Diamond In The Sky

Diamond In The Sky
Chapter 16 - Yano dan Sang Naga


__ADS_3

Lucius Sang Raja Iblis dari Kerajaan iblis Leonara dan Merupakan Raja iblis terkuat saat ini sekarang sedang duduk santai di samping seorang anak berumur 17 tahun Yaitu Achika, walaupun Lucius adalah seorang Raja iblis yang menebar aura menindas yang pekat Achika menanggapi nya biasa saja tanpa merasa takut sedikitpun


Lucius : (aku akan ku takuti sekali lagi) hey nak lihat lah ini "mendatang kan badai Guntur" (pasti dia akan ketakutan sekarang)


Achika : kenapa tiba-tiba cuacanya menjadi sangat buruk!? (bertanya-tanya)


Lucius : "Kaget" (yang di perhatiin Malah cuaca nya) Nak! kau ini benar-benar manusia yang berbeda


Achika : benarkah? aku rasa.... ehmmm..... Sama aja *kruk kruk kruk, suara perut keroncongan" agh..... lapar.. "menggambil sebuah batu"


Lucius : (mengapa ia mengambil batu?, apakah di akan menyerang ku) nak kalau kau ingin menyerang ku batu kerikil itu tidak akan cukup..


Achika : Hem? "bingung" kau ini bicara apa? ammm "memakan batu itu"


Lucius : Tunggu dulu, apakah perut manusia sekarang sudah bisa mencerna batu???


Achika : tidak... mungkin aku sendiri yang berbeda... ah, Azarus pernah mencoba nya dan kehilangan 2 gigi nya, wwwwww kasian gigi nya patah


Lucius : Seperti apa rasanya?(menunjuk batu itu)


Achika : keras, tidak enak dan pahit


Lucius : kenapa masih di makan?


Achika : karena lapar...


Lucius : hah?


Achika : eh?


Lucius: Heh?


Achika : emm?


Lucius : hahaha (tertawa terpingkal-pingkal) kau ini Manusia yang benar-benar berbeda


Achika : wwww Kenapa kau tertawa?.. oh iya aku juga pernah mencoba batang pohon, ranting, batu kali, batu bata, besi..... keknya belum, apa udah ya?? udah keknya


Lucius : beneran?? perut mu gak apa-apa?


Achika : gak apa-apa, aku gak pernah merasakan sakit perut "bangga dengan tubuh nya" aku anak sehat, tubuh ku kuat!


Lucius : hahahaha kau ini lucu sekali, ah.... "merasa kan Aura ketakutan teman-teman Achika" sepertinya teman-teman mu ada di sekitar sini! bagaimana kalo kita ajak berbincang-bincang juga mereka?


Achika : hm... boleh aja, mungkin ide bagus


Lucius dan Achika mendatangi Sato,Van dan Claire


Achika : oh itu mereka! oy teman-teman "melambaikan tangan"


Achika membawa Lucius kehadapan Mereka,dan kemudian mereka berkumpul di depan api unggun dengan posisi Lucius duduk di samping Sato.


Achika : perkenalkan dia Sato Aizen


Sato : Ha- ha- halo (muka pucat)


Achika : dia claire Aina


Claire : Aku senang bisa bertemu dengan mu (ketakutan setengah mati)


Achika : dan dia..... aku tidak kenal


Van : (tidak kenal!, bukankan kita sudah pernah bertemu) ku ingat kan Sekali lagi!, Nama ku Van, Van Black star


Achika : ah.. sepertinya pernah mendengarnya dan.... kenapa sikap kalian tiba-tiba menjadi dingin Sekali!?


Van : (bocah ini tidak berfikir apa!!! siapa lawan berbicara kita sekarang, seorang raja iblis) agh.. mungkin efek dari pertarungan kemarin... semuanya menjadi lelah... ha ha ha ha "tertawa terpaksa"


Claire : agh.. i i ya, ah.. lihat api unggunnya sudah mulai padam, aku akan mencari beberapa ranting kayu, aku pergi "Claire pergi tergesa-gesa"(kabur)


...suasana menjadi hening tidak ada yang mau berbicara...


Lucius : ehem.. baiklah bagaimana dengan yang satu ini "merangkul pundak Sato" hey, hey~ apa kau mendengar ku?


Sato : "pingsan dalam keadaan duduk"


Lucius : dia pingsan ...


Van : -_- (bagus sekarang, sekarang aku sendirian. anak ini benar-benar menanggapi raja iblis ini seperti biasa, siapa sebenarnya anak ini?)


Achika : kalian pada Kenapa? apakah efek pertarungan sebelumnya sekuat ini?, padahal aku ingin memperkenalkan teman baru ku


Lucius : hah? kita teman? "kaget"


Achika : jadi kamu gak mau berteman sama aku?


Lucius : aku tidak bermaksud seperti itu


Achika : jadi? (kesal)


Lucius : baik-baik, kalau begitu kita berteman sekarang


Achika : kenapa baru sekarang?


Lucius : kau ini tidak mengerti, gimana ya.. ehm,bisa dibilang kau adalah teman manusia ku yang pertama! kebanyakan manusia menganggap kami para ras iblis sebagai musuh dan menganggap kami para ras iblis menakutkan


Achika : apa benar begitu.. "sedih"


Van : aku setuju dengan manusia yang menganggap iblis sebagai musuh tapi tidak dengan menakutkan


Lucius : jadi kau tidak takut juga dengan ku Van?


Van : Sebenarnya aku takut, bahkan aku sangat takut semua instingku menyuruh ku untuk kabur, tapi aku rasa percuma saja, kau bisa membuat tempat ini menjadi neraka dalam sekejap, dan dari pada berdiam diri lebih baik mengatakan satu dua kata!, mungkin ini akan menjadi kata-kata terakhir ku, karena tidak mungkin bisa aku bisa menang melawan makluk abadi seperti mu


Lucius : begitu ya ... tapi, aku ingin kalian tau ... Keinginan, Neraka dan abadi, heh ... Yang aku inginkan hanyalah menghabis para pendosa Dan penjahat, sifat manusia lah yang menciptakan neraka, tidak ada abadi itulah kehidupan..


Achika : perkataan bijak kakek-kakek di kuil-kuil


Lucius : Hemm... iya juga, mungkin karena umur ku terlalu tua, seharusnya aku mengikuti perkembangan zaman, baiklah aku harus pergi sekarang (mengelus kepala Achika) jangan rindu aku ya..


Achika : kemana?


Lucius : tempat yang jauh, ada hal yang harus aku lakukan


Achika : begitu ya tapi apakah walaupun kita berjauhan apakah kita masih berteman?


Lucius : Ya.. selamat kau mengingat ku, aku akan mengingat mu.. kalau begitu dah-dah (pergi menghilang entah kemana)


Van : dia meninggal kan kita, ini tidak bercanda kan (melepas nafas lega) benar-benar tidak terduga


Achika : ada apa? apakah Lucius beneran membuat kalian ketakutan?


Van : Kau anak yang sangat hebat, aku tidak melihat sedikit pun rasa takut di muka mu! (melihat pasukan kerajaan yang datang) baiklah mari kita apa yang akan terjadi


para pasukan Kerajaan bantuan datang, kemudian mereka kembali ke istana setelah segala sesuatu yang terjadi, Azarus, Yuzaki, Dan Sato Sekarang dalam keadaan Pingsan dan terbaring di pusat medis kerajaan, dan situasi sekarang sedang sangat ramai di pusat kerajaan karena Hirohito yang sangat kesal dengan tipuan GAZI manusia iblis yang menyusun rencana tipuan mengecoh pasukan Hirohito pergi ke arah timur dan menyerang dari arah barat, tapi sayang nya masih tetap digagalkan Achika dan Kawan-kawan, GAZI di intogasi di tengah-tengah pasukan dan Hirohito yang sangat kesal memukuli dan menyiksa GAZI memaksanya untuk mengukap sesuatu darinya


Hirohito : Beraninya kau menipu kami (memukul GAZI) sekarang!! katakan di mana kerajaan iblis berada sekarang Kalau tidak aku akan membunuhmu mu!!


GAZI : heh? membunuhku? kalau kau ingin membunuh ku silahkan saja


Hirohito : kau terlalu mengujiku, akan ku pengal kepalamu itu (mempersiapkan pedang untuk memengal kepala GAZI)


Achika dan Van yang baru saja selesai menjenguk teman mereka yang sedang pingsan, mendatangi keramaian dan mencari tau apa yang terjadi..


Van : kau sebaiknya beristirahat..


Achika : Aku rasa aku masih kuat, lagi pula Zite sangat membantu ku


Van : (tercengang) apa tunggu dulu, kau menguasai elemen zit-


...Akan ku pengal kepalamu (teriakan Hirohito)...


Achika : Apa yang terjadi?! (berlarian mencari tahu dan melihat Hirohito yang hendak memengal seorang manusia iblis) Apa!?...


Hirohito : seharusnya kau bangga dapat terpenggal dengan pedang suci ku ini (mengayunkan pedangnya)


Ahcika : (melompat dan hendak menghalangi Hirohito membunuh GAZI) {Dezer{altaria} - Pemerasan} Tingkk~ (Achika menangkis pedang Hirohito itu dengan tangannya, dan membuat pedang itu patah)


Prajurit : apa yang dia lakukan!


prajurit : siapa dia?


prajurit : di melindungi iblis itu!!


prajurit : dia juga akan selesai di tangan tuan Hirohito!


Hirohito : apa yang kau lakukan! (menatap Achika dengan tajam)


Achika : melindungi apa yang aku anggap benar..


Hirohito : Hah? (menatap sinis Achika) kalau begitu, aku juga akan menghabisi mu.. (mundur, mengambil posisi siap bertarung)


GAZI : apa yang kau lakukan?! kenapa kau melindungi ku?!


Achika : aku.. aku telah membunuh kedua teman mu, aku merasa bersalah , aku melakukan hal yang seharusnya tidak harus aku lakukan..


GAZI : (menangis) tidak ku duga masih ada manusia sepertimu di dunia ini..


Achika : aku tidak terlalu mengerti, tapi aku harus menghadapi orang ini dulu (yang di maksud adalah Hirohito)


Hirohito : aku akan membuat menghabisi mu.. anak kecil


Achika : cobalah kalau bisa (muka serius)


Hirohito : {Blazz{Arceus} - Bola Api Neraka} - Hirohito menembak kan bola api yang sangat berbeda yang bisa menebus Manusia dengan Zirah kuat sekalipun


Achika : {Dezer{altaria} - Peningkatan Pertahanan} - Achika bisa menangkis Serangan yang sangat kuat itu


prajurit : bohong, di menangkisnya


prajurit : Siapa sebenarnya anak itu


prajurit : dia beneran bukan bocah biasa


Hirohito : bagaimana bisa? (kesal) aku tidak akan bermain-main lagi nak!


mereka bertarung sengit satu sama lain tapi Achika mulai kehabisan energi sihir (mana) di karena kan pertarungan sebelumnya


Van : Anak itu akan mati, dia baru saja selesai dari pertarungan dan memulai pertarungan baru ... tapi anak itu ...


Achika : uhk.. (terhempas) ahk.. ahk. (memegangi kepala nya) Agrh sakit!


Hirohito : kau cukup hebat bisa bertahan dan ini lah akhirnya {Blazz{Arceus} - Nafas Naga}


Van : {Beru{Arceus} - dinding Air} - Van turun dan melindungi Achika - Hey kau tidak apa-apa?


Achika : (melihat Van dengan samar-samar dan kemudian pingsan)


Hirohito : siapa lagi kau ini?


Van : Maaf bukan aku ingin ikut campur tapi aku merasa yang kau lakukan sudah berlebihan, apa ini yang di lakukan seharusnya dilakukan oleh seorang pahlawan api? , bukan kah kami telah sangat membantu kerajaan dalam menghadapi serangan para Undead! , dan ini balasan kalian?!


Hirohito : kau..! apa kau bilang?!


Raja Assegaf : Cukup! (raja datang karena mendengar keributan mereka) apa yang terjadi di sini? Hirohito bagaimana dengan tugas yang ku berikan kepadamu?


Hirohito : (berlutut) Maaf kan hamba yang mulia, Tapi mereka menghalangi hamba!


Raja Assegaf : Apakah hal itu benar? melindungi ras iblis adalah hal yang salah bagi kita umat manusia, ras iblis adalah musuh kita melindungi nya sama saja dengan melanggar perintah ...


Claire : yang mulia tolong ampunilah mereka, mereka adalah orang yang menghalangi Menghadapi para Undead dan juga teman saya yang mulia


Van : (Claire? bagaimana di bisa di sana?)


Claire : Apakah aku benar Van?


Van : eh, iya


Raja Assegaf : ... Tapi perbuatan yang kalian perbuat adalah salah kalian harus tetap di berikan hukuman!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


keletuk~ keletuk~ (suara tapak kaki kuda)


Achika : (membuka matanya) Apa yang terjadi? ... Dimana ini?


Van : kau sudah bangun? Apa kau baik-baik saja? Kita sekarang di kereta kuda kita akan menunggu ke kerajaan Clover


Achika : Abang Pria aneh dan siapa dia?


Van : (Abang Pria aneh dia memanggil ku begitu)


Pria Naga : Hahaha ayo Bangun dan dengarkan lah nama ku gadis kecil yang manis!


Van : (justru dia yang lebih aneh)


Yano : Nama ku Yano yang agung dan Tak terkalahkan, dan kekasih Sena ku yang imut, hehe hahaha wahahaha, berbahagia lah kalian manusia karena ras naga berada di dekat kalian! dan akan-


Kusir : jangan berisik!!, kau membuat kuda-kuda ku tidak tenang kalau menumpang usaha kan untuk tidak ribut


Yano : ma- maaf aku tidak akan mengulangi nya (kembali duduk)


Achika : kepalaku pusing, bisa jelaskan kenapa kita bisa di sini? ahg ... bagaimana dengan manusia iblis itu? Eto ...


Van : kau tidak nama ku? -_-


Achika : siapa namanya? aku lupa (bertanya ke Yano)


Yano : Aku aja belum kenal sama sekali


Van : Sekali lagi ingat baik-baik nama ku Van Black star, V A N BLACK STAR ingat?! dan nama anak ini adalah Fitra Achika


Achika : dari mana kau tau namaku?


Yano : nama yang aneh?


Van : terserah kalian, Soal iblis itu ...


Achika : di mati di tangan Hirohito?


Van : tidak di membunuh dirinya sendiri, saat Hirohito memeriksa nya dia sudah tidak bernyawa dan alasan mengapa kita di sini sekarang adalah kita akan menjalankan misi, lebih tepatnya hukuman karena kau melindungi iblis itu! aku memilih misi khusus ke kerajaan Clover agar kau bisa pergi dari kerajaan Assegaf sementara waktu


Achika : kenapa tidak menetapkan di sana? kenapa harus pergi? (raut sedih)


Van : Kau menentang Hirohito, dia tidak akan melepaskan kan mu begitu saja jadi pilihan terbaik adalah pergi untuk sementara waktu


Yano : kau sangat baik Van


Van : (melihat Achika yang sedih) padahal aku telah menyelamatkan mu dari bahaya, kenapa kau malah merenggut seperti itu?


Yano : (melihat wajah Achika) Van ... biar aku yang mengurus nya, raut wajah itu aku mengenali nya, Achika Siapa yang kau rindukan?


Achika : hiks~ hiks~ (menahan tangis) aku rindu Azarus aku terlalu jauh dari nya, padahal setiap hari kami selalu bersama


Yano : (mengelus kepala Achika) tidak apa-apa, aku yakin kau akan bertemu lagi dengannya, Sepertinya dia orang yang penting bagimu?!


Achika : tentu saja


Yano : Achika dengarkan, Kalau kau yakin makan kalian akan bertemu lagi, lagi pula kau tidak akan selalu bersama nya bukan?, ada kalanya harus sendiri, aku seperti seorang kakak sekarang


Van : ngomong-ngomong soal kakak, Achika kau harus panggil aku kakak ketika kita sampai!

__ADS_1


...


...


...


Achika : hah?


Yano : tidak ku sangka kau seorang pedo Van


Van : jangan seenaknya, justru karena itu kau harus memanggil ku kakak! tidak mungkin pria tua seperti dewasa membawa gadis kecil, apa yang akan di katakan orang-orang jadi cara menanggulangi nya adalah dengan cara memanggil ku kakak


Achika : ??


Yano : kau yakin itu bukan pengalihan isu yang kau buat-buat


Van : kau sendiri tidak jelas datang dari mana dan menumpang kereta kami


Achika : dan juga bagaimana kau mengetahui kalau aku sedang rindu seseorang? kau dukun ya


Yano : Aku bukan seorang dukun, aku juga ingin bertemu seseorang baiklah Sekalian saja aku jelaskan asal usul ku


Aku bangun di sebuah gua dan tidak mengingat apapun, saat itu aku masih kecil, tidak mengingat apapun, tidak ada seorang pun ayah ataupun ibu, aku tidak mengetahui nya sedari kecil


Achika dan Van menunduk menandakan mereka bernasib sama


Yano : kalian ... apakah!?


Van : jangan jadikan itu sebagai kutukan, orang-orang seperti kita itu kuat


Achika : aku jadi makin rindu Azarus ...


Yano : ehm ... baiklah aku lanjut,


aku pergi ke sebuah desa yang cukup jauh dari gua ku, aku yang masih kecil melihat anak-anak bermain aku ingin bermain bersama tapi sisik dan tanduk ku membuat ku ragu,


Van : aku tidak melihat sisik ataupun tanduk?


Yano : dia dulu bisa gak?


tapi seseorang anak perempuan melihat ku dan mengajak ku bermain


anak perempuan : aku tidak pernah melihat mu? bentuk mu aneh? tapi~ mau bermain bersama ?


Yano : di sana terlalu ramai, ada hal yang aku takutkan akan terjadi ...


anak perempuan : begitu ya, kalau begitu kita main berdua saja, nama ku Sena (memegangi tangan Yano)


yano : kau yakin!?


Sena : mau apa tidak?!


Yano : tentu Saja ... nama ku Yano


Sena : Oke Yano ayo bermain


Yano dan Sena bermain bersama, walaupun Aku Hanya bermain berdua itu adalah saat yang paling menyenangkan bagi Ku, tidak sampai ayah Sena yang datang mencari Sena, dan terkejut nya ayah sena yang melihat wujud fisik ku yang menyerupai setengah naga,


Van : Ras naga cukup mirip seperti ras iblis


Yano : jangan sama kan kami dengan mereka! aku lanjutkan


Dan hal buruk terjadi pada ku Para warga desa mengejar dan memburu Ku, Sena berupaya menghentikan mereka tapi sia-sia, mereka mulai melempari ku dengan tombak dan bebatuan karena sangat terdesak mau tak mau aku memaksa tubuh ku untuk kabur dari para warga, dan aku malah menumbuhkan kedua sayap naga nya dan terbang menjauhi desa kini Semakin sulit bagi Ku untuk menyembunyikan dirinya agar tidak di buru oleh manusia


Achika : kasian (simpati)


Yano : Tidak kita masuk ke bagian yang aku suka Sekarang!


Aku hanya bisa berdiam melatih dan melatih diriku di sekitaran gua 3 tahun berlalu dan suatu yang tak terduga datang, akhirnya aku menemukan mu Yano, Ternyata orang yang datang itu adalah Sena. Aku sangat senang, hari demi hari, Sena akan berkunjung Diriku 2 kali setiap minggunya hubungan Kami semakin erat sehingga mereka berjanji akan terus bersama Sampai akhir hayat kami


Yano : romantis bukan!


Van : biasa aja


tapi sudah dua Minggu Sena tak mengunjungi nya lagi diriku, aku yang khawatir kemudian memberanikan diri untuk mendatangi desa kembali dan melihat apa yang terjadi, dan aku melihat sekumpulan Perampok menjarah desa Aku yang melihatnya tidak bisa dia saja karena di desa itu ada Sena yang Aku cintai, Dari semua latihan yang aku lakukan aku dengan mudah nya memberantas para perampok tak tersisa menyelamatkan desa dari marah bahaya, para warga desa berterima kasih kepadaku, ketika aku menanyakan keberadaan Sena kepada mereka mereka malah memberikan ku sebuah surat


Yano aku sudah pergi dari desa ... sekarang aku berada di kerajaan Clover ... maaf tidak memberitahu mu tapi janji kita masih akan tetap ku pegang, jadi temuilah aku 5 tahun lagi dan jadilah lebih kuat, aku akan menunggumu ...


Yano : dan itu lah akhirnya, kebetulan kereta kalian menuju ke kerajaan Clover jadi aku menumpang saja, Sena ku tunggu lah kekasih mu ini


Van : jadi~ ... apa yang terjadi pada sayap dan tanduk mu aku tidak melihatnya?


Yano : ini adalah hasil latihan ku selama ini sekarang aku bisa menyembunyikan nya dan mengeluarkan nya semauku sekarang (berdiri dan menujukan punggung yang tiba-tiba keluar sayap) gimana apa kau percaya aku sekarang?!


Van : jangan menujukan nya di sini jadi sempit ni


Achika : wah~ itu cukup keren sekali bagaimana cara melakukan nya?


Yano : hahaha ini adalah salah satu kelebihan ras manusia naga (menghilang kan sayap nya)


Van : tidak ku sangka kau benar-benar ras manusia naga


Yano : sudah kubilang suatu ke banggaan bisa bertemu dengan ku, Hahaha Sena ku sayang aku datang!!


Kusir : jangan ribut!


Yano : Maaf


setelah melakukan perjalanan yang sangat melelahkan akhirnya mereka sampai di kerajaan menghabiskan 1 hari lamanya


Yano : akhirnya kita Sampai, kalo begitu aku duluan ya (berlarian pergi) senaaaaaa! kekasih mu telah sampaiiiiiii! (berteriak)


.


.


.


Achika : jadi apa yang kita harus lakukan ... hmm, kakak?


Van : hah? oh iya sekarang aku adalah kakak mu ya, hmm kalau begitu kau harus mengikuti perkataan ku, kau mengerti!


Achika : mengerti ... aku mau menyelesaikan misi ini secepatnya, pulang dan bertemu Azarus


Van : (aku jadi merasa sedikit bersalah memisahkan nya dengan teman nya) Fitra aku minta maaf mungkin kita akan lama di sini, misi kita kali ini adalah membantu kerajaan Clover dalam mencari organisasi penjahat yang berniat menguasai kerajaan in, sekarang mereka sedang berkeliaran di kerajaan ini


Achika : kenapa harus kita? kerajaan ini tidak punya penjaga?


Van : penjaga di kerajaan ini sangat lemah, jadi mereka rela membayar orang dari kerajaan lain demi tugas ini, berarti musuh kita kali ini mungkin berbahaya


Achika : aku mengerti kenapa misi ini menjadi hukuman bagi kita, ayo~


Van : kalo begitu aku akan ke-


Achika : maksudnya ayo cari penginapan, aku mau tidur


Van : ... -_- (lagi pula dia mungkin sangat lelah) ayo kita cari!


2 hari berlalu sementara Van yang sibuk mengumpulkan informasi, Achika hanya melalui hari-hari nya dengan tidur, dan bermalas-malasan. ia sedang sangat tidak bersemangat kini ia sedang berada di tepi kolam ikan mencari-cari hal untuk bisa menghabiskan waktu


Van yang baru saja selesai mengumpulkan informasi, datang ke penginapan untuk mengecek keadaan Achika tapi tidak menemukan dia di sana


Van : kemana dia pergi? (Van mencari dan menemukan Achika yang berada di dekat kolam)


Achika : (merenung) ku pikir dengan tidur waktu akan berjalan lebih cepat


Van : Fitra, ku pikir kau sudah pulang sendiri ke Assegaf (melihat Achika)


Achika : kakak aku minta maaf, aku tidak membantu apapun, maaf aku merasa tidak punya semangat, kakak?! padahal aku yang salah dan menyeret mu ke masalah ini, kau mendengar ku? Oy!



Van : (Dia lucu sekali,... kunciran rambutnya, baju putih lucu, pita merah lucu, lucu bener dah, apakah dia beneran Achika kan?kan? )


Van : ah iya kau sangat lucu!


Achika : hah?


Van : (sial) Ah, tidak maksud ku em... bagaimana perasaan mu (mengalikan topik) Achika!, (duduk di samping Achika) aku benar-benar minta maaf memisahkan kalian, kalau kau ingin kembali kau, aku memperbolehkan mu


Achika : (merenung) Dan meninggalkan mu, ini salahku aku tidak bisa mengabadikan nya, kakak ... mungkin berjalan-jalan di kota bisa mengembalikan semangat ku, mau berjalan-jalan bersama?


Van : tentu


mereka berjalan jalan di kota, bukan nya mendapatkan semangat mereka malah melihat kebahagiaan antara orang tua yang membuat Achika semakin larut dalam kesedihan karena teringat dengan Sam dan Kela yang sudah seperti ibu angkatnya


Achika : (melihat ayah, ibu dan anak itu) aku jadi rindu bibi Kela sekarang ...


Van : Fitra kau tidak apa-apa? ... (mengelus kepala Achika)


Achika : (tiba-tiba memeluk Van)


Van : tidak apa-apa semuanya akan baik-baik saja (ingin membalas pelukan Achika) (Tunggu dulu)


Van ingin memeluk Achika juga tapi ia menyadari, bahwa para penduduk kota memandangi mereka dan menggosipin mereka


penduduk : Apa yang mereka lakukan?


penduduk : Penyuka anak kecil?!


penduduk : apa gadis kecil itu di paksa?!


penduduk : padahal banyak gadis dewasa tapi memilih gadis di bawah umur!


Van : (mati lah aku) (muka pucat setengah mati) tidak ini bukan seperti yang kalian lihat


Yano : ternyata benar panggillan Kakak kemarin hanya angan-angan mu saja


Van : tidak tidak tidak! kau salah paham, kan Achika?


Achika : rasanya sangat malas berjalan~ kakak gendong aku! (menaikkan badan Van memaksa Van untuk menggendong nya)


Van : (anak ini benar-benar mau membunuh ku) Achika aku rasa aku tidak bisa mengendong mu sekarang! (dia tertidur)


Yano : dia langsung tidur? obat tidur apa yang kau pakai?


Van : Woi!!!


Penduduk : di memakaikan anak itu obat tidur?


penduduk : penjahat anak-anak!


penduduk : apa sebaiknya kita panggil prajurit!?


Van : (rasanya aku ingin lenyap)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah semua kejadian itu mereka pergi, Yano yang tak menemukan keberadaan Sena di mana pun, Van pun mengajak Yano untuk ikut bersama nya ke istana untuk memberikan sebuah surat penting, Achika yang masih tertidur pulas walaupun sudah di bangun kan ,hal itu memaksa Van untuk tetap terus mengendong nya ke kerajaan


Yano : Mengapa kau begitu peduli pada Achika?


Van : Pertanyaan macam apa itu?


Yano : walah, aku lupa kalo kamu tu pedofil atau .... siscon!!


Van : gak lah bodoh! (merasakan perasaan roh ingin membunuh) (darimana datangnya, apakah itu mereka) Yano aku merasakan- Yano kau dimana?!


Yano berlarian mengejar sepasang pasangan


Yano : aku tidak mungkin salah, dia orang nya, aku tidak mungkin salah orang .... Sena!! apa itu kau?


Sena : (menoleh ke belakang) Hah?! kau Yano!? apa itu kau?! (terkejut)


Yano : iya ini aku, akhirnya kita bertemu lagi (menangis tersedu-sedu) maaf mengganggu mu? (berbicara kepada pria di samping Sena) Sena aku sangat merindukanmu! bagaimana kalau kita ke restoran tadi aku melihat restoran bagus!


Sena : Yano aku mau tapi aku tidak bisa! aku harus ke pesta kerajaan dan Yano!


Yano : (tunggu dulu Ada yang aneh) Sena dia ...


Sena : em? oh ... iya perkenalkan dia adalah suamiku, pangeran kerajaan ini


Pangeran : salam kenal, kau pasti teman kecil istriku kan dia sering menceritakan kan mu!


Yano : hah? tunggu dulu ...


^^^{Sino{Arceus} - Duri es}^^^


Van : kalian awas!!


Sena : hah?


seseorang misterius menyerang dan menembaki Mereka dengan duri es yang membuat merenggut nyawa Sena karena duri es yang tertusuk di lehernya


Pangeran : hah??? (ketakutan dan berlarian kabur)


Yano : Senaaaaaaaa!! oy jawab aku!!


Orang misterius itu turun dari langit-langit dan memperkenalkan diri sebagai Roy, anggota organisasi Toma yang berniat menguasai kerajaan Clover


Roy : cih, wanita itu mengganggu saja pangeran itu jadi tidak terbunuh


Yano : apa yang kau lakukan!!


Roy : tidak ada hubungannya dengan mu sebentar lagi kalian juga akan mati! (melompat dari jendela dan menunggangi seorang naga kecil dan pergi)


Yano : Woi jangan pergi!!


Van : Bau ini ... dinamit!! aku rasa istana ini akan meledak


Achika : (terbangun) "Manusia dalam bahaya Laksanakan tugas mu" hah? suara siapa itu? (Suara seseorang bergeming di kepala Achika dan membangunkan nya) aduh kepala ku, semua orang dalam bahaya!! (turun dari bahu Van)


Van :kau mau kemana?! kemari Fitra! (menarik tangan Achika mencoba membawanya untuk pergi menyelamatkan diri)


Achika : kakak! (melepaskan tangan Van) aku harus menyelamatkan mereka! yang ada di istana ini


Van : bagaimana cara nya?


Achika : pasti ada hal yang bisa aku lakukan!


Van : sudahlah tidak ada yang bisa dilakukan lupakan mereka dan ikut aku Sekarang!!


Achika : tidak! (masih bersikeras)


Van : hah? ..... baiklah terserah kau saja! (pergi meninggalkan Achika)


Saat itu di istana sedang berlangsung sebuah pesta, karena pangeran kerajaan dan Sena (istri pangeran) tak kunjung datang membuat Raja khawatir


Raja Clover : Dimana mereka? prajurit cepat panggil pangeran kemari!


Toma : tidak usah repot-repot yang mulia, karena kau juga akan bernasib sama


Raja Clover : apa maksudmu (semua orang tercengang)


Toma : dengar aku akan menyampaikan satu hal penting!!


Semua orang yang penasaran masuk ke ruangan pesta karena penasaran


Toma : (memberikan Sebuah jam pasir dan pergi meninggalkan kan ruangan pesta)


Raja Clover : tunggu, apa kau coba mempermainkan kan ku, di mana anak ku!

__ADS_1


Toma : ehmmm, mungkin sudah mati dan kalian akan bernasib sama! {Sino{Absol} - Kurungan Es} - sihir Toma membuat semua jalan keluar dari ruangan itu tertutup bongkahan es besar yang mem buat mereka terjebak di dalam ruangan itu


Toma : oh iya satu lagi jam pasir itu adalah sisa umur kalian, ketika jam itu habis istana ini akan runtuh, aku pergi dulu ya bye-bye


Orang² : apa?! kita terjebak!


orang² : Lepaskan kami?!


Orang² : istana ini akan runtuh?!


semua orang panik karena tidak bisa keluar ... sementara itu Van yang hampir datang ke pintu keluar


Van : (teringat perkataan Yano - mengapa kau begitu peduli pada Achika?) kenapa aku peduli?? ... kenapa?? ... KEBAHAGIAAN ... hah? (hal yang tidak pernah ku rasakan kembali sejak dulu) padahal dia hanya memanggil ku kakak tapi ... (melihat telapak tangan nya dan berjalan ke luar istana) kehidupan lebih penting ... maafkan aku Achika (keluar istana)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Achika mendengar teriakkan orang-orang yang berteriak dan mendatangi mereka, melihat mereka terjebak Achika hendak menghancurkan bongkahan es yang mengurung mereka


Achika : kalian tenang saja {Dezer{Altaria} - pengerasan} - Achika meninju bongkahan es itu tapi sihirnya tidak aktif (hah? sihir nya tidak aktif? kenapa? apa aku kehabisan mana? tidak itu tidak mungkin! apa yang harus ku lakukan? )


2 jari tangan nya patah karena ia terus bongkahan es itu Tampa sihir, Achika mulai putus asa, dan terus berfikir apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. tiba-tiba seutas tali muncul dari lantai atas


Van : Achika naik lah!


Achika : Kakak! aku kira kau pergi! (menaikkan tali ke lantai atas)


Van : tidak ada waktu untuk berbicara, aku tidak bisa menghancurkan bongkahan es itu aku tidak punya elemen yang cocok, jadi pilihan kita adalah masuk lewat atas ruangan pesta, di sini (melihat bagian lantai yang cukup rapuh) Achika kau bisa sihir Dezer bukan?


Achika : bisa tapi, entah mengapa sihirnya tidak mau aktif


Van : begitu ya? {Beru{Arceus} - Air Gezer} - membuat lantai berlubang membuat mereka bisa masuk


Achika dan Van masuk kedalam dan menyuruh semua untuk tenang


Van : baiklah semuanya tenang!! kalau kalian ingin selamat mendekati lah dan katakan siapa yang bisa sihir di sini, aku berencana untuk membuat pelindung yang mungkin bisa menyelamatkan kita


beberapa orang menujukan diri Van dan yang lainnya mulai merampalkan sihir dan membuat pelindung dari Tanah dan es, Achika sangat kesal dengan dirinya kenapa sihirnya tidak mau aktif, mulai memukuli lantai


Achika :{Dezer{Arceus} - Dinding Tanah} tidak terjadi apa-apa - Kenapa? Kenapa? kenapa? (memukul lantai karena kesal)


Van : Achika apa yang kau lakukan?


Achika : Aku tidak bisa melakukan apapun! aku tidak bisa membantu mu Sama sekali! apa yang terjadi dengan ku? (Menangis)


Van : (memegangi bahu Achika) Achika! dengar, kau telah membantu ku! aku mulai menemukan secercah harapan dalam hidup ku! kalau bukan karena kau mungkin desa ku sudah lenyap saat itu! terimakasih jadi tersenyumlah


Achika : ... (memandangi Van)


Van : tidak apa-apa semuanya akan baik-baik saja!


Raja Clover : jam pasir nya habis!!


Van : ini dia semuanya bersiap!


Degarrrrr~ Duarrrr~ dinamit meledak dan meruntuhkan bangunan di atas mereka, puing-puing jatuh menghantam mereka pelindung yang terbuat dari es dan tanah itu menahan puing-puing tersebut tapi makin kelamaan puing-puing yang jatuh semakin banyak mulai ada retakan pada pelindung nya


Van : ini tidak akan cukup kuat {Sino{Absol} - lapisan es}


orang² : {Gezer{Absol} - Pelindung Tanah}


orang ² : {Sino{Absol} - Penahanan es}


Puing-puing semakin berat Van mulai kelelahan Achika yang melihat Van berusaha berfikir apa yang harus ia lakukan


Achika : aku harus melakukan sesuatu!! (teringat perbincangan nya dengan Sam saat masih belajar dulu)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Achika : sangat capek


Sam : baru belajar sihir penyerangan saja sudah kelelahan


Achika : heh? berarti adalah sihir selain penyerangan?


Sam : tentu saja, dalam sebuah party support sangat di butuhkan selain kemampuan regenerasi, kemapuan meningkatkan kekuatan teman satu tim juga di perlukan


Achika : meningkatkan?


Sam : intinya kekuatan yang bisa membuat teman mu menjadi lebih kuat dari sebelumnya


Kalau begitu! Achika mulai memfokuskan dirinya ia mengepalkan tangannya berusaha memperoleh sesuatu,


Achika : (Achika ayo berfikir, bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan kakak? ah! itu seperti kemampuan peningkatan performa miliku! sihir Altaria ... bagaimana kalau itu jadi Absol? aku juga punya elemen Zite bukan! bagaimana kalo di campur? apa yang akan terjadi )


pelindung ambruk puing-puing capat atau lambat akan menimpa mereka


Achika : (lakukan Achika!! ) {Sihir Gabungan{Dezer - Zite{Absol} - Area peningkatan performa} - Achika menuju lantai di bawah nya dan membuat area lingkaran di sekelilingnya


Catatan & referensi : seperti ultimate bennett genshin impact


puing-puing jatuh menimpa mereka mereka semua tertindih reruntuhan bangunan kerajaan namun mereka tidak terluka sedikitpun dan Fisik mereka menjadi sangat berbeda


Orang 1 : Apa sudah mati?


Orang 2 : apa yang terjadi tubuh ku terasa sangat kuat!


Orang 3 : liat aku bisa mengangkat Diding ini dengan mudah!


Achika : aku rasa ini tidak akan bertahan lama ku mohon segera keluar dari puing-puing


Semua orang selamat Akibat Sihir Achika


Van : sihir macam apa ini?! Sihir ini membuat makhluk di area menjadi lebih kuat dan mendapatkan pertahanan dan kekuatan yang besar, Kerja bagus Achika!


Achika : aku berhasil!! (terbaring di pundak Van)


Raja : Anak muda yang di sana! terimakasih telah menyelamatkan kami, siapa kalian?


Van : kami prajurit bayaran yang kamu pesan! tidak ada waktu sekarang kerajaan mu sedang di jajah siapkan pasukan dan bersiap bertempurlah (mendengar suara teriakan seekor monster) atau mungkin tidak, aku akan memeriksa nya, aku titip anak ini


Van melihat kota sedang di Landa peperangan antara monster dan seekor naga! dan para Anggota organisasi Toma juga berusaha menumbangkan naga itu karena naga itu menggagalkan rencana mereka



Van : (naga itu sepertinya aku familiar di mana aku pernah melihat nya?!)


Toma : Apa itu naga mu? dia merusak semua rencana ku


Van : siapa?


Roy : kau lagi bagaimana kau masih bisa hidup?


Toma : mungkin hanya dia yang selamat!


Van : jadi kau Ketua nya?


Toma : itu tidak penting, naga mu itu menganggu ku, tapi kalau dia pemilik naga habisi dan naga itu akan juga terhabisi bukan?!


Van : bukan ... kau salah orang, tapi kalau kau pemilik monster monster itu seharusnya cara yang kau bilang akan berhasil (menatap Toma)


Toma : Ya aku pemilik monster monster itu, tapi 1 orang lawan 20 orang apa kau yakin


Roy : aku rasa tuan Toma sendiri sudah cukup, tapi kamu akan tetap membantu, tunggu apa lagi serang dia


Van : Ini adalah waktunya bersinar!


Mereka menyerang Van secara bersamaan tapi dengan lincahnya Van menghindar, Roy menyerang dari belakang Van tapi Van mengetahui walaupun tidak melihatnya, dan bisa menghindar dengan muda


Catatan & referensi : Sejak kecil Van dapat merasakan aura roh di dalam tubuh manusia membuat nya bisa merasakan pergerakan musuh walaupun tidak melihat nya


Roy : bagaimana bisa?


Van : kalau kau ingin membunuh ku jadilah sebuah tanaman! aura membunuhmu itu sangat pekat, gerakan mu mudah di baca


Toma : cih {Sino{Arceus} - Duri Es} - kau tidak akan bisa menghindari serangannya secepatnya itu!


Van : (celaka)


Tiba-tiba Achika datang ber-armor lengkap dengan membawa sebuah tameng dan menangkis Serangan itu, dan melindungi Van


Van : Fitra? kenapa kau disini?


Achika : Aku masih tidak bisa mengaktifkan sihir ku, mungkin sihir ku ngambek!? Walaupun begitu aku harus tetap mambantu!


Van : kau ini, aku butuh waktu 7 menit Tidak 5 menit untuk mempersiapkan serangan, bisa kau bertahan?


Achika : di mengerti!


mereka mengeroyok Achika tapi mereka bisa menghindari dan memberikan serangan balasan, Achika berhasil melesat kan satu serangan ke muka Toma membuat Toma tak terima dan Memanggil monster raksasa nya untuk menyerang Achika, Monster itu hendak menggigit Achika , Achika yang reflek langsung melempar kan perisa nya dan membuat monster itu tersedak, dengan cepat berlari kearah Van yang hendak di tebas oleh Roy


Roy : Matilah kau!! {Blazz{Absol} - Pedang Ledakan}


Achika langsung melompat menangkis Serangan itu dengan tangan kosong membuat nya terpental


Van : Fitra!!


Roy : kenapa banyak sekali penghalang!


Dan tiba-tiba Naga besar itu mendatangi pertarungan mereka dan Menpora-poranda mereka dan Toma yang melihat Van yang terbaring di atas atap menyuruh semua anggota nya untuk membunuh nya! tapi itu semua ternyata tipuan yang Van buat, Van membuat membuat mereka semua tak bergerak dengan sihir es nya dan ...


Toma : jebakan!?


Van : Berakhir di sini! Wahai kekuatan roh yang aku peroleh berikan kekuatan mu sekali lagi! Sihir khusus gagak penghantar kematian!



tiba-tiba muncul sebuah burung gagak yang terbang ke arah mereka dan menembus melewati mereka, ketika gagak itu melewati mereka semua tiba-tiba roh dalam tubuh mereka terangkat dan membuat mereka tewas menyisakan Toma


Toma : sihir macam apa itu! (Van mendekati Toma) jangan mendekati ku


Van : khusus dirimu akan ku lakukan dengan tangan ku (menatap Toma dengan tajam)


Toma : oy jangan bercanda, Argh ... ~


Semua Monster itu pun lenyap walaupun naga itu hampir menghabisi semuanya,


Van : Tinggal naga besar itu! ... (melihat naga itu diam terpaku) (dia tidak bergerak, bagus lah tubuh ku rasanya lelah sekali, aku tidak bisa bergerak, gawat akibat sihir roh tadi)


Naga itu melihat Van dan bersiap menyerang nya, ketika naga itu hendak menyerang Van, Achika datang menyelamatkan nya dengan tangan kirinya yang remuk dan menggendong nya dengan tangan kanannya


Van : Fitra?


Achika : (mengendong Van) tangan kiri ku tidak bisa di gunakan! jadi berpegang lah!


Van : (sekarang giliran dia yang menggendong ku) Apa rencana mu Achika?


Achika : tidak tau, untuk Sekarang mungkin kita harus menjauh kan nya dari kerajaan, aku akan melemparkan mu ke tumpukan jerami itu!


Van : apa kau ingin mengahadapi naga itu sendirian dengan keadaan mu yang sekarang!?


Achika : tidak ada pilihan kalau bukan kita! siapa lagi?! (nada serius)


Van : Fitra ..... kau .... kalau begitu tunggu aku, aku akan usahakan pulih dengan cepat


Achika melempar ke tumpukan jerami dan terus berlari keluar kerajaan naga itu mengejar nya dan terbang menghentikan Achika dan membuat situasi 1 lawan 1


Van : (Van yang terbaring di tumpukan jerami) (aku tidak bisa bergerak, ayo gerakan tubuh mu Van Achika dalam bahaya, fokus ... ) (menarik nafas dan merasakan kaki nya yang sudah bisa bergerak) (bagus, ayo bergeraklah,bergeraklah !)


tidak banyak yang bisa Achika lakukan selain menghindari tapi entah mengapa Achika tidak memiliki semangat bertarung, dan akhirnya Achika terkena Serang an naga itu yang kini membuat keduanya tangan nya remuk


Van : Fitra!!(melihat Achika serang naga itu) agrh~ (merasakan sakit di tubuh nya)


Van tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa melihat Achika tak berdaya, Naga itu mulai menyerang Achika kembali dengan hendak menyeruduk nya tapi Achika berusaha menghindari serangannya itu dengan cara melompat ke kepala nya, tapi naga itu malah membawa nya terbang ke angkasa karena kedua tangan Achika yang tak bisa di gunakan membuat nya tidak bisa berpegangan dan akhirnya mulai jatuh dari ketinggian


Achika : aku tidak bisa berpegangan dengan benar, tangan ku rasanya sakit sekali (jatuh dari ketinggian) (aku jatuh?berakhir, ... apa aku memang selemah ini? apa yang sebenarnya terjadi padaku? sepertinya aku mengetahui nya! aku merindukanmu Azarus!!)


Tiba-tiba seseorang menangkap Achika,


Achika : (apa aku sudah mati?) (membuka matanya dan sangat terkejut) ... (menangis) hiks~ hiks~


.


.


.


Azarus : kau tidak apa-apa Achika? (tersenyum lembut)


Sangat mengejutkan orang yang terbang dan menangkap Achika adalah Azarus dan mereka turun dengan selamat


Azarus : berhentilah menangis Achika aku sudah disini (mengelus kepala Achika) maaf aku pingsan terlalu lama, ketika aku bangun dan menyadari kau tidak ada di sana, aku langsung kemari! aku sangat mencemaskan mu


Achika : (memeluk Azarus dan menangis di dekapan Azarus)


Azarus : Achika baju ku jadi basah ni ... cup cup cup cup, sudah berhenti lah bersedih (mengelap air mata Achika)


Van : Woy kalian, apa yang kalian lakukan!! Naga itu datang ke arah kalian!! (berteriak)


Azarus : (melihat naga datang) Achika kita benar-benar harus bersiap sekarang! (mencoba melepaskan pelukannya Achika)


Achika : hmm... gak mau! (makin memeluk erat Azarus)


Azarus : Achika dia mulai mendekat (mulai panik)


Achika : gak mau! (masih memeluk Azarus dengan tangan remuk nya)


Azarus : tangan mu akan semakin terluka Achika, kita harus benar-benar kabur sekarang!! (setengah panik)


Achika : masih kangen!!


Azarus : iya nanti sekarang waktunya Bertar- naga itu ke sini! (sangat panik) aku janji akan peluk kamu sampai puas nanti


Achika : beneran?


Azarus : iya janji, oke sekarang waktunya kita pergi, eh Achika kamu mau kemana??!


{Zite{Altaria} - Penyembuhan} - tangan Achika kembali pulih


Tiba-tiba Achika berlarian ke arah naga itu


Achika : {Sihir Gabungan{Dezer - Zite{Absol} - Area peningkatan performa} {Dezer{Altaria} - Peningkatan performa} - Achika membuat area peningkatan performa, dan bersiap menghantam tinjuan ke naga itu yang hendak mendatangi nya


Azarus yang panik setengah mati, berlarian ke arah Achika, naga itu hendak menyeruduk Achika, Achika mengambil posisi dan melesat pukulannya ke kepala naga itu dan langsung membuat naga itu tumbang dan mengalami patah tulang leher


Azarus : Gahk (melongo dengan mulut terbuka)


Van : (tersentak) eh?... ehhhhhh?!! (sangat terkejut)


Azarus : Dari mana datangnya semua kekuatan gila itu? (sangat kaget)


Achika : (langsung berlari memeluk Azarus)


Van : (mendatangi mereka) Hah? Fitra ini beneran kau?


Azarus dan Van sangat terkejut dengan peningkatan drastis Achika dan tiba-tiba Naga itu menyusut terus menyusut sampai ke ukuran manusia dan Betapa terkejutnya ... ternyata naga itu adalah ...


Van : Yano!!


Achika : Yano!!


Azarus : Siapa?

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2