sudah pasti cewek .Belum sempat aku bersuara cepat-cepat cowok itu mengambil nya yang tergeletak di meja itu.Dia sibuk menghubungi seseorang.


"Bentar ya ni penting ! "


Cowok itu berlalu pergi sibuk dengan hp nya.Tu kan aku tidak di pedulikan nya.Ternyata benar dugaan ku .Aldi sudah punya pacar.Dasar modus juga dia,sekian lama menghilang .Eh,taunya nggajak jalan sudah ada gandengan pacar baru lagi.Apa mungkin ini taktik balas dendam dia ya karena penolakan dari ku.Kalau iya berarti begitu b***h nya aku.


Aldi kembali lagi dan duduk kembali di kursinya tadi.Dan melanjutkan minum lagi.Wajah nya berseri-seri bahagia selesai menerima telpon itu.


"Li maaf ya .Tadi aku nerima telpon ya lama banget kan? Ya begitulah kalau si kanjeng ratu kalau lagi kangen .Dimaklumi ya".kata Aldi menjelaskan kepadaku tanpa ada rasa sekali.Harus kah dia jujur sama ku sama siapa dia telpon barusan.Wait,kenapa ya sekarang aku yang sewot sendiri.Bukan nya aku sudah ada Kak Martin ,kenapa aku seperti orang yang sedang cemburu ?.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2