
Suasana pagi hari itu sangat ramai dikarenakan pulangnya tuan putri kerajaan Assegaf dari kerajaan tetangga. Sam, Yuzaki, Sato, Achika dan Azarus ikut menyaksikan pulang nya para bangsawan kembali ke kerajaan, ada total tujuh kereta kuda yang masuk dan yang paling besar mengakut sang tuan putri, saat itu suasana kota menjadi sangat meriah
Tuan putri : hai rakyat ku! aku kembali (berteriak)
pelayan : seorang tuan putri itu tidak berteriak! nona muda
Penduduk : tuan putri
penduduk : tuan putri kau cantik sekali
Penduduk : tuan putri selamat datang
Penduduk : tuan putri aku mencintaimu
penduduk : apa kau bilang, dia itu milik ku
penduduk : tidak tidak tidak, kalian salah dia milikku
Para pendukung menyambut dengan sangat meriah dan terpesona dengan kecantikan tuan putri mereka
Azarus : ramai sekali! semua orang bersorak untuk wanita itu
Sam : itu sudah wajar bukan dia seorang tuan putri
Azarus : kurasa Achika lebih cantik, memangnya siapa nama tuan putri itu?
Sam : Generasi bangsawan kerajaan yang ke-28, Victoria Assegaf Alliaz anak dari Aiden Assegaf Alliaz yang agung
**********
Tuan putri Victoria Assegaf Alliaz yang sangat di kagumi oleh semua masyarakat, rambut nya yang berwarna emas, mata nya seterang perak, berpakaian perhiasan yang mahal, membuat dia seakan seperti bidadari
**********
Victoria : ayo terus bersorak kepada ku!
pelayan : katakan lebih lembut lagi nona muda
di kalah semua orang memperhatikan sang tuan putri Achika hanya memperhatikan kesatria sihir kerajaan
Achika : itu siapa Sam sensei?, apakah dia seorang kesatria sihir?
Sam : mana! oh, hm (tertawa kecil) iya Achika kau benar adalah salah satu Kesatria sihir kerajaan, sang pahlawan api Hirohito guide
********
Hirohito guide seorang kesatria sihir dengan julukan sang pahlawan api, rambutnya yang merah seperti menafsirkan ketegasan yang sempurna, mata nya yang penuh keagungan dan berperisaikan baju zirah kerajaan, membuat nya seperti sangat susah untuk di taklukkan
********
Sam : (melihat Hirohito dengan sombong)
Sato : kenapa kau tiba-tiba seperti menyombongkan diri
Sam : hahahaha apakah kau mau suatu fakta?
Sato : fakta?
Tiba-tiba Hirohito, mendatangi mereka berlima dan memberikan salam tunduk kepada Sam
Sam : ayolah aku merasa tidak enak, seorang kesatria sihir kerajaan menundukkan kepalanya kepada warga biasa seperti ku
Hirohito : justru aku akan merasa bersalah jika tidak melakukan di hadapan guruku
Achika : Guru....!?
Azarus : Jadi....!?
Sato : apaaaaaaaaa....!?
Sam : hahahaha Iya Hirohito adalah murid ku saat aku dulu mengajar
Ternyata Hirohito guide adalah salah satu murid dari Darius Akademi dan Ternyata dia Seangkatan dengan Yuzaki
Hirohito : Sudah lama tidak bertemu Yuzaki
Yuzaki : Yo, ku kira kau sudah melupakan kan ku (muka kesal)
Hirohito : tidak mungkin aku lupa dengan si anak jenius
Yuzaki : apakah kau mengejek ku?
Hirohito : bukan seperti itu, hanya saja kau seperti seorang Monster Hunter biasa
Yuzaki : Kau enak author baik kepada mu dan sedangkan diriku terpaksa menggendong ke tiga beban ini (menoleh ke arak Sato)
Sato : apa? kanapa kau melirik ku...
Hirohito : baiklah aku harus kembali sampai jumpa~
Hirohito pergi
Azarus : sepertinya kau tidak akrab dengan dia Yuzaki san
Yuzaki : aku memang tidak ingin akrab dengan dia
Sam : baik anak-anak, penyambutan nya sudah selesai dan ayo kita kembali belajar
Azarus : kalau begitu ayo!
Achika : kenapa kau begitu semangat!
Mereka pergi ke daerah Padang rumput untuk belajar sihir dan juga untuk mengetahui sihir apa yang mereka punya
Sam : baik kita akan serius jangan ada yang mengeluh, pelajaran ini akan memakan banyak sekali tenaga dan mana
Achika : siap sensei
Azarus : siap sensei
Sato : siap sensei
Sam : bagus dan kau kenapa di sini Sato?
Sato : ee... Yuzaki bilang lebih baik aku mengembangkan sihir ku terlebih dahulu, itu akan lebih baik katanya
Sam : "kenapa kau malah membuangnya kepada ku Yuzaki" ( berbicara dalam benaknya ) haa.. dan kau...
__ADS_1
Wanita misterius : mohon bantuannya sensei
Achika : ???
Azarus : ???
sato : kau wanita yang kemarin
Azarus : oh iya, kau juga yang kemarin saat kita belajar di rumah Sam sensei
Achika : oh aku juga mengingatkan mu!
Wanita misterius : jadi kalian mengingat ku ternyata, kalo begitu ayo kita lakukan teman (mengacungkan jempol)
Sato, Achika & Azarus : memangnya kita teman
wanita misterius : mmffhh (menangis kecil) kalo begitu ku mohon bertemanlah dengan ku, ku mohon (memohon)
Achika : serahkan semua uang mu! setelah itu kita berteman :v
Azarus : apa-apaan sih Achika! kau tidak boleh begitu!
Achika : ini usaha untuk membantu Yuzaki san
wanita misterius : aku tidak punya uang, kalo begitu aku pergi saja (muka merana)
Sato : jangan pergi, dia hanya bercanda
Wanita misterius : beneran?
Sato : aku serius kita bisa menjadi teman, siapa nama mu?
Omevi : heh, akan ku beri tahu namaku hujimi omevi aku adalah mahluk yang bersinar terang dari langit, perwujudan dari awal dan akhir.... BLA BLA BLA BLA
Omevi terus mengagung-agung kan dirinya sendiri dan merasa dirinya sangat keren dan mereka hanya melihat sebagai anak chuunibyou yang belum mengerti kehidupan
Sato : anak chuunibyou ternyata, sudah cukup! jadi nama mu omevi
Omevi : iya, tapi kau bisa memanggilku omevi yang agung!
sato : maaf saja, aku tidak akan mau mengatakan itu
Azarus : kau terlihat menarik omevi, apa hal yang kau suka?
Omevi : aku sangat suka melihat orang-orang yang kuat, mengingat mereka dan terkadang aku berfikir apa yang akan terjadi ketika mereka saling bertarung dan siapa yang akan menang
Sam : itu chuunibyou sekali,jadi apa maksud kedatangan mu?
Omevi : Aku ingin ikut belajar sihir Elemen
Sam : itu boleh saja, tapi kau harus membayar ku!
Omevi : ehmmm... aku akan membayar jika ada uang, untuk sekarang aku tidak bisa membayar mu, kumohon ajari aku aku harus menjadi lebih kuat, kumohon kumohon kumohon
Sam ingin menolak nya tapi dia teringat perkataan seseorang dahulu "aku harus menjadi lebih kuat maka dari itu tolong bantuannya sensei"
Omevi : ku mohonnnn...!
Sam : Ya ampun, haaa baiklah kau akan ikut kami belajar mulai sekarang
Omevi : Yosh masa depan aku datang!
Sam : baiklah semuanya dengarkan perkataan ku untuk mengetahui sihir apa yang kalian miliki, kalian hanya perlu fokus alirkan mana ke tangan kalian dan rampalkan elemen sihir yang kalian inginkan, mulailah dulu dari sihir reaksi elemen karena itu sihir dasar yang mudah dan tidak memerlukan banyak mana, mengerti!
Sato : sensei bagaimana dengan ku, yang sudah bisa sihir Dezer! bola tanah!
Achika : hanya bola tanah?
Sato : yang penting bisa!
Sam : dari mana kau mempelajari nya?
Sato : Yuzaki yang mengajari ku
Sam : "anak itu walaupun seperti orang yang tidak peduli sesama tapi ternyata dia tetap peduli temannya" (berbicara dalam benaknya) Kalau begitu terserah kau ingin mempelajari elemen sihir baru atau memperkuat elemen sihir mu
Sato : Yosh kalo begitu {Dezer{Arceus} - gempa bumi} aghhh (tergeletak pingsan)
Tidak ada hal apapun yang terjadi, Sato malah berujung pingsan sementara karena Sato ingin mengeluarkan sihir yang kuat dan berujung membuatnya kehabisan mana
Omevi : dia pingsan
Sam : sudah ku bilang mulai lah dari sihir dasar, baik lah lanjutkan pelajaran kalian aku akan yang menyadarkan nya, Mereka lanjut mempelajari sihir elemen dan omevi yang bingung harus mulai dari sihir apa padahal hari sudah menjelang siang
Achika : omevi apakah kau mengerti? kalau tidak, aku bisa menjelaskan lagi kepada mu
Omevi : tenang saja penjelasan mu saat itu mudah dipahami dan diingat jadi tenang saja, sekarang aku sedang bingung harus mulai dari elemen apa! oh semua nya saja
Achika : apakah tidak terlalu banyak!
omevi : tenang saja aku pasti bisa akan mulai dari Beru Sampai Aeria!
Achika : omevi aku ingin bertanya sesuatu pada mu! bagaimana kau bisa menghilangkan begitu cepat saat itu?
Omevi : kapan?
Azarus : Achika, maaf omevi tapi boleh kah aku meminta waktu dengan Achika sebentar?
Azarus membawa Achika
Azarus : Achika lihat lah aku pasti bisa elemen Blazz
Achika : benarkah? coba tunjukkan
Azarus : lihat saja {Blazz{reaksi elemen} (tidak ada hal yang terjadi)
Achika : tidak terjadi apapun!
Azarus : tu tu tu tunggu dulu aku hanya bercanda bisa berikan aku waktu sebentar (muka malu)
Sihir Azarus yang gagal membuat nya malu karena sudah sok jago di depan Achika, kemudian memutuskan untuk berlatih sendiri, Achika yang tidak terlalu mempermasalahkan nya kemudian pergi bertanya kepada Sam yang berusaha menyadarkan Sato
Sam : Achika kau tidak berlatih?
Achika : Sam sensei apa ada cara buat menentukan elemen yang ingin dipelajari?
Sam : jadi kau bingung ingin mulai dari elemen apa, mungkin kau bisa mulai dengan elemen yang sering berkontrak dengan tubuh mu
tiba-tiba Sato bangun dari pingsannya
__ADS_1
Sato : kalo begitu {Blazz{reaksi elemen} "reaksi tercipta Api kecil muncul dari tangan Sato"
Achika : Kau berhasil Sato-san
Sam : selamat ya Sato
Sato : sudah ku duga soal nya aku dulu sering terpanggang
Sam : Terpanggang ?
Achika : Terpanggang ?
Sato : Yosh {Blazz{Arceus} - Meteor Api} aghhr (pingsan kembali)
Sam : sudah kubilang mulailah dari sihir mudah terlebih dahulu~
Achika : oh, seperti aku tau elemen sihir yang aku bisa ku kewasai
Sam : benarkah?
Achika : aku ingin menunjukkannya pada mu sensei tapi aku juga ingin memperlihatkan nya kepada Azarus."berlarian ke arah Azarus yang sedang berlatih"
Sam : kenapa kau begitu yakin?
Achika : karena aku suka makan batu. "berlarian"
Sam : aku akan ke sana setelah melihat omevi, makan batu ya... hah apa yang dia maksud makan batu!?? (bingung)
Mereka mendatangi Azarus yang tetap kekeh belajar elemen sihir Blazz
Achika : Azarus!
Azarus : Achika, aku yakin sebentar lagi...
Achika : tidak Azarus aku ingin kau melihat ini {Dezer{reaksi elemen}
Achika mengarah tangan nya ke arah tanah dan membacakan sihir, reaksi terjadi tanah itu gerak dan terangkat menandakan Achika bisa menguasai elemen Dezer
Achika : sudah ku duga
Azarus : wah kau hebat Achika
Achika : Azarus, Sensei bilang mulai lah dengan elemen yang sering berkontrak dengan tubuh mu, kau bisa coba itu!
Sam datang
Sam : bagaimana?
Azarus : Achika berhasil memakai elemen Dezer sensei
Sam : kerja bagus Achika! kembangkan ya!
Omevi : ha ha ha ha dewa petir telah memilih ku (berteriak dari kejauhan)
Achika : chuunibyou nya kumat (melihat ke arah omevi)
Sam : Padahal baru bisa satu elemen saja, argrhh (terkejut karna omevi tiba-tiba di belakang nya) Kenapa kau bisa tiba-tiba ada di belakang ku?
omevi : aku tidak tau, aku hanya berjalan
Achika : hah? omevi kau bisa tiba-tiba muncul di sini?
Azarus : omevi kau cepat sekali
Sam : jangan-jangan!? omevi kau bisa sihir Aeria kan?
Omevi : iya, aku baru mempelajari nya tadi, memang nya kanapa?
Sam : bisa berjalan cepat kesini, berhasil dalam sekali coba apakah kau tapi merampal sihir {Altaria}
Omevi : aku rasa... tidak
Sam : sepertinya, kau memiliki darah keturunan keluarga Aeira
Azarus : darah keturunan?
Sam : orang - orang biasanya menyebutnya Hikari , manusia dengan darah keturunan elemen. mereka akan sangat mudah mempelajari elemen yang terikat dengan darahnya bahkan bisa memperkuat elemen tersebut menjadi berlipat-lipat ganda tapi mereka memliki kekurangan mereka tidak bisa mempelajari elemen yang tidak terkait dengan darah nya
Azarus : jadi seperti itu!
Achika : kalau begitu sensei apakah kau tau tentang orang dari dunia lain?
Sam : aku tidak pernah mendengar nya, kenapa kau menanyakan hal itu?
Achika : eh tidak ada apa-apa (teringat perkataan Yuzaki tentang jangan pernah memberi tahu siapapun, siapa mereka sebenarnya)
Omevi : jadi aku ini istimewa kan sensei (muka sombong)
Sam : aku belum tau pasti, tapi yang penting walaupun kau memiliki darah keturunan kau harus tetap belajar dan latihan,
Omevi : yaelah, tidak langsung jadi jago
Sam : semua itu perlu belajar baik ayo lanjutkan
Azarus : kau yakin sensei hari sudah mulai malam
Sam : ah kau benar kalo begitu, tidak terasa kita lanjutkan besok saja
mereka pun pulang dan setelah sampai dirumah
Omevi : ahh cape sekali
Sam : (memandangi Omevi)
Omevi : ada apa sensei?
Sam : kenapa kau ikut kami!?
Omevi : ku mohon izinkan aku tinggal di sini juga aku tidak memiliki tempat tinggal (bersujud di depan Sam)
Sam : sudah kubilang rumah ku bukan penginapan!
Kela : tidak apa-apa, makin ramai makin bagus bukan
Azarus : ah sensei sepertinya kita melupakan seseorang
Sam : aku benar-benar lupa dengan dia
Sato terbangun dari pingsannya dan mendapati dirinya sendirian ditengah Padang rumput tadi
__ADS_1
Sato : dimana yang lainnya?
-bersambung--