Dia Istri Ku

Dia Istri Ku
Episode 05 - Pikiran


__ADS_3

pikiran


pikiran ku sedang kalut karena mu.


entah apa yang ku pikirkan tentang mu.


aku pun tidak tau apa yang sedang ku


pikirkan.


@aksa_s


*


*


*


" dan ini resep obat nya, mohon di tebus ya tuan, buat kesehatan nona syakhila ,tugas saya sudah, selesai jadi, saya undur diri, permisi " ucap dokter doni sebelum pergi.


tetapi sebelum pergi, dokter doni di cegah terlebih dhaulu oleh nonya safira.


" dok, bagimana dengan, pergelangan tangan syakhila? " tanya nonya safira.


" ouh, iya saya sampai lupa, pergelangan tangan nona safira tidak apa apa, nonya cuma tadi jika anda, tidak menghubungi saya segera bisa di katakan, nona syakhila bisa kehabisan darah, dan golongan darah nona syakhila juga cukup langka yaitu...... B- yang artinya hanya di miliki oleh sedikit orang bahkan di asia hanya ada 0.4 % saja " jelas dokter doni, dan hal itu membuat mereka terkejut dan, sama halnya juga dengan aksa dia juga terkejut akan hal itu.


langka..... sekali batin aksa berkata.


" dokter, yang serius bagaimana cara dokter mengetahui bahwa darah syakhila langka dok " tanya aksa.


" saya, bisa melihat dari kondisi fisik nona syakhila yang bisa saya lihat dari kulitnya " jawab dokter.


" baiklah, dok terima kasih atas bantuannya " ucap tuan sebastian.


" iya, tuan sama sama, lagi pula itu sudah jadi, tanggung jawab saya sebagai dokter,,,,,, hemm kalau begitu saya permisi " ujar dokter doni.


" iya, dok mari silahkan..... saya antar " ucap tuan sebastian.


" tidak, perlu repot repot tuan saya bisa sendiri " tolak halus dokter doni.


" sudah, tak apa!!! mari " ucap tuan sebastian.


setelah itu dokter sebastian pun keluar mengantar dokter sebastian.


sedangkan para pelayan menyiapkan makanan untuk para tuan dan nonya nya.


nonya safira, jangan di tanya lagi!!! sekarang beliau sedang sangat khawatir akan keadaan syakhila dia, sekarang sedang menemani syakhial yang masih tak sadarkan diri.


kalau kamar syakhila yang berantakan tadi, sekarang sudah seperti semula, memang tidak seperti tadi, tapi kali ini lebih rapi. kalau kalian tanya kok bisa?? jawabanya adalah sultan mah bebas wkwkwkwk :)😝.


.


.


.


.


kamar aksa.


.


.


.


di kamar bernuansa abu abu putih dengan bau maskulin dan tertata rapi disinilah aksa berada di kamarnya. kini ia sedang duduk dumi ranjang sambil termenung oleh kata kata dokter.


nona syakhila mengalami depresi yang amat dalam karena tekanan dan pikirannya yang ia alami, jika nona syakhila tidak pulih dalam waktu satu minggu atau dua minggu saya sarankan agar nona di bawa ke psikologi atau rumah sakit jiwa.


itulah, yang kini aksa pikirkan dia, hanya tidak menyangka aja bahwa kematian kakak gadis itu terdampak juga pada gadis itu, dan di tambah kenapa dia harus menjadi istrinya. padhal dia sudah memunyai kekasih yang amat dia sayangi yaitu veronika kekasih dari kelas 10 hingga 11 sampai sekarang. dia, tidak habis fikir karena di waktu ia masih muda ia sudah memunyai istri terlebih dia masih memunyai kekasih.


tiba tiba saja pikiran dia kacau karena suara getaran ponsel yang ada di saku celananya.


dret.... dret..... dret...


dengan gesit ia, pun memubuka siapa yang telpon ketika ia buka, terteralah bahwa nama veronika yang telpon.

__ADS_1


veronika ♡ is caling........


tanpa ba bi bu be bo ia pun, langsung mengangkat telpon tersebut.


" *iya, hallo vero ada apa?? " sapa aksa dalam telpon.


" iya, hallo sayang!!!


sayang...... kenapa kamu tidak masuk sekolah ?? " tanya veronika dengan nada merengek.


" maaf, tadi ada urusan keluarga jadi tidak, bisa ku tinggalkan " bohong aksa.


" urusan, keluarga apa sih?? sampai sampai mentingin keluarga daripada aku, aku kan.... jadi sedih, dan badmood kalau tidak ada kamu " ucap veronika dalam sambungan.


" huh, ya mau bagaimana? lagi vero.... kamu kan tahu bahwa aku tak mungkin meninggalkan keluarga ku dalam keadaan gawat, lagi pula kan di sekolah ada david dan geo mengapa mesti aku?? " ucap aksa.


" ihhh, nggak mau ah nanti cewek cewek bilang apa!!! sama ia aku mau di katai cabe cabean kak, nggak juga " ucap veronika dalam telpon.


" itu, tau.... " ucap singkat aksa.


" ih, kamu mah nyebelin, auu ahhh aku ngabek bye " ucap veronika dengan nada mengambek.


setelah itupun, sambungan terputus dari satu pihak yaitu veronika*.


tut..... tut.... tut....


bunyi sambungan terputus.


*maafkan, aku vero aku harus berbohong kepadamu aku hanya tidak inggin hubungan kita menjadi rengang gumam aksa dalam batin.


tiba tiba saja* pintu kamar dia di ketuk, hingga membuat dia harus beranjak.


tok..... tok.... tok......


mau tak mau aksa pun harus membuka pintunya.


ceklek.


pintu kamar terbuka dan tampaklah bik ningsih.


" ada, apa bik? " tanya aksa.


aksa, pun merenyit heran, dia pun melihat pergelangan tanganya yang kiri dan dia pun melihat jam yang menujukan sudah pukul 11. 05 pm.


" makan, kali bik bukan sarapan " ucap aksa.


" hehe, iya tuan. ya, sudah bibik permisi " ucap bik ningsih sebelum pergi.


dan aksa hanya mengangguk saja tanda bahwa ia mengiayakan.


setelah bik ningsih tidak ada, aksa pun mulai menyusul untuk turun ke bawah.


.


.


.


**meja makan.


.


.


.


.


di** meja makan hanya ada sang papa, yang membuat aksa bingung karena tidak seperti biasanya papa makan sendirian.


" loh, pah mama di mana? " tanya aksa.


" huh, mama masih di kamar syakhila sa " ujar tuan atau papa sebastian.


lagi lagi....... syakhila batin aksa.


" ouh....... " aksa pun hanya ber oh ria saja.

__ADS_1


setelah itu aksa pun mulai duduk dan mengambil nasi lauk dan pauk untuk ia makan karena sedari tadi juga perutnya sudah minta di isi.


di sela sela, mereka makan hanya ada keheningan yang ada tidak ada pembicaraan sama sekali.


hingga mereka pun selesai dengan runitasnya makan.


" sa, papa mau tanya?? " tanya papa sebastian ketika aksa akan beranjak meninggalkan meja makan.


" tanya!!! apa pah??? " ujar aksa.


" tadi, malam kamu dari mana kok pulang malam?? " tanya papa sebastian.


" hemm, dari rumah david pahhh " bohong aksa.


" bener, dari rumah david tidak dari club.


" he*em " deheman aksa.


" bener " ujar papa sebastian lagi. mau tak mau aksa pun harus jujur karena ia sudah tau bagimana sikap papanya.


" iya, deh iya, aksa tadi malam dari club bersama david dan geo " ucap aksa.


" itu, apa!!! " ucap papa sebastian.


" iya, pah aku tau aku salah, jadi aksa minta.... maaf " ujar aksa.


" iya, papa maafin papa hanya inggin bilang bahwa jangan kesana terlalu sering aksa karena, tempat itu tidak baik untuk mu dan juga minuman yang kamu minum juga haram dan itu dosa memang kamu mau masuk nereka terlebih sekarang kamu sudah punya istri. jadi, papa minta kurangin ya!!! " nasihat papa sebastian.


" iya iya pah " ucap aksa.


" jangan, iya iya aja tapi di jalanin mengerti..... dan satu lagi papa boleh tanya " ucap papa sebastian.


" tanya, aja kali pah la wong papa sudah tanya juga " ucap aksa.


" oke..... apa kamu masih pacaran sama vero??? " tanya papa sebastian. karena memang papa sebastian sudah tau kalau vero itu pacar aksa, karena sehabis pulang sekol kalau tidak hari minggu vero memang seting kesini. jadi, papa bisa tau.


sedangkan, aksa ia seperti menerima saratus tusukan dari sang papa. karena, dia tidak menyangka bahwa papanya bisa bertanya mengenai vero, yang ia tau bahwa papanya selalu diam, kalau ia dan mamanya membahas tentang vero.


jleb.. ...


" huh..... huh, masih pah " ucap aksa.


**BERSAMBUNG...........


hey hey aku sudah updete nih jadi tolong jangan lupa baca ya.


jangan lupa untuk


like


comen


vote


.


.


.


baca juga untuk novelku sebelah judulnya 'bintangku'


Sekedar info bintangku ya, untuk hari ini


maaf, saya saat ini saya masih belum bisa updete novel bintangku karena dari sekian banyak yang baca di sana hanya sedikit yang like dan comen jadi saya, biarkan dhaulu dan saya mulai nulis novel dia istri ku dulu, untuk memperbanyak epsnya juga.


*


*


*


and


happy reding


all

__ADS_1


1225 kata** *


__ADS_2