Dikucilkan Keluarga Suami

Dikucilkan Keluarga Suami
bab 2


__ADS_3

pov Hadi


aku Hadi, seorang lelaki yang sangat beruntung. pekerjaan mapan, juga mempunyai keluarga yang bahagia. semua keluargaku bisa menerima istri tercinta ku. punya ibu dan ayah mertua yang baik juga salah satu dari keberuntungan ku.


tadi siang istriku menghubungiku, dia bilang kalo ibuku meminta dibelikan TV. begitulah istriku, tak pernah keberatan dengan segala permintaan yang diinginkan ibu. siang itu juga ku kirimkan sejumlah uang untuk menurutu permintaan ibu.


klinting! .. bunyi ponselku, kulihat ternyata pesan dari mbak yati kakak pertamaku. "le, mbak mau pinjem uang. mbak butuh banget buat bayar sekolah keponakanmu". begitulah bunyi pesan mbak yati. "berapa mbak? " tanyaku. "1juta saja le.. ". tanpa ku balas pesannya, langsung ku tekan aplikasi banking dan ku kirimkan uang sejumlah yang mbak yati butuhkan. " makasih le, kalo mbak udah ada uangnya segera mbak kembalikan". begitulah pesan yang masuk dari mbak yati kembali. "ya mbak" jawabku singkat. ya... beginilah mbak yati, setiap butuh apa2 pasti orang pertama yang di minta pertolongan pasti ke aku. memang sih, uang yang bilangnya di pi jam selama ini tidak pernah di kembalikan, tapi ya itung itung membantu keluarga apa salahnya. semoga rizki ku di lancarkan Allah selalu. aamiin...


2 hari lagi aku mau pulang ke kampung, rasanya sudah kangen sekali dengan istriku. pasti dia sangat senang jika ku kabari atas kepulanganku. kami memang menjalin hubungan pacaran yang cukup lama. ya.. 7tahun bukan waktu yang sedikit. susah senang sudah kami lewati bersama. itu yang membuatku mantap memilih dia sebagai istri.


akhirnya tiba waktunya pulang kerja, buru-buru aku masuk ke mes tempatku kerja dan langsung menyambar handuk. tanpa babibu langsung mandi. badan sudah segar segera ku hubungi nomer yang tertera di ponselku dengan nama kontak istriku.


(assalamu'alaikum.. )


(waalaikum salam mas)jawab istriku.

__ADS_1


"yang, hari minggu depan mas mau pulang"ucapku.


" beneran mas? kan belum waktunya mas pulang. apa ada masalah di kerjaan? " tanya istriku.


"nggak ada masalah di kerjaan, mas pulang karena udah kangen sama kamu" jawabku sambil ngegombal haha.


" ada aja sih mas, yaudah kalo mau pulang nanti biar aq masakin kesukaan mas ya" ucap istriku di seberang sana dengan nada yang terlihat antusias.


"iya sayang, yaudah mas tutup telfonnya ya. udah malam, mas mau istirahat dulu" ucapku "iya mas assalamu'alaikum"


"waalaikum salam"


hah... hah.. kubuang nafasku dengan kasar, ku lirik jam dinding yang menunjukkan pukul 03.00 pagi. ternyata aku cuma bermimpi. tapi mimpi itu sangat terasa nyata. aku bermimpi aku tenggelam di air yang keruh. ada bayangan wajah istriku yang sedang menangis. apa ini sebuah pertanda atau hanya bunga tidur saja Tuhan? entahlah. segera ku lanjutkan tidurku karena mata masih agak mengantuk. semoga tidak ada apa apa pikirku.


pagi hari aku berangkat ke tempat kerja, dari tadi bangun masih kepikiran dengan mimpiku semalam. tak sengaja aku menabrak rekan kerjaku yang bernama Zainal.

__ADS_1


zainal : eh lihat lihat dong bro kalo jalan.


aku : maaf bro, lagi gak fokus


zainal: emangnya ada masalah? tumben lu dari tadi aku perhatiin kok ngelamun aja.


aku : iya ni bro, mikirin mimpi buruk tadi malam.


zainal : emangnya kamu mimpi apa? biasanya kalo mimpi itu, bisa jadi sebuah firasat lo.


aku : itu yang aku takutin bro. aku mimpi tenggelam di air yang keruh, terus ada bayangan istriku nangis.


zainal : wah, ati2 bro biasanya kalo mimpi tenggelam di air keruh itu, bakal ada musibah. itu sih menurut orang-orang tua. tapi tetap percayakan semua pada yang kuasa bro.


.

__ADS_1


.


duh, jadi kepikiran omongannya si zainal.


__ADS_2