
Namaku viviana soewandi, orang orang memanggilku vivi. aku menikah dengan seorang laki laki yang sangat aku cintai. Dia adalah sosok yang baik, setia, juga sangat bertanggung jawab. ya, dia adalah Hadi setiawan.
kami menikah setelah menjalin hubungan selama 7 tahun berpacaran. tak terhitung kebaikanku kepada keluarga suamiku untuk memberi kesan baik kepada mereka. awal pernikahan semua baik baik saja. apalagi aku yang merupakan menantu kesayangan keluarga suamiku. suamiku adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. mbak yati (kakak pertama), mbak santi (kakak kedua) dan mas yadi (kakak ketiga). aku adalah anak tunggal, yang membuat semua kasih sayang keluargaku dilimpahkan kepadaku.
hari pernikahanku di gelar begitu meriahmeriah. orang tuaku juga mengundang bebarapa biduan dangdut yang cukup terkenal( namanya juga orang kampung, hiburan kami ya dangdutan hehe).
acara berjalan sesuai dengan semestinya. begitu selesai, segera ku periksa HP yang ada di meja rias ku. "enak ya nikah di kasih hadiah gede sama mertua, beda sekali dengan pernikahanku dulu " begitu bunyi pesan yang aku Terima dari kakak iparku, istri mas Yadi.
"Alhamdulillah mbak," begitu pesan balasan ku pada iparku tersebut.
__ADS_1
aku tidak pernah berfikir yang tidak tidak kepada semua ipar iparku dan keluarga suamiku. hanya saja, itulah sifat yang paling aku benci pada diriku. selalu berfikir, semua orang baik padaku. tapi kenyataanya, tak seperti yang aku bayangkan.
satu minggu setelah aku menikah, mas Hadi di pindah kerja ke Jogja. rasanya sedih banget, mana masih suasana pengantin baru. huhuhu. tapi tak apalah toh ini demi kebahagiaan keluarga kami di masa depan.
"vi, TV ibu rusak kayaknya pengen diganti ya g baru" pesan masuk di HP ku dari ibu mertua. "ya buk, nanti vivi ngomong sama mas Hadi ya" balas ku.
waktu istirahat kerja tiba. segera ku hubungi ponsel suamiku.
"halo sayang.. " sapa suamiku di seberang sana. duh aku kangen banget.
__ADS_1
"halo mas, gimana kerjanya? lancar? " tanya ku. "Alhamdulillah lancar, kamu dirumah baik kan? " tanya suamiku balik. "Alhamdulillah baik mas". jawabku kembali. sebentar kami saling diam, sampai aku baru ingat permintaan ibu mertua. " oh iya mas, ibu bilang TV nya di rumah rusak. ibu minta TV yang baru. " ucapku pada suami q.
" kamu beliin saja yang, nanti mas transfer uangnya. " jawab suamiku dan segera aku sanggupkan. sampai akhirnya panggilan kami berakhir.
begitulah suamiku, sangat baik. jangankan pada keluarganya, pada teman dan orang yg tidak dikenal pun dia baik. beruntung nya aku memiliki dia.
notifikasi dari m-banking menandakan kalau uang untuk pembelian TV dari mas Hadi pun telah masuk. segera aku bergegas menjemput ibu mertua dan mengajaknya memilih TV yang dia sukai. beliau sangat senang dan selalu mengucapkan kata-kata manis untukku dan suamiku. senangnya bisa membahagiakan orang-orang terdekat. semoga Tuhan selalu memberikan kami rizki yang melimpah, sehingga selalu bermanfaat untuk orang-orang terkasih kami.
aku memang tidak tinggal dengan mertuaku, tapi aku yang paling sering bersamanya. kata suamiku sih untuk mengakrabkan hubungan kami. jadi dia menyuruh aku untuk sering-sering kesini. dan benar kata suamiku, sekarang mertuaku sangat menyayangiku seperti anaknya sendiri.
__ADS_1