
Depresi
itulah yang bisa ku ekspresikan
pada kalian semua.
@syakhila_07
*
*
*
dapur
.
.
.
kini bik ningsih sedang berbesih, dapur bersama dengan pelayan lainya. karena jam sudah menujukan pukul 04.30 pm. dan itu sudah waktunya para pelayan membuat sarapan untuk para tuan pemilik rumah ini.
mereka berbesih dengan tenang tetapi pas, ketika bi ningsih akan berbesih lantai atas dia mendengar sebuah teriakan di kamar bawah dengan segera ia pun menghampiri kamar tersebut pas ia akan membuka pintunya terkunci hingga ia bergegas menuju kamar sang nonya dan tuan besarnya.
dengan tergesa gesa bik ningsih berlari melewati tangga yang banyak..
semsampiya dia disana dia pun dengan segera mengetuk pintu tersebut.
tok..... tok..... tok......
tidak ada jawaban sama sekali, dengan keberanian kuat bik ningsih pun mengetuk pintu lagi.
tok..... tok..... tok......
dan alhamdulillah karena usahanya tidak, sia sia.
pintu itu terbuka dan nampaklah nonya besarnya.
cklek.
nonya besar membuka pintu kamarnya, pas waktu dia membuka dia terkejut karena tidak biasanya bik ningsih membangunkan mereka pada waktu fajar.
" ada, apa bik? " nonya safira bertanya.
dengan nafas terengah engah bik ningsih pun menjawab.
" huh.... huh.... huh.... anu ' anu nonya huh..... huh... itu..... non syakhila huh...... " jawab bik ningsih terengah engah karena ia sudah tua.
dengan raut kekewatiran nonya safira pun bertanya.
" ada apa dengan syakhila, bik cepat katakan " teriak nonya safira dengan spontan.
dan pelayan itu sangat kaget dengan teriakkan nonya besarnya.
" itu,,,,,, nonya anu ' anu " ucap bik ningsih ketakutan.
tanpa bosa basi wanita setengah abad itu pun berlari menuju kamar bawah dengan sekuat tenaga.
dan sampailah mereka di kamar yang di tinggali oleh syakhila, dengan kekewatiran penuh nonya safira pun mengedor gedor pintu syakhila.
dor... dor..... dor....
__ADS_1
tidak ada jawaban sama sekali dan itu membuat nonya safira khawatir tingkat tinggi.
"syakhila, sayang buka pintunya sayang syakhila, mama mohon buka pintunya..... hiks... hiks.... " teriak nonya safira dengan deraian air mata yang mengalir di pipi sebelah kanan dan kiri.
dengan usaha ia pun mengedor pintu itu lagi.
**dor....... dor....... dor.....
" SYAKHILA........ buka pintunya SYAKHILA** " teriak nonya safira.
dan bik ningsih yang di belakang nonya besarnya, ia menjadi merinding dengan keadaan seperti ini. dengan keberanian yang masih tersisa bik ningsih pun memegang bahu nonya nya untuk menangkan nonya nya yang kini tengah khawatir.
" nonya, nonya tenanglah!!! tidak akan terjadi apa apa, jadi tenanglah " ucap bik ningsih.
dengan cetatan nonya safira pun menoleh.
" apa? kamu tidak bisa lihat ya, huh pintunya di kunci mana bisa saya tenang, cepat segera panggil tuanmu dan aksa suruh dia bawa kunci cadangan,...... CEPAT " teriak nonya safira mengagetkan bik ningsih.
dengan singap bik ningsih pun berlari menuju tangga untuk pergi kekamar sang tuan besarnya dan tuan muda, sedangkan pelayan yang tadi ikut bik ningsih bekerja kini tengah kawatir dan dia pun berusaha menangkan nonya nya yang kini tengah kawatir.
dan beberapa saat kemudian tampaklah tuan besar dan tuan muda yang kini tengah tergesa gesa.
" ada, apa sih ma? " tanya pak sebastian.
tapi bukanya menjawab nonya safira malah langsung mengambil kunci cadangan yang ada di tangan tuan sebastian.
dan nonya safira membuka pintu kamar syakhila. dan tibalah saat pintu terbuka dan nampaklah kamar yang semula rapi menjadi berantakan. tetapi nonya safira tidak memedulikan hal itu dia, fokus hanya untuk mencari safira. dan tibalah dia melihat tubuh syakhila yang tengah berbaring di lantai dengan noda darah ada di tanganya, dan itu membuat nonya safira histeris.
" sykhila ........ " teriak nonya safira.
dan membuat tuan sebastian dan aksa masuk kedalam dan tampaklah syakhila dan nonya safira.
" sykhila,,,,, buka matamu,..... syakhila..... hiks... hiks... syakhila " teriak nonya safira menguncang guncang badan syakhila yang lemas dan bersimbah darah.
dengan cepat tuan sebastian mengambil alih syakhila dan meletakan syakhila di kasur.
**deg
aksa** tak menyangka, bahwa kedua orang tuanya bisa seperti ini, hanya karena wanita yang telah kini menjadi istrinya.
" apa yang kamu lakukan aksa, cepat panggil dokter doni " bentak nonya safira.
" i,,,i,,,, iya mah " ucap aksa.
dengan singgap dia pun menelpon dokter doni.
tut.... tut...
panggilan tersambung.
" *hallo, dok? " ucap aksa
" iya, aks ada apa tumben telpon " ucap dokter doni di seberang sana.
"dok, dokter bisa kesini cepat nggak, kalau bisa 15 menit langsung kesini cepat " ucap aksa.
" iya tapi ke-_" ucap dokter doni di seberang terputus karena aksa*.
tut.... tut...
setelah itu aksa menaruh ponselnya di dalam saku dan dia kembali ke kamar syakhila.
" sayang, bangunlah mama mohon..... bangunlah..... hiks.... hiks...... " ucap nonya safira.
__ADS_1
" sudalah, ma tenanglah, tidak akan terjadi apa apa sama syakhila jadi, mama tak perlu kawatir " ucap tuan sebastian dengan mengelus elus punggung istrinya.
" tapi, pah bagimana bisa mama tenang jika keadaan syakhila aja kayak gini " lirih nonya safira.
ternyata, mama sayang banget sama wanita itu hingga mama menangis gara garanya batin aksa.
tanpa sadar air mata aksa pun jatuh ke pipi, tetapi dengan singap ia seka karena akan kedatangan dokter doni.
.
.
.
" apa, yang terjadi dok? " tanya nonya safira pada dokter doni yang telah selesai dengan memeriksa syakhila.
" begini, bu setelah saya lihat kondisi nona syakhila, saya kira kira nona syakhila kena depresi yang amat dalam karena tekanan, pikirannya yang dia alami dan saya pikir jika, dalam seminggu atau dua minggu nona syakhila tidak pulih dari depresinya saya sarankan untuk membawa nona syakhila ke psikolog ataupun ke rumah sakit jiwa " jelas dokter doni.
dan hal itu membuat orang orang di sana terkejut.
" Apa " beo aksa yang kini tengah ikut mendengarkan apa yang dokter doni jelaskan.
" apa? itu tidak mungkin dok " ucap nonya safira dengan air mata yang mengalir kembali.
dengan tangan dia pun tuan sebastian mengelus elus pungungg istrinya.
" apa? tidak ada cara lain dok? " tanya tuan sebastian.
" hemmm, ada tuan!!! " ucap dokter doni.
" bagimana, caranya ? " ucap aksa.
" caranya, adalah ajak dia berbicara walaupun dia terdiam saja, dan semagatilah dia dengan kata kata yang masuk akal, " jelas dokter doni.
" dan ini resep obat nya tolong di tebus ya tuan demi kesehatan nona syakhila, tugas saya sudah selesai jadi saya mohon undur diri permisi " ucap dokter doni sebelum pergi.
.
.
.
.
**BERSAMBUNG
soal depresi saya tidak tau ya, itu adalah hanya pikiran saya aja, jadi ya saya ikuti aja deh yang ada di oikiran saya.
updete sudah 2 kali ya.
maaf, jika ceritanya tidak nyambung ya, maklumlah masih masa mencoba.
jangan lupa untuk
like
comen
vote
and
happy reading
__ADS_1
all**
kata